PERKEMBANGAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI JAWA TENGAH
NILAI TUKAR PETANI DI JAWA TENGAH TW II-2009
7.1. Pertumbuhan Ekonomi
7.1.2. Kajian Sisi Penggunaan
Di sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan didorong oleh konsumsi rumah tangga (RT) dan konsumsi pemerintah. Pertumbuhan konsumsi
rumah tangga triwulan mendatang diperkirakan mengalami sedikit peningkatan,
karena daya beli sebagian kelompok masyarakat, khususnya yang memperoleh THR (tunjangan hari raya) dan makin rendahnya laju inflasi. Di samping itu, kegiatan pemilu presiden pada Juli 2009,
masuknya tahun ajaran baru, bulan puasa dan hari lebaran juga akan meningkatkan konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2009. Berdasarkan perkiraan kondisi tersebut, konsumsi RT pada triwulan III-2009 diproyeksikan tumbuh 5,0% - 5,5%.
Sementara itu, pertumbuhan konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, seiring dengan ditetapkannya APBD-P provinsi dan upaya meningkatkan realisasi anggaran di triwulan III-2009. Konsumsi pemerintah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada triwulan IV-2009. Pengeluaran belanja tidak langsung seperti belanja pegawai dan biaya pemeliharaan yang bersifat rutin mendorong pertumbuhan konsumsi pemerintah. Pengeluaran tersebut didukung oleh belanja modal dan belanja barang, yang diperkirakan akan mulai dioptimalkan.
Pendorong konsumsi pemerintah triwulan III-2009 diperkirakan juga berasal dari pengeluaran untuk penyelenggaraan pemilu presiden pada Juli 2009. Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah realisasi beberapa proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Semarang-Solo dan perbaikan jalur pantura yang masih terus berlangsung. Pertumbuhan konsumsi pemerintah triwulan III-2009 diprediksi berada dalam kisaran 7,0-8,0% (yoy).
Kegiatan investasi pada triwulan III-2009 diperkirakan sedikit melambat,
dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,0%. Perlambatan ini terkait dengan kondisi perekonomian nasional pada awal triwulan III-2009 yang sedang melakukan pemilihan presiden. Investor masih bersifat wait and see dalam melakukan investasi, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan cukup signifikan pada triwulan IV-2009. Meskipun ekspektasi dunia usaha terhadap prospek perekonomian mulai membaik, namun dunia usaha juga masih menunggu adanya perbaikan iklim investasi dan regulasi yang mendukung. Sementara itu, investasi pemerintah pada triwulan III-2009 diperkirakan akan relatif sama dengan triwulan sebelumnya, karena proyek pemerintah yang bersifat melanjutkan beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah yang telah dilakukan sejak triwulan sebelumnya.
Aktivitas ekspor pada triwulan III-2009 diperkirakan mulai tumbuh positif, meskipun masih dalam level yang relatif rendah dalam kisaran 0,2% s.d. 1,0%, sedikit lebih baik dari pertumbuhan ekspor triwulan sebelumnya sebesar -0,45%. Perkiraan peningkatan pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh permintaan dunia yang mulai meningkat, serta pasar dalam negeri yang juga mulai membaik sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat dan naiknya permintaan pada triwulan mendatang. Hasil liaison yang dilakukan KBI Semarang menunjukkan bahwa beberapa industri menunjukkan optimisme pada triwulan III-2009, meskipun secara kumulatif nilainya belum sebesar periode yang sama tahun lalu. Kegiatan impor diperkirakan masih mengalami pertumbuhan negatif yang disebabkan oleh masih belum pulihnya aktivitas industri yang menggunakan bahan baku impor cukup banyak. Selain itu, impor dari provinsi lain diperkirakan juga mengalami penurunan karena produksi dari dalam provinsi Jawa Tengah untuk beberapa komoditas masih relatif mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
7.2. Inflasi
Tekanan inflasi Jawa Tengah triwulan III-2009 diperkirakan mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya, dan diproyeksikan akan berada dalam kisaran 2,7%–3,2% (yoy). Perkiraan optimis akan berada dalam angka kisaran
2,7% - 3,0%, sedangkan perkiraan pesimis berada dalam kisaran 3,01% - 3,2%. Namun, inflasi kuartalan diperkirakan mengalami peningkatan dalam kisaran 1,5% - 2,0% (qtq).
Tekanan inflasi tahunan pada triwulan III-2009 diperkirakan akan semakin menurun sejalan dengan menurunnya tekanan harga komoditas volatile foods dan minimnya tekanan harga komoditas adminitered prices. Imported inflation juga diperkirakan tidak terlalu signifikan disebabkan oleh cukup stabilnya harga berbagai komoditas internasional. Meskipun menunjukkan sedikit peningkatan, tapi masih cukup terkendali. Pasokan bahan makanan seperti beras, sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan diperkirakan cukup memadai hingga enam bulan ke depan, sehingga
mengurangi tekanan harga dari volatile foods. Meskipun tekanan inflasi bulanan (mtm) pada triwulan III-2009 diperkirakan akan sedikit meningkat pada bulan Agustus-September 2009 seiring dengan masuknya masa bulan puasa dan hari raya lebaran, namun angka inflasi tahunan pada triwulan III-2009 diperkirakan akan berada dalam kisaran sesuai proyeksi di atas.
Perkembangan harga komoditas internasional yang saat ini cenderung
stabil diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan laju inflasi Jawa Tengah selama tahun 2009. Meskipun pada triwulan III-2009 diperkirakan mengalami peningkatan, tapi masih cukup terkendali. Kondisi itu tentu diharapkan dapat mengarahkan laju inflasi ke arah yang lebih rendah, dan diharapkan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan akan semakin optimis. Di sisi lain, konsumsi pemerintah melalui belanja APBN/APBD yang diperkirakan semakin meningkat pada triwulan III-2009, namun diperkirakan tidak terlalu signifikan dalam menarik laju inflasi. Komoditas yang terkena dampak dari konsumsi pemerintah diperkirakan yang tergolong dalam subkelompok bahan bangunan. Sementara itu, sumbangan inflasi dari faktor moneter diperkirakan akan menurun sejalan dengan kurs rupiah yang diperkirakan stabil.
Faktor potensial yang diperkirakan dapat menjadi pemicu tekanan inflasi
triwulan III-2009 adalah tingginya permintaan pada bulan puasa dan hari raya lebaran (demand pull inflation). Potensi tekanan inflasi dari sisi permintaan yang lain adalah masuknya tahun ajaran baru TK, SD, SMP dan SMA pada bulan Juli 2009, serta tahun ajaran baru perguruan Tinggi pada Agustus 2009. Selain itu, apabila ada gangguan pasokan beberapa komoditas penting pada saat tingginya permintaan karena kurang lancarnya distribusi, dikhawatirkan akan meningkatkan laju inflasi bahan makanan dan makanan jadi. Faktor lainnya adalah kurangnya pasokan bahan kebutuhan pokok karena faktor musiman, seperti bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan cabe merah.
Masuknya masa panen tahap II pada bulan Juli-Agustus diperkirakan dapat berpotensi menurunkan harga beras karena melimpahnya pasokan. Sementara itu, pasokan komoditas bahan makanan lain seperti daging dan ikan perlu dijaga, terkait semakin meningkatkan permintaan terhadap daging (khususnya daging sapi, kambing dan ayam) serta ikan, setelah dampak negatif dari flu babi semakin meluas.
Tekanan inflasi dari ekspektasi masyarakat diperkirakan juga mengalami penurunan hingga akhir tahun. Dengan demikian, di tengah aktivitas
ekonomi yang cenderung melambat dari tahun sebelumnya, laju inflasi hingga akhir tahun 2009 diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan inflasi tahun 2008. Terdapat beberapa faktor positif yang diharapkan dapat menyebabkan berkurangnya tekanan harga secara umum. Beberapa faktor positif tersebut antara lain berupa: (a) tetap stabilnya harga BBM internasional dan harga beberapa komoditas di pasar internasional, seperti emas, minyak, kedelai,
gandum, dan CPO, (b) ketersediaan stok barang kebutuhan pokok yang masih mencukupi, misalnya stok beras di Perum Bulog Jawa Tengah mencukupi hingga 10 bulan ke depan, (c) relatif rendahnya tekanan dari sisi permintaan, dan (d) ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan harga yang cenderung positif hingga enam bulan ke depan. 0 2 4 6 8 10 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 2007 2008 2009 Inflasi Aktual (%) 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 Ekspektasi Inflasi
Inflasi Aktual (yoy, %) Ekspektasi Inflasi (indeks)
GRAFIK 7.1.
PRAKIRAAN INFLASI HASIL SURVEI KONSUMEN DAN LAJU INFLASI IHK AKTUAL (YOY)
Berdasarkan Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan KBI Semarang, responden mengekspektasikan bahwa harga di tingkat pedagang pada triwulan III-2009 mendatang diperkirakan relatif stabil dibandingkan dengan triwulan laporan. Hal tersebut sejalan dengan hasil Survei Konsumen (SK) yang sebagian besar mengekspektasikan terjadinya penurunan harga barang dan jasa, meskipun pada triwulan IV-2009 diperkirakan sedikit meningkat (lihat Grafik 7.1.).
Berdasarkan Survei Konsumen yang dilakukan oleh KBI Semarang, ekspektasi masyarakat kota Semarang dalam enam bulan ke depan menunjukkan peningkatan optimisme dalam hal ekspektasi penghasilan, ekspektasi ekonomi, dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja. Oleh karena itu, berbagai pihak terkait perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Ekspektasi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja masih dalam level pesimis hingga tiga bulan ke depan (selama triwulan III-2009), namun mulai optimis memasuki triwulan IV-2009. Hal ini menjadi sinyal positif hingga akhir tahun bahwa ketersediaan lapangan kerja akan semakin meningkat. Hal ini terkait dengan adanya peningkatan kegiatan/proyek pemerintah dan swasta, kondisi perekonomian yang membaik serta minat berwiraswasta atau menciptakan pekerjaan sendiri makin meningkat.
b. Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi secara umum dalam level yang optimis, sejalan dengan peningkatan indeks ketersediaan barang dan jasa pada enam bulan yang akan datang.
c. Ekspektasi penghasilan yang cenderung meningkat dalam level optimis, merupakan sinyal positif bagi perekonomian dalam enam bulan ke depan.
d. Ekspektasi masyarakat terhadap harga secara umum sangat positif, yaitu bahwa tiga bulan dan enam bulan harga akan semakin rendah terlihat dari ekspektasi harga yang berada di atas level 140. Meskipun masyarakat juga memperkirakan akan terjadi kenaikan harga komoditas pada semua kelompok barang sebagai akibat faktor musiman (akhir tahun), situasi keamanan/politik pasca pilpres, penurunan/pencabutan subsidi pemerintah, dan ketersediaan barang/jasa. Namun, peningkatan harga tersebut diperkirakan masih relatif wajar.
e. Ekspektasi masyarakat terhadap tingkat suku bunga juga cukup optimis bahwa suku bunga akan berada dalam level yang acceptable.
f. Ekspektasi masyarakat terhadap tabungan yang makin optimis pada tiga bulan ke depan ini menunjukkan bahwa masyarakat percaya terhadap kemampuannya dalam menambah tabungan yang dimilikinya, karena adanya peningkatan penghasilan.
GRAFIK 7.2.
EKSPEKTASI MASYARAKAT ENAM BULAN KE DEPAN BERDASARKAN SURVEI KONSUMEN
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan oleh KBI Semarang, mayoritas responden memperkirakan harga secara umum pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang akan mengalami penurunan. Secara net balance, indeks ekspektasi harga pada Juni 2009 untuk 3 dan 6 bulan mendatang rata-rata berada pada level 120-140an, jauh menurun dari Desember 2008 yang berada dalam level 170an. Hal itu menunjukkan ekspektasi responden terhadap kenaikan harga secara umum semakin
20 40 60 80 100 120 140 160 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2007 2008 2009 Ekspektasi Penghasilan
Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja Ekspektasi Ekonomi 40 60 80 100 120 140 160 180 200 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2007 2008 2009 Harga Umum Ketersediaan Barang & Jas Tingkat Suku Bunga Tabungan
menurun, atau responden melihat ke depan bahwa inflasi akan relatif lebih rendah dari triwulan laporan (lihat Grafik 7.3).
110,0 120,0 130,0 140,0 150,0 160,0 170,0 180,0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2007 2008 2009 (Indeks) -0,60 0,00 0,60 1,20 1,80 2,40 3,00 (%)
Ekspektasi harga umum Nasional (indeks) Inflasi 66 Kota (% m-t-m) Inflasi Kota Semarang (% m-t-m)
GRAFIK 7.3.
EKSPEKTASI PEDADANG ENAM BULAN KE DEPAN BERDASARKAN SURVEI PENJUALAN ECERAN
Berdasarkan hasil estimasi dan berbagai survei tersebut di atas, laju inflasi tahunan Jawa Tengah triwulan III-2009 diperkirakan akan berada dalam kisaran 2,7%-3,2% (yoy). Tabel 7.1. menunjukkan angka perkiraan laju inflasi tahunan Jawa Tengah triwulan III-2009 menurut estimasi KBI Semarang.
TABEL 7.1.