• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Karakteristik Responden

11. Jumlah Keprasan

Jumlah keprasan dalam penelitian ini adalah banyaknya keprasan tebu yang dilakukan petani setelah pertama kali penanaman tebu. Dalam penelitian ini petani tebu dengan jumlah keprasan I merupakan keprasan pertama kali, jumlah keprasan II merupakan keprasan kedua, jumlah keprasan III merupakan keprasan ketiga, sedangkan keprasan ke IV merupakan keprasan keempat.

Tabel 4.14

Jumlah Responden Petani Tebu Menurut Jumlah Keprasan

No. Jumlah Keprasan Jumlah Responden Prosentase (%)

1. I 14 24

2. II 23 40

3. III 10 18

5. IV 10 18

Jumlah 57 100

Sumber: Data primer diolah, 2012

Pada tabel 4.15 menjelaskan bahwa rata-rata responden petani tebu dengan jumlah keprasan II merupakan jumlah responden paling banyak dengan 40 responden, untuk jumlah keprasan III & IV merupakan paling sedikit dengan 18 responden, sedangkan jumlah keprasan I sebanyak 24 responden.

commit to user C. Analisis Data dan Pembahasan

1. Analisis DEA (Data Envelopment Analysis)

Berikut adalah pengolahan data seluruh petani tebu. Berdasarkan penghitungan dengan metode analisis DEA menggunakan software DEAWIN dapat dilihat pada Tabel 4.15, dari 57 petani tebu tersebut, menunjukkan tidak semua petani tebu telah mencapai tingkat efisiensi 100%. Dari hasil analisis dan pengolahan data variabel input luas lahan, pupuk, tenaga kerja, pestisida dan output produksi tebu dengan DEA diperoleh tingkat efisiensi petani tebu di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar sebagai berikut:

1

Tabel 4.15

Tingkat Efisiensi Petani Tebu

NO NAMA PETANI

INPUT OUTPUT

TINGKAT

EFISIENSI BENCHMARK

LUAS LAHAN PUPUK TENAGA

KERJA PESTISIDA PRODUKSI

1 AA 77.0% 60.4% 77.6% 77.6% 100.0% 77.63% GB AC 2 BA 90.3% 71.0% 89.5% 90.3% 100.0% 90.32% GB AC 3 CA 72.0% 77.1% 70.7% 77.1% 100.0% 77.14% AC CC 4 DA 67.3% 58.3% 67.3% 47.8% 100.0% 67.25% PB AC 5 EA 82.8% 67.3% 82.8% 66.5% 100.0% 82.82% PB AC 6 FA 62.4% 61.9% 62.4% 38.5% 100.0% 62.38% PB AC 7 GA 74.0% 79.3% 75.1% 79.3% 100.0% 79.30% GB AC 8 HA 74.3% 73.1% 74.3% 63.5% 100.0% 74.29% PB AC 9 IA 58.7% 67.7% 65.5% 67.7% 100.0% 67.72% GB AC 10 JA 70.0% 57.6% 70.0% 51.5% 100.0% 70.01% PB AC 11 KA 80.7% 80.7% 79.4% 80.7% 100.0% 80.67% GB AC 12 LA 63.9% 63.9% 59.7% 47.9% 100.0% 63.89% AC - 13 MA 66.7% 58.0% 65.7% 52.1% 100.0% 66.67% AC - 14 NA 70.9% 76.0% 71.4% 76.0% 100.0% 75.99% GB AC 15 OA 83.9% 80.2% 76.8% 83.9% 100.0% 83.87% GB AC 16 PA 77.4% 71.0% 76.9% 77.4% 100.0% 77.42% GB AC 17 QA 74.0% 79.3% 74.9% 79.3% 100.0% 79.30% GB AC 18 RA 83.9% 76.9% 75.2% 83.9% 100.0% 83.87% GB AC 19 SA 75.6% 68.3% 78.4% 78.4% 100.0% 78.44% GB AC 20 TA 68.4% 63.3% 68.7% 68.7% 100.0% 68.65% GB AC 21 UA 77.4% 77.4% 75.9% 77.4% 100.0% 77.42% PB AC 22 VA 73.5% 63.5% 73.5% 72.7% 100.0% 73.50% PB AC

2 23 WA 80.1% 74.9% 81.0% 81.0% 100.0% 80.98% GB AC 24 XA 83.8% 76.7% 83.9% 83.9% 100.0% 83.93% GB AC 25 YA 64.5% 64.5% 63.5% 64.5% 100.0% 64.52% GB AC 26 AB 77.4% 77.4% 75.8% 77.4% 100.0% 77.42% GB AC 27 BB 77.4% 74.1% 74.9% 77.4% 100.0% 77.42% GB AC 28 CB 74.0% 84.6% 72.4% 84.6% 100.0% 84.58% GB AC 29 DB 80.6% 80.6% 79.6% 80.6% 100.0% 80.65% GB AC 30 EB 71.0% 65.1% 68.7% 71.0% 100.0% 70.97% GB AC 31 FB 77.4% 71.0% 73.3% 77.4% 100.0% 77.42% GB AC 32 GB 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.00% - - 33 HB 83.5% 87.4% 82.0% 87.4% 100.0% 87.40% GB AC 34 IB 66.7% 57.1% 65.5% 50.0% 100.0% 66.67% AC - 35 JB 70.4% 81.3% 69.5% 81.3% 100.0% 81.26% GB AC 36 KB 81.5% 73.6% 85.1% 85.1% 100.0% 85.15% GB AC 37 LB 80.6% 73.9% 79.4% 80.6% 100.0% 80.65% GB AC 38 MB 84.7% 77.5% 85.4% 85.4% 100.0% 85.40% GB AC 39 NB 66.7% 66.7% 56.5% 41.7% 100.0% 66.67% AC - 40 OB 72.2% 60.2% 65.8% 51.6% 100.0% 72.22% AC - 41 PB 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.00% - - 42 QB 67.3% 55.8% 67.3% 45.6% 100.0% 67.25% PB AC 43 RB 66.7% 55.6% 61.2% 55.6% 100.0% 66.67% AC 44 SB 64.3% 65.7% 65.7% 65.0% 100.0% 65.66% PB AC 45 TB 73.6% 66.3% 74.3% 74.3% 100.0% 74.28% GB AC 46 UB 48.6% 51.6% 53.3% 53.3% 100.0% 53.28% GB AC 47 VB 56.0% 41.4% 56.0% 39.8% 100.0% 56.04% PB AC 48 WB 69.4% 55.6% 69.1% 57.9% 100.0% 69.44% AC - 49 XB 67.1% 72.7% 59.5% 72.7% 100.0% 72.69% GB AC

2 50 YB 57.7% 34.5% 57.7% 31.3% 100.0% 57.73% PB AC 51 AC 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.00% - - 52 BC 75.3% 67.9% 78.6% 78.6% 100.0% 78.60% GB AC 53 CC 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.0% 100.00% - - 54 DC 62.4% 61.9% 62.4% 51.3% 100.0% 62.38% PB AC 55 EC 66.7% 55.6% 66.5% 46.9% 100.0% 66.67% AC - 56 FC 90.3% 71.0% 79.3% 90.3% 100.0% 90.32% GB AC 57 GC 77.4% 71.0% 73.3% 77.4% 100.0% 77.42% GB AC

Sumber: Hasil olah data (DEAWIN)

Setelah dilakukan pengolahan data diketahui bahwa jumlah petani tebu yang sudah mencapai efisiensi 100% berjumlah 4 petani, yaitu petani AC, CC, PB, GB. Diketahui pula jumlah petani yang belum efisien terdapat 54 petani, yaitu UB, YB, EB, YA, RB, IA, DC, FA, GC, FB, NB, NA, RA, AB, SB, OA, AA,DA, QA, FC, SA, BC, JB, VA, LA, CA, DB, VB, BA, GA, TA, QB, OB, JA, BB, EA, XA, HB, WA, TB, UA, EC, IB, CB, HA, KA, KB, LB, MA, MB, PA, WB, XB. Untuk petani tebu yang belum efisien direkomendasikan mengacu petani yang sudah efisien sesui dengan benchmark pada tabel 4.15.

commit to user

1

Selanjutnya menganalisis tingkat efisiensi masing-masing petani tebu,

dari hasil analisis menggunakan DEA dapat diketahui petani tebu yang sudah

efisien atau belum efisien. Untuk petani tebu yang belum efisien secara teknis

atau inefisien ditunjukkan dengan score efisiensi yang belum mencapai 100%

dimana penggunaan input untuk menghasilkan output belum maksimal. Hasil

pengolahan data ini juga menunjukkan target yang seharusnya dicapai. Target

ini terdiri dari 5 objek, yaitu :

i. Variable, merupakan nama-nama variabel input dan output yang digunakan

dalam menganalisis efisiensi teknis petani tebu.

ii. Actual, merupakan nilai dari variabel input dan output yang terjadi secara

riil dalam operasional petani tebu.

iii. Target, merupakan nilai yang seharusnya dicapai oleh variabel input dan

output untuk mencapai tingkat efisiensi petani tebu yang maksimal.

iv. To Gain, merupakan presentase nilai yang masih bisa dimaksimalkan oleh

variabel input untuk mencapai produktivitas maksimal, sedangkan untuk

variabel output merupakan presentase nilai yang belum dicapai petani tebu.

v. Achieved, bagi variabel input adalah presentase nilai yang sudah

dimanfaatkan petani tebu, sedangkan untuk variabel output merupakan

presentase nilai yang sudah dicapai petani tebu.

Berikut adalah hasil analisis DEA petani tebu di Kecamatan

commit to user

1. Petani Tebu AA

Tabel 4.16

Hasil Pengolahan Data Petani Tebu AA

Variabel Tingkat

Efisiensi Actual Target To Gain Achieved LUAS LAHAN 77.63% 1.0 0.8 23.0% 77.0% PUPUK 14.0 8.4 39.6% 60.4% TENAGA KERJA 169.0 131.2 22.4% 77.6% PESTISIDA 2.0 1.6 22.4% 77.6% PRODUKSI 600.0 600.0 0.0% 100.0%

Sumber: Hasil olah data (DEAWIN)

Berdasarkan Tabel 4.16 dapat dilihat bahwa petani tebu AA hanya

mencapai tingkat efisiensi 77.63%. Alternatif bagi petani tebu AA untuk

meningkatkan efisiensinya adalah dengan menambah luas lahan 23.0%,

menambah pupuk 39.6%, mengurangi tenaga kerja 22.4%, menambah

pestisida 22.4%. Sedangkan untuk output produksi sudah efisien.

2. Petani Tebu BA

Tabel 4.17

Hasil Pengolahan Data Petani Tebu BA

Variabel Tingkat

Efisiensi Actual Target To Gain Achieved LUAS LAHAN 90.32% 1.0 0.9 9.7% 90.3% PUPUK 14.0 9.9 29.0% 71.0% TENAGA KERJA 172.0 153.9 10.5% 89.5% PESTISIDA 2.0 1.8 9.7% 90.3% PRODUKSI 700.0 700.0 0.0% 100.0%

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa petani tebu BA mencapai

tingkat efisiensi 90.32%. Alternatif bagi petani tebu BA untuk meningkatkan

efisiensinya adalah dengan menambah luas lahan 9.7%, menambah pupuk

29.0%, mengurangi tenaga kerja 10.5%, menambah pestisida 9.7%.

Sedangkan untuk output produksi sudah efisien. Untuk interpretasi petani tebu

selanjutnya bisa dilihat dilampiran.

Langkah selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor yang

mempengaruhi efisiensi petani tebu di Kecamatan Karanganyar Kabupaten

Karanganyar yaitu dengan analisis regresi linier berganda menggunakan

commit to user 2. Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk menganalisis pengaruh variabel pendidikan, lama usaha, jumlah

keprasan dan tanggungan keluarga terhadap efisiensi petani tebu,

mengunakan alat analisis regresi berganda untuk dapat mengukur dan besaran

pengaruh beberapa variabel bebas (independent variables) terhadap efisiensi

petani tebu sebagai variabel terikat (dependent variable).

Dalam penelitian ini persamaan model regresi sebagai berikut

(Gujarati, 1999: 91):

Y = β01 X1+ β2 X2+ β3 X3+ β4 D1+ β5 D2+ β6 D3 + ei

Dimana : Y = efisiensi petani tebu (dalam satuan persen)

X1 = pendidikan (dalam satuan tahun)

X2 = lama usaha (dalam satuan tahun)

X3 = tanggungan keluarga (dalam satuan orang)

D1 = 1 jika keprasan ke-2, 0 untuk lainnya

D2 = 1 jika keprasan ke-3, 0 untuk lainnya

D3 = 1 jika keprasan ke-4, 0 untuk lainnya β0 = konstanta

β1, β2, β3, β4, β5, β6 = koefisien tiap-tiap variabel ei = Variabel pengganggu

Model pengolahan data dianalisis mengunakan program Econometric Views

(E-Views) versi 7.0. adapun tahapan pengolahan data dapat dilihat pada tabel 4.16

commit to user

Tabel 4.18

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Variabel Regresi Dengan Dummy Koefisien thitung Konstans 62,48088 Pendidikan 0,892828 2,393226* Lama Usaha 0,357212 1,784095 Tanggungan 1,182265 0,752161 Keprasan Dkeprasan2 -3,238421 -0,811502 Dkeprasan3 -3,698545 -0,952626 Dkeprasan4 -10,83457 -2,461947* Fhitung 5,97359** F Sig (p) (0,000092) R2 0,417531

Sumber : E-Views versi 7.0, data diolah

Berdasarkan tabel 4.17 tersebut, hasil ekstimasi dengan mengunakan regresi

diatas dapat dituliskan persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 62,48 + 0,89PNDDK+ 0,36LU + 1,18TA - 3,24Dkep2 - 3,70Dkep3 - 10,83Dkep4 (2,39*) (1,78) (0,75) (-0,81) (-0,95) (-2,46*)

** = Sig pada taraf uji 0,01 (1%) * = Sig pada taraf uji 0,05 (5%)

Dimana:

Y = Efisiensi petani tebu PNDDK = Pendidikan

LU = Lama Usaha TA = Tanggungan

Dkep2 = Dummy Keprasan tebu ke 2 Dkep3 = Dummy Keprasan tebu ke 3 Dkep4 = Dummy Keprasan tebu ke 4

commit to user a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya

sebaran distribusi data yang digunakan dalam penelitian, dalam penelitian ini

pengujian normalitas menggunakan uji (metode) Jarque-Berra dengan

ketentuan apabila nilai signifikansi atau probabilitas > 0,05 maka data

berdistribusi normal. Gambar 4.1 Uji Normalitas 0 2 4 6 8 10 12 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 Series: Residuals Sample 1 57 Observations 57 Mean -2.99e-14 Median 0.026684 Maximum 18.92027 Minimum -15.50868 Std. Dev. 8.124829 Skewness 0.283294 Kurtosis 2.625649 Jarque-Bera 1.095258 Probability 0.578319

Sumber: data primer diolah 2012

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansi atau probabilitas

Jarque-Berra sebesar 0,578319 > 0,05 maka dapat disimpulkan sebaran data

dalam penelitian ini terdistribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regres

ditemukan adanya korelasi yang sempurna antar variabel bebas (independen).

commit to user

menggunakan metode Klein yaitu membandingkan nilai R2 pada model

regresi utama dengan regresi lainnya (variabel bebas dijadikan sebagai

variabel dependen).

Tabel 4.19

Hasil Uji Multikolinieritas

Variabel Nilai r2 Nilai R2 Kesimpulan

Pendidikan - Lama usaha 0.003 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Pendidikan - Tanggungan keluarga 0.007 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Pendidikan - Keprasan 2 0.021 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Pendidikan - Keprasan 3 0.011 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Pendidikan - Keprasan 4 0.038 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Lama usaha - Tanggungan keluarga 0.084 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Lama usaha - Keprasan

2 0.012 0.417

Tidak ada Multikolinieritas Lama usaha - Keprasan

3 0.088 0.417

Tidak ada Multikolinieritas Lama usaha - Keprasan

4 0.208 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Tanggungan keluarga - Keprasan 2 0.012 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Tanggungan keluarga - Keprasan 3 0.004 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Tanggungan keluarga - Keprasan 4 0.027 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Keprasan 2 - Keprasan 3 0.162 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Keprasan 2 - Keprasan 4 0.195 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Keprasan 3 - Keprasan 4 0.127 0.417 Tidak ada Multikolinieritas Sumber: data primer diolah 2012

commit to user

Hasil uji multikolinearitas pada pada tabel di atas model regresi utama

sebesar 0,417. Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai r2 berada di bawah

R2 hasil regresi awalnya. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa model

terbebas dari masalah multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah apabila kesalahan atau residual yang

diamati tidak memiliki varian yang konstan. Kondisi heteroskedastisitas

sering terjadi pada data cross section, atau data yang diambil dari beberapa

responden pada suatu waktu tertentu. (Ghozali, 2006 : 109). Metode

pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan metode

Breusch-Pagan-Godfrey, adapun kriteria pengujian yaitu apabila nilai thitung <

ttabel atau - thitung > -ttabel atau dengan cara melihat nilai probabilitas

(signifikansi) > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak mengalami masalah

heteroskedastisitas (data bersifat homoskedastisitas).

Dari hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan

commit to user Tabel 4.20

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel thitung p Kesimpulan

Pendidikan 1.506111 0.1383 Tidak ada Heteroskedastisitas Lama Usaha 0.107058 0.9152 Tidak ada

Heteroskedastisitas Tanggungan

Keluarga 0.356942 0.7226

Tidak ada Heteroskedastisitas Keprasan 2 -0.960628 0.3414 Tidak ada

Heteroskedastisitas Keprasan 3 1.094387 0.2790 Tidak ada

Heteroskedastisitas Keprasan 4 -0.240689 0.8108 Tidak ada

Heteroskedastisitas Sumber: data primer diolah, 2012

Berdasarkan hasil uji Heteroskedtisitas menggunakan metode

Breusch-Pagan-Godfrey di atas diketahui nilai probabilitas pada

masing-masing variabel > 0,05 dengan demikian tidak terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji-t

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi dari pengaruh variabel

independen secara individual terhadap variabel dependen. Adapun

tahap-tahap dalam pengujian adalah sebagai berikut:

1) Langkah Pengujian

a) Perumusan Hipotesis

HO : β = 0 tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap dependen.

H1 : β ≠ 0 ada pengaruh antara variabel independen terhadap dependen.

commit to user

b) Taraf significant; a = 0,05 (taraf kepercayaan 95%)

Rumus Mencari ttabel: α/2 ; n-k-1 = 0,05/2; 57-6-1 = 0,025; 50 = 2,009

c) Kriteria pengujian

Ho diterima apabila: -2,009 < thitung < 2,009 atau probabilitas > 0,05

Ho ditolak apabila: thitung > 2,009 atau probabilitas < 0,05

2) Kesimpulan

Hasil analisis pada tabel hasil regresi dengan membandingkan

thitung dan ttabel atau nilai -thitung dan -ttabel diketahui bahwa, pendidikan

berpengaruh signifikan positif (meningkatkan) terhadap nilai efisiensi

(thitung = 2,39; p = 0,020 < 0,05); lama usaha tidak berpengaruh signifikan

positif (meningkatkan) terhadap nilai efisiensi (thitung = 1,78; p = 0,080 >

0,05); tanggungan tidak berpengaruh signifikan positif (meningkatkan)

terhadap nilai efisiensi (thitung = 0,75; p = 0,46 > 0,05).

Keprasan tebu ke-2 memiliki nilai koefisien sebesar (-3,24).

Keprasan ke-2 memiliki nilai efisiensi lebih rendah dari keprasan ke-1

dengan nilai thitung = (-0,811); p = 0,42 > 0,05, akan tetapi tidak sampai

signifikan. Keprasan tebu ke-3 memiliki nilai koefisien sebesar (-3,70)

(keprasan 3 memiliki nilai efisiensi lebih rendah dari keprasan ke-1)

Daerah terima H0

Daerah tolak H0 Daerah tolak H0

commit to user

dengan nilai thitung = (-0,95); p = 0,35 > 0,05, akan tetapi tidak sampai

signifikan. Keprasan tebu ke-4 memiliki nilai koefisien sebesar (-10,83),

keprasan ke-4 memiliki nilai efisiensi lebih rendah dari keprasan ke-1

dengan nilai thitung = (-2,46); p = 0,017 < 0,05, hasil tersebut

menunjukkan jumlah keprasan tebu ke-4 berpengaruh signifikan dalam

menurunkan efisiensi (tidak efisien).

e. Uji F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel

bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara

bersama-sama terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2001: 98).

Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:

1) Perumusan Hipotesis

HO : β = 0; tidak ada pengaruh antara seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

H1: β ≠ 0; ada pengaruh antara seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

2) Taraf significant; a = 0,05 (taraf kepercayaan 95%)

3) Rumus Mencari Ftabel: n-k-1; k-1 = 57-6-1; 6-1 = 50; 5 = 2,45.

4) Kriteria pengujian

0

Daerah terima H0 Daerah tolak H0

commit to user

Ho diterima apabila: Fhitung < 2,45 atau probabilitas (p) > 0,05.

Ho ditolak apabila: Fhitung > 2,45 atau probabilitas < 0,05.

Hasil analisis menunjukkan nilai Fhitung sebesar 5,973 > 2,45

(Ftabel) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa

pendidikan, lama usaha, tanggungan dan dummy keprasan tebu (2, 3, dan

4) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap efisiensi.

f. Koefisien Determinasi

Hasil analisis data diperoleh R² sebesar 0,418 ini menunjukkan bahwa

variabel variabel pendidikan, lama usaha, tanggungan, dummy keprasan 2,

dummy keprasan 3, dan dummy keprasan 4 dapat menjelaskan efisiensi

sebesar 41,8%. Sedangkan sisanya sebesar 58,2% mendapat kontribusi atau

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam model.

g. Pembahasan Hasil Penelitan

Berdasarkan hasil analisis di atas, maka pembahasan secara lengkap

akan diuraikan sebagai berikut:

1) Pengaruh Pendidikan terhadap Efisiensi Petani

Nilai koefisien regresi pendidikan adalah sebesar 0.892 dengan

nilai probabilitas sebesar 0.020, sehingga koefisien dari pendidikan

signifikan pada level signifikansi 5%. Artinya apabila pendidikan

mengalami kenaikan maka akan mempengaruhi efisiensi petani. Hasil

penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya bahwa variabel

commit to user

Vu, Frantisek (2006), Sreenivasa, dkk (2009), Poudel (2011), Naceur, dkk

(2008), Mevlut, dkk (2009).

2) Pengaruh Lama Usaha terhadap Efisiensi Petani

Nilai koefisien regresi variabel lama usaha adalah sebesar

0.357 dengan nilai probabilitas sebesar 0.080, sehingga koefisien dari lama

usaha tidak signifikan pada level signifikansi 5% yang artinya lama usaha

tidak berpengaruh terhadap efisiensi petani.

3) Pengaruh Tanggungan Keluarga terhadap Efisiensi Petani

Nilai koefisien regresi variabel tanggungan keluarga adalah

sebesar 1.182 dengan nilai probabilitas sebesar 0.455, sehingga koefisien

dari tanggungan keluarga tidak signifikan pada level signifikansi 5%, yang

artinya tanggungan keluarga tidak mempengaruhi efisiensi petani.

4) Pengaruh Jumlah Keprasan terhadap Efisiensi Petani

Nilai koefisien regresi variabel keprasan ke-2 adalah sebesar

(-3.238) dengan nilai probabilitas sebesar 0.421, sehingga koefisien dari

keprasan ke-2 tidak signifikan pada level signifikansi 5%. Keprasan ke-2

memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah dibandingkan jumlah keprasan

tebu yang pertama dan tidak mempengaruhi efisiensi petani.

Nilai koefisien regresi variabel keprasan ke-3 adalah sebesar

(-3.698) dengan nilai probabilitas sebesar 0.345, sehingga koefisien dari

keprasan ke-3 tidak signifikan pada level signifikansi 5%. Keprasan ke-3

commit to user

efisiensi yang lebih rendah dibandingkan jumlah keprasan tebu pertama

dan ke-2.

Nilai koefisien regresi variabel keprasan ke-4 adalah sebesar

(-10.834) dengan nilai probabilitas sebesar 0.017, sehingga koefisien dari

keprasan ke-4 signifikan pada level signifikansi 5%. Keprasan ke-4

memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah dibandingkan jumlah keprasan

tebu yang pertama, ke-2 dan ke-3. Keprasan ke-4 memiliki pengaruh

Dokumen terkait