BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Analisa Bivariat
4.3.5 Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang
Lama rawatan rata-rata berdasarkan keadaaan sewaktu pulang penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.14 Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Mioma Uteri yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015
Keadaan Sewaktu Pulang Lama Rawatan Rata-rata (Hari)
N Mean SD
Pulang Sembuh 214 7,11 2,309
Pulang atas permintaan sendiri 23 2,91 1,311
Total 237 6,70 2,554
p=0,000
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa dari 214 orang penderita yang pulang sembuh dengan lama rawatan rata-rata 7,11 (7 hari). Terdapat 23 orang yang pulang atas permintaan sendiri dengan lama rawatan rata-rata 2,91 (3 hari).
Hasil uji Mann-Whitney diperoleh p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada perbedaan signifikan antara lama rawatan berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
5.1 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Sosiodemografi
5.1.1 Umur
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan umur dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.1 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Umur yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.1 menunjukkan bahwa proporsi tertinggi adalah kelompok umur 40-49 tahun yaitu 140 orang (59,1%), kemudian pada kelompok umur 30-39 tahun yaitu 51 orang (21,5%), pada kelompok umur 50-59 tahun yaitu
3.4%
34 orang (14,3%), pada kelompok umur 20-29 tahun yaitu 8 orang (3,4%) dan terendah pada kelompok umur >60 tahun yaitu 4 orang (1,7%).
Hasil yang serupa didapati pada penelitian yang dilakukan di RSUD Dr.
Pirngadi Medan pada bulan Februari 2012 hingga Juli 2012 dimana jumlah penderita mioma uteri dalam kelompok usia 40-49 tahun adalah tertinggi sebanyak 91 orang (Ginting, 2012).
Penelitian di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2014 menyatakan bahwa penderita mioma uteri paling banyak terdapat pada kelompok usia 40-49 tahun yaitu sebanyak 74 orang (52,9%) (Anbualagan, 2015). Penelitian Shukri di Rumah Sakit Adam Malik Medan pada tahun 2014 ditemukan bahwa kelompok umur penderita mioma uteri tertinggi adalah 40-49 tahun yaitu sebesar 45,2%.
Penelitian lain yang bertepatan yaitu penelitian yang pernah dijalankan di Pusan St.Benedict Hospital (Korea), Jung et-al di Mokpo St.Columban’s Hospital bahwa kasus mioma uteri terbanyak terjadi pada kelompok umur 40-49 tahun (Ran Ok et-al, 2007).
Penelitian Pasinggi Tahun 2015 di RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou mengenai penderita mioma uteri pada periode 1 Juli 2013-1 Juli 2014 diperoleh bahwa penderita mioma uteri tertinggi berada di kelompok umur 41-50 tahun berjumlah 72 kasus (56,7%). Hasil yang serupa juga ditemui pada penelitian di Rumah Sakit Tentara Tk-IV 01.07.01 Pematangsiantar tahun 2014 bahwa penderita mioma tertinggi berada pada kelompok umur 41-50 tahun sebanyak 70,7% (Lubis, 2016)
Mioma uteri tinggi kejadiannya pada usia reproduktif, dimana mioma uteri dirangsang oleh hormon esterogen. Wanita setiap bulannya terpapar oleh hormon
tersebut dari awal haid pertama (menarche) sampai menopause. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron, faktor pertumbuhan epidermal dan insulin-like growth factor yang distimulasi oleh estrogen. Anderson dkk, telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma (Prawirohardjo, 2008). Jarang ditemukan kasus mioma uteri pada usia sebelum menarche dan menurun pada usia menopause. Dalam penelitian ini tidak ditemukannya penderita mioma uteri yang berumur < 20 tahun dan menurun pada usia menopause >50 tahun. Ini dikarenakan tumor mioma tumbuh dengan lambat sehingga gejala mioma uteri biasanya muncul pada usia diatas 40 tahun dan menyusut pada usia menopause. Ditemukannya mioma uteri pada penderita yang sudah menopause dicurigai menderita leimiosarkoma.
5.1.2 Suku
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan suku dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.2 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Suku yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.2 menunjukkan bahwa proporsi suku tertinggi adalah Batak yaitu 198 orang (83,5%), kemudian suku Nias 12 orang (5,1%) dan sisanya adalah suku Jawa, Aceh dan lain-lain. Pada penelitian ini suku Batak adalah penggabungan suku Batak Toba, Karo, Simalungun, Pak-pak, dan Mandailing.
Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan antara suku dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukan penderita mioma uteri yang berobat ke rumah sakit tersebut lebih banyak pada masyarakat bersuku Batak.
83.5%
Batak Jawa Aceh Tionghoa Nias Lain-lain
Proporsi (%)
Suku
5.1.3 Agama
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan agama dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.3 Diagram Bar Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Agama yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.3 menunjukkan bahwa agama tertinggi adalah Kristen Protestan yaitu 140 orang (59,1%), kemudian Kristen Katholik yaitu 72 orang (30,4%), agama Islam yaitu 22 orang (9,3%), agama Hindu yaitu 2 orang (0,8%) dan Buddha yaitu 1 orang (0,4%).
Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan antara agama dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukkan penderita mioma uteri yang datang berobat ke Rumah Sakit Santa Elisabeth mayoritas beragama Kristen.
9.3%
5.1.4 Pekerjaan
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.4 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Pekerjaan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.4 menunjukkan bahwa proporsi pekerjaan tertinggi adalah Ibu rumah tangga yaitu 86 orang (36,3%), kemudian pekerjaan lain-lain yaitu 48 orang (20,3%), pegawai negeri (PNS/TNI/Polri) yaitu 46 orang (19,4%), wiraswasta yaitu 33 orang (13,9%), dan pegawai swasta yaitu 24 orang (10,1%).
Pekerjaan lain lain adalah biarawati dan petani.
Hal ini tidak menunjukkan keterkaitan pekerjaan dengan kejadian mioma uteri, hanya menunjukan pengunjung yang berobat ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan terbanyak adalah ibu rumah tangga.
36.3%
20.3%
19.4%
13.9%
10.1% Ibu rumah tangga
Lain-lain
Pegawai Negeri (PNS/TNI/Polri) Wiraswasta
Pegawai swasta
Hal ini sesuai dengan penelitian Ginting Y (2012) di RSUD Dr.Pirngadi Medan dari tahun 2009 -2011 melaporkan proporsi tertinggi yang mengalami mioma uteri berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (69,1%).
5.1.5 Status Perkawinan
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan status perkawinan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.5 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Perkawinan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.5 menunjukkan bahwa proporsi status perkawinan tertinggi adalah Kawin yaitu 187 orang (78,9%) dan Tidak Kawin yaitu 50 orang (21,1%). Penderita mioma uteri yang tidak kawin termasuk didalamnya biarawati sebanyak 27 orang. Dan sebanyak 23 orang sisanya penderita mioma uteri yang telah memasuki usia kawin tetapi tidak kawin.
78.9%
21.1%
Kawin Tidak kawin
Hasil penelitian penelitian Purba L. (2006) di RSUP H. Adam Malik Medan juga menemukan bahwa proporsi penderita mioma uteri yang tertinggi adalah pada kelompok dengan status kawin (91,0%).
5.1.6 Tempat Tinggal
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan tempat tinggal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.6 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tempat Tinggal yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.6 menunjukkan bahwa proporsi tempat tinggal tertinggi adalah Kota Medan yaitu 128 orang (54%) dan Luar Kota Medan yaitu 109 orang (46%).
Hal ini diasumsikan karena letak Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan berada di kota Medan sehingga banyak penderita yang berasal dari kota Medan.
54%
46% Kota Medan
Luar kota Medan
Penderita yang berasal dari Luar Kota Medan merupakan yang berasal dari Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Tobasa, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, dan lain-lain.
5.2 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Haid
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan status haid dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.7 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Status Haid yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.7 menunjukkan bahwa proporsi status haid tertinggi adalah Haid (subur) yaitu 231 orang (97,5%) dan Tidak haid lagi (menopause) yaitu 6 orang (2,5%). Penderita yang menopause merupakan 1 orang penderita yang berada pada kelompok umur 50-59 tahun yaitu 57 tahun, dan
97.5%
2.5%
Haid (subur)
Tidak haid lagi (menopause)
sisanya pada kelompok umur >60 tahun. Dan penderita mioma yang menopause seluruhnya memiliki letak mioma yaitu mioma intramural.
Mioma uteri umumnya ditemukan pada masa reproduksi, karena adanya rangsangan estrogen, tidak akan dijumpai sebelum menarche, dan setelah menopause mioma uteri akan mengecil seiring dengan penurunan kadar estrogen.
Ditemukannya mioma uteri pada penderita yang menopause dicurigai menderita leimiosarkoma (Prawirohardjo, 2008).
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009-2011 bahwa proporsi status haid penderita mioma uteri tertinggi adalah masih haid (90,8%).
5.3 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Ukuran Diameter Mioma
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan ukuran diameter mioma dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 5.8 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Ukuran Diameter Mioma yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.8 menunjukkan bahwa proporsi ukuran diameter tertinggi adalah >5 cm yaitu 149 orang(62,9%) dan yang berukuran ≤5 cm yaitu 88 orang (37,1%).
Pertumbuhan mioma uteri sangat lambat tetapi progresif diperkirakan memerlukan waktu sekitar 3 tahun untuk dapat mencapai ukuran sebesar kepalan tangan dan dengan pertumbuhannya ini dapat mencapai berat lebih dari 5 kg (Winkjosastro,2008).
62.9%
37.1%
>5 cm
≤5 cm
5.4 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Letak Mioma
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan ukuran diameter mioma dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 5.9 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Letak Mioma yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.9 menunjukkan bahwa proporsi letak mioma tertinggi adalah Mioma Intramural yaitu 189 orang (79,7%), kemudian Mioma Subserosum yaitu 27 orang (11,4%) dan Mioma Submukosum yaitu 21 orang (8,9%).
Pertumbuhan mioma dapat terjadi dibeberapa tempat sesuai dengan perkembangan mioma. Pada umumnya letak mioma adalah intramural, namun dapat juga tumbuh menonjol kearah rongga peritoneum (subserosa) dan kearah kavum uteri (submukosa). Mioma submukosa berada dibawah endometrium dan
79.7%
11.4%
8.9%
Mioma Intramural Mioma Subserosum Mioma Submukosum
menonjol ke rongga uterus, dapat tumbuh bertangkai kemudian dilahirkan melalui saluran serviks (myoma geburt) (Winkjosastro, 2008).
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2009-2011 bahwa penderita mioma uteri dengan letak mioma tertinggi adalah mioma Intramural yaitu 41,9%.
Penelitian yang dilakukan Anbualagan tahun 2014 di RSUP Haji Adam Malik dilaporkan bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan letak mioma adalah mioma Intramural yaitu 55 orang(39,3%).
5.5 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keluhan
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.10 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keluhan yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.10 menunjukkan bahwa proporsi keluhan tertinggi adalah Pendarahan abnormal yaitu 114 orang (48,1%), kemudian Nyeri abdomen yaitu 95 orang (40,1%), dan yang terendah adalah Tanda penekanan yaitu 28 orang (11,8%).
Pendarahan merupakan gejala klinis yang paling sering dialami penderita mioma uteri, dimana jumlah pendarahan dipengaruhi oleh ukuran mioma sedangkan tingkat keparahan pendarahan dipengaruhi lokasi submukosa. Keluhan pendarahan abnormal yang umumnya terjadi menoragia dan metroragia
48.1%
40.1%
11.8%
Pendarahan Abnormal Nyeri Abdomen Tanda Penekanan
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUP Haji Adam Malik tahun 2009-2012 bahwa proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan keluhan utama tertinggi adalah pendarahan abnormal yaitu 75 orang(51,4%).
5.6 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tindakan Medis
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.11 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Tindakan Medis yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.11 menunjukkan bahwa proporsi tindakan medis tertinggi adalah Histerektomi yaitu 175 orang (73,8%), kemudian Pengobatan konservatif yaitu 34 orang (14,4%) dan yang terendah adalah Miomektomi yaitu 28 orang (11,8%).
73.8%
14.4%
11.8%
Histerektomi
Pengobatan konservatif Miomektomi
Penatalaksanaan medis terhadap mioma tergantung pada letak mioma, ukuran dan jika ditemukan memliki kemungkinan untuk menjadi ganas. Hasil penelitian yang dilakukan Sipayung Y (2016) di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam tahun 2013-2015 melaporkan bahwa distribusi penderita mioma uteri berdasarkan penatalaksanaan medis tertinggi adalah histerektomi yaitu 34 orang (55,1%). Penelitian yang dilakukan Ginting LY (2012) di RSUP Haji Adam Malik tahun 2009-2012 melaporkan proporsi penderita mioma uteri tertinggi berdasarkan penatalaksanaan medis adalah histerektomi (50,0%).
5.7 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Lama Rawatan
Lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri adalah 6,7 (7 hari) dengan Standard Deviation 2,554. Dengan lama rawatan paling singkat 1 hari dan lama rawatan paling lama adalah 16 hari.
Lama rawatan penderita mioma uteri berbeda-beda sesuai dengan keadaan masing-masing pasien. Pasien yang paling singkat dirawat yaitu selama 1 hari mendapatkan penatalaksanaan medis secara konservatif dan pulang atas permintaan sendiri. Secara umum sebelum dilakukan tindakan operatif dilakukan penderita harus menjalani beberapa pemeriksaan, dan kemudian mendapat perawatan dari rumah sakit sampai kondisi pasien pulih.
5.8 Karakteristik Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang
Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015 berdasarkan keluhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.12 Diagram Pie Distribusi Proporsi Penderita Mioma Uteri Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.12 menunjukkan bahwa proporsi keadaan sewaktu pulang adalah Pulang sembuh yaitu 214 orang (90,3%) dan Pulang atas permintaan sendiri yaitu 23 orang (9,7%).
Pasien yang pulang atas permintaan sendiri pada penderita mioma uteri dikarenakan masalah biaya dan persetujuan keluarga dalam melakukan tindakan medis operasi.
Pada pasien yang pulang sembuh tetap melakukan kontrol ulang
90.3%
9.7%
Pulang sembuh
Pulang atas permintaan sendiri (PAPS)
miomektomi untuk mengobservasi luka pasca operasi dan mengganti perban serta memberi terapi selanjutnya seperti antibiotik, penghilang rasa nyeri dan obat lain jika diperlukan.
5.9 Analisa Bivariat
5.9.1 Umur Berdasarkan Tindakan Medis
Proporsi ukuran diameter mioma berdasarkan keluhan penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.13 Diagram Bar Distribusi Proporsi Umur Berdasarkan Tindakan Medis Penderita Mioma Uteri yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.13 dapat dilihat bahwa proporsi kelompok umur 20-35 tahun yang mendapat pengobatan konservatif adalah 2 orang (5,9%), yang mendapat tindakan medis miomektomi adalah 10 orang (35,7%), dan yang
penderita mioma uteri paling banyak melakukan miomektomi disebabkan karena pada kelompok umur ini diharapkan masih bisa memiliki anak. Penderita yang melakukan miomektomi ada resiko tidak bisa memiliki anak lagi dan penderita yang melakukan histerektomi dipastikan tidak bisa memiliki anak lagi. Sedangkan dapat diketahui pada kelompok umur ini menurut BKKBN, 2011 bahwa kelompok umur 20-35 tahun merupakan usia yang ideal untuk kehamillan.
Proporsi penderita mioma uteri pada kelompok umur >35 tahun yang mendapat pengobatan konservatif adalah 32 orang (94,1%), yang mendapat tindakan medis miomektomi adalah 18 orang (64,3%), dan yang melakukan histerektomi adalah 166 orang (94,9%). Pada kelompok umur >35 tahun, tindakan medis yang paling banyak dilakukan adalah histerektomi.
5.9.2 Ukuran Diameter Mioma Berdasarkan Keluhan
Proporsi ukuran diameter mioma berdasarkan keluhan penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.14 Diagram Bar Distribusi Proporsi Ukuran Diameter Mioma Berdasarkan Keluhan Penderita Mioma Uteri yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.14 menunjukkan bahwa proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan pendarahan abnormal adalah 47,4% (54 orang) yang berdiameter ≤5 cm dan 52,6% (60 orang) yang berdiameter >5 cm.
Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan nyeri abdomen adalah 29,5% (28 orang) yang memiliki diameter mioma ≤5 cm dan 70,5% (67 orang) yang berdiameter >5 cm.
47.4%
Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan tanda penekanan adalah 21,4% (6 orang) yang memiliki diameter mioma ≤5 cm dan 78,6% (22 orang) yang berdiameter >5 cm.
Gejala keluhan penderita mioma uteri sangat tergantung pada ukuiran tumor. Pendarahan abnormal dapat terjadi karena disebabkan pemukaan endometrium yang menjadi lebih luas akibat pertumbuhan mioma, maka lebih banyak dinding endometrium yang terkikis ketika menstruasi dan ini menyebabkan pendarahan abnormal. Pada keluhan nyeri abdomen, tumor yang besar dapat mengisi rongga pelviks dan menekan bagian tulang pelviks yang dapat menekan saraf sehingga menyebabkan rasa nyeri. Gangguan tanda penekanan tergantung pada tempat dan ukuran mioma uteri (Prawirohardjo, 2008).
Analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p=
0,005 ( p<0,05 ) artinya ada perbedaan bermakna antara ukuran diameter mioma berdasarkan keluhan.
5.9.3 Letak Mioma Berdasarkan Keluhan
Proporsi letak mioma berdasarkan keluhan penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.15 Diagram Bar Distribusi Proporsi Letak Mioma Berdasarkan Keluhan Penderita Mioma Uteri yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.15 dapat diketahui bahwa proporsi penderita mioma uteri yang memiliki keluhan pendarahan abnormal 8,8% (10 orang) adalah mioma subserosum, 78,9% (90 orang) adalah mioma intramural dan 12,3% (14 orang) adalah mioma submukosum.
Proporsi penderita mioma uteri yang memiliki nyeri abdomen dan tanda penekanan 13,8% (17 orang) adalah mioma subserosum, 80,5% (99 orang) adalah mioma intramural dan 5,7% (7 orang) adalah mioma submukosum.
8.8% 13.8%
Gejala yang dikeluhkan pada penderita mioma uteri sangat bergantung pada tempat sarang mioma berada. Pada suatu penelitian yang mengevaluasi wanita dengan mioma uteri dengan atau tanpa pendarahan abnormal, didapat data bahwa wanita dengan pendarahan abnormal secara bermakna menderita mioma uteri intramural dan mioma submukosum dibanding dengan wanita penderita mioma uteri asimptomatik. Nyeri yang disebabkan oleh mioma uteri bisa juga disebabkan oleh degenerasi akibat oklusi vaskuler, infeksi, torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi myometrium yang disebabkan mioma subserosum. Gangguan tanda penekanan pada mioma uteri tergantung pada tempat dan ukuran mioma uteri (Prawirohardjo, 2008).
Analisa statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p=0,120 ( p>0,05 ) artinya tidak ada perbedaan bermakna antara letak mioma berdasarkan keluhan.
5.9.4 Lama Rawatan Berdasarkan Tindakan Medis
Proporsi lama rawatan berdasarkan tindakan medis penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 5.16 Diagram Bar Distribusi Proporsi Lama Rawatan Berdasarkan Tindakan Medis Penderita Mioma Uteri yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
Berdasarkan Gambar 5.16 dilihat bahwa lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri yang mendapatkan pengobatan konservatif adalah 3,26 (3 hari), yang mendapatkan tindakan miomektomi adalah 6,64 (7 hari) dan yang mendapatkan tindakan histerektomi adalah 7,38 (7 hari).
Penderita mioma uteri yang mendapatkan pengobatan konservatif memiliki rawatan rata-rata yang lebih singkat karena pengobatan konservatif dapat dilanjutkan dengan berobat jalan.
0 1 2 3 4 5 6 7 8
Pengobatan konservatif Miomektomi Histerektomi
Tindakan Medis
Lama Rawatan Rata-rata (Hari) 7 hari
7 Hari
3 Hari
Penderita mioma uteri yang mendapatkan tindakan miometomi dan histerektomi memiliki rawatan rata-rata lebih lama karena tindakan ini memerlukan pemulihan luka pasca operasi.
Hasil uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna antara lama rawatan rata-rata berdasarkan tindakan medis.
5.9.5 Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang
Proporsi lama rawatan penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2011-2015 berdasarkan keadaaan sewaktu pulang dapat dilihat pada gambar berikut
Gambar 5.17 Diagram Bar Distribusi Proporsi Lama Rawatan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang Penderita Mioma Uteri yang di Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Tahun 2011-2015
0 1 2 3 4 5 6 7 8
Pulang Sembuh Pulang atas permintaan sendiri
Lama Rawatan Rata-rata (Hari)
Keadaan Sewaktu Pulang
3 Hari
7 Hari
Berdasarkan Gambar 5.17 diketahui bahwa lama rawatan rata-rata penderita mioma uteri yang pulang atas permintaan sendiri adalah 2,91 ( 3 hari ), sedangkan penderita yang pulang sembuh adalah 7,11 ( 7 hari ).
Pada pasien yang pulang sembuh tetap melakukan kontrol ulang khususnya pada pasien pasca operasi baik secara histerektomi maupun miomektomi untuk mengobservasi luka pasca operasi dan mengganti perban serta memberi terapi selanjutnya seperti antibiotik, penghilang rasa nyeri dan obat lain jika diperlukan.
Hasil uji Mann-Whitney diperoleh p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada perbedaan bermakna antara lama rawatan berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
Penderita yang pulang atas permintaan sendiri lebih singkat lama rawatan rata-ratanya dibanding dengan penderita yang pulang sembuh/pulang berobat jalan.
6.1 Kesimpulan
6.1.1 Proporsi penderita mioma uteri yang dirawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2011-2015 berdasarkan sosiodemografi adalah paling tinggi terdapat pada kelompok umur 40-49 tahun yaitu 59,1%), suku Batak yaitu 83,5%, agama Kristen Protestan yaitu 59,1%, pekerjaan Ibu Rumah Tangga yaitu 36,3% , status kawin yaitu 78,9% dan berdasarkan tempat tinggal adalah Kota Medan yaitu 54%.
6.1.2 Proporsi mioma uteri tertinggi berdasarkan status haid adalah Haid yaitu
6.1.2 Proporsi mioma uteri tertinggi berdasarkan status haid adalah Haid yaitu