IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
6. Pengelola Taman Kota
4.4. Rekomendasi Model Taman Sesuai Preferensi Masyarakat
Taman kota merupakan bentuk ruang publik yang dibuat manusia dari proses rumusan pemikiran dengan mempertimbangkan bentuk untuk tujuan fungsi dan estetika. Taman kota merupakan salah satu bentuk desain dalam arsitektur lanskap yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan (kenyamanan, kesehatan, ketentraman) sekitar kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya serta mempertahankan kelestarian yang memberikan kepuasan hidup secara berkelanjutan. Ketersediaan taman kota seharusnya mempertimbangkan hubungan ruang, unsur pembentuk ruang serta membangun struktur lanskap dalam taman tersebut dan disesuaikan dengan karakter ruang yang ingin diwujudkan agar dapat memenuhi kepuasan manusia sebagai pengguna dan kelestarian lingkungan yang lebih berkualitas.
Dari suatu bentuk taman kota dapat dilihat elemen utama dan pendukung yang membentuknya sehingga tingkat ketersediaannya dapat mengakomodir kebutuhan pengunjung. Elemen utama terkait dengan hal-hal sebagai berikut : 1. Lokasi taman, terkait apakah dekat maupun jauh dari pemukiman, jarak
tempuh yang dibutuhkan untuk mengunjungi taman.
2. Tampilan taman secara visual dipengaruhi unsur alami maupun artifisial dalam taman, luasan yang bervariasi dari kecil-luas.
3. Fungsi taman, biasanya terkait dengan fungsi rekreasi maupun non rekreasi, fungsi pendidikan maupun non pendidikan dll.
Disamping elemen utama, terdapat juga elemen pendukung yang membentuk suatu taman kota yaitu fasilitas. Penempatan fasilitas harus memperhatikan kuantitas (banyak maupun sedikit), kualitas (terawat maupun tidak) dan bersifat permanen maupun tidak. Semua unsur disain tersebut menjadi kunci terbentuknya suatu taman kota yang fungsional dan estetik.
Berdasarkan keadaan di Kota Pekanbaru saat ini, taman kota yang ada lebih menitikberatkan pada aspek estetika meskipun tidak mengabaikan aspek fungsionalnya. Namun keberadaan taman kota yang khusus diperuntukkan sebagai ruang publik yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat kota yang berfungsi sebagai area rekreasi dan berolah raga belum tersedia secara maksimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini menyebabkan banyak lokasi yang tidak
diperuntukkan untuk publik tetapi menjadi tempat berkumpul dan bermain banyak orang seperti area di sekitar tugu/monumen, halaman/taman kantor-kantor pemerintah dan non pemerintah dan area di depan pusat pertokoan maupun mal.
Diketahui bahwa bentuk suatu taman kota tidak menjadi ukuran bagi taman tersebut untuk dikunjungi, namun kebiasaan dan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan taman kota sebagai alternatif tempat menghabiskan waktu luang cukup menentukan jumlah kunjungan ke suatu lokasi taman kota. Latar belakang masyarakat Kota Pekanbaru yang heterogen dalam aspek sosial, ekonomi dan budaya menjadikan perilaku mereka juga berbeda dalam menggunakan taman. Pemilihan waktu kunjungan ke taman merupakan faktor lain yang mempengaruhi jumlah pengunjung taman.
Hasil kajian tentang kondisi taman kota dan keinginan masyarakat pengguna taman di Kota Pekanbaru menunjukkan sebagian besar taman yang ada sudah dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Penggunaan optimal dari masyarakat dapat ditingkatkan dengan menyediakan lebih banyak taman yang dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah. Beberapa kriteria tentang desain taman kota yang lebih sesuai dengan preferensi masyarakat di Kota Pekanbaru sehingga penggunaan taman optimal (Tabel 29) dan desain fasilitas taman dapat dilihat pada Gambar 22.
Model ketersediaan taman yang dapat menjadi rekomendasi pada Tabel 29 merupakan bentuk taman berdasarkan preferensi masyarakat pengguna taman di Kota Pekanbaru. Peubah taman yang ada dalam rekomendasi tersebut sebaiknya menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam membuat suatu desain taman kota pada masa yang akan datang sehingga taman yang nantinya dibuat akan menjadi salah satu ruang terbuka publik yang ramai dikunjungi. Secara grafis dapat dilihat bagaimana bentuk desain taman kota yang disukai oleh masyarakat dengan bentuk fasilitas-fasilitas penunjangnya.
Tabel 29. Rekomendasi peubah taman berdasarkan preferensi masyarakat Peubah
Taman Kota
Peubah Ketersediaan Taman Pola Distribusi dan
Lokasi Taman
- Menyebar di seluruh kawasan kota dan disetiap kecamatan - Dekat dengan pusat aktifitas (sekolah, kantor, pusat kota dan
permukiman) dengan jarak < 1.000 meter
Jumlah dan Luas Taman - Disetiap kawasan permukiman dan kecamatan - Luas (> 1.500 m2)
Bentuk dan Desain Taman
- Organik/natural dengan dominasi elemen tanaman - Pagar pembatas : pagar tanaman
- Dominan area bermain anak-anak dan fasilitas olah raga - Terdapat elemen air (kolam ikan ataupun air mancur) sebagai
unsur penyejuk di dalam taman
- Kombinasi semua jenis tanaman (pohon, semak, perdu, ground cover dan rumput)
- Pemilihan tanaman yang beraneka warna sehingga punya nilai estetika tinggi
- Penambahan kuantitas pohon peneduh sehingga kondisi di taman jadi sejuk dan teduh
- Pembuatan taman dengan peruntukkan khusus/taman tematik, seperti berdasarkan kelompok umur (taman bermain anak (playground) dan taman untuk orang tua (taman lansia)
Fungsi Taman - Fungsi utama yaitu fungsi rekreasi sebagai tempat bermain dan olah raga
- Fungsi pendukung seperti fungsi sosial (interaksi dengan orang lain) dan fungsi ekologis (interaksi dengan alam)
Fasilitas Taman - Fasilitas bermain anak dan olah raga - Banyak dari segi kuantitas/jumlah
- Penataan fasilitas taman yang baik dan berkualitas sehingga memiliki nilai keamanan dan kenyamanan yang baik
- Penempatan pos keamanan dan pengawas di dalam taman kota sebagai faktor penunjang keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Sumber : Hasil olahan, 2011
Dokumentasi : Penulis 2011
Mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota pada pemenuhan kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka publik di area perkotaan maka Pemerintah Kota (Pemkot) perlu:
1. Menentukan kebijakan, rencana dan program taman kota yang jelas yang disosialisasikan ke masyarakat dan instansi terkait, agar masyarakat bisa menyesuaikan dengan kondisi kota pada saat tersebut. Perencanaan taman kota hendaknya dapat mendukung pamor Kota Pekanbaru sebagai pusat budaya melayu di Pulau Sumatera. Sosaialisasi pengembangan dan pemeliharaan taman kota di segenap lapisan masyarakat ini dalam rangka segera tercapainya luasan ruang hijau diperkotaan. Kesadaran dan keterlibatan segenap lapisan masyarakat untuk menata lingkungannya sangat menunjang terciptanya taman kota secara makro;
2. Dijalin kerja sama dengan masyarakat dan berbagai stakeholder, untuk meningkatkan pemeliharaan taman. Upaya ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara taman-taman di lingkungannya, serta upaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada untuk taman kota, seperti kampus, halaman kantor atau industri;
3. Adanya aturan untuk mempertahankan taman kota yang telah ada terkait dengan semakin berkurangnya lahan yang tersedia untuk peruntukkan sebagai taman kota. Bila perlu diadakan penambahan lokasi untuk taman kota yang didanai dari APBD setiap tahun anggaran. Perlu disadari taman kota merupakan aset wisata tersendiri bagi pemkot, yang sering kurang diperhatikan oleh banyak fihak. Keindahan, kenyamanan dan kesejukan kawasan merupakan potensi bagi para pengunjung (masyarakat) yang ingin menikmatinya, kepenatan dan stress yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kegiatan dan rutinitas kerja sehari hari dapat dilepaskan pada kawasan taman kota.
4. Untuk di daerah yang akan dikembangkan, lahan untuk taman harus di alokasikan dengan baik dan dipertahankan keberadaannya. Sebab sering keberadaan taman-taman di pemukiman banyak yang dialih fungsikan oleh
5. Untuk memenuhi ruang terbuka hijau perlu pemanfaatan sarana umum, seperti taman pemakaman umum, lapangan olahraga, jalur hijau jalan raya, bantaran rel kereta api, bantaran sungai untuk dilakukan penghijauhan. Perlu adanya penertiban bantaran sungai yang ditempati secara liar termasuk lahan terbuka milik Pemkot, untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.
Menciptakan taman kota yang baik dan berfungsi optimal perlu proses yang panjang, namun perlu terus diupayakan, dengan mempertahankan yang sudah ada dan membangun yang baru. Preferensi masyarakat menajdi salah satu hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan mendisain taman kota yang baru.