• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.2 Jurnal Elektronik

2.2.3 Jenis-Jenis Jurnal Elektronik

E-journal dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu open access dan closed access menurut Azwar (2013) antara lain:

1. Ketersediaan sumber informasi open acces (bebas akses) dimaksudkan untuk mengurangi kesulitan dalam memperoleh informasi ilmiah, yang tidak semua perguruan tinggi mempunyai dana memadai dalam melanngan informasi ilmiah.

2. Ketersediaan sumber informasi closed access dilakukan pada sebuah perguruan tinggi atau institusi yang mempunyai dana dalam melanggan database informasi ilmiah.

Ashikuzzaman (2018) dari North South University Library, menyatakan bahwa jurnal elektronik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Versi CD-ROM Offline, CD-ROM mewakili cara menyimpan sejumlah besar informasi secara digital dengan cara yang mudah dicari dan diambil.

CD-ROM memiliki kapasitas penyimpanan dan keandalan yang tinggi. Ini adalah media hemat biaya untuk menghasilkan penelusuran literatur komputerisasi. Ini portabel dan memiliki kemampuan untuk menyimpan data grafis. Keuntungan paling penting dari CD adalah tidak ada jaringan yang sama yang dapat dibagikan oleh pengguna dalam jumlah tak terbatas.

2. Jurnal Online atau berbasis Internet, Jurnal online tersedia melalui host online karena DIALOG dengan biaya tinggi tidak mungkin menjadi bagian dari koleksi perpustakaan. Karena jurnal online memungkinkan akses remote. Lebih dari satu pengguna bisa menggunakannya bersamaan.

Ini menyediakan akses yang tepat waktu. E-journal mendukung kemampuan pencarian yang berbeda dan menghemat penyimpanan fisik.

2.2.4 Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Jurnal Elektronik

Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan media digital, e-journal menurut Jamaluddin (2015):

1. Ruang dan Waktu, penggunaan media digital baik e-book, e-journal tentu akan sangat menghemat ruang, kita tidak perlu membawa buku-buku tebal yang berat, yang susah mau dibawa dan dibaca setiap saat.

Dengan bentuknya yang digital, pengguna tinggal menyimpan dalam bentuk mass storage device, baik USB, flashdisk, microSD, laptop, atau handphone, dan kemudian bisa membacanya kapan saja.

2. Aksesibilitas, dengan bertumpu pada format digital dan ditopang infrastruktur internet, maka pengguna bisa mengakses file media digital kapan saja dan dimana saja, dan melalui perangkat apa saja.

3. Simplisitas, simpel dan mudah dibawa, ditransfer ke perangkat apapun.

4. Cost dan harga jual yang lebih terjangkau, cost disini meliputi biaya produksi/cetak, perawatan, distribusi, dan lain-lain.

5. Menggalakkan gerakan Go Green, dengan isu global warming yang kuat saat ini dan kita rasakan dampaknya di berbagai belahan dunia, salah satunya anomali cuaca, banjir, dan lain sebagainya, seharusnya menyadarkan kita untuk semakin mencintai lingkungan kita. Data menyebutkan bahwa konsumsi kertas dunia tumbuh 400% dalam 40 tahun terakhir. Sekarang sekitar 4 juta pohon atau 35% dari total pohon yang ditebang dipergunakan di industri kertas. Dalam satu hari ada sampah kertas yang berasal dari 27.000 batang kayu. Dengan membaca e-jurnal berarti kita tidak lagi menggunakan kertas, dengan demikian kita turut mengurangi penebangan pohon yg mendukung go-green.

Selain kelebihan di atas, Siswadi (2008) mengatakan e-journal juga memiliki beberapa kekurangannya, yaitu:

1. Kesulitan membaca layar komputer (difficulty reading computer screens).

Kesulitan ini muncul karena pada saat mengakses e-journals secara bersamaan pengguna membuka windows lainnya. Cara ini berpengaruh juga pada proses download dan hasil akir pencarian.

2. Sering tidak memasukkan indeks dan abstrak (often not included in indexing and abstracting services). Pada umunya artikel yang terdapat di e-journals menyediakan keduanya, tetapi ada juga yang tidak melengkapi salah satunya.

3. Pengarsipan (archiving), beberapa hal yang berkaitan dengan e-journals adalah proses penyimpanan data digitalnya. Perpustakaan perlu menetapkan pilihan apakah akan disimpan sebagai koleksi tersendiri pada

tempat terpisah atau dibiarkan sesuai dengan kebutuhan pengguna karena bisa diakses kapan saja sepanjang masih dilanggan oleh perpustakaan.

4. Sitasi yang mudah rusak (perishable citation), perubahan URL menjadi akses ke e-journals menjadi terganggu bahkan hilang semuanya.

5. Keaslian (authenticity), sumber dan otoritas material secara umum menjadi perhatian pada akses e-journals. Kredibilitas pembacanya selalu harus diperhatikan oleh e-journals.

6. Mesin pencari mengabaikan file PDF (search engines ignore PDF files), perlu memperhatikan format dari artikel e-journals. Format yang tersedia merupakan copy dari versi jurnal tercetaknya.

Berdasarkan uraian pendapat di atas dapat disimpulakan bahwa pada dasarnya e-journal memiliki keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna yaitu menghemat ruang dan waktu, akses melalui internet dimana saja, kapan saja dan melalui perangkat apa saja, simpel dan mudah dibawa, harga jual yang lebih terjangkau dan menggalakkan go green seperti mengurangi pemakaian kertas.

Kelemahan dari e-journal, antara lain adalah kesulitan membaca dalam komputer, sering tidak memasukkan indeks dan abstrak, seharusnya ada pilihan pengarsipan sehingga bisa diakses kapanpun dan dimanapun, sitasi yang mudah rusak akibat perubahan URL, keaslian e-journals masih harus diperhatikan, mesin pencari perlu memperhatikan format dari artikel e-journals seperti file PDF.

2.2.5 Tujuan Penggunaan Jurnal Elektronik

Dalam ruang lingkup perpustakaan penggunaan jurnal elektronik memberikan peran penting bagi perpustakaan dan pengguna perpustakaan. Ansor (2017) mengemukakan beberapa keuntungan bagi pengguna, antara lain :

1. Jurnal elektronik sering kali terbit lebih dulu sebelum jurnal tercetak diterbitkan sehingga distribusi informasi sangat cepat,

2. Content journal selalu mutakhir (update) sesuai dengan perkembangan

Pada umumnya pengguna perpustakaan membutuhkan informasi yang cepat dan beragam, serta dapat diakses kapan dan dimanapun yang digunakan sebagai pemenuhan tugas kuliah dan sebagai referensi untuk keperluan penelitian, studi kasus, skripsi, tesis dan disertasi, hal ini dikarenakan informasi yang terkandung di e-journal bersifat ilmiah dan dapat mendukung permasalahan ilmiah yang diteliti.

Maka dengan kehadiran e-journal diharapkan mahasiswa atau peneliti harus lebih aktif dalam memanfaatkan jurnal elektronik sebagai referensi karena merupakan bahan rujukan terkini atau up-to-date.

2.3 Database Jurnal Elektronik

Database jurnal elektronik adalah sebuah sistem informasi data berbasis web yang menyajikan jurnal-jurnal elektronik. Menurut Ka (2003) “Database E-Journal adalah jurnal yang hanya diterbitkan dalam bentuk elektronik.”

Adapun yang dimaksud Database Jurnal Elektronik menurut Sulastri (2007), yaitu:

Database Jurnal Ilmiah merupakan metode pengelolaan jurnal berbasis elektronik. Semua naskah tersusun dalam suatu database sehingga mempermudah dalam pengaksesan. Database jurnal berbasis web merupakan salah satu cara untuk melakukan publikasi jurnal lewat internet. Bahkan beberapa penyedia layanan publikasi jurnal lewat internet yang terkenal seperti IEEE dan Science Direct meminta pembaca untuk membayar untuk dapat mengakses jurnal-jurnal yang tersedia.

Sedangkan menurut Masters (2009, 292) menjelaskan “An increasing number of databases are available over the internet and can be accessed through local

libraries or by subscription from a vendor such as EBSCO Publishing, which provides access to online databases and e-journals.”

Masters menjelaskan di atas bahwasannya database dapat diakses dengan internet melalui perpustakaan atau dengan berlangganan dari vendor seperti EBSCO yang menyediakan akses ke database online dan e-journal. Database yang dimaksud Masters adalah Database Jurnal Elektronik.

Dari tiga pendapat diatas maka dapat disimpulkan Database Jurnal Elektronik adalah sebuah database online yang menyediakan akses ke jurnal-jurnal dalam bentuk elektronik diakses dengan internet melalui perpustakaan yang sudah berlangganan.

2.4 Vendor Jurnal Elektronik

Dalam memenuhi penyediaan jurnal elektronik perpustakaan tentu membutuhkan jasa vendor. Menurut lembaga ISACA (2013, 11) menjelaskan “Vendor adalah pihak ketiga yang memasok produk atau layanan ke suatu perusahaan. Produk atau layanan ini dapat berupa alih daya, perangkat keras, perangkat lunak, layanan, komoditas, dll.” Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Vendor diartikan sebagai penjaja.

Pada umumnya institusi perpustakaan berada dalam tekanan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dengan segala keminiman dana dan sumber daya manusia Di samping itu banyak penjaja yang memikat keuntungan dari kesempatan ini dengan lebih menunjukkan layanan yang lebih besar

memperluas koleksi dengan tetap menyesuaikan harga Grosir pengecer dan lainnya merupakan sumber utama yang menyediakan bahan untuk koleksi perpustakaan Namun pustakawan lebih merujuk kepada penjaja daripada grosir.

Menurut Yulia dalam Suharti (2018) Hal ini disebabkan beberapa alasan antara lain:

1. Dengan melalui penjaja, semua judul-judul yang berasal dari berbagai penerbit hanya melalui satu jalur yaitu penjaja.

2. Penjaja tidak hanya menerima pesanan dari perpustakaan saja, tetapi lebih dari satu mereka juga menindak lanjuti dengan membantu memecahkan masalah yang mungkin timbul dalam transaksi pesan memesan.

Penjelasan dari alasan di atas adalah penjaja membeli bahan bacaan dalam jumlah yang tidak sedikit dari berbagai macam penerbit kemudian penjaja menjajakan duplikatnya untuk perpustakaan dan toko buku. Karena penjaja membeli dalam produk yang tidak sedikit mereka mendapatkan diskon yang besar dari penerbit ketika pemborong dapat menjajakan bukunya. Pada saat konsumen menerima daftar biaya yang sudah di diskon harganya oleh produsen namun yang didapatkan jauh lebih sedikit dari yang penjaja terima. Jika perpustakaan membeli ke toko buku langsung dari penerbit mungkin potongan harga akan lebih tinggi atau sama tinggi. Setiap jurnal yang terbit harus melewati proses metode peer review. Metode ini telah berabad abad menjadi budaya dari jurnal ilmiah, untuk menjadi bagian dari proses siklus informasi dari siklus penerbitan yang mengaitkan berbagai kelompok dan mempunyai ciri khas. Proses ini terhubung langsung dengan pelaksanaan penelitian yang termasuk dari inti aktivitas dalam masyarakat ilmiah. Secara sederhana dan umum proses siklus ini dapat dilihat dalam bentuk gambar sebagai berikut :

Gambar 2.2 Siklus Peer Review Sumber: Mabe (2007)

Gambar di atas menunjukkan bahwa komunikasi ilmiah terdiri di tiga tempat.

Pertama yang mengaitkan penerbitan, komunikasi dimulai dari kantor editor jurnal ke penerbit selanjutnya ke vendor selanjutnya tiba di perpustakaan dan langsung dimanfaatkan oleh pembaca. Kedua komunikasi antar pengarang dengan editor dan ilmuwan yang melaksanakan peer review antar pengarang dengan penerbit. Ketiga komunikasi antar pengarang, editor, rekan-rekan ilmuwan dan pembaca di dalam lingkungan akademik yang juga mengaitkan perpustakaan.

Akhir-akhir ini penerbit dan vendor memiliki rencana baru yaitu Big Deal Pendit (2008, 51) menjelaskan bahwasannya "Yaitu satu paket akses digital ke seluruh jurnal yang ada dalam daftar mereka dengan harga sedikit lebih mahal daripada berlangganan beberapa jurnal saja." Rencana pemasaran ini umumnya disertai dengan usulan berlangganan sekalian sampai beberapa tahun. Dengan Big Deal perpustakaan perguruan tinggi bisa meningkatkan total jurnal yang ingin

beberapa ketentuan Big Deal yang bermaksud 'mengikat' sebuah perpustakaan pada penerbit tertentu. Contohnya, ada kewajiban untuk bergabung dalam kontrak yang berjenjang lama seminimya hanya tiga tahun. Serta ada perjanjian untuk tidak mengatakan kepada siapapun berapa semestinya harga berlangganan yang harus dibayar perpustakaan. Maksudnya untuk meminimkan barangkali perpustakaan akan saling bertukar informasi harga. Kemudian ada prasyarat yang menyusahkan apabila barangkali perpustakaan menghentikan jurnal yang sudah dilanggan. Dari sudut sistem bisnis di atas kenyataannya lebih menguntungkan kelompok penerbit dan vendor.

2.5 Bisnis dan Kapitalisme Database Jurnal Elektronik

Bisnis database online ini adalah bisnis informasi yang cukup menjanjikan, bisa dilihat dari semakin banyaknya penyedia jasa database yang menyediakane-journal dan e-book.

Saat ini sudah tersedia beberapa database online e-journal. Database online yang populer di Indonesia antara lain ProQuest, EBSCO, Emerald, Sage, Jstor, E-Brary dan masih banyak lagi database lainnya. Database-database tersebut menyediakan artikel, abstrak e-journal dan e-book yang dapat di akses melalui web yang disediakan penyedia jasa database.

Jika ingin mengakses informasi yang ada di database tersebut masyarakat harus menyediakan dana yang besar. Biaya langganan berbagai database tersebut berkisar puluhan dan bahkan sampai ratusan juta.

Walaupun harga database tersebut menjangkau puluhan atau ratusan juta, banyak perpustakaan yang terpaksa berlangganan database disebabkan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Khususnya bagi perpustakaan institusi perguruan tinggi, kebutuhan pemustaka akan artikel ilmiah membuat perpustakaan terpaksa untuk melanggan database e-journal tersebut. Bahkan perpustakaan perguruan tinggi berlangganan database tidak hanya satu namun banyak lebih dari satu walaupun materi dan pembahasannya ada yang sama. Maka dengan itu perpustakaan harus menjatah dana yang cukup besar untuk terus berlangganan jasa database online tersebut.

Dengan kondisi seperti ini maka hanya perpustakaan yang memiliki dana cukup besar yang mampu berlangganan database e-journal. Maka secara tidak langsung di dalam dunia perpustakaan muncul kapitalisme informasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kapitalisme merupakan sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yang modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.

Apabila kapitalisme disatukan dengan kata informasi menurut Hakim (2015) mengatakan yaitu :

Kapitalisme Informasi dapat dimaknai sebagai usaha untuk menghimpun informasi kemudian mendistribusikan informasi tersebut, di mana untuk menghimpun informasi tersebut digunakan modal pribadi atau perusahaan swasta dan terjadi persaingan bebas di antara penyedia informasi tersebut.

Kapitalisme informasi akan lebih berbahaya apabila pihak penyedia database

e-Perpustakaan tidak memiliki hak untuk tawar menawar menetapkan harga beli informasi akan tetapi harga tersebut akan dikembalikan ke pasar. Apabila kondisi ini terus terjadi maka perpustakaan akan dirugikan karena harga dari informasi disesuaikan dari pasar.

Dengan demikian saat ini sudah terjadi kesenjangan dalam peluang akses informasi. Bagi perpustakaan yang memiliki dana cukup besar bisa menikmati informasi yang terhimpun dalam berbagai database jurnal elektronik. Sedangkan bagi perpustakaan kecil yang tidak cukup dana untuk membeli database, mereka hanya bisa melihat perkembangan informasi tanpa mendapatkan manfaat dari perkembangan informasi tersebut.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode konten analisis. Adapun pengertian deskriptif menurut Sugiyono (2017, 147) yaitu “Statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.”

Pada penelitian ini penulis akan membanding konten muatan dari 2 databasee-journalberbeda yang memiliki bidang ilmu yang sama yaitu ilmu perpustakaan dan informasi dalam database ProQuest dan Emerald. Penulis akan mengecek dari coverage (cakupan subjek) dan back issue (volume) koleksi e-journal yang ada pada kedua database tersebut.

3.2 Unit Analisis

Unit analisis merupakan sesuatu yang berhubungan dengan fokus/komponen. Unit analisis digunakan oleh peneliti agar validitas dan reabilitas penelitian dapat terjaga. Unit analisis menurut Morrisan (2017, 48) “Seluruh hal yang kita teliti untuk mendapatkan penjelasan ringkas mengenai keseluruhan unit dan untuk menjelaskan berbagi perbedaan diantara unit analisis tersebut.”

Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah judul-judul jurnal dari database ProQuest yang berjumlah 127 judul dan Emerald yang berjumlah 54 judul dengan subjek Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono (2017, 137) menjelaskan “Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian.”

Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara sistematis dengan :

1. Melakukan pencarian yaitu penelusuran dengan cara membuka databasee-journal ProQuest dan Emerald. Data yang diperoleh adalah data primer yaitu konten (muatan)dan data back issuee-journalpada database tersebut.

2. Studi kepustakaan yaitu penulis mengumpulkan data dengan membaca literatur dan buku buku yang berkaitan dengan masalah yang ingin diteliti.

3.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian menurut Arikunto (2016, 203) adalah “Alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.”

Instrumen penelitian digunakan sebagai alat pengumpulan data, dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi, yaitu tabel pengumpulan data dan tabel analisis data.

Menurut Arikunto (2016, 201) “Pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya.” Maka dari itu dalam penelitian ini penulis membuat pedoman dokumentasi yang merupakan tabel pengolah data dan tabel analisis data sebagai berikut :

Tabel 3.1 Pengumpulan Data

Judul Jurnal Emerald ProQuest

A . . . Z

Instrumen penelitian juga dilihat dari SCIMAGO dibidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang paling banyak bereputasi diantara 2 database e-journal tersebut seperti ProQuest dan Emerald.

3.5 Analisis Data

Dalam melakukan analisis data pada penelitian ini langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Data diperoleh dari pencarian pada database ProQuest dan Emerald.

Kedua database ini di riset dengan membuat daftar tabel 3.1.

2. Membuat tabel pengumpulan (tabel 3.1) berdasarkan data yang akan di evaluasi. Penulis menggabungkan data judul-judule-journal yang terdapat

3. Setelah itu penulis akan menyusun seluruh jurnal sesuai dengan abjad judul e-journal yang terdapat pada database ProQuest dan Emerald.

4. Kemudian setelah terkumpulnya data maka penulis bisa mengevaluasi jumlah jurnal yang sama pada keduadatabase yang berbeda.

5. Lalu setelah didapatkan banyaknya kesamaan e-journal. Kemudian penulis akan melihat kelengkapan pada jurnal tersebut dan membandingnyadengan membuat tabel 3.2. Selanjutnya penulis akan menampilkan datanya dalam versi grafik.

Berawal dari sini penulis akan dapat mendeskripsikan database apa yang amat banyak memiliki kesamaan pada judul dan database apa yang dalam bidang kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang amat baik untuk dilanggan di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

Tabel 3.2 Analisis Data

Judul Jurnal

ProQuest Emerald Ket.

Tahun Volume Issue Tahun Volume Isssue

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Database ProQuest

ProQuest adalah gabungan perusahaan yang dimulai oleh seorang inovator yang terinspirasi untuk menyelesaikan tantangan bagi perpustakaan atau peneliti.

Sebagai pusat kewirausahaan, sejarah kolektif ProQuest memetakan evolusi industri informasi, dari awal mula profesi perpustakaan melalui pergeseran tanpa henti dari sumber cetak ke elektronik.

Dalam Penelitian ini penulis mengambil data pada database ProQuest di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi, lebih spesifiknya penulis mengambil data di Publisher Database ProQuest. Publisher Database ProQuest menyediakan akses ke kunci judul mengenai subjek Ilmu Perpustakaan dan Informasi, seperti berikut:

Jurnal full-text:

- Aslib Journal of Information Management - Digital Library Perspectives

- European Journal of Information Systems - Journal of Classification

- Journal of Information Technology - Library Trends

- Online Information Review - Reference Service Review - Revista Bibliotecii Nationale - School Libraries in Canada Majalah full-text:

- DTTP, Documents to the People

- The Horn Book Guide to Children’s and Young Adult Books - Information Standards Quarterly

- Library Leadership & Management (online) - Public Libraries

Analisis full-text termasuk laporan marketing and industry:

- Bulletin of the Center for Children’s Books - Copyright & New Media Law Newsletter - Information Outlook

- Publishers Weekly

- Bibliothek Forschung und Praxis - College & Research Libraries - Education for Information

- Journal of Academic Librarianship - Journal of Hospital Librarianship Cakupan Subjek:

- Library and Information Science

Database memberi pengguna akses full-text ke sejumlah publikasi yang relevan dengan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Ini mencakup berbagai judul dan topik yang relevan dengan studi teoritis dan terapan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, termasuk publikasi Trade Journal yang ditujukan untuk profesi perpustakaan serta Scholarly Journals.

Jumlah seluruh publikasi yang dapat dilihat terdapat 139 konten yang terdiri dari Scholarly Journals 103, Trade Journals 24, Magazines 6, Other Sources 1, Conference Papers &Proceedings 3, Books 1 dan Reports 1.

Gambar 4.1 Konten Publikasi pada database ProQuest 4.1.1 Kesamaan Konten pada Database ProQuest

Untuk mempermudah perbandingan konten yang sama antara database ProQuest dengan Emerald maka penulis membatasi sumber tipenya, yakni dari source type yang bersifatTrade Journals dan Scholarly Journals – full-text only, penulis menggunakan cakupan subjek Library and Information Science.

Maka diperoleh hasil pembatasan konten yang penulis teliti pada database ProQuest sebanyak 127 atau 78,8% dari semua publikasi yang terdapat pada database tersebut. Setelah memperolehkeseluruhan data yang akan diteliti maka penulis selanjutnya melakukan penelitian dengan membanding konten pada database Emerald maka diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 4.1 Indikator ProQuest

ProQuest Emerald

Jumlah Jurnal 127 55

Jurnal yang sama - 21

- Data jurnal yang sama pada Emerald : 21 - Total kesamaan jurnal : 21 atau 16,5%

Gambar 4.2 Persentase konten yang sama pada ProQuest

4.1.2 Perbandingan Kelengkapan dari Konten yang Sama pada ProQuest Setelah penulis mendapatkan data berapa banyak konten yang sama, selanjutnya penulis melakukan penelitian lebih dalam untuk membanding kelengkapan issue dari jurnal-jurnal yang sama pada database ProQuest dengan Emerald.

Selanjutnya penulis akan membanding tahun pertama jurnal diterbitkan dari keduadatabase, issue dan volume yang pertama ada hingga yang terbaru. Dari penelitian tersebut, maka diperoleh data sebagai berikut:

- Jurnal yang lebih lengkap dari konten yang sama : 12 : 57%

- Jurnal yang sama lengkap dari konten yang sama : 0

- Jurnal yang tidak lebih lengkap dari konten yang sama : 9 : 43%

16%

84%

Konten yang sama pada Emerald Konten yang beda pada Emerald

Gambar 4.3 Persentase kelengkapan konten yang sama pada ProQuest 4.1.3 Impact FactorKonten Jurnal ProQuest pada SCImago

Setelah mengetahui perbandingan konten yang tersedia dan kelengkapan konten, selanjutnya penulis melihat impact factor konten jurnal pada website SCImago Scientific Journal Rangkings (SJR). Maka diketahui ProQuest tidak memiliki konten yang ber-impact factor di SCImago bidang Ilmu Perpustakaan dan

Setelah mengetahui perbandingan konten yang tersedia dan kelengkapan konten, selanjutnya penulis melihat impact factor konten jurnal pada website SCImago Scientific Journal Rangkings (SJR). Maka diketahui ProQuest tidak memiliki konten yang ber-impact factor di SCImago bidang Ilmu Perpustakaan dan

Dokumen terkait