III. AKUNTABILITAS KINERJA
3.2. Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja
3.2.19. Layanan Publik Direktorat Perbenihan Perkebunan
Benih sebagai salah satu input produksi di bagian hulu, mempunyai peran strategis dalam peningkatan produksi dan nilai tambah pertanian. Ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul sampai saat ini masih merupakan masalah besar dalam sistem produksi pertanian. Kendala penyediaan benih disebabkan karakteristik usaha benih yang memiliki resiko tinggi. Dalam konteks pengadaan dan distribusi benih, tidak terlepas dari peran kelembagaan sebagai elemen penting dalam upaya peningkatan produktifitas usahatani dan perbaikan kemampuan produksi petani. Adapun peran kelembagaan benih perkebunan diimplementasikan ke dalam layanan publik perbenihan perkebunan meliputi 10 (Sepuluh) layanan public kelembagaan benih perkebunan. Pada tahun sebelumnya capaian kinerja kelembagaan benih dihitung menggunakan pendekatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan kelembagaan benih perkebunan dengan realisasi 2,97 Skala likert (99,05%), pendekatan untuk tahun 2021 merupakan jumlah layanan kelembagaan benih perkebunan yang diberikan.
Tabel 35. Analisis realisasi kinerja dan capaian kinerja layanan publik kelembagaan benih perkebunan
IK-1
Terpenuhinya Kebutuhan Perbenihan pangan strategis perkebunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas
layanan Direktorat Perbenihan Perkebunan (Skala likert)
2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan Renstra
2020 (%) Tahun Target Reazlisasi Capaian
(%) Realisasi Capaian
2021 10 10 100 2,97 99,05
Evaluasi dan analisis keberhasilan Kelembagaan Produksi dan Pengawasan Benih adalah sebagai berikut:
A. Target dan realisasi kinerja tahun ini
Capaian Kinerja Layanan Kelembagaan berupa jumlah layanan kelembagaan benih perkebunan dengan pengukuran menggunakan pendekatan jumlah layanan kelembagaan benih perkebunan yang telah diberikan mencapai 10 (sepuluh) layanan dari target 10 (sepuluh) layanan kelembagaan benih perkebunan. Adapun realisasi anggaran sebesar Rp.2.139.082.136,- atau 93,41% dari target Rp.2.289.887.000,- dan masuk dalam kategori berhasil.
Layanan publik kelembagaan pengawas benih perkebunan terdiri dari:
82
1. Layanan Publik Kelembagaan Produksi Benih sebanyak 5 layanan yaitu a. Pengawalan dan pembinaan kelembagaan produksi benih;
b. Penyusunan pedoman sertifikasi benih;
c. Pertemuan produsen benih;
d. Fasilitasi updating data produsen benih di aplikasi e-benihbun;
e. Updating data ketersediaan benih di produsen benih;
2. Layanan Publik Kelembagaan Pengawasan Benih terdiri dari 5 layanan yaitu:
a. Pengawalan kegiatan kelembagaan pengawasan benih;
b. Bimbingan teknis online Pengawas Benih Tanaman;
c. Penyempurnaan aplikasi e-benihbun;
d. Updating data kelembagaan pengawasan di aplikasi e-benihbun;
e. Penyusunan pedoman standar minimal pelayanan UPTD.
Kegiatan layanan dilaksanakan melalui penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur dan kriteria perbenihan; fasilitasi kelembagaan produksi benih dan fasilitasi pembinaan kelembagaan pengawasan benih serta didukung dengan kegiatan yang melekat di daerah yaitu Fasilitasi pembinaan kelembagaan usaha produksi benih berupa bimbingan teknis bagi produsen benih perkebunan dan fasilitasi kelembagaan pengawasan benih berupa sosialisasi penggunaan benih unggul, dan honorarium updating data e-benihbun.
B. Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu
Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini tidak dapat dibandingkan dengan tahun yang lalu disebabkan penerapan perhitungan capaian kinerja menggunakan perhitungan jumlah layanan baru diterapkan di tahun 2021. Pada tahun sebelumnya perhitungan capaian kinerja menggunakan system Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan skala likert.
C. Realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi mencapai 20,41% dari target 49 jumlah layanan publik.
D. Realisasi kinerja tahun ini dibandingkan dengan standar nasional tidak dapat dianalisis karena tidak ada standar nasional untuk capaian kinerja Kelembagaan Produksi dan Pengawasan Benih.
E. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan.
83
Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja dinyatakan bahwa dilihat dari realisasi anggaran kegiatan Kelembagaan Produksi dan Pengawasan Benih Tahun 2021 masuk dalam kategori sangat berhasil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 33 provinsi guna memfasilitasi Pembinaan Kelembagaan Usaha Produksi Benih dan Pengawasan Benih agar kelembagaan tersebut dapat terpenuhi.
F. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya (penggunaan anggaran) dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
Pada Tahun 2021, untuk mendukung kinerja pencapaian kinerja, Direktorat Perbenihan Perkebunan melakukan kegiatan utama pada Dukungan Perbenihan Tanaman Perkebunan melalui kegiatan Pembinaan Kelembagaan Usaha Produksi Benih dan Pengawasan Benih dalam bentuk layanan publik kelembagaan pengawas perbenihan perkebunan yang terdiri dari layanan public kelembagaan produksi benih dan layanan publik kelembagaan pengawasan benih seperti pada Tabel berikut.
Tabel 36. Analisis Efesiensi atas Penggunaan Sumber Daya Kegiatan Pendukung Melalui Kegiatan Layanan Publik Perbenihan Perkebunan
NO KEGIATAN Layanan Publik Direktorat Perbenihan Perkebunan melalui kegiatan yang melekat pdat subdit, Kelembagaan benih berupa layanan Kelembagaan Pengawas Perbenihan Perkebunan Tahun 2020 di atas, dapat dijelaskan bahwa layanan dilaksanakan secara efisien dengan efisiensi 6,46 dan nilai efisiensi diperoleh
84
sebesar 66,16% (efisien).
G. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Jumlah layanan publik berhasil menunjang keberhasilan pencapaian kinerja.
Sasaran dan penerima manfaat layanan publik kelembagaan benih perkebunan yaitu lembaga sertifikasi dan pengawasan benih perkebunan (UPT dan UPTD), lembaga usaha produski perbenihan dan SDM yang ada di dalamnya. Secara global, kegiatan layanan public berasal dari kegiatan APBN yang melekat di pusat Direktorat Perbenihan Perkebunan) dan Daerah (UPT dan UPTD perbenihan).
3.2.20. Tingkat Kepuasan Pegawai Direktorat Perbenihan Perkebunan Terhadap Layanan Ketatausahaan Direktorat Perbenhan Perkebunan
Terwujudnya pengelolaan manajemen ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan yang efektif, efisien dan akuntabel. Adapun peran ketatausahaan dalam mewujudkan pengelolaan manajemen ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan yang efektif, efisien dan akuntabel diukur dari tingkat kepuasan pegawai Direktorat Perbenihan Perkebunan terhadap layanan ketatausahaan Direktorat perbenihan Perkebunan.
Tabel 37. Analisis realisasi kinerja dan capaian kinerja layanan ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan
IK-1
Terpenuhinya Kebutuhan Perbenihan pangan strategis perkebunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) atas
layanan Direktorat Perbenihan Perkebunan (Skala likert)
2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan Renstra
2020 (%) Tahun Target Realisasi Capaian
(%) Realisasi Capaian
2021 3,5 3,6 102,8 - -
Evaluasi dan analisis keberhasilan layanan ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan adalah sebagai berikut:
A. Target dan realisasi kinerja tahun ini
Capaian Kinerja layanan ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan berupa tingkat kepuasan pegawai Direktorat Perbenihan Perkebunan terhadap layanan ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan dengan pengukuran menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,6 Skala
85
likert atau 102,8 % dari target 3,5 Skala likert dan termasuk kategori berhasil.
Adapun indicator keberhasilan layanan ketatausahaan yang diberikan berasal dari kegiatan “Administrasi Kegiatan Direktorat Perbenihan Perkebunan” yang melekat pada subbagian tata usaha Direktorat Perbenihan Perkebunan dengan realisasi anggaran sebesar Rp 1.607.245.096 atau 98,23% dari target Rp 1.636.212.000,-.
B. Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu
Realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini tidak dapat dibandingkan dengan tahun yang lalu disebabkan penerapan perhitungan capaian kinerja menggunakan system Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan skala likert baru diterapkan pada tahun anggaran 2021;
C. Realisasi kinerja tahun ini dibandingkan dengan standar nasional tidak dapat dianalisis karena tidak ada standar nasional untuk capaian kinerja Layanan ketatausahaan yang diberikan.
D. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternative solusi yang telah dilakukan.
Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja dinyatakan bahwa dilihat dari realisasi anggaran kegiatan Layanan Ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan Tahun 2021 masuk dalam kategori sangat berhasil. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung kegiatan teknis Direktorat Perbenihan Perkebunan tahun 2021.
E. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya (penggunaan anggaran) dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
Pada Tahun 2021, untuk mendukung kinerja pencapaian kinerja, Direktorat Perbenihan Perkebunan melakukan kegiatan utama pada Penguatan Perbenihan Tanaman Perkebunan melalui kegiatan Layanan Ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan seperti pada Tabel berikut.
Tabel 38. Analisis Efesiensi atas Penggunaan Sumber Daya Kegiatan Pendukung Melalui Kegiatan Layanan Ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan
NO KEGIATAN
TARGET REALISASI NILAI
EFESIENSI (%)
E KET
KEUANGAN
(Rp) FISIK KEUANGAN
(Rp) % FISIK %
86
VOLUME SAT VOLUME SAT
Administrasi Kegiatan 1,636,212,000 1 Keg 1,607,245,096 98.23 1 Keg 100.00 54.43 1.77
TOTAL
1,636,212,000 1 Keg
1,607,245,096 98.23 1 Keg 100.00 54.43 1.77
Jika mengacu pada PMK 214 Tahun 2017, dari analisis pencapaian kinerja Layanan Ketatausahaan melalui kegiatan Administrasi Kegiatan yang melekat pada subbagian Tata Usaha Direktorat Perbenihan Perkebunan tahun 2021 di atas, dapat dijelaskan bahwa layanan dilaksanakan secara efisien dengan efisiensi sebesar 1,77 dan nilai efisiensi diperoleh sebesar 54,43% (efisien).
H. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja
Layanan ketatausahaan Direktorat Perbenihan Perkebunan berupa tingkat kepuasan pegawai Direktorat Perbenihan Perkebunan berhasil menunjang keberhasilan pencapaian kinerja. Sasaran dan penerima manfaat yaitu pegawai Direktorat Perbenihan Perkebunan.