• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGRIBISNIS PADA KOPERASI BAYTUL IKHTIAR

7.4. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Agribisnis Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan sektor

7.4.7. Jenis Usaha (D 1 )

Berdasarkan data pada Tabel 23, sebanyak 28 orang atau 70 persen responden mengajukan pembiayaan antara Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,- sedangkan responden yang mengajukan pembiayaan Rp 1.000.001,- hingga Rp 2.000.000,- berjumlah 10 orang (25 persen). Adapun responden yang mengajukan pembiayaan diatas Rp 2.000.000 hanya berjumlah 2 orang.

Pada dasarnya, KBI tidak hanya mempertimbangkan besarnya pembiayaan yang diberikan berdasarkan jumlah pengajuan pembiayaan saja, tetapi juga mempertimbangkan dari segi pengalokasian pembiayaan yang akan diterima oleh anggota. Selain itu, hubungan negatif antara variabel ini dengan jumlah pembiayaan yang diberikan menunjukkan pula bahwa KBI lebih berfokus pada pembiayaan usaha mikro yang cenderung mengajukan pembiayaan yang lebih rendah daripada usaha skala yang lebih besar.

7.4.7. Jenis Usaha (D1)

Jenis usaha merupakan penggolongan responden yang menjalankan jenis usaha pertanian atau peternakan pada sistem on-farm atau jenis usaha perdagangan maupun industri rumah tangga pada sistem off-farm. Dengan adanya penggolongan ini, diduga bahwa responden yang memiliki usaha on-farm akan menerima pembiayaan yang lebih besar dari pada jenis usaha off-farm. Hal tersebut diduga karena umumnya siklus perputaran modal responden dengan usaha on-farm lebih lambat daripada usaha off-farm, sehingga kebutuhan pembiayaan dari responden usaha on-farm diduga bernilai lebih tinggi.

Namun, uji statistik menunjukkan nilai koefisien yang negatif yang berarti bahwa jenis usaha on-farm memiliki hubungan negatif dengan jumlah pembiayaan yang diterimanya, yakni apabila pengajuan pembiayaan dilakukan oleh responden dengan jenis usaha on-farm, maka jumlah pembiayaan yang diterima akan menurun sebesar Rp 1.060,- ceteris paribus.

Tabel 24. Jenis Usaha Responden KBI Sektor Agribisnis Tahun 2012

Jenis Usaha Jumlah Responden (Orang) Proporsi (%)

On-farm 32 80,00

Off-farm 8 20,00

Berdasarkan data pada Tabel 24, dapat dilihat bahwa jenis usaha responden didominasi oleh jenis usaha on-farm, yaitu sebanyak 32 orang dengan proporsi sebesar 80 persen. Dengan hasil yang menunjukkan hubungan yang negatif antara jenis usaha on-farm dengan jumlah pembiayaan yang diterima anggota, maka dapat dikatakan bahwa KBI memperhitungkan risiko usaha on-farm yang dianggap lebih besar daripada risiko usaha off-farm. Hal tersebut menjadikan pembiayaan yang diberikan koperasi terhadap jenis usaha on-farm cenderung lebih kecil dari jenis usaha off-farm.

81  VIII. KESIMPULAN DAN SARAN

8.1. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan KBI tahun 2009-2011, dapat diketahui bahwa likuiditas dan solvabilitas koperasi menunjukkan kondisi yang menurun akibat proporsi modal luar koperasi yang semakin meningkat. Hal ini menujukkan beban yang ditanggung koperasi semakin berat. Dalam hal pencapaian laba, KBI dinilai belum optimal dalam menghasilkan sisa hasil usaha (SHU). Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rentabilitas yang cenderung bernilai negatif, sedangkan dalam hal aktivitas usaha, koperasi telah menunjukkan hasil pertumbuhan yang positif tetapi belum mencapai standar minimal yang dianjurkan.

2. Hasil perhitungan viabilitas finansial menunjukkan bahwa KBI mencapai kondisi viable pada tahun 2010, sedangkan pada tahun 2009 dan 2011 koperasi berada pada kondisi tidak viable. Hal ini disebabkan oleh besarnya komponen biaya operasional KBI sehingga bernilai lebih besar daripada pendapatan atas margin pembiayaan KBI.

3. Hasil analisis parameter yang mempengaruhi pembiayaan anggota sektor agribisnis menunjukkan bahwa responden jenis usaha on-farm memiliki nilai rata-rata yang lebih besar daripada responden usaha off-farm dalam hal lama keanggotaan, jumlah aset, dan frekuensi pembiayaan. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan anggota sektor agribisnis KBI adalah frekuensi pembiayaan dan jumlah pengajuan pembiayaan pada taraf nyata 10 persen serta omset usaha per tahun yang berpengaruh signifikan pada taraf nyata 20 persen.

8.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat direkomendasikan untuk Koperasi Baytul Ikhtiar, yaitu :

1. KBI disarankan untuk meningkatkan jumlah modal sendiri koperasi agar dapat memperbaiki kondisi likuiditas dan solvabilitas koperasi.

2. Dalam hal mencapai kondisi viabilitas finansial, koperasi disarankan untuk mengoptimalkan efisiensi tenaga pendamping lapang (TPL) dalam memberikan pelayanan pembiayaan pada anggota. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan total pembiayaan (dropping) per tenaga kerja tanpa meningkatkan biaya operasional.

3. Koperasi Baytul Ikhtiar disarankan untuk lebih mempertimbangkan frekuensi pembiayaan, jumlah pembiayaan yang diajukan, dan omset usaha per tahun yang dimiliki anggota untuk menetapkan besarnya pembiayaan yang disalurkan kepada anggota.

4. Penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan pada Grameen Bank diharapkan dapat menganalisis variabel bebas berupa kehadiran anggota pada Grameen Bank. Hal tersebut disebabkan kehadiran anggota merupakan faktor yang umumnya dipertimbangkan Grameen Bank dalam mengukur prestasi anggota.

83  DAFTAR PUSTAKA

Bailey, K. D. 1999. Methods of Social Research. New York: The Free Press [BPS] Badan Pusat Statistika. 2010. Laporan Tahunan

Ghate, P. 1992. Informal Finance: Some Findings from Asia. Oxford: Oxford University Press

Ikatan Akuntan Indonesia. 1996. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat

Iqbal, M. 1981. The Demand and Supply of Funds among Agricultural Households: A Teoritical and Empirical Analysis. [Dissertation]. Faculty of The Graduate School of Yale University

Jakiyah, U. 2011. Analisis Partisipasi Anggota dan Kinerja Koperasi Unit Desa Sumber Alam (Studi Kasus Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Jumingan, 2005, Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT.Bumi Aksara

Kementerian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia. 2011. Statistik Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2010-2011. Jakarta

Kasmir. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Khandker, S. R. 1998. Fighting Poverty with Microcredit. New York: Oxford University Press

Koperasi Baytul Ikhtiar. Laporan Keuangan dan Laba Rugi 2009-2011. Bogor Kuntjoro. 1983. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembayaran Kembali Kredit

Bimas Padi: Studi Kasus di Kabupaten Subang Jawa Barat. [disertasi]. Fakultas Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kurnia, F. 2009. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Syariah Pada Sektor Agribisnis. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Kurnialestari, A. 2007. Analisis Tingkat Kesehatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Mitra Koperasi Baitul Maal Wat Tamwil (KBMT) Ibbadurrahman. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Kuswandi. 2006. Rasio-Rasio Keuangan, Jakarta :Elex Media Komputerindo Lind D. A, Marchal W. G, Wathen S. A. 2007. Teknik-Teknik Statistika dalam

Bisnis dan Ekonomi Menggunakan Kelompok Data Global. Buku ke-2. Ed k-13. Sungkono C, penerjemah; Jakarta: Salemba Empat. Terjemahan dari: Statistical Techniques in Business and Economics

Lismawati. 2009. Analisis Kinerja Keuangan dan Pelayanan KUD Sumber Alam. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Mahliza, F. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Realisasi Pembiayaan Murabahah Untuk Usaha Mikro Agribisnis Sektor Perdagangan (Studi Kasus: KBMT Bil Barkah. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Maulana, I. 2002. Menuju Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang Sehat dan Berkelanjutan (Sustainable). Jakarta

Munawir. 2002. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat. Liberty. Yogyakarta Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Purba, Y. O. 2011. Kinerja Organisasi dan Keuangan Koperasi Kelompok Tani Lisung Kiwari Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Sulaeman, S. 2004. Analisis Manfaat Lembaga Keuangan Berbentuk Koperasi (KSP/USP). Jurnal Ekonomi dan Bisnis 2. (9):75-76

Suwandi, I. 1985. Koperasi : Organisasi Ekonomi Yang Berwatak Sosial. Jakarta ; Bhratara Karya Aksara.

Syarif, T. 2006. Grameen Bank Membuktikan Perempuan dan Orang Termiskin dari Yang Termiskin Punya Potensi Untuk Diberdayakan. Infokop Nomor 29 Tahun XXII. Kementrian Negara Koperasi dan UKM

Syukur, M. 2002. Analisis Keberlanjutan dan Perilaku Ekonomi Peserta Skim Kredit Rumah Tangga Miskin. [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Thoha, M. 2000. Pemberdayaan Usaha Kecil Melalui Model Grameen Bank. Jakarta : PEP-LIPI

Tohari, E. 2002. Pengalaman Pemberdayaan LKM-Agro di Indonesia “LKM-Agro dan Kemandirian Petani”. Jakarta

85  Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan

Wardoyo, H. P. Kinerja Lembaga Keuangan Mikro bagi Upaya Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Wilayah Jabodetabek. Universitas Gunadarma

Warjiyo, P. 2004. Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter di Indonesia. Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK). Bank Indonesia, Jakarta.

[WB]. CGAP. Prinsip-Prinsip Kunci Keuangan Mikro. Washington DC

Wijono, W. W. 2005. Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Salah Satu Pilar Sistem Keuangan Nasional : Upaya Konkrit Memutus Mata Rantai Kemiskinan. Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan. (Desember):1-2

Yusiana, A. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Realisasi Kredit Modal Kerja (KMK) Usaha Mikro Pada PT. BPR Mitra Daya Mandiri Kota Bogor. [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

87  Lampiran 1. Uji Normalitas Pada Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Pembiayaan Sektor Agribisnis di Koperasi Baytul Ikhtiar Bogor Tahun 2012     DATA AWAL DATA TRANSFORMASI       0 4 8 12 16 20 -600 -400 -200 0 200 400 Series: Residuals Sample 1 40 Observations 40 Mean 1.70e-13 Median 8.210026 Maximum 444.5809 Minimum -567.2110 Std. Dev. 184.7926 Skewness -0.879068 Kurtosis 4.996829 Jarque-Bera 11.79728 Probability 0.002743 0 2 4 6 8 10 12 14

-5.0e-08 -1.7e-23 5.0e-08

Series: Residuals Sample 1 40 Observations 40 Mean 1.99e-23 Median 8.35e-09 Maximum 8.90e-08 Minimum -6.90e-08 Std. Dev. 3.59e-08 Skewness 0.008098 Kurtosis 3.163066 Jarque-Bera 0.044755 Probability 0.977871

Lampiran 2. Uji Heterokedastisitas Pada Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Sektor Agribisnis di Koperasi Baytul Ikhtiar Bogor Tahun 2012

 

Heteroskedasticity Test: White

F-statistic 10.26329 Prob. F(34,5) 0.0080

Obs*R-squared 39.43495 Prob. Chi-Square(34) 0.2398 Scaled explained SS 27.29613 Prob. Chi-Square(34) 0.7856

   

Lampiran 3. Output dan Uji Autokorelasi Pada Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Sektor Agribisnis di Koperasi Baytul Ikhtiar Bogor Tahun 2012

 

Dependent Variable: Y Method: Least Squares Date: 04/25/12 Time: 14:05 Sample: 1 40

Included observations: 40

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

X1 1.98E-09 7.92E-09 0.250401 0.8039 X2 -3.31E-11 5.25E-11 -0.629398 0.5336 X3 -1.33E-10 9.62E-11 -1.386660 0.1751 X4 2.59E-10 7.08E-10 0.366056 0.7167 X5 -2.15E-08 1.09E-08 -1.984425 0.0558 X6 -4.93E-11 1.79E-11 -2.760928 0.0095 X7 -2.73E-08 2.15E-08 -1.271498 0.2127 C 2.34E-07 2.09E-08 11.20793 0.0000

R-squared 0.781005 Mean dependent var 1.04E-07

Adjusted R-squared 0.733100 S.D. dependent var 7.68E-08 S.E. of regression 3.97E-08 Akaike info criterion -31.07121 Sum squared resid 5.03E-14 Schwarz criterion -30.73343 Log likelihood 629.4241 Hannan-Quinn criter. -30.94908

F-statistic 16.30316 Durbin-Watson stat 1.441516

Prob(F-statistic) 0.000000

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 1.379987 Prob. F(2,30) 0.2671

Obs*R-squared 3.369934 Prob. Chi-Square(2) 0.1855

89  Lampiran 4. Uji Multikolinieritas Pada Analisis Faktor-Faktor yang

Mempengaruhi Pembiayaan Sektor Agribisnis di Koperasi Baytul Ikhtiar Bogor Tahun 2012

   

Variance Inflation Factors Date: 04/25/12 Time: 21:24 Sample: 1 40

Included observations: 40

Coefficient Uncentered Centered

Variable Variance VIF VIF

C 4.37E-16 11.12595 NA X1 6.28E-17 17.56966 7.385195 X2 2.76E-21 2.087828 1.304202 X3 9.25E-21 3.290001 2.857057 X4 5.02E-19 4.610171 3.707163 X5 1.18E-16 29.86927 9.235893 X6 3.19E-22 11.96972 3.697151 X7 4.60E-16 9.364309 1.872862        

KUISIONER

Analisis Kinerja Keuangan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembiayaan Mitra Sektor Agribisnis

Di Koperasi Baytul Ikhtiar Bogor

No. kuisioner : Hari/Tanggal :  

Kuisioner ini digunakan sebagai bahan untuk penyusunan skripsi yang dilakukan oleh saya, Septiannisa Rahmi (H34080010), Mahasiswi Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i dalam mengisi kuisioner penelitian ini sangat saya harapkan untuk memberikan informasi secara lengkap dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Informasi yang

diperoleh dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademik.

Terima kasih atas bantuan dan kesediaannya dalam mengisi kuisioner ini.

I. KARAKTERISTIK RESPONDEN

1. Nama : ……….

2. Alamat : ………... 3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Usia : ………. tahun

5. Status : a. Belum menikah b. Menikah c. Janda/Duda 6. Data Keluarga : Istri/Suami ……….. orang

Anak ………... orang

Lainnya ………orang

7. Pendidikan : a. Tidak Tamat SD c. SLTP/sederajat

b. SD/sederajat d. SLTA/sederajat

8. Pekerjaan Utama : ………... sejak …………. 9. Usaha Lain : Industri ………...

Jasa ………... Dagang ………

10. Jumlah Tanggungan : ……….orang

11. Pemilikan Aset Fisik Rumah Tangga

No. Jenis Aset Unit Nilai Saat ini (Maret 2011) (Rp) Ket A. Aset Usaha 1 Lahan (Ha) a. Lahan ………. b. Lahan……….. c. Kolam 2 Bangunan (m2) a. b. 3 Peralatan a. b. c. d. 4 Tanaman/ Ternak a. b. 6 Lainnya …………

91 

B. Aset Non Usaha

1 Rumah (m2) 2 Kendaraan a. b. 3 Elektronik a. TV b. DVD/VCD c. Telp/HP d. Kulkas e. ……… 4 Lainnya ………… Total Rp

12. Pemilikan Aset Finansial

No Jenis Aset Nilai (Rp) Nama LK Alasan

1 Tabungan a. Bank/Koperasi b. Arisan

Total

13. Sumber Pendapatan Rumah Tangga per Bulan

No. Sumber Pendapatan (Suami/Istri/Anak) Pelaku Usaha Pendapatan (Rp) 1 2 3 4 5 Total Pendapatan

14. Pengeluaran Rumah Tangga per Bulan

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) Keterangan

1 Bahan makanan 2 Pemeliharaan rumah 3 Gas 4 Listrik 5 PDAM 6 Pulsa 7 Pendidikan 8 Jajan Anak

9 Bahan bakar kendaraan 10 Lainnya a. Kredit b. Arisan c. Paket d. ……… Total Biaya

15. Total Penerimaan Bersih (Total Pendapatan – Total Biaya Rumah Tangga) : ………..

II. KARAKTERISTIK USAHA (Responden Usahatani)

1. Aset Lahan

a. Luas lahan milik : ……… Ha

b. Luas lahan non milik : ……… Ha *(sewa/sakap/gadai/garap)

2. Aset Non Lahan

No. Jenis Aset Saat ini (Maret 2011) Tujuan Pemanfaatan

Unit Nilai (Rp) 1 Traktor kecil/besar 2 Handsprayer/sprayer 3 Mesin……… 4 Cangkul 5 Sekop 6 Sabit/kored 7 Pompa air 8 Terpal 9 Gudang 10 Lainnya ………..

3. Penggunaan Sarana Produksi

No Jenis

Komoditi I ………. Komoditi II ……….

Unit Satuan Harga

(Rp/sat) Total

Unit Satuan Harga

(Rp/sat) Total

Total Biaya :

Keterangan :

4. Produksi Usahatani : Orientasi Pasar / Konsumsi *) Jumlah yang dikonsumsi : ………. Jumlah yang dijual : ……….

93  5. Pemasaran Hasil (berdasarkan jumlah yang dijual)

Komoditas Jumlah (kg) Harga (Rp/sat) Total penjualan (Rp) Biaya jual (Rp/sat)

1. 2. 3. 4. Total Omset : Rp Keterangan : 6. Total pendapatan yang diterima (Total hasil penjualan – total biaya pembelian input – biaya pemasaran): Rp ……….

III. KARAKTERISTIK PEMBIAYAAN 1. Struktur Permodalan (satu tahun terakhir) No Uraian Keterangan 1 Total kebutuhan modal ustan untuk semua lahan yang diusahakan (Rp Juta) 2 Komposisi sumber modal ustan a. Modal sendiri (Rp) b. Modal luar/pinjaman (Rp) 3 Sumber modal sendiri a. Arisan b. Tabungan c. Warisan/hibah 4 Sumber modal pinjaman (Rp) a. Bank umum/syariah/BPR b. Koperasi/BMT c. Keluarga/kerabat d. Rentenir/Lainnya………..

3. Pembiayaan di Koperasi Baytul Ikhtiar (BAIK) a. Alasan memilih BAIK : ………..

b. Lama keanggotan : ………./ Frekuensi pembiayaan : ………. .kali c. Akad pembiayaan yang diambil : ……….

d. Jumlah pembiayaan yang diajukan : Rp ………

e. Jumlah pembiayaan yang diterima : Rp ………...

f. Margin yang disepakati : Rp ………

g. Alokasi fasilitas pembiayaan

Penggunaan Pembiayaan Alokasi (Rp) h.Kendala pembiayaan : ………

II. KARAKTERISTIK USAHA (Responden Non-Usahatani)

1. Aset Usaha ………

No. Jenis Aset Saat ini (Maret 2011) Tujuan Pemanfaatan

Unit Nilai (Rp)

2. Biaya Pengadaan Input Usaha

No Jenis

Usaha I ………. Usaha II ……….

Unit Satuan Harga

(Rp/sat) Total

Unit Satuan Harga

(Rp/sat) Total

Total Biaya :

Keterangan :

3. Penjualan Produk

Komoditas Jumlah (kg) Harga (Rp/sat) Total penjualan (Rp) Biaya jual (Rp/sat)

1. 2. 3. 4. Total Omset : Rp Keterangan :

6. Total pendapatan yang diterima (Total hasil penjualan – total biaya pengadaan input – biaya pemasaran): Rp ……….

Dokumen terkait