• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : PELAKSANAAN PERWAKAFAN TANAH DITINJAU

A. Gambaran Umum Daerah Penelitian

2. Jumlah penduduk dan mata pencaharian

Kecamatan Rantau Utara dihuni oleh sebanyak 73. 492 orang penduduk dengan jumlah 17,326 kepala keluarga. Keadaan

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

penduduk Kecamatan Rantau Utara dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain :

Tabel. 7

Keadaan Penduduk Kecamatam Rantau Utara Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) 1. Laki-Laki 36.298

2. Perempuan 37.19

Sumber : Kantor Kecamatan Rantau Utara Tahun 2007

Berdasarkan tabel di atas penduduk Kecamatan Rantau Utara lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan yaitu 37.194 orang.

Tabel. 8

Keadaan Penduduk Kecamatan Rantau Utara Berdasarkan Agama

No. Agama Jumlah (Orang) 1. Islam 52.251 2. Kristen 14.454 3. Budha 2.787 4. Hindu ---

Sumber : Kantor Kecamatan Rantau Utara Tahun 2007 Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas penduduk Kecamatan Rantau Utara beragama Islam yaitu 52.521 orang atau sekitar 71

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

Tabel. 9

Keadaan Penduduk Kecamatan Rantau Utara Berdasarkan Usia

No. Usia (Tahun) Jumlah (Orang)

1. 0 – 6 7.368

2. 7 – 12 3.14

3. 13 – 18 12.899

4. 19 – 25 7.763

5. 26 tahun keatas 38.846

Sumber : Kantor Kecamatan Rantau Utara Tahun 2007

Penduduk Kecamatan Rantau Utara paling banyak berusia 26 tahun ke atas yaitu 38.846 orang yang dalam hal ini termasuk orang dewasa baik yang sudah menikah atau belum dan orang- orang lanjut usia. Sedangkan yang paling sedikit berusia 7 – 12 tahun yaitu 3.143 orang.

Tabel. 10

Keadaan Penduduk Kecamatan Rantau Utara Berdasarkan Pendidikan

No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) 1. Belum Sekolah 7.368

2. Tidak Tamat Sekolah 666 3. Tamat SD/Sederajat 22.233 4. Tamat SMA/Sederajat 11.428 5. Tamat Perguruan Tinggi 1.150

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

Dari aspek tingkat pendidikan umumnya masih rendah karena masih banyak yang hanya tamat SD / sederajat yaitu 22.233 orang.

Dari segi mata pencaharian penduduk di Kecamatan Rantau Utara cukup beraneka ragam. Perinciannya sebagai berikut :

Tabel . 11

Mata Pencaharian Penduduk Kecamatan Rantau Utara No Jenis Mata Pencaharian Jumlah

1 Pedagang 2.604 orang

2 Petani 2.302 orang

3 Pegawai Negeri / Swasta 2.013 orang 4 Wiraswasta 12.250 orang

5 Pengusaha 762 orang

Sumber : Kantor Kecamatan Rantau Utara Tahun 2007

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa mata pencaharian penduduk Kecamatan Rantau Utara yang tebesar adalah pedagang yaitu 2.604 orang disusul petani, pegawai negeri/ swasta, wiraswasta, dan pengusaha.

B. Tata Cara Perwakafan Tanah di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu

Di dalam perwakafan tanah, terdapat aturan atau ketentuan mengenai pelaksanaannya yang harus dipenuhi guna memberikan kepastian hukum atas tanah wakaf tersebut, adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

1. Tanah Hak Milik yang Sudah Bersertifikat Dengan Status Hak Milik

a. Persyaratan pembuatan Akta Ikrar Wakaf (1). Sertifikat Hak Milik

(2). Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.

(3). Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dari Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat.

(4). Izin dari Bupati/Walikota Kepala Daerah cq. Kepala Sub Direktorat Agraria setempat.

(5). Harus ada calon Wakif yang berkeinginan mewakafkan tanah miliknya dan telah memenuhi syarat sebagai Wakif.

(6) Harus ada Nazhir baik perorangan atau Badan Hukum Indonesia.

b. Proses pembuatan Akta Ikrar Wakaf

(1). Calon Wakif harus datang di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dengan membawa sertifikat hak atas tanah serta surat-surat lainnya sebagaimana disebut di atas. (2). PPAIW melakukan sebagai berikut :

(a). Meneliti kehendak calon Wakif dan tanah yang hendak diwakafkan.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

(b). Meneliti para Nazhir dengan menggunakan formulir W.5 (bagi Nazhir perorangan) atau W.5a (Nazhir Badan Hukum).

(c). Meneliti identitas calon Wakif (Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan lain-lain).

(d). Meneliti identitas Nazhir perorangan atau Badan Hukum (Anggaran Dasar).

(3) Calon Wakif mengikrarkan wakaf dengan lisan, jelas, dan tegas kepada Nazhir di hadapan PPAIW dengan para saksi, kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis menurut formulir W.1.

(4). Calon Wakif yang tidak dapat datang di hadapan PPAIW membuat ikrar wakaf secara tertulis dengan persetujuan Kantor Departemen Agama dan dibacakan kepada Nazhir di hadapan PPAIW dan para saksi.

(5). PPAIW membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) rangkap tiga dengan dibubuhi materai menurut bentuk formulir W.2 dan Salinan Akta Ikrar Wakaf rangkap empat menurut bentuk formulir W. 2a.

(a). Lembar pertama disimpan

(b). Lembar kedua untuk keperluan pendaftaran di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

(c). Lembar ketiga dikirimkan kepada Pengadilan Agama setempat.

(d). Salinan lembar pertama diserahkan kepada Wakif. (e). Salinan lembar kedua diserahkan kepada Nazhir.

(f). Salinan lembar ketiga dikirim kepada Kantor Departemen Agama.

(g). Salinan lembar keempat dikirim kepada Kepala Desa/Lurah setempat.

2. Tanah Hak Milik yang Belum Bersertifikat (Bekas Tanah Hak Milik Adat)

a. Persyaratan pembuatan Akta Ikrar Wakaf.

(1). Surat-surat pemilikan tanah (termasuk surat pemindahan hak, surat keterangan warisan, girik, dan lain-lain).

(2). Surat Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat yang membenarkan tanah tersebut tidak dalam sengketa.

(3). Surat Keterangan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat yang menyatakan hak atas tanah itu belum mempunyai sertifikat.

b. Proses pembuatan Akta Ikrar Wakaf

Sama halnya dengan angka 1 huruf b untuk tanah yang sudah bersertifikat.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

a. Wakif atau ahli warisnya masih ada dan memiliki surat bukti penguasaan / penggarapan.

(1). Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat disamping menjelaskan tentang perwakafan tanah tersebut dan tidak dalam sengketa, juga menjelaskan kebenaran surat bukti penguasaan/penggarapan tersebut.

(2). Surat Keterangan Pemda Tingkat II Kabupaten/Kotamadya setempat yang menjelaskan bahwa tanah tersebut dapat diwakafkan.

(3). Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKTPT) dari Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat yang menerangkan status tanah negara tersebut apabila sudah pernah terdaftar atau menerangkan belum bersertifikat apabila tanah negara itu belum pernah terdaftar.

(4). Calon Wakif atau ahli waris datang menghadap PPAIW untuk melaksanakan ikrar wakaf selanjutnya untuk dibuatkan Akta Ikrar Wakaf (seperti halnya angka 1 huruf b).

(5). PPAIW mengajukan permohonan atas nama Nazhir kepada Kakanwil Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat, dengan menyerahkan surat-surat bukti penguasaan/penggarapan atas nama Wakif serta surat-surat sebagaimana dimaksud dalam angka 1 sampai dengan 3 di atas dan surat pengesahan Nazhir.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

(6). Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya setempat memproses dan meneruskan permohonan tersebut.

(7). Setelah diterbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Milik atas nama Nazhir, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kotamadya tersebut menerbitkan sertifikat tanah wakaf.

b. Wakif atau ahli warisnya masih ada, tetapi tidak mempunyai surat bukti penguasaan/penggarapan.

(1). Surat Keterangan Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat, disamping menjelaskan tentang perwakafan tanah tersebut dan tidak dalam sengketa, juga menjelaskan kebenaran penguasaan /penggarapan oleh calon Wakif.

(2) Proses selanjutnya sebagaimana tersebut dalam huruf a angka 2 sampai dengan 7 di atas.

c. Wakif atau ahli warisnya tidak ada

(1). Surat keterangan tentang tanah (kalau ada)

(2). Surat Kepala Desa/Lurah diketahui Camat yang menerangkan tentang perwakafan tanah tersebut serta tidak dalam sengketa. (3). Surat pernyataan tentang perwakafan tanah dan orang-orang

yang bersebelahan dengan tanah tersebut.

(4). Surat Keterangan Pemda Tingkat II Kabupaten/Kotamadya setempat yang menjelaskan bahwa tanah tersebut dapat dipergunakan sebagai tanah wakaf.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

(5). Nazhir atau Kepala Desa/Lurah mendaftarkannya kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan setempat.

(6). Kepala KUA meneliti dan mengesahkan Nazhir. (7). Membuat Akta Pengganti AIW.

(8). PPAIW atas nama Nazhir mengajukan permohonan Hak Milik.

(9). Selanjutnya pemrosesan permohonan hak, SK Pemberian Hak Milik, dan penerbitan sertifikat atas nama Nazhir.

Pelaksanaan perwakafan tanah di Kecamatan Rantau Utara sebelum tahun 2006 masih tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan mengenai perwakafan tanah yang terdahulu yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1977, hal ini disebabkan walaupun Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 telah diberlakukan mulai tanggal 27 Oktober 2004 telah mengatur perwakafan tanah dalam pasal 16 ayat (1) huruf a dan ayat (2) yaitu ketentuan mengenai wakaf untuk benda tidak bergerak yang dalam hal ini adalah tanah, namun peraturan pelaksanaan pelaksananya baru diberlakukan mulai 15 Desember 2006 yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006.

Pelaksanaan wakaf tanah di Kecamatan Rantau Utara telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, walaupun sebagian besar tanah wakaf belum bersertifikat atau masih dalam proses pendaftaran di Kantor Pertanahan dalam arti masih berbentuk Akta Ikrar Wakaf (AIW) saja.

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

Berikut data jumlah tanah wakaf di Kecamatan Rantau Utara yang diperoleh dari KUA dan Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhan Batu.

Tabel. 12

Jumlah Tanah Wakaf dan Statusnya di Kecamatan Rantau Utara Tahun 2000-2007

No Kelurahan Jumlah Tanah Wakaf (Persil) Luas (M²) Belum ber- AIW Ber- AIW Memiliki Sertifikat Proses di Kanto Perta- nahan 1 Rantau Prapat 15 25.412 1 9 2 4 2 Kartini - - - - 3 Cendana - - - - 4 Binaraga - - - - 5 Siringo- ringo 12 9.627 - 5 3 4 6 Sirandorung 14 16.916 2 7 4 3 7 Padang Bulan - - - - 8 Padang Matinggi 37 48,976 - 18 7 12 9 Aek Paing - - - - 10 Pulo Padang - - - - Jumlah 81 100.931 3 39 16 23

Sumber : Kantor Pertanahan dan KUA Kecamatan Rantau Utara Tahun 2007.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa :

Tanah wakaf di Kecamatan Rantau Utara yang telah terdaftar di Kantor Pertanahan dan mendapat sertifikat adalah : 21%. Sedangkan yang masih dalam proses pendaftaran di Kantor Pertanahan adalah sebesar 28%, yang masih berupa Akta Ikrar Wakaf sebesar 48% dan yang belum memiliki Akta Ikrar Wakaf sebesar 4%. Hal yang menyebabkan hampir setengah dari jumlah tanah wakaf masih berstatus Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan

Issabella Rambey : Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Dan Pengelolaan Perwakafan Tanah Menurut Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, 2008. USU Repository © 2009

masih ada tanah wakaf yang belum memiliki AIW karena pandangan konvensional dari masyarakat yang menganggap wakaf telah cukup jika sesuai dengan ketentuan agama.

Mengenai biaya yang menyangkut administrasi perwakafan tanah di KUA ditiadakan kecuali untuk bea materai sebesar Rp. 6.000 (enam ribu rupiah). Hal ini berdasarkan ketentuan pasal 18 Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1978 angka V Lampiran II yang berbunyi bahwa penyelesaian administrasi perwakafan tanah milik yang diatur dalam peraturan ini dibebaskan kecuali bea materai.

Dokumen terkait