HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
5. Job Deskrips
Pembagian tugas dari setiap bagian dalam struktur organisasi Housewares Furniture Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Owner Representative Tugas dan tanggung jawab:
1) Bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua kegiatan perusahaan baik ekstern maupun intern;
lxi b. Sekretaris
Tugas dan tanggung jawab:
Membantu owner representative menyelesaikan tanggung jawab di perusahaan.
c. Accounting
Tugas dan tanggung jawab:
1) Mengawasi dan membuat laporan keuangan; 2) Mengatur keuangan pemasok.
d. Staf Ekspor
Tugas dan tanggung jawab
1) Mengurus dokumen-dokumen ekspor;
2) Mengatur pelaksanaan kegiatan stuffing (loading barang). e. Manajer Produksi Kayu
Manajer prouksi di Housewares Furniture Indonesia terbagi menjadi dua yaitu manajer produksi kayu dan manajer produksi rotan dengan perincian tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
Tugas dan tanggung jawab manajer produksi kayu: 1) Melakukan pengawasan produksi kayu;
2) Melakukan perencanaan dan pengendalian bahan-bahan baku yang digunakan dalam proses produksi;
3) Mengkoordinasi kerja quality control (QC) dalam dan luar; 4) Mengadakan penelitian dan inovasi produk.
Tugas dan tanggung jawab manajer produksi rotan: 1) Melakukan pengawasan produksi rotan;
2) Melakukan perencanaan dan pengendalian bahan-bahan baku yang digunakan dalam proses produksi;
3) Mengkoordinasi kerja QC dalam dan luar; 4) Mengadakan penelitian dan inovasi produk. f. Quality control (QC)
Terdiri dari tiga QC yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
lxii
1) QC Luar: bertugas mengntrol dan bertanggung jawab setiap bahan mentah atau setengah jadi yang masih dikerjakan pemasok di luar pabrik;
2) QC dalam: bertugas mengontrol dan bertanggung jawab setiap bahan mentah sampai jadi yang masuk dari pemasok sampai proses menjadi barang jadi;
3) QC independent: Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hasil akhir produksi dan menentukan apakah hasil produksi ini layak atau tidak untuk diekspor.
g. Administrasi gudang Tugas dan tanggung jawab :
1) Bertanggung jawab terhadap administrasi gudang dari stok bahan mentah, bahan setengah jadi, barang jadi, dan bahan penolong;
2) Melakukan pembelian bahan-bahan penolong. h. Loading Staff
Tugas dan tanggung jawab:
1) Bertanggung jawab terhadap pemuatan dan penempatan barang di dalam container;
2) Mengkoordinasi pembelian barang-barang jadi di luar produk Housewares Furniture Indonesia.
6. Kepegawaian
Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberadaan dan keefektifan penggunaan sumber daya yang lain. Pada perusahaan Housewares Furniture Indonesia mempunyai jumlah tenaga kerja yang dibagi dalam dua kelompok, yaitu:
a. Tenaga kerja
1) Tenaga kerja harian/ tetap
Housewarwes Furniture Indonesia hanya memiliki 50 orang karyawan tetap, hal ini dikarenakan pada tahap finishing, dari pemasok sudah memberikan servis bila pengerjaan barang dari pemasok kurang sempurna.
lxiii 2) Tenaga kerja borongan
Tenaga kerja borongan ini dipimpin oleh seorang penanggungjawab, membawahi beberapa karyawan lain, yang biasanya berjumlah 15-20 orang.
b. Kepegawaian
1) Penerimaan pegawai
Tenaga kerja yang dipekerjakan pada Housewares Furniture Indonesia terdiri dari karyawan dengan berbagai tingkat pendidikan dengan keahlian tertentu. Penarikan pegawai dilakukan melalui:
a) Memberikan informasi pada karyawan untuk disampaikan kepada orang lain;
b) Memasang iklan di surat kabar;
c) Lamaran yang masuk secara kebetulan. 2) Pemberhentian pegawai
Pemberhentian karyawan sebenarnya diusahakan untuk tidak dilakukan kecuali dalam keadaan tertentu, seperti melanggaraturan perusahaan yang sebelumnya telah diperingatkan sebanyak tiga kali, dan atas pemintaan sendiri atau meninggal dunia.
3) Sistem jam kerja
a) Sistem jam kerja regular
Sistem yang digunakan pada Housewares Furniture Indonesia adalah day shift system dengan jam kerja 7 jam sehari dan hari Minggu libur. Sedangkan perincian day shift adalah sebagai berikut:
Tabel. Perincian day shift pada Housewares Furniture Indonesia
Hari Jam kerja Istirahat Senin-Kanis 08.00-16.00 12.00-13.00 Jumat 08.00-16.30 11.30-13.00 Sabtu 08.00-16.00 12.00-13.00
lxiv b) Sistem jam kerja lembur
Seseorang dikatakan kerja lembur apabila Beliau bekerja melebihi jam kerja normal yang telah ditetapkan. Kerja lembur diberlakukan jika ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Perusahaan Housewares Furniture Indonesia membuat kebijakan bagi karyawan produksinya bahwa kerja lembur karyawan yang dapat dilakukan oleh karyawan dalam satu hari maksimal 4 jam per orang dan dalam satu bulan maksimal 24 jam per orang. Hal ini dilakukan mengingat keadaan fisik maupun kemampuan karyawan tersebut.
4) Sistem pengupahan
Pengupahan yang diterapkan Housewares Furniture Indonesia didasarkan pada kondisi sosial ekonomi, kemampuan perusahaan, dan kesesuaian dengan peraturan pemerintah mengenai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang sedang berlaku. Sistem pengupahan pada Housewares Furniture Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Pengupahan untuk setiap karyawan administrasi (staf) diberikan tiap akhir bulan berdasarkan tingkat pendidikan, jabatan, dan masa kerjannya; b) Pengupahan untuk karyawan harian diberikan setiap satu minggu sekali
berdasarkan hari kerjanya;
c) Pengupahan untuk karyawan borongan diberikan setiap satu minggu sekali berdasarkan jumlah hari kerjanya;
d) Adapun komponen upah per bulan Housewares Furniture Indonesia meliputi upah pokok lembur rutin, premi prestasi, lembur resmi, tunjangan jabatan, dan cuti. Sedangkan upah lembur ditetapkan sendiri berdasarkan lama jam kerja lembur dikalikan per jam kerja lembur. Upah yang diberikan perusahaan Housewares Furniture Indonesia adalah minimum Rp.20.000,00 per hari dengan tunjangan makan sebesar Rp.3.000,00 per hari. Tunjangan makan ini diberikan berdasarkan jumlah hari masuk karyawan.
lxv 5) Kesejahteraan karyawan
Untuk membantu dan menunjang karyawan agar bekerja lebih giat, Housewares Furniture Indonesia memberikan fasilitas-fasilitas antara lain tunjangan dan asuransi kesehatan, pembagian sembako, cuti, dan rekreasi.
7. Produksi
Sistem produksi pada perusahaan Housewares Furniture Inonesia menggunakan tenaga mesin modern untuk memaksimalkan dan mempertinggi mutu produksi. Penggunaan mesin produksi tersebut bukan berarti perusahaan mengurangi tenaga kerja yang ada tetapi hanya dimaksudkan untuk mengoptimalkan kegiatan industri.
a. Jenis bahan baku yang digunakan
Bahan baku yang digunakan Housewares Furniture Indonesia dalam proses produksinya terdiri dari:
1) Kayu( kayu jati, mahogani,mindi, dan akasia); 2) Rotan( rotan, enceng gondok, dan pelepah pisang). b. Jenis produk yang dihasilkan
Jenis produk yang dihasilkan Housewares Furniture Inonesia antara lain: 1) Dari kayu (cabinet, meja, kursi, dan drawer);
2) Dari rotan (Pentagon, Monaco, food cover). c. Proses produksi
1) Untuk bahan dasar dari kayu a) Rangka;
b) QC (ketepatan ukuran, kontruksi yang terdiri dari kekuatan kayu dan daya tahan, kualitas kayu kekeringan kayu di bawah 14);
c) Proses pengamplasan; d) Amplas sanding; e) Pewarnaan; f) Packing.
lxvi 2) Untuk bahan dasar dari rotan
a) Untuk bahan baku dari enceng gondok dan pelepah pisang dipilih bahan baku yang berkualitas;
b) Penjemuran, dilakukan sampai bahan baku benar-benar telah kering sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga;
c) Penganyaman, ada dua cara penganyaman yaitu dengan anyam kelabang dan dengan anyam lelesan;
d) Pembuatan rangka; e) Amplas;
f) Proses peminyakan, terdiri dari proses pengolesan silicon danH202
untuk membunuh kuman yang ada pada bahan baku; g) Pewarnaan;
h) Finishing; i) Packing. d. Stuffing
Stuffing sebenarnya adalah istilah Amerika,yaitu mengisi container atau memeriksa container seperti light test, bersih, bebas bau, kering, dan bebas hama, pintu dapat ditutup dengan baik, dan atap tidak berkarat. Stuffing yang baik adalah:
1) Maksimum kapasitas container; 2) Berat berbagi rata;
3) Peraturan umum pemuatan barang dalam karton; 4) Yang ringan di atas yang berat di bawah;
5) Kemasan mudah pecah jangan tertekan ke dinding; 6) Susunan jangan mudah rubuh menimpa pintu container; 7) Muatan berbahaya harus diperhatikan.
lxvii