• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.2 Analisa Deskriptif

4.2.6 Jumlah Mioma

Sesuai hasil pengumpulan data di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tidak terdapat data jumlah mioma pada kartu status, tidak terdapat kolom pengisian data mengenai jumlah mioma pada penderita mioma.

4.2.7 Riwayat Pemakaian Alat Kontrasepsi

Sesuai hasil pengumpulan data di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tidak terdapat data riwayat pemakaian alat kontrasepsi pada kartu status, tidak terdapat kolom pengisian data mengenai riwayat pemakaian alat kontrasepsi pada penderita mioma.

4.2.8 Keluhan

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.5 Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keluhan Penderita Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Keluhan f %

Pendarahan Abnormal 114 48,1

Nyeri Abdomen 95 40,1

Tanda Penekanan 28 11,8

Total 237 100

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan keluhan adalah Pendarahan abnormal yaitu 114 orang (48,1%). Terdapat 95 orang penderita yang memiliki keluhan nyeri abdomen (40,1%), dan 28 orang penderita yang memiliki keluhan tanda penekanan (11,8%).

4.2.9 Tindakan Medis

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan tindakan medis dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.6 Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tindakan Medis Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Tindakan Medis f %

Pengobatan konservatif 34 14,4

Miomektomi 28 11,8

Histerektomi 175 73,8

Total 237 100

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan tindakan medis adalah Histerektomi yaitu 175 orang (73,8%). Terdapat 34 orang penderita yang menerima pengobatan konservatif (14,3%), dan 28 orang penderita Miomektomi (11,8%).

4.2.10 Lama Rawatan Rata-rata

Lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.7 Lama Rawatan Rata-rata Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 Lama Rawatan Rata-rata

N 237

Mean 6,70

SD (Standard Deviation) 2,554

Minimum rawatan paling singkat 1 hari dan lama rawatan paling lama adalah 16 hari.

4.2.11 Keadaan Sewaktu Pulang

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keadaan sewaktu pulang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.8 Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Keadaan Sewaktu Pulang f %

Pulang sembuh 214 90,3

Pulang atas permintaan sendiri 23 9,7

Total 237 100

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan keadaan sewaktu pulang adalah Pulang sembuh yaitu 214 orang (90,3%) dan pulang atas permintaan sendiri yaitu 23 orang (9,7%).

4.3 Analisa Bivariat

4.3.1 Umur Berdasarkan Tindakan Medis

Proporsi ukuran diameter penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.9 Distribusi Proporsi Umur Berdasarkan Tindakan Medis Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Tindakan Medis Umur (tahun) Total

20-35 >35

f % f % f %

Pengobatan konservatif 2 5,9 32 94,1 34 100

Miomektomi 10 35,7 18 64,3 28 100

Histerektomi 9 5,1 166 94,9 175 100

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa proporsi kelompok umur 20-35 tahun yang mendapat pengobatan konservatif adalah 2 orang (5,9%), yang mendapat tindakan medis miomektomi adalah 10 orang (35,7%), dan yang melakukan histerektomi adalah 9 orang (5,1%).

Proporsi penderita mioma uteri pada kelompok umur >35 tahun yang mendapat pengobatan konservatif adalah 32 orang (94,1%), yang mendapat tindakan medis miomektomi adalah 18 orang (64,3%), dan yang melakukan histerektomi adalah 166 orang (94,9%).

4.3.2 Ukuran Diameter Berdasarkan Keluhan

Proporsi ukuran diameter penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.10 Distribusi Proporsi Ukuran Diameter Mioma Berdasarkan Keluhan Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Keluhan Ukuran Diameter Mioma Total

≤5 cm >5 cm

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan pendarahan abnormal adalah 47,4% (54 orang) yang berdiameter ≤5 cm dan 52,6% (60 orang) yang berdiameter >5 cm.

Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan nyeri abdomen adalah 29,5% (28 orang) yang memiliki diameter mioma ≤5 cm dan 70,5% (67 orang) yang berdiameter >5 cm.

Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan tanda penekanan adalah 21,4% (6 orang) yang memiliki diameter mioma ≤5 cm dan 78,6% (22 orang) yang berdiameter >5 cm.

Analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p=

0,005 ( p<0,05 ) artinya ada perbedaan bermakna antara ukuran diameter mioma

4.3.3 Letak Mioma Berdasarkan Keluhan

Proporsi letak mioma penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.11 Distribusi Proporsi Letak Mioma Berdasarkan Keluhan Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Keluhan Letak Mioma Total

m.subserosum m.intramural m.submukosum

f % f % f % f %

Pend.abnormal 10 8,8 90 78,9 14 12,3 114 100,0

Nyeri abdomen 13 13,7 80 84,2 2 2,1 95 100,0

Tanda penekanan 4 14,3 19 67,9 5 17,9 28 100,0

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan pendarahan abnormal 8,8% (10 orang) adalah mioma subserosum, 78,9% (90 orang) adalah mioma intramural dan 12,3% (14 orang) adalah mioma submukosum.

Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan nyeri abdomen 13,7% (13 orang) adalah mioma subserosum, 84,2% (80 orang) adalah mioma intramural dan 2,1% (2 orang) adalah mioma submukosum.

Proporsi penderita mioma uteri yang memilki keluhan tanda penekanan 14,3% (4 orang) adalah mioma subserosum, 67,9% (19 orang) adalah mioma intramural dan 17,9% (5 orang) adalah mioma submukosum.

Analisa menggunakan uji chi-square tidak dapat dilakukan karena terdapat 2 sel (22,2%) expected count yang besarnya kurang dari 5, oleh karena itu

maka dilakukanlah metode penggabungan sel. Maka diperolehlah hasilnya pada tabel berikut.

Tabel 4.12 Distribusi Proporsi Letak Mioma Berdasarkan Keluhan Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 (Penggabungan Sel)

Keluhan Letak Mioma Total

m.subserosum m.intramural m.submukosum

f % f % f % f %

Pend.abnormal 10 8,8 90 78,9 14 12,3 114 100,0 Nyeri abdomen

dan tanda penekanan

17 13,8 99 80,5 7 5,7 123 100,0

p=0,120

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan pendarahan abnormal 8,8% (10 orang) adalah mioma subserosum, 78,9% (90 orang) adalah mioma intramural dan 12,3% (14 orang) adalah mioma submukosum.

Proporsi penderita mioma uteri yang tidak ada pendarahan ( nyeri abdomen dan tanda penekanan) 13,8% (17 orang) adalah mioma subserosum, 80,5% (99 orang) adalah mioma intramural dan 5,7% (7 orang) adalah mioma submukosum.

Analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p=0,120 ( p>0,05 ) artinya tidak ada perbedaan bermakna antara letak mioma berdasarkan keluhan.

4.3.4 Lama Rawatan Berdasarkan Tindakan Medis

Lama rawatan berdasarkan tindakan medis penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.13 Lama Rawatan Berdasarkan Tindakan Medis Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Tindakan medis Lama Rawatan Rata-rata (Hari)

N Mean SD

Pengobatan konservatif 34 3,26 1,781

Miomektomi 28 6,64 2,215

Histerektomi 175 7,38 2,170

Total 237 6,70 2,554

p=0,000

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa 34 orang penderita mioma uteri yang pengobatan konservatif dengan lama rawatan rata-rata adalah 3,26 (3 hari). Terdapat 28 orang penderita mioma uteri yang miomektomi dengan lama rawatan rata-rata 6,64 (7 hari), 175 orang penderita mioma uteri yang histerektomi dengan lama rawatan rata-rata 7,34 (7 hari).

Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna antara lama rawatan rata-rata berdasarkan tindakan medis.

4.3.5 Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang

Lama rawatan rata-rata berdasarkan keadaaan sewaktu pulang penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 4.14 Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Mioma Uteri yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015

Keadaan Sewaktu Pulang Lama Rawatan Rata-rata (Hari)

N Mean SD

Pulang Sembuh 214 7,11 2,309

Pulang atas permintaan sendiri 23 2,91 1,311

Total 237 6,70 2,554

p=0,000

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa dari 214 orang penderita yang pulang sembuh dengan lama rawatan rata-rata 7,11 (7 hari). Terdapat 23 orang yang pulang atas permintaan sendiri dengan lama rawatan rata-rata 2,91 (3 hari).

Hasil uji Mann-Whitney diperoleh p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada perbedaan signifikan antara lama rawatan berdasarkan keadaan sewaktu pulang.

5.1 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Sosiodemografi

5.1.1 Umur

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan umur dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.1 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Umur yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.1 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi adalah kelompok umur 40-49 tahun yaitu 140 orang (59,1%), kemudian pada kelompok umur 30-39 tahun yaitu 51 orang (21,5%), pada kelompok umur 50-59 tahun yaitu

3.4%

34 orang (14,3%), pada kelompok umur 20-29 tahun yaitu 8 orang (3,4%) dan terendah pada kelompok umur >60 tahun yaitu 4 orang (1,7%).

Hasil yang serupa didapati pada penelitian yang dilakukan di RSUD Dr.

Pirngadi Medan pada bulan Februari 2012 hingga Juli 2012 dimana jumlah penderita mioma uteri dalam kelompok usia 40-49 tahun adalah tertinggi sebanyak 91 orang (Ginting, 2012).

Penelitian di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2014 menyatakan bahwa penderita mioma uteri paling banyak terdapat pada kelompok usia 40-49 tahun yaitu sebanyak 74 orang (52,9%) (Anbualagan, 2015). Penelitian Shukri di Rumah Sakit Adam Malik Medan pada tahun 2014 ditemukan bahwa kelompok umur penderita mioma uteri tertinggi adalah 40-49 tahun yaitu sebesar 45,2%.

Penelitian lain yang bertepatan yaitu penelitian yang pernah dijalankan di Pusan St.Benedict Hospital (Korea), Jung et-al di Mokpo St.Columban’s Hospital bahwa kasus mioma uteri terbanyak terjadi pada kelompok umur 40-49 tahun (Ran Ok et-al, 2007).

Penelitian Pasinggi Tahun 2015 di RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou mengenai penderita mioma uteri pada periode 1 Juli 2013-1 Juli 2014 diperoleh bahwa penderita mioma uteri tertinggi berada di kelompok umur 41-50 tahun berjumlah 72 kasus (56,7%). Hasil yang serupa juga ditemui pada penelitian di Rumah Sakit Tentara Tk-IV 01.07.01 Pematangsiantar tahun 2014 bahwa penderita mioma tertinggi berada pada kelompok umur 41-50 tahun sebanyak 70,7% (Lubis, 2016)

Mioma uteri tinggi kejadiannya pada usia reproduktif, dimana mioma uteri dirangsang oleh hormon esterogen. Wanita setiap bulannya terpapar oleh hormon

tersebut dari awal haid pertama (menarche) sampai menopause. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron, faktor pertumbuhan epidermal dan insulin-like growth factor yang distimulasi oleh estrogen. Anderson dkk, telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma (Prawirohardjo, 2008). Jarang ditemukan kasus mioma uteri pada usia sebelum menarche dan menurun pada usia menopause. Dalam penelitian ini tidak ditemukannya penderita mioma uteri yang berumur < 20 tahun dan menurun pada usia menopause >50 tahun. Ini dikarenakan tumor mioma tumbuh dengan lambat sehingga gejala mioma uteri biasanya muncul pada usia diatas 40 tahun dan menyusut pada usia menopause. Ditemukannya mioma uteri pada penderita yang sudah menopause dicurigai menderita leimiosarkoma.

5.1.2 Suku

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan suku dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.2 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Suku yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.2 menunjukkan bahwa proporsi suku tertinggi adalah Batak yaitu 198 orang (83,5%), kemudian suku Nias 12 orang (5,1%) dan sisanya adalah suku Jawa, Aceh dan lain-lain. Pada penelitian ini suku Batak adalah penggabungan suku Batak Toba, Karo, Simalungun, Pak-pak, dan Mandailing.

Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan antara suku dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukan penderita mioma uteri yang berobat ke rumah sakit tersebut lebih banyak pada masyarakat bersuku Batak.

83.5%

Batak Jawa Aceh Tionghoa Nias Lain-lain

Proporsi (%)

Suku

5.1.3 Agama

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan agama dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.3 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Agama yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.3 menunjukkan bahwa agama tertinggi adalah Kristen Protestan yaitu 140 orang (59,1%), kemudian Kristen Katholik yaitu 72 orang (30,4%), agama Islam yaitu 22 orang (9,3%), agama Hindu yaitu 2 orang (0,8%) dan Buddha yaitu 1 orang (0,4%).

Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan antara agama dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukkan penderita mioma uteri yang datang berobat ke Rumah Sakit Santa Elisabeth mayoritas beragama Kristen.

9.3%

5.1.4 Pekerjaan

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.4 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Pekerjaan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.4 menunjukkan bahwa proporsi pekerjaan tertinggi adalah Ibu rumah tangga yaitu 86 orang (36,3%), kemudian pekerjaan lain-lain yaitu 48 orang (20,3%), pegawai negeri (PNS/TNI/Polri) yaitu 46 orang (19,4%), wiraswasta yaitu 33 orang (13,9%), dan pegawai swasta yaitu 24 orang (10,1%).

Pekerjaan lain lain adalah biarawati dan petani.

Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan pekerjaan dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukan pengunjung yang berobat ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan terbanyak adalah ibu rumah tangga.

36.3%

20.3%

19.4%

13.9%

10.1% Ibu rumah tangga

Lain-lain

Pegawai Negeri (PNS/TNI/Polri) Wiraswasta

Pegawai swasta

Hal ini sesuai dengan penelitian Ginting Y (2012) di RSUD Dr.Pirngadi Medan dari tahun 2009 -2011 melaporkan proporsi tertinggi yang mengalami mioma uteri berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (69,1%).

5.1.5 Status Perkawinan

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan status perkawinan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.5 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Perkawinan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.5 menunjukkan bahwa proporsi status perkawinan tertinggi adalah Kawin yaitu 187 orang (78,9%) dan Tidak Kawin yaitu 50 orang (21,1%). Penderita mioma uteri yang tidak kawin termasuk didalamnya biarawati sebanyak 27 orang. Dan sebanyak 23 orang sisanya penderita mioma uteri yang telah memasuki usia kawin tetapi tidak kawin.

78.9%

21.1%

Kawin Tidak kawin

Hasil penelitian penelitian Purba L. (2006) di RSUP H. Adam Malik Medan juga menemukan bahwa proporsi penderita mioma uteri yang tertinggi adalah pada kelompok dengan status kawin (91,0%).

5.1.6 Tempat Tinggal

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan tempat tinggal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.6 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tempat Tinggal yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.6 menunjukkan bahwa proporsi tempat tinggal tertinggi adalah Kota Medan yaitu 128 orang (54%) dan Luar Kota Medan yaitu 109 orang (46%).

Hal ini diasumsikan karena letak Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan berada di kota Medan sehingga banyak penderita yang berasal dari kota Medan.

54%

46% Kota Medan

Luar kota Medan

Penderita yang berasal dari Luar Kota Medan merupakan yang berasal dari Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Tobasa, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, dan lain-lain.

5.2 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Haid

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan status haid dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.7 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Haid yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.7 menunjukkan bahwa proporsi status haid tertinggi adalah Haid (subur) yaitu 231 orang (97,5%) dan Tidak haid lagi (menopause) yaitu 6 orang (2,5%). Penderita yang menopause merupakan 1 orang penderita yang berada pada kelompok umur 50-59 tahun yaitu 57 tahun, dan

97.5%

2.5%

Haid (subur)

Tidak haid lagi (menopause)

sisanya pada kelompok umur >60 tahun. Dan penderita mioma yang menopause seluruhnya memiliki letak mioma yaitu mioma intramural.

Mioma uteri umumnya ditemukan pada masa reproduksi, karena adanya rangsangan estrogen, tidak akan dijumpai sebelum menarche, dan setelah menopause mioma uteri akan mengecil seiring dengan penurunan kadar estrogen.

Ditemukannya mioma uteri pada penderita yang menopause dicurigai menderita leimiosarkoma (Prawirohardjo, 2008).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009-2011 bahwa proporsi status haid penderita mioma uteri tertinggi adalah masih haid (90,8%).

5.3 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Ukuran Diameter Mioma

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan ukuran diameter mioma dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 5.8 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Ukuran Diameter Mioma yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.8 menunjukkan bahwa proporsi ukuran diameter tertinggi adalah >5 cm yaitu 149 orang(62,9%) dan yang berukuran ≤5 cm yaitu 88 orang (37,1%).

Pertumbuhan mioma uteri sangat lambat tetapi progresif diperkirakan memerlukan waktu sekitar 3 tahun untuk dapat mencapai ukuran sebesar kepalan tangan dan dengan pertumbuhannya ini dapat mencapai berat lebih dari 5 kg (Winkjosastro,2008).

62.9%

37.1%

>5 cm

≤5 cm

5.4 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Letak Mioma

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan ukuran diameter mioma dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 5.9 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Letak Mioma yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.9 menunjukkan bahwa proporsi letak mioma tertinggi adalah Mioma Intramural yaitu 189 orang (79,7%), kemudian Mioma Subserosum yaitu 27 orang (11,4%) dan Mioma Submukosum yaitu 21 orang (8,9%).

Pertumbuhan mioma dapat terjadi dibeberapa tempat sesuai dengan perkembangan mioma. Pada umumnya letak mioma adalah intramural, namun dapat juga tumbuh menonjol kearah rongga peritoneum (subserosa) dan kearah kavum uteri (submukosa). Mioma submukosa berada dibawah endometrium dan

79.7%

11.4%

8.9%

Mioma Intramural Mioma Subserosum Mioma Submukosum

menonjol ke rongga uterus, dapat tumbuh bertangkai kemudian dilahirkan melalui saluran serviks (myoma geburt) (Winkjosastro, 2008).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2009-2011 bahwa penderita mioma uteri dengan letak mioma tertinggi adalah mioma Intramural yaitu 41,9%.

Penelitian yang dilakukan Anbualagan tahun 2014 di RSUP Haji Adam Malik dilaporkan bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan letak mioma adalah mioma Intramural yaitu 55 orang(39,3%).

5.5 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keluhan

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.10 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keluhan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.10 menunjukkan bahwa proporsi keluhan tertinggi adalah Pendarahan abnormal yaitu 114 orang (48,1%), kemudian Nyeri abdomen yaitu 95 orang (40,1%), dan yang terendah adalah Tanda penekanan yaitu 28 orang (11,8%).

Pendarahan merupakan gejala klinis yang paling sering dialami penderita mioma uteri, dimana jumlah pendarahan dipengaruhi oleh ukuran mioma sedangkan tingkat keparahan pendarahan dipengaruhi lokasi submukosa. Keluhan pendarahan abnormal yang umumnya terjadi menoragia dan metroragia

48.1%

40.1%

11.8%

Pendarahan Abnormal Nyeri Abdomen Tanda Penekanan

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUP Haji Adam Malik tahun 2009-2012 bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan keluhan utama tertinggi adalah pendarahan abnormal yaitu 75 orang(51,4%).

5.6 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tindakan Medis

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.11 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tindakan Medis yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.11 menunjukkan bahwa proporsi tindakan medis tertinggi adalah Histerektomi yaitu 175 orang (73,8%), kemudian Pengobatan konservatif yaitu 34 orang (14,4%) dan yang terendah adalah Miomektomi yaitu 28 orang (11,8%).

73.8%

14.4%

11.8%

Histerektomi

Pengobatan konservatif Miomektomi

Penatalaksanaan medis terhadap mioma tergantung pada letak mioma, ukuran dan jika ditemukan memliki kemungkinan untuk menjadi ganas. Hasil penelitian yang dilakukan Sipayung Y (2016) di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam tahun 2013-2015 melaporkan bahwa distribusi penderita mioma uteri berdasarkan penatalaksanaan medis tertinggi adalah histerektomi yaitu 34 orang (55,1%). Penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUP Haji Adam Malik tahun 2009-2012 melaporkan proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan penatalaksanaan medis adalah histerektomi (50,0%).

5.7 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Lama Rawatan

Lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri adalah 6,7 (7 hari) dengan Standard Deviation 2,554. Dengan lama rawatan paling singkat 1 hari dan lama rawatan paling lama adalah 16 hari.

Lama rawatan penderita mioma uteri berbeda-beda sesuai dengan keadaan masing-masing pasien. Pasien yang paling singkat dirawat yaitu selama 1 hari mendapatkan penatalaksanaan medis secara konservatif dan pulang atas permintaan sendiri. Secara umum sebelum dilakukan tindakan operatif dilakukan penderita harus menjalani beberapa pemeriksaan, dan kemudian mendapat perawatan dari rumah sakit sampai kondisi pasien pulih.

5.8 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang

Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.12 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015

Berdasarkan Gambar 5.12 menunjukkan bahwa proporsi keadaan sewaktu pulang adalah Pulang sembuh yaitu 214 orang (90,3%) dan Pulang atas permintaan sendiri yaitu 23 orang (9,7%).

Pasien yang pulang atas permintaan sendiri pada penderita mioma uteri dikarenakan masalah biaya dan persetujuan keluarga dalam melakukan tindakan medis operasi.

Pada pasien yang pulang sembuh tetap melakukan kontrol ulang

90.3%

9.7%

Pulang sembuh

Pulang atas permintaan sendiri (PAPS)

miomektomi untuk mengobservasi luka pasca operasi dan mengganti perban serta memberi terapi selanjutnya seperti antibiotik, penghilang rasa nyeri dan obat lain jika diperlukan.

5.9 Analisa Bivariat

5.9 Analisa Bivariat