• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. AKUNTABILITAS KINERJA

3.2. Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja

3.2.2. Jumlah Benih Kakao Siap Tanam yang Dihasilkan

tahapan produksi serta pengolahan hasil. Selain itu pengalaman SDM pengelola pembenihan kelapa sawit dengan cara penempatan kegiatan produksi benih pada sentra pengembangan kelapa sawit juga sangat pengaruh dalam keberhasilan usaha pembenihan dilapangan.

3. Dukungan penyediaan sarana dan prasarana oleh pemerintah, bantuan pemerintah melalui alokasi dana Tugas Pembantuan (TP) cukup memadai dengan mengalokasikan komponen sarana produksi antara lain pupuk organik, pupuk kimia, herbisida dan prasarana pendukung seperti alat pertanian kecil, handsprayer, dll dengan maksud agar tingkat keberhasilan produksi kelapa sawit ditingkat petani lebih tinggi sesuai dengan potensi tanaman.

F. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya (penggunaan anggaran) dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan

Pada Tahun 2021, Direktorat Perbenihan Perkebunan tidak mengalokasikan kegiatan penyediaan benih kelapa sawit siap tanam di wilayah pengembangan kelapa sawit. Pendanaan penyediaan benih kelapa sawit tidak ada di APBN hanya dilaksanakan berkoordinasi dengan Ditjenbun seperti PSR dengan pendanaan dari BP2PKS.

3.2.2. Jumlah Benih Kakao Siap Tanam yang Dihasilkan

Kakao merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan. Sebagai salah satu indikator keberhasilan kinerja Direktorat Perbenihan Perkebunan penyediaan benih kakao siap tanam mendapat perhatian khusus lingkup Direktorat Perbenihan Perkebunan.

Tabel 5. Analisis realisasi kinerja dan capaian kinerja jumlah benih kakao yang tersedia Tahun 2020 – 2021

IK-1

Terpenuhinya kebutuhan perbenihan tanaman strategis perkebunan Produksi benih kakao

2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan Renstra

2021 (%) Tahun Target (batang) Realisasi

(batang) Capaian (%) Realisasi Capaian

33

2020 5.897.691 14.774.500 250,51 77,5 77,22

2021 5.916.470 11.445.571 193,5 193,5 193,5

Evaluasi dan analisis keberhasilan penyediaan benih kakao siap tanam adalah sebagai berikut:

A. Target dan realisasi kinerja tahun ini

Capaian Kinerja penyediaan benih kakao siap tanam Tahun 2021 mencapai 11.445.571 batang atau 193,5% dari target 5.916.470 batang dan masuk dalam kategori sangat berhasil.

B. Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu

 Dibanding Tahun 2020, Realisasi kinerja produksi benih kakao mengalami penurunan sebesar 22,5% atau mencapai 77,5% dari produksi benih kakao Tahun 2020. (realisasi produksi benih kakao tahun 2021 sebanyak 11.445.571 batang dibanding realisasi produksi benih kakao Tahun 2020 sebanyak 14.774.500 batang).

 Dibanding Tahun 2020, Capaian kinerja produksi benih kakao mencapai 77,22% atau mengalami penurunan sebesar 22,78 % (Capaian kinerja produksi benih kakao Tahun 2021 mencapai 193,5% dibanding capaian kinerja produksi benih kakao Tahun 2020 sebesar 250,51%).

C. Realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi mencapai 37,46% dari target 30.556.841 batang.

D. Realisasi kinerja tahun ini dibandingkan dengan standar nasional tidak dapat dianalisis karena tidak ada standar nasional produksi/penyediaan benih kakao siap tanam.

E. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan.

Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja dinyatakan bahwa jumlah benih yang tersedia sesuai kebutuhan produksi kakao Tahun 2021 masuk dalam kategori sangat berhasil. Beberapa hal yang mendukung keberhasilan indikator jumlah benih yang tersedia sesuai kebutuhan produksi kakao Tahun 2021 yaitu,

34

dukungan pemerintah, kualitas dan kuantitas SDM pelaksana serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan

1. Adanya dukungan perencanaan yang baik, dengan menempatkan alokasi kegiatan pengembangan tanaman kakao menyesuaikan dengan ketersediaan dan lokasi benih yang ada ditingkat produsen. Waktu penyaluran benih sesuai dengan waktu penanaman (musim penghujan) sehingga potensi kematian benih dilapangan dapat diminimalisir.

2. Kualitas dan kuantitas SDM pelaksana, dengan kualitas dan kuantitas SDM yang cukup, akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses budidaya tanaman kakao yang dimulai dari penyiapan benih unggul sampai pada tahapan produksi serta pengolahan hasil. Selain itu pengalaman SDM pengelola pembenihan kakao dengan cara penempatan kegiatan produksi benih pada sentra pengembangan kakao juga sangat pengaruh dalam keberhasilan usaha pembenihan dilapangan.

3. Dukungan penyediaan sarana dan prasarana oleh pemerintah, bantuan pemerintah melalui alokasi dana Tugas Pembantuan (TP) cukup memadai dengan mengalokasikan komponen sarana produksi antara lain pupuk organik, pupuk kimia, herbisida dan prasarana pendukung seperti alat pertanian kecil, handsprayer, dll dengan maksud agar tingkat keberhasilan produksi kakao ditingkat petani lebih tinggi sesuai dengan potensi tanaman.

Kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih kakao dilaksanakan di 11 (sebelas) provinsi yaitu pemeliharaan kebun induk kakao tahun 1, pemeliharaan kebun induk kakao tahun 2, pemeliharaan kebun induk kakao tahun 3, pemeliharaan kebun induk kakao mulia tahun 2, pemeliharaan kebun entres yang telah ditetapkan serta pemeliharaan kebun sumber benih unggul kakao untuk mendukung kegiatan pengembangan kakao.

F. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya (penggunaan anggaran) dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan

Pada Tahun 2021, untuk mendukung kinerja pencapaian target penyediaan benih kakao siap tanam, Direktorat Perbenihan Perkebunan melakukan kegiatan utama pada Dukungan Perbenihan Tanaman Perkebunan melalui kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih kakao seperti pada Tabel 6.

35

Tabel 6. Analisis Efesiensi atas Penggunaan Sumber Daya Kegiatan Pendukung dalam Mencapai Jumlah Benih Yang Tersedia Sesuai Kebutuhan Produksi Kakao

NO KEGIATAN

TARGET REALISASI NILAI

EFESIENSI

1 Pemeliharaan KE Kakao

Tahun 1 61.459.000 4 Ha 54.213.665 88,21 4 Ha 100,00 79,47 11,79

2 Pemeliharaan KE Kakao

Tahun 2 82.764.000 6 Ha 80.177.300 96,87 6 Ha 100,00 57,81 3,13

3 Pemeliharaan KE Kakao

Tahun 3 226.460.000 12 Ha 137.134.596 60,56 11 Ha 91,67 134,85 -0,02

4 Pemeliharaan KI Kakao

Tahun 1 20.274.000 2 Ha 20.236.000 99,81 2 Ha 100,00 50,47 0,19

5 Pemeliharaan KI Kakao

Tahun 3 63.453.000 2 Ha 55.375.278 87,27 1,5 Ha 75,00 9,10

-29,91

6 Pemeliharaan KE Kakao

Mulia Tahun 2 87.583.000 1 Ha 85.133.200 97,20 1 Ha 100,00 56,99 2,80

7 Pemeliharaan KE Kakao

yang telah ditetapkan 464.201.000 77 Ha 432.770.432 93,23 75 Ha 97,40 60,71 3,62

Jika mengacu pada PMK 214 Tahun 2017, dari analisis pencapaian kinerja kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih kakao Tahun 2021 di atas, dapat dijelaskan nilai efisiensi per kegiatan diperoleh nilai efisiensi rata-rata sebesar 77,45% (efisien), dengan rincian pencapaian kegiatan sebagai berikut:

Kegiatan pemeliharaan kebun sumber benih kakao tahun 2021 seluas 103 Ha antara lain pemeliharaan kebun induk kakao tahun 1, pemeliharaan kebun induk kakao tahun 2, pemeliharaan kebun induk kakao tahun 3, pemeliharaan kebun induk kakao mulia tahun 2, pemeliharaan kebun entres yang telah ditetapkan serta pemeliharaan kebun sumber benih unggul kakao untuk mendukung kegiatan pengembangan dengan penyerapan anggaran sebesar 86,08% dari pagu anggaran, dilaksanakan secara efisien dengan efisiensi sebesar 3 dan nilai efisiensi sebesar 77,45%.

Efisiensi dan nilai efisiensi pada kegiatan Pemeliharaan Kebun Induk (KI) Kakao memiliki efisiensi dan nilai efisiensi yang sangat rendah, hal ini disebabkan pada ralisasi fisik hanya terealisasi 87,27% (1,5 Ha) dari target 2 Ha. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kabupaten Luwu Utara (Prov. Sulawesi Selatan) seluas 1 Ha teralisasi 100% dan Kabupaten Kolaka Utara (Prov. Sulawesi Tenggara) dengan target 1 Ha hanya terealisasi 0,5 Ha, berdasarkan hasil pemeriksaan kelayakan kebun sumber benih dinyatakan layak 0,5 Ha.

G. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

36

Jumlah yang dihasilkan sesuai kebutuhan produksi benih tanaman kakao Tahun 2021 berhasil menunjang keberhasilan pencapaian kinerja. Benih kakao dihasilkan dari kegiatan APBN melalui kegiatan pemeliharaan kebun SUmber Benih, nursery dan swadaya produsen.