• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (juta ton)

LEARNING AND GROWTH PERSPECTIVE

C. Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (juta ton)

Produksi perikanan budidaya sampai dengan triwulan III tahun 2016 mencapai 12.229.157 ton (angka sementara) atau tercapai 89,65% dari target 13.640.856 ton. Validasi data untuk mendapatkan angka realiasi tahun 2016 akan dilakukan pada bulan Maret 2017. Produksi perikanan budidaya per komoditas dapat dilihat pada tabel 62. Pada akhir RPJMN 3 ditetapkan target produksi sebesar 31.319.000 ton sehingga diperlukan kerja keras untuk mencapai target diatas mengingat bila dibandingkan dengan produksi tahun 2016 maka baru mencapai 62,84% dari target 2019.

Tabel 62. Capaian IKU 7 “Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Juta Ton)” sampai dengan Triwulan III Tahun 2016

IKU 2015 2016 2019 Keterangan

Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Juta ton) Non Kumulatif, dihitung triwulanan.

- Target Tahunan 17,90 19,46 31,32

- Realisasi Tahunan - - -

- Persentase Capaian Tahunan - - -

- Target s/d TW I 2,99 4,01 -

- Realisasi s/d TW I 2,92 * 3,86 ** - - Persentase Realisasi s/d TW I terhadap Target s/d TW I 97,66 96,26 - - Persentase Realisasi s/d TW I terhadap Target Tahunan 16,31 19,84 -

- Target s/d TW II 8,21 8,51 -

- Realisasi s/d TW II 6,24 * 8,17 ** - - Persentase Realisasi s/d TW II terhadap Target s/d TW II 76,00 95,99 - - Persentase Realisasi s/d TW II terhadap Target Tahunan 34,86 41,99 -

- Target s/d TW III 12,94 13,64 -

- Realisasi s/d TW III 10,074 ** 12,229 - - Persentase Realisasi s/d TW III terhadap Target s/d TW III 77,85 89,65 - - Persentase Realisasi s/d TW III terhadap Target Tahunan 56,28 62,84 -

Ket: * : Angka sementara pada TW I dan II tahun 2015 ** : Angka sementara pada TW I dan II tahun 2016

Perbandingan target dan realisasi produksi perikanan budidaya sampai dengan triwulan III tahun 2015 dan sampai dengan triwulan III tahun 2016 berdasarkan jenis budidaya seperti pada tabel 63 berikut.

Tabel 63. Perbandingan Target dan Realisasi Jumlah Produksi Perikanan Budidaya sampai dengan Triwulan III Tahun 2015 dan sampai dengan Triwulan III Tahun 2016 Berdasarkan

Jenis Budidaya (Ton)

Target Capaian % Target Capaian %

12,941,014 10,074,014 77.85 13,640,856 12,229,157 89.65 - Produksi Budidaya Air Tawar (Ton) 3,033,559 1,691,046 55.74 3,062,688 2,505,176 81.80 - Produksi Budidaya Air Payau (Ton) 2,347,147 1,562,492 66.57 2,532,618 1,951,236 77.04 - Produksi Budidaya Laut (Ton) 7,560,307 6,820,476 90.21 8,045,549 7,772,745 96.61 Volume Produksi Perikanan Budidaya (Ton)

Indikator Kinerja TW III Tahun 2015 *) TW III Tahun 2016 **)

Ket: * : Angka sementara (Validasi data dilakukan secara tahunan pada bulan April 2016) **: Angka sementara (Validasi data dilakukan secara tahunan pada bulan Maret 2017)

Capaian sementara produksi perikanan budidaya sampai dengan triwulan III tahun 2016 mencapai 89,65% terhadap target sampai dengan triwulan III tahun 2016. Namun jika dibandingkan dengan target tahunan, maka pencapaian baru mencapai 62,84%. Jika dilihat capaian menurut jenis budidaya, sampai dengan triwulan II tahun 2016 pencapaian tertinggi adalah produksi budidaya laut sebesar 96,61%, sedangkan capaian terendah adalah produksi budidaya air payau sebesar 77,04%.

Tabel 64. Capaian Volume Produksi Perikanan Budidaya Per Komoditas sampai dengan Triwulan III Tahun 2015 dan sampai dengan Triwulan III Tahun 2016

Target (Ton) Capaian (Ton) % Target (Ton) Capaian

(Ton) % 12,941,013 10,074,014 77.85 13,640,856 12,229,157 89.65 1 Udang 562,412 325,337 57.85 616,482 417,300 67.69 Windu 144,559 79,602 55.07 151,756 106,345 70.08 Vaname 355,603 210,495 59.19 378,326 305,021 80.62 Lainnya 62,250 35,240 56.61 86400 12,113 14.02 2 Rumput Laut 7,770,485 7,427,527 95.59 8,142,149 8,442,076 103.68 3 Nila 1,124,529 592,366 52.68 1,036,942 917,064 88.44 4 Patin 415,297 256,287 61.71 398,328 298,656 74.98 5 Lele 766,670 396,539 51.72 781,627 634,120 81.13 6 Mas 404,704 227,613 56.24 453,816 431,728 95.13 7 Gurame 116,116 67,906 58.48 142,990 90,944 63.60 8 Kakap 226,368 3,245 1.43 271,931 4,049 1.49 9 Kerapu 33,248 8,972 26.99 36,508 15,089 41.33 10 Bandeng 866,505 414,569 47.84 971,061 591,929 60.96 11 Bawal Bintang 1,438 182 1,514 1,430 94.45 12 Kekerangan 176,877 36,726 263,537 61,252 23.24 13 Tawes 24,673 14,048 29,593 44,210 149.39 14 Nilem 24,144 13,560 27,777 24,807 89.31 15 Toman 21,419 12,392 24,673 9,162 37.13 16 Gabus 11,958 8,812 13,699 6,736 49.17 17 Lainnya 394,170 267,933 67.97 428,228 232,426 54.28 No Komoditas 2015 (TW III *) 2016 (TW III **) Total

Ket: * : Angka sementara (Validasi data dilakukan secara tahunan pada bulan April 2016) **: Angka sementara (Validasi data dilakukan secara tahunan pada bulan Maret 2017)

Capaian sementara produksi sementara perikanan budidaya sampai dengan triwulan III tahun 2016 masih didominasi oleh komoditas rumput laut sebesar 8.442.076 ton atau 69,03% dari total capaian produksi, sedangkan ikan hanya sebesar 3.363.602 ton atau 27,50% dari total capaian produksi, dan udang sebesar 417.300 ton atau 3,41% dari total capaian produksi (tabel 61).

Pencapaian volume produksi perikanan budidaya secara keseluruhan untuk semua komoditas utama didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Pengelolaan Sistem Perbenihan, antara lain melalui : (i) pengembangan industri perbenihan nasional untuk pemenuhan kebutuhan induk dan benih bermutu secara mandiri dengan mengoptimalkan fungsi UPT dan UPTD serta unit pembenihan masyarakat; (ii) peningkatan kualitas induk dan benih melalui sertifikasi Cara

Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB); (iii) pengembangan Kebun Bibit Rumput Laut dan Kultur Jaringan; dan (iv) pengendalian plasma nutfah induk dan benih.

2. Pengelolaan Sistem Produksi dan Usaha Budidaya, antara lain melalui : (i)

pengembangan minapadi sebagai bagian dari upaya mendapatkan nilai tambah ganda; (ii) pelaksanaan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB); (iii)

Backyard Aquaculture (budidaya di pekarangan); (iv) pengembangan minapadi

komoditas ekonomis (ugadi, ugamedi, ugaladi) ; (v) meningkatkan daya saing produk hasil produksi budidaya melalui percepatan pelaksanaan kegiatan sertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB); (vi) pengembangan percontohan usaha perikanan budidaya sebagai upaya dalam mensosialisasikan model pengelolaan budidaya berkelanjutan; dan (vii) peningkatan kemitraan usaha perikanan budidaya /Aquaculture incorporated;

3. Pengelolaan Sistem Pakan Ikan, antara lain melalui : (i) pengembangan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) dengan mendorong kemandirian kelompok yang memproduksi pakan mandiri dan pengembangan bahan baku pakan lokal serta penyediaan sarana produksi pakan; (ii) pembentukan Kelompok Pakan Mandiri; (iii) peningkatan kualitas pakan ikan dengan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB); dan (iv) pengembangan produksi pakan ikan.

4. Pengelolaan Sistem Kawasan Budidaya, antara lain melalui : (i) pengembangan kawasan perikanan budidaya (minapolitan) dengan mengintegrasikan rantai produksi dari hulu sampai hilir untuk efisiensi produksi; (ii) rehabilitasi lingkungan sentra produksi perikanan budidaya (waduk, danau, lingkungan tambak/silvo fisheries); (iii) normalisasi saluran irigasi tambak bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum; (iv) penataan dan rehabilitasi kawasan tambak dalam rangka Gerakan Revitalisasi Tambak; (v) pemberdayaan pembudidaya ikan melalui kelompok partisipatif yang melakukan pemeliharaan infrastrukturnya secara efektif; (vi) pemberian bantuan sarana dan prasarana lainnya seperti KJA dan excavator; (vii) revitalisasi lahan marjinal dan ekstensifikasi; dan (viii) peningkatan kapasitas prasarana (infrastruktur) perikanan budidaya yang efisien;

5. Pengelolaan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan, antara lain melalui : (i) pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Ikan Terpadu (Posikandu) dalam rangka pencegahan (vaksinasi) dan Early Warning System penyakit di sentra-sentra produksi budidaya; dan (ii) Pengembangan National Residu Monitoring Plan (NRMP) yang merupakan suatu panduan/perencanaan untuk mengontrol residu obat kimia dan bahan biologis lainnya; dan

6. Pengawalan dan Penerapan Teknologi Adaptif Perikanan Budidaya yang dilakukan oleh 15 UPT Lingkup Ditjen Perikanan Budidaya, antara lain melalui : (i) pengembangan input teknologi yang sesuai standar (teknologi anjuran), aplikatif, efektif dan efisien berbasis wawasan lingkungan; (ii) modernisasi sistem pembudidaya ikan yang efektif dan efisien berbasis teknologi anjuran; dan (iii) penerapan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan dan sesuai dengan daya dukung.

Rencana aksi yang akan dilakukan dalam rangka pengumpulan data untuk memecahkan kendala-kendala yang ditemukan dalam pengumpulan data antara lain dengan melaksanakan perbaikan metodologi pengumpulan data sehingga data dapat dikumpulkan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu penambahan jumlah enumerator dan pemberian honor pada enumerator juga diharapkan dapat menjadi salah satu alat untuk memperbaiki kendala keterlambatan pengiriman data dan meningkatkan akurasi data.

Kartu pembudidaya atau AQUACARD juga diharapkan bisa menjadi alat untuk melakukan penelusuran data, karena di dalam AQUACARD nantinya akan terdaftar seluruh pembudidaya. Dengan terdaftarnya seluruh pembudidaya sampai dengan alamatnya diharapkan dapat menjadi database yang lengkap sebagai dasar untuk melakukan survey bagi petugas enumerator.

Rencana aksi selanjutnya untuk peningkatan produksi perikanan budidaya di masyarakat adalah : (i) Pengelolaan Sistem Perbenihan; (ii) Pengelolaan Sistem Produksi dan Usaha Budidaya; (iii) Pengelolaan Sistem Pakan Ikan; (iv) Pengelolaan Sistem Kawasan Budidaya; (v) Pengelolaan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan; (vi) Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.