• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Jumlah dan Luas Taman

Taman kota sebagai bagian dari sistem pertamanan kota, keberadaannya merupakan salah satu kebutuhan bagi masyarakat kota sebagai ruang publik dan hal ini telah diatur dalam peraturan yang berlaku di negara Indonesia yang diimplementasikan terhadap wilayah kota di seluruh wilayah Republik Indonesia. Peraturan ini menjadi pedoman dalam penyediaan taman kota pada saat ini. Berdasarkan luasan taman yang ada di Kota Pekanbaru saat ini yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik adalah seluas 152.748,52 m2 dengan jumlah penduduk pada akhir tahun 2010 sebesar 903.902 jiwa, maka berdasarkan data ini taman yang tersedia hanya bisa memenuhi kebutuhan 0,17 m2/jiwa dan kurang memadai untuk luasan Kota Pekanbaru. Berdasarkan standar menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan dimana standar kebutuhan taman setiap 1 orang dalam skala kota adalah 0,3 m2/jiwa maka angka tersebut (0,17 m2/jiwa) tergolong masih sangat rendah. Untuk Kota Pekanbaru pada tahun 2010 memerlukan taman kota sebagai berikut :

Jumlah Total Penduduk Kota Pekanbaru (A) = 903.902 jiwa Standar kebutuhan taman setiap 1 orang (B) = 0,3 m2/jiwa Luas total wilayah Kota Pekanbaru (C) = 632.260.000 m2 Luas lahan yang diperlukan untuk taman kota (AxB) = 271.171 m2

Berdasarkan perhitungan di atas maka kebutuhan taman kota pada skala kota di Kota Pekanbaru seharusnya adalah 271.171 m2. Berdasarkan Peraturan

kota atau bagian wilayah kota. Taman ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan olah raga dan kompleks olah raga. Sedangkan luasan taman kota saat ini yang dapat dipergunakan masyarakat yaitu taman kota Jl. Diponegoro (27.000 m2). Maka berdasarkan perhitungan standar kebutuhan taman kota menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan untuk Kota Pekanbaru masih mengalami kekurangan dalam luas dan jumlah taman sehingga tergolong ke dalam kategori rendah.

Berdasarkan RTRW tahun 2006, alokasi luasan wilayah kota sebagai ruang terbuka yang ditutupi oleh vegetasi adalah 20 %. Luasan tersebut dapat dikontribusi oleh :

1. Ruang terbuka hijau produktif seperti kawasan pertanian dan perkebunan; 2. Ruang terbuka hijau konservasi seperti hutan raya, hutan kota dan catchment

area;

3. Ruang terbuka hijau lingkungan meliputi taman kota, taman lingkungan dan taman pekarangan;

4. Ruang terbuka hijau khusus meliputi Tempat Pemakaman Umum (TPU), pekarangan kantor, buffer zone, kawasan pendidikan, kawasan rekreasi dan kebun binatang;

5. Ruang terbuka koridor meliputi koridor jaringan jalan, jalur jaringan listrik tegangan tinggi, serta sepanjang perbatasan Kota Pekanbaru dengan wilayah sekitarnya yang didesain dengan ketebalan zona penyangga 100-500 meter. Taman-taman di Kota Pekanbaru merupakan salah satu kontributor untuk wilayah ruang terbuka yang ditutupi vegetasi. Sampai dengan saat ini luas pertamanan di Kota Pekanbaru hanya ± 4.97 % dari luas kota. Luasan 4.97 % dari taman yang dikelola oleh pihak pemerintah dan non-pemerintah kota sebagai salah satu bentuk luasan yang ditutupi vegetasi dan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota sudah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pencapaian target 20 %. Untuk mencapai target tersebut dilakukan pengembangan kawasan ruang terbuka hijau yang diperuntukkan sebagai taman kota dan taman lingkungan.

Data tentang jumlah dan luas taman di Kota Pekanbaru yang ada pada saat ini dapat dilihat pada Tabel 10 dan Lampiran 9. Dari Tabel ini diketahui bahwa

ada 130 jumlah taman dalam berbagai kategori dengan taman fungsional jalan yang paling dominan (taman median jalan dan taman pulau jalan) dengan jumlah ± 93.8 % dari total taman. Taman median jalan mencakup median jalan, bundaran, di sekitar tugu dan depan kantor milik pemerintah kota. Taman median jalan menjadi sangat fungsional karena dapat menunjang aspek estetika kota secara keseluruhan, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Diketahui bahwa pembangunan jalan-jalan dalam kota terutama pada kota-kota yang baru berkembang sangat erat kaitannya dengan pembangunan secara keseluruhan dan merupakan program utama pembangunan kota. Penyediaan jalan di kota biasanya berbarengan dengan penyediaan median yang harus ditanami tanaman dan pohon penghijauan di sepanjang jalan tersebut dalam rangka untuk menambah keasrian dan keindahan alami kota sehingga persentase jumlah dan luas taman fungsional jalan menjadi lebih besar. Namun sering ditemui permasalahan di lapangan bahwa masih banyaknya terjadi vandalisme terhadap tanaman yang ada di taman jenis ini dan waktu yang dibutuhkan untuk pohon-pohon yang ditanam menjadi besar sangat lama dan perlu perawatan secara intensif. Pemilihan jenis tanaman yang tepat, penggunaan pagar pengaman pada pohon-pohon yang baru ditanam, adanya himbauan untuk tidak merusak tanaman dan melakukan pengawasan rutin terhadap kondisi taman di sepanjang median jalan ini dapat mengurangi kegiatan vandalisme tersebut.

Tabel 10. Jumlah dan Luas Taman di Kota Pekanbaru

No Jenis Taman Jumlah Taman Luas Taman

< 1.500 m2 > 1.500 m2 1. 2. 3. 4. 5. 6 Taman kota Taman lingkungan Taman lingkungan Khusus Taman pasar

Taman pulau jalan Taman median jalan

2 2 3 1 4 118 0 0 1 1 3 30 2 2 2 0 1 88 Jumlah 130 (100 %) 35 (26.2 %) 95 (93.8 %)

taman yang masih minim dalam setiap pelaksanaan tahun anggaran bagi pemerintah kota dan masih kurangnya kontribusi pihak non-pemerintah kota dalam hal pengadaan taman. Kegiatan pembangunan bidang pertamanan hanya berfokus pada pemeliharaan taman yang sudah ada sebagai pendukung aspek keindahan kota. Diduga hal ini terjadi karena keterbatasan dana untuk pembebasan lahan dan pembangunan taman-taman kota.

Berdasarkan Tabel 10 jumlah taman terbanyak berada pada kelompok luas lahan > 1.500 m2. Untuk luasan dan jumlah taman bisa merujuk pada standar yang sudah ada yang berlaku di beberapa negara seperti standar untuk lokasi taman kota di Korea yang diatur dalam Peraturan tentang taman kota menurut Departemen Konstruksi/Pekerjaan Umum (Ahn, 1993). Selanjutnya dijelaskan bahwa luasan taman mempengaruhi penempatan fasilitas dan pengguna taman secara keseluruhan. Luasan yang luas (> 1.500 m2) biasanya terdapat pada lokasi yang dekat dengan pengguna taman sehingga akan memudahkan akses masyarakat untuk berkunjung ke taman. Dalam kasus Kota Pekanbaru, taman-taman dengan luasan > 1.500 m2 terdapat di pusat kota, sehingga ketersediaan taman dalam segi jumlah dan luasan belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang sebagian besar bertempat tinggal di wilayah kecamatan. Sedangkan untuk taman-taman dengan luasan < 1.500 m2 jumlahnya sedikit dan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai taman publik karena bentuknya sebagai taman pasar dan pulau jalan dan berfungsi sebagai salah satu bagian dari aspek estetika kota. Dari penelitian ini didapatkan bahwa taman kota di Kota Pekanbaru didominasi oleh taman yang luas (93.8 %) tetapi tidak merata distribusinya.