PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN, DAN PASAR
TAHUKAH KAMU
D. MENDESKRIPSIKAN BERBAGAI BENTUK PASAR BARANG
Sumber: www.banjarmasin.go.id
Gambar 3.21 Kegiatan jual beli di pasar apung di Kalimantan banyak penjual dan banyak pembeli
Amatilah soal 2 di atas! Gambarkanlah kurva keseimbangan antara permintaan dan penawarannya! Pakailah warna kuning untuk menunjukkan garis fungsi permintaan dan warna merah untuk menunjukkan garis fungsi penawarannya!
Perhatikanlah gambar di atas! Dapatkah kamu menjelaskan berbagai bentuk pasar barang? Semuanya akan kita bahas bersama dalam bab berikut ini. Berikut ini adalah arti definisi atau pengertian dari aneka jenis dan macam pasar yang ada.
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni:
a. Pasar Barang Nyata/Riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas. Pasar ini mempertemukan antara penjual dengan pembeli secara langsung (face to face) dan ada tawar-menawar, ada barang dagangan, ada transaksi, penyerahan barang secara langsung. Contohnya adalah Pasar Kebayoran Lama, Pasar Senen, pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.
b. Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Pasar ini mempertemukan penjual dan pembeli, di mana penjual hanya membawa contoh barang saja atau dalam pasar tersebut tawar-menawar dilakukan melalui internet, surat kabar, telepon, faximile. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya.
Selain perlu kamu ketahui mengenai pasar barang perlu kamu ketahui juga bentuk pasar menurut strukturnya. Dalam faktanya bahwa pasar barang selalu berhubungan dengan mekanisme struktur pasar. Menurut strukturnya terdapat berbagai bentuk pasar, yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar oligopoli, dan pasar monopolistik. Agar lebih jelas perhatikanlah pembahasan berikut!
1. Pasar Persaingan Sempurna
a. Pengertian
Menurut para ahli ekonomi, pasar persaingan sempurna (perfect competition market) merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap struktur pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang dan jasa yang tinggi (optimal). Yang dimaksud pasar persaingan sempurna (perfect competition market) adalah pasar yang memiliki ciri khusus, yaitu adanya banyak penjual dan banyak pembeli harga ditentukan oleh kekuatan pasar, barang yang diperdagangkan homogen, penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar. Pada gambar 3.21 merupakan jenis pasar yang mendekati sempurna. Hal tersebut dikarenakan dalam praktiknya tidak mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada struktur pasar ekonomi murni dan memiliki semua ciri-ciri struktur pasar persaingan sempurna (perfect competition market).
b. Menentukan Keuntungan dan Kerugian Pasar Persaingan Sempurna
Setelah kamu mempelajari ciri-ciri pasar persaingan sempurna bahwa harga yang terbentuk merupakan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Pada situasi ini bagaimanakah suatu perusahaan mendapatkan laba maksimum? Perusahaan mendapat laba maksimum ketika penambahan barang yang ditawarkan/dijual
tidak lagi menambah laba yang diperoleh perusahaan. Agar lebih jelas perhatikanlah kurva di bawah ini.
Gambar 3.22 Kurva laba maksimum dalam pasar persaingan sempurna
Keterangan:
Perusahaan memperoleh laba maksimum ketika ia memproduksi barang pada saat biaya marginal (MC) sama besarnya dengan harga (P). Perpotongan antara garis P dengan kurva MC menunjukkan laba maksimum yang dicapai perusahaan pada saat labanya sebesar nol (zero profit point). Hal tersebut terjadi karena harga sama dengan besarnya biaya rata-rata (AC). Jadi, penerimaan perusahaan hanya mampu menutup biaya produksi. Selain itu juga perusahaan akan mendapatkan laba maksimum apabila tingkat harga (P) lebih besar daripada biaya rata-rata (AC). Berikut merupakan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam pasar persaingan sempurna yang dialami perusahaan.
1) Perusahaan mendapat keuntungan di atas normal
Kapankah perusahaan mendapat keuntungan di atas normal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah gambar berikut!
Gambar 3.23 Kurva laba perusahaan di atas normal dalam pasar persaingan sempurna
P MC AC P Max 0 Q d = MR = P
Keterangan:
Pada gambar di atas terlihat bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan di atas normal yang ditunjukkan pada daerah P2EAP1. Keadaan tersebut diperoleh apabila harga barang lebih tinggi daripada biaya rata-rata (AC) yang paling minimum. Jadi, perusahaan mendapatkan keuntungan di atas normal saat harga setinggi P dengan jumlah barang yang dihasilkan sejumlah Q1.
2) Perusahaan menderita kerugian rata-rata, tetapi masih dapat membayar biaya variabel
Kapankah perusahaan menderita kerugian rata-rata, tetapi masih dapat membayar biaya variabel? Usaha apa yang dilakukan dalam meminimumkan kerugian tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah gambar berikut!
Gambar 3.24 Kurva kerugian rata-rata pasar persaingan sempurna
Keterangan:
Apabila harga lebih rendah daripada biaya total rata-rata (AC) dan lebih tinggi daripada biaya variabel rata-rata (AVC) perusahaan akan menderita kerugian, tetapi masih dapat membayar biaya variabel (VC). Perusahaan akan mem-peroleh penjualan melebihi biaya variabel rata-rata (AVC), tetapi kelebihan tersebut masih belum menutupi biaya tetap (FC).
Jika perusahaan berada dalam keadaan itu sebaiknya perusahaan masih melakukan usahanya agar kerugian yang diderita dapat diminimumkan. Bagaimanakah jika perusahaan menghentikan usahanya? Perusahaan akan menderita kerugian lebih besar, yaitu sebanyak biaya tetap (FC) yang sudah dikeluarkan perusahaan. Kerugian dapat diminimumkan apabila perusahaan memproduksi barang hingga tingkat MR = MC yang ditunjukkan pada titik
E dengan jumlah produksi yang harus dicapai perusahaan sebanyak Q. Daerah kerugian minimum perusahaan sebesar PEAP1 sedangkan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan sebesar OQEP.
3) Perusahaan Berada pada Kondisi BEP
Kapankah perusahaan berada pada kondisi BEP? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah gambar berikut!
Gambar 3.25 Kurva laba perusahaan dalam kondisi BEP pasar persaingan sempurna
Keterangan:
Pada tingkat produksi sebanyak Q dan harga sebesar P, perusahaan akan memilih tidak akan mendapat laba dan mendapatkan kerugian melainkan perusahaan berada pada titik pokok (break even point - BEP). Hal tersebut terjadi diakibatkan tingkat produksi Q dan harga produk P sama dengan biaya rata-rata (AC).
4) Perusahaan Menutup Usaha
Kapankah perusahaan akan mengambil kebijakan untuk menutup usahanya
(shutdown) dalam pasar monopoli? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah gambar berikut!
Gambar 3.26 Kurva perusahaan menutup usahanya dalam pasar persaingan sempurna
Bagaimanakah jika keadaan jumlah penjualan yang diperoleh sebesar atau kurang dari biaya variabel rata-ratanya? Perhatikan gambar 3.26 pada titik A dan B apabila perusahaan menghadapi masalah ini, ada baiknya perusahaan menutup usahanya. Jika perusahaan tetap melanjutkan usahanya, perusahaan tidak akan pernah dapat menutup biaya tetap (FC).
2. Pasar Monopoli
Sumber: www.pln.go.id
Gambar 3.27 PLN salah satu contoh perusahaan yang terlibat pada pasar monopoli karena memegang hak tunggal pengelolaan listrik Indonesia
Perhatikan gambar di atas! Perusahaan apakah yang ada pada gambar di atas? Bergerak dalam bidang apakah perusahaan tersebut? Adakah perusahaan pesaing
(competitor) yang memiliki usaha yang sama di Indonesia? Apakah perusahaan tersebut dapat disebut perusahaan monopoli?
a. Pengertian Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah bentuk pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan saja dan banyak pembeli. Peran perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti. Keuntungan yang didapatkan perusahaan monopoli adalah keuntungan melebihi normal. Tahukah kamu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Perusahaan memperoleh keuntungan melebihi normal diakibatkan tidak adanya persaingan karena perusahaan-perusahaan lain sulit untuk masuk bidang industri tersebut. Perusahaan yang mempunyai hak monopoli disebut monopolis.
b. Menentukan Keuntungan dan Kerugian Pasar Monopoli Keterangan:
Perhatikan Gambar 3.28. Dalam menentukan laba maksimum, perusahaan harus menentukan harga dan output keseimbangan yang akan menghasilkan laba yang besar. Laba merupakan peneriman total (TR) dikurangi biaya total (TC). Laba maksimum perusahaan dicapai saat perusahaan memproduksi output yang mempunyai nilai penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC). Dalam kurva di atas laba maksimum ditunjukkan pada titik E yaitu tingkat output yang diproduksi
Gambar 3.28 Kurva laba maksimum dalam pasar monopoli
sebesar Q. Daerah laba maksimum yang diperoleh perusahaan adalah daerah
OQAP yang menunjukkan TR dikurangi OQBC yang menunjukkan TC, yaitu ditunjukkan pada daerah APBC.
Keterangan:
Pada gambar 3.29 menggambarkan keadaan pasar monopoli mengalami kerugian. Kerugian paling kecil jika di dalam pasar monopoli memproduksi sebanyak Q1, sebab pada tingkat produksi tersebut MR1 = MC1.
Adapun biaya total yang dikeluarkan adalah
OQ1 × OP1. Berdasarkan gambar kerugian terkecil ditunjukkan oleh P1ABC. Apabila perusahaan monopoli memproduksi barang lebih besar atau lebih kecil dari Q1, maka kerugian yang akan dialami perusahaan lebih besar lagi.
TAHUKAH KAMU
1. Monopoli usaha adalah suatu monopoli yang dilakukan oleh perusahaan karena menguasai produksi dan penjualan suatu produk atau jasa secara sendiri atau tanpa adanya pesaing dalam suatu pasar.
2. Monopoli pangsa pasar (dominant firm) adalah jenis monopoli yang berasal dari monopoli perusahaan karena perusahaan telah menguasai pangsa mutlak di atas 50% dan perusahaan tersebut menjadi pemimpin harga (price leader).
3. Pasar Oligopoli
Sumber: www.rumahmedia.com
Gambar 3.30 Perusahaan di atas merupakan perusahaan yang memegang hak oligopoli atas industri telekomunikasi di Indonesia
a. Pengertian Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang terdiri atas hanya beberapa perusahaan saja. Adakalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja dan pasar tersebut disebut duopoli. Oligopoli sering disebut sebagai persaingan di antara beberapa penjual (competition among the few).
Gambar 3.29 Kurva kerugian dalam pasar monopoli
b. Menentukan Keuntungan dan Kerugian Pasar Oligopoli
Dalam pasar oligopolis bersaing dalam hal jumlah perusahaan dan perilaku perusahaan tersebut.
Keterangan:
Pada gambar 3.31 per mintaan ditunjukkan oleh kur va D. Pada tingkat harga P tingkat harga tersebut biasanya diikuti oleh perusahaan lain dalam pasar oligopolis. Perusahaan akan memperoleh laba maksimum pada daerah PABC.
4. Pasar Persaingan Monopolistik
a. Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik
Perhatikanlah toko/swalayan yang ada di daerahmu! Komoditas apa yang dijual di swalayan itu? Beberapa perusahaan sering menyebar risiko kerugian dengan memproduksi berbagai jenis produk akan tetapi masih dalam satu perusahaan. Perusahaan jenis ini merupakan bentuk pasar persaingan monopolistik. Buktikanlah dengan kamu pergi ke toko terdekat dari rumahmu! Perhatikanlah produk shampo, sabun mandi, dan sabun cuci. Ada berbagai merek, berbagai bentuk, dan corak yang ditawarkan pada etalase toko. Produk tersebut akan bersaing, sehingga membentuk pasar persaingan monopolistik. Jadi, yang dimaksud dengan pasar monopolistik adalah suatu pasar di mana terdapat banyak produsen/perusahaan yang menjual barang/komoditas yang berbeda corak (differentiated product).
b. Menentukan Keuntungan dan Kerugian Pasar Monopolistik
Bagaimanakah cara menentukan keuntungan dan kerugian yang ada di pasar monopolistik? Perhatikanlah kurva di bawah ini dengan saksama!
Sumber: www.suarantb.com
Gambar 3.32 Jenis produk ini sering ditawarkan di pasar persaingan monopolistik seperti di toko,
supermarket dan mall.
Gambar 3.31 Kurva laba maksimum dalam pasar oligopoli
D2 MR2
Gambar 3.33 Kurva laba maksimum dalam pasar persaingan monopolistik
Gambar di atas merupakan kondisi laba maksimum perusahaan monopolistik dicerminkan apabila perusahaan berproduksi secara terus-menerus sampai pada tingkat MR = MC. Kurva mencapai keuntungan jika jumlah barang output yang diproduksi sebesar Q dengan tingkat harga P. Jumlah keuntungan maksimum yang diperoleh perusahaan monopolistik ditunjukkan oleh segi empat PABC . sedangkan keuntungan normal jangka panjang perusahaan ditunjukkan oleh segi empat CBFG.
Gambar 3.34 menunjukkan biaya rata-rata (AC) lebih tinggi daripada tingkat harga yang diminta (P) pada output sebanyak Q. Artinya bahwa perusaha-an mengalami kerugiperusaha-an yperusaha-ang ditunjuk-kan pada segi empat CABP. Tingkat kerugian dapat diminimalkan apabila keadaan MR = MC tercapai. Artinya per usahaan harus memproduksi barang sejumlah Q.