KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
B. MENDEKRIPSIKAN MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI PEMERINTAH DI BIDANG EKONOMI
4. Jumlah Kapital Sedikit
Di negara berkembang seperti Indonesia, kapital merupakan faktor produksi yang langka. Kelangkaan ini dapat berarti mutlak dan dapat pula berarti relatif dalam hubungannya dengan investasi yang menguntungkan. Karena tenaga kerja di negara sedang berkembang rendah, maka berarti bahwa pendapatan negara tersebut juga rendah, sehingga tabungan sebagai sumber pembentukan kapital juga rendah. Keadaan ini sering disebut dengan lingkaran setan (vicious circle) yang dapat digambarkan sebagai berikut.
Investasi kapital rendah
Sumber alam belum banyak diolah; penduduk terbelakang kekurangan kapital
Investasi kemanusiaan rendah
Produktivitas rendah Tabungan rendah Konsumsi rendah Pendapatan rendah Keterangan Menyebabkan Lingkaran Setan Gambar 4.1 Diagram vicious circle
Berikut ini merupakan permasalahan-permasalahan ekonomi serta usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah.
Tabel 4.1 Pemasalahan ekonomi serta usaha-usaha yang dapat dilakukan pemerintah
Kegagalan Ekonomi Pasar
Campur Tangan
Pemerintah Kebijakan Pemerintah
Mendorong persaingan
Campur tangan dalam pasar
Mendorong aktivitas yang bermanfaat
Undang-undang anti trust, Deregulasi,
Undang-undang anti polusi
Menyelenggarakan pendidikan publik, membangun jembatan Inefisiensi Monopoli Eksternalitas Barang-barang publik Ketidakadilan Ketidakadilan yang tidak dapat diterima menyangkut
pendapatan dan kekayaan
Redistribusi pendapatan Pajak progresif atas pen-dapatan dan kekayaan, Tunjangan-pendapatan (Gaji ke-13, kupon makan-an).
Makro ekonomi
Siklus bisnis (inflasi dan pengangguran tinggi)
Pertumbuhan ekonomi yang lamban
Kebijakan moneter (meng-ubah penawaran uang dan suku bunga), kebijakan fiskal (Pajak dan program pengeluaran pemerintah) Investasi dalam pendidikan Meningkatkan tabungan nasional dengan mengurangi defisit anggaran atau me-ningkatkan surplus anggaran. Stabilisasi melalui
kebijakan makro ekonomi
Merangsang pertumbuhan
Langkah-langkah yang dapat ditempuh pemerintah agar kepercayaan masyarakat pulih sehingga perekonomian negara menjadi baik antara lain sebagai berikut.
a. Memfokuskan investasi di bidang pengembangan sumber daya manusia
Pengembangan sumber daya merupakan salah satu investasi berharga demi kemajuan perekonomian suatu negara. Dengan sumber daya manusia yang bermutu sumber daya yang lain dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Contohnya pelatihan keterampilan para tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dalam bidang teknik.
b. Mengurangi masalah inflasi yang terlalu tinggi
Inflasi merupakan peningkatan tingkat harga dalam suatu perekonomian yang berlangsung secara terus-menerus. Mengurangi inflasi merupakan jalan terbaik bagi sebuah negara lepas dari krisis ekonomi. Inflasi dapat diakibatkan oleh naiknya harga barang dan jasa yang ada di pasar. Contohnya kebijakan menaikkan BBM pada 1 Oktober 2005 mengakibatkan tingkat inflasi naik hingga 15,6%. Maka pemerintah berusaha menurunkan inflasi tersebut dengan berbagai kebijakan ekonomi.
c. Menciptakan kondisi kompetitif yang jujur (fair) bagi usaha kecil
Kondisi kompetitif yang jujur bagi usaha kecil dapat tercapai apabila didukung administrasi/birokrasi pemerintahan yang jujur pula. Contohnya pemerintah perlu menertibkan bank-bank yang sengaja mempersulit proses pencairan kredit bagi pengusaha kecil, dapat juga dilaksanakan dengan meningkatkan akses kelompok ekonomi kecil terhadap berbagai sumber daya ekonomi, yaitu terutama modal, tanah, serta informasi dan teknologi.
d. Mendorong pembentukan lembaga penjamin bagi usaha kecil untuk pinjaman yang lebih besar
Sebuah usaha jika ingin memproduksi dan bersaing di pasar nasional maupun internasional memerlukan banyak modal (kapital), sedangkan modal tersebut didapat selain dari modal sendiri, juga dari modal pinjaman yang lebih besar. Oleh karena itu pemerintah juga perlu memotivasi munculnya koperasi-koperasi dan bank perkreditan rakyat dalam memberikan dan mengutamakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha kecil.
e. Mendorong investasi pada infrastruktur fisik
Kegiatan ekonomi suatu negara dapat berjalan lancar apabila pemerintah mempunyai komitmen untuk mendorong investasi pada infrastruktur fisik. Contohnya mendorong para investor dalam pembangunan bandara dan jalan tol.
f. Kestabilan neraca pembayaran dan nilai tukar uang
Di sini pemerintah dalam menjaga kestabilan neraca pembayaran ialah dengan meningkatkan kegiatan ekspor dan membatasi barang-barang impor terutama yang ilegal. Jika devisa negara meningkat karena kegiatan ekspor, maka nilai tukar uang terhadap mata uang asing dapat stabil dan dapat dikendalikan. Contohnya pemerintah berusaha mendorong kegiatan ekspor dalam bidang manufaktur/nonmigas, serta membatasi impor gula ilegal yang dapat merugikan petani dan harga gula di pasaran.
Di bawah ini terdapat kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat dilakukan pemerintah, yaitu:
a) Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran pemerintah/anggaran untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pengenaan pajak penghasilan, cukai rokok.
b) Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/bank sentral dalam penawaran uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pemerintah menetapkan jumlah uang yang beredar dan peningkatan suku bunga tabungan.
c) Kebijakan Segi Penawaran
Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan efesiensi perusahaan, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan murah. Contohnya pemerintah bekerja sama dengan LIPI dan universitas-universitas mengembangkan mesin teknologi perusahaan yang efisien dan tepat guna.
d) Kebijakan Energi
Kebijakan energi adalah kebijakan dalam menggunakan energi seefisien dan seoptimal mungkin yang di dalamnya terdapat usaha penghematan energi. Contohnya ialah anjuran pemerintah untuk menggunakan kendaraan yang menggunakan energi listrik/non BBM, guna mengurangi konsumsi masyarakat terhadap BBM. Misal: KRL (Kereta Rel Listrik).
e) Kebijakan Penetapan Harga
Kebijakan penetapan harga adalah kebijakan dalam menentukan harga-harga pada tingkat tertentu terhadap komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contohnya adalah bahan bakar minyak merupakan salah satu komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak, maka pemerintah menentukan harga bensin Rp4.500,00 per liter.
f) Kebijakan Neraca Pembayaran
Kebijakan untuk memantau keadaan neraca pembayaran guna memengaruhi nilai tukar. Hal tersebut berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor. Contohnya adalah peningkatan ekspor nonmigas, mendorong industri kecil di Indonesia untuk melakukan kegiatan ekspor-impor.
TAHUKAH KAMU
Di bawah ini terdapat kebijakan-kebijakan ekonomi yang dapat dilakukan pemerintah:
a. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran pemerintah/APBN untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pengenaan pajak penghasilan, cukai rokok.
b. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/bank sentral antara lain dalam penawaran uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pemerintah menetapkan jumlah uang yang beredar dan peningkatan suku bunga tabungan.
c. Kebijakan Segi Penawaran
Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan efesiensi perusahaan, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan murah. Contohnya pemerintah bekerja sama dengan LIPI dan universitas-universitas mengembangkan mesin teknologi perusahaan yang efisien dan tepat guna.
POJOK ISTILAH
economic science ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat suatu pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai konsumsi, sekarang dan masa mendatang kepada berbagai individu dan golongan masyarakat
(agregat) kegiatan ekonomi secara keseluruhan
investasi pengeluaran perusahaan-perusahaan
subsistem perekonomian masih pada tingkat rendah
foreign enclave industry daerah kantong bagi industri asing
vicious circle keadaan ini sering dengan lingkaran setan dalam perekonomian negara
1. Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Ilmu ekonomi digunakan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan terutama masalah-masalah ekonomi.
2. Analisis-analisis ekonomi yang dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan (applied economics). 3. Ekonomi deskriptif merupakan analisis ekonomi yang menggambarkan
keadaan sebenarnya (sesuai fakta) dalam perekonomian.
4. Ekonomi terapan sering disebut sebagai teori kebijakan ekonomi, yaitu cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan yang perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.
5. Teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang sebenarnya/nyata dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang memengaruhinya mengalami perubahan.
6. Teori mikro ekonomi dapat didefinisikan sebagai satu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan sebuah perekonomian.
7. Teori ekonomi makro adalah teori ekonomi yang mempelajari kegiatan ekonomi secara keseluruhan (agregat).
8. Salah satu akar permasalahan utama yang menghadang gerak maju perekonomian Indonesia adalah merosotnya kepercayaan (trust) yang ditentukan oleh tiga hal, yaitu: legitimasi, kredibilitas dan kejelasan visi pemerintah. Yang menjadikan masalah pemerintah di bidang ekonomi adalah dualisme ekonomi, iklim tropis, kebudayaan yang tidak ekonomis.
Setelah kamu mempelajari pembelajaran di atas, kesulitan apa sajakah yang kamu hadapi, bagaimanakah cara mengatasinya, apakah kamu menemukan solusi atau jawaban dari kesulitanmu tersebut?
Rangkuman
Kerjakan di buku tugasmu!
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Kegiatan-kegiatan ekonomi:
1. Laju inflasi 3. Pengangguran 2. Permintaan 4. Harga
Yang dianalisis menggunakan teori mikro ekonomi adalah .... a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 5 c. 2 dan 3
2. Analisis ekonomi mikro dan makro:
1. Menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. 2. Menganalisis secara global dari keseluruhan kegiatan perekonomian. 3. Analisis membuat pilihan.
4. Menerangkan tentang pentingnya kebijakan untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi.
Yang merupakan analisis ekonomi makro adalah .... a. 1 dan 2 d. 2 dan 4 b. 1 dan 3 e. 3 dan 5 c. 2 dan 3
3. Yang bukan merupakan persoalan pokok ekonomi adalah .... a. pertumbuhan ekonomi d. devaluasi
b. konjungtur e. inflasi c. pengangguran
4. Cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan kebijakan fiskal adalah .... a. pinjam paksa dan pasar terbuka
b. mengubah tingkat pajak dan pinjam paksa c. mengubah tingkat bunga dan kredit selektif d. mengubah tingkat pajak dan cash ratio
e. mengubah pengeluaran pemerintah dan cash ratio
5. Pada tahun 1965 pemerintah Indonesia melakukan pemotongan nilai mata uang, yaitu Rp1.000,00 menjadi Rp1,00, sehingga pada waktu itu harga gula 1 kg = Rp4.000,00 menjadi Rp4,00. Kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah ini termasuk ....
a. apresiasi d. sanering b. revaluasi e. depresiasi c. devaluasi