III. AKUNTABILITAS KINERJA
3.2. Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja
3.2.6. Jumlah Benih Jambu Mete Siap Tanam yang Dihasilkan
E KET KEUANGAN FISIK
KEUANGAN
(Rp) %
FISIK
%
(Rp) VOLUME SAT VOLUME SAT
1 Pemeliharaan KE Karet 28.384.000 1 Ha 26.807.160 94,44 1 Ha 100,00 63,89 2,91
2 Pemeliharaan KE Karet
yang telah ditetapkan 393.340.000 35 Ha 378.754.970 96,29 35 Ha 100,00 59,27 3,71
TOTAL 421.724.000 36 Ha 405.562.130 96,17 36 Ha 100,00 59,58 3,65
Jika mengacu pada PMK 214 Tahun 2017, dari analisis pencapaian kinerja kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih karet Tahun 2021 di atas, dapat dijelaskan nilai efisiensi sebesar 59,58% (efisien), dengan rincian pencapaian kegiatan sebagai berikut:
Kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih karet tahun 2021 seluas 36 Ha antara lain pemeliharaan kebun entres karet, dan pemeliharaan kebun entres karet yang telah ditetapkan, untuk mendukung kegiatan pengembangan dengan penyerapan anggaran sebesar 96,17% dari pagu anggaran, dilaksanakan secara efisien dengan efisiensi sebesar 3,65 dan nilai efisiensi sebesar 59,58%.
G. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Jumlah yang dihasilkan sesuai kebutuhan produksi benih tanaman karet Tahun 2021 berhasil menunjang keberhasilan pencapaian kinerja. Benih karet dihasilkan dari kegiatan APBN melalui kegiatan pemeliharaan kebun Sumber Benih, dan swadaya produsen.
3.2.6. Jumlah Benih Jambu Mete Siap Tanam yang Dihasilkan
Jambu mete merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan. Sebagai salah satu indikator keberhasilan kinerja Direktorat Perbenihan Perkebunan penyediaan benih jambu mete siap tanam mendapat perhatian khusus lingkup Direktorat Perbenihan Perkebunan. Untuk itu ketersediaan benih jambu yang berkualitas sangat diperlukan guna mendukung kegiatan pengembangan dengan merehabilitasi
46
tanaman tua/tidak produktif dan memperluas lahan dengan penanaman baru untuk meningkatkan produksi dan produktivitas jambu mete.
Tabel 13. Analisis realisasi kinerja dan capaian kinerja jumlah benih jambu mete yang tersedia Tahun 2020 - 2021
IK-1
Terpenuhinya kebutuhan perbenihan tanaman strategis perkebunan produksi benih jambu mete 2021 dibandingkan dengan tahun
sebelumnya dan Renstra 2021 (%) Tahun Target (batang) Realisasi
(batang)
Capaian
(%) Realisasi Capaian
2020 360.000 282.045 78,35 222,56 166,91
2021 480.000 627.713 130,8 130,8 130,8
Evaluasi dan analisis keberhasilan jumlah benih jambu mete yang tersedia sesuai kebutuhan produksi jambu mete adalah sebagai berikut:
A. Target dan realisasi kinerja tahun ini
Capaian Kinerja jumlah benih jambu mete yang tersedia sesuai kebutuhan produksi jambu mete Tahun 2021 mencapai 627.713 batang atau 130,8 % dari target 480.000 batang dan masuk dalam katagori sangat berhasil.
B. Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu
Dibanding Tahun 2020, Realisasi kinerja produksi benih jambu mete mengalami peningkatan sebesar 122,56% atau mencapai 222,56% dari produksi benih jambu mete Tahun 2020 (realisasi produksi benih jambu mete tahun 2021 sebanyak 627.713 batang dibanding realisasi produksi benih jambu mete Tahun 2020 sebanyak 282.045 batang). Peningkatan secara signifikan realisasi jumlah benih jambu mete tersedia disebabkan pada tahun 2020 merupakan tahun awal pandemic covid 19 sehingga permintaan benih jambu mete siap salur menurun dan pelaksanaan sertifikasi belum dapat dilaksanakan karena pandemi, disamping pengambilan data benih tersedia tahun 2021 dalam cakupan yang lebih luas dibandingkan tahun 2020 yaitu data sertifikasi UPT/UPTD sertifikasi dan pengawasan benih provinsi serta potensi ketersediaan di produsen benih (sudah memenuhi syarat salur namun belum dilakukan sertifikasi).
Dibanding Tahun 2020, Capaian kinerja produksi benih jambu mete mencapai 130,8% atau mengalami kenaikan sebesar 66,91% (Capaian kinerja produksi
47
benih jambu mete Tahun 2021 mencapai 130,8% dibanding capaian kinerja produksi benih jambu mete Tahun 2020 sebesar 78,35%).
C. Realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi mencapai 14,71% dari target 4.267.617 batang.
D. Realisasi kinerja tahun ini dibandingkan dengan standar nasional tidak dapat dianalisis karena tidak ada standar nasional produksi/penyediaan benih jambu mete.
E. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan
Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja dinyatakan bahwa jumlah benih yang tersedia sesuai kebutuhan produksi jambu mete Tahun 2021 masuk dalam kategori cukup berhasil. Beberapa hal yang mendukung keberhasilan indikator jumlah benih yang tersedia sesuai kebutuhan produksi jambu mete Tahun 2021 yaitu, dukungan pemerintah, kualitas dan kuantitas SDM pelaksana serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan
1. Adanya dukungan perencanaan yang baik, dengan menempatkan alokasi kegiatan pengembangan tanaman jambu mete menyesuaikan dengan ketersediaan dan lokasi benih yang ada ditingkat produsen. Waktu penyaluran benih sesuai dengan waktu penanaman (musim penghujan) sehingga potensi kematian benih dilapangan dapat diminimalisir.
2. Kualitas dan kuantitas SDM pelaksana, dengan kualitas dan kuantitas SDM yang cukup, akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses budidaya tanaman jambu mete yang dimulai dari penyiapan benih unggul sampai pada tahapan produksi serta pengolahan hasil. Selain itu pengalaman SDM pengelola pembenihan jambu mete dengan cara penempatan kegiatan produksi benih pada sentra pengembangan jambu mete juga sangat pengaruh dalam keberhasilan usaha pembenihan dilapangan.
3. Dukungan penyediaan sarana dan prasarana oleh pemerintah, bantuan pemerintah melalui alokasi dana Tugas Pembantuan (TP) cukup memadai dengan mengalokasikan komponen sarana produksi antara lain pupuk organik, pupuk kimia, herbisida dan prasarana pendukung seperti alat pertanian kecil,
48
handsprayer, dll dengan maksud agar tingkat keberhasilan produksi jambu mete ditingkat petani lebih tinggi sesuai dengan potensi tanaman.
Kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih jambu mete dilaksanakan di 6 (enam) provinsi yaitu pemeliharaan pemeliharaan kebun induk tanaman jambu mete tahun 5, pemeliharaan kebun induk tanaman jambu mete tahun 8, pemeliharaan BPT dan PIT jambu mete yang telah ditetapkan serta pemeliharaan kebun sumber benih unggul jambu mete untuk mendukung kegiatan pengembangan jambu mete dengan memenuhi kriteria enam tepat yaitu tepat jenis (varietas), tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat harga bisa terpenuhi.
F. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya (penggunaan anggaran) dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
Pada Tahun 2021, untuk mendukung kinerja pencapaian target penyediaan benih jambu mete siap tanam, Direktorat Perbenihan Perkebunan melakukan kegiatan utama pada Dukungan Perbenihan Tanaman Perkebunan melalui kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih jambu mete seperti pada Tabel 14.
Tabel 14. Analisis Efesiensi atas Penggunaan Sumber Daya Kegiatan Pendukung dalam Mencapai Jumlah Benih yang Tersedia Sesuai Kebutuhan Produksi Jambu Mete dapat dijelaskan nilai efisiensi per kegiatan diperoleh nilai efisiensi rata-rata sebesar 50,04% (efisien), dengan rincian pencapaian kegiatan sebagai berikut:
Kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih jambu mete tahun 2021 seluas 28 Ha antara lain pemeliharaan kebun induk tanaman jambu mete tahun 5,
49
pemeliharaan kebun induk tanaman jambu mete tahun 8, pemeliharaan BPT dan PIT jambu mete yang telah ditetapkan serta pemeliharaan kebun sumber benih unggul jambu mete, untuk mendukung kegiatan pengembangan dengan penyerapan anggaran sebesar 99,98% dari pagu anggaran, dilaksanakan secara efisien dengan efisiensi 0,02 dan nilai efisiensi sebesar 50,04%.
G. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Jumlah yang dihasilkan sesuai kebutuhan produksi benih tanaman jambu mete Tahun 2021 berhasil menunjang keberhasilan pencapaian kinerja. Benih jambu mete dihasilkan dari kegiatan APBN melalui kegiatan pemeliharaan kebun Sumber Benih, dan swadaya produsen.