• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen PENERAPAN MODEL KOOPERATIF (Halaman 96-0)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian dari beberapa data di atas dapat diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar terhadap konsep pada masing-masing pertemuan pada tiap-tiap siklus melalui penerapan model kooperatif tipe Snowball throwing.

Peningkatan ini terlihat dari nilai hasil belajar pada penjelasan perhitungan rata-rata nilai belajar yang diperoleh siswa pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan dan setelah dilaksanakan siklus I, dan siklus II selama dua kali pertemuan pada tiap siklus dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini:

Tabel 8. Perkembangan Nilai Hasil Belajar PKn Konsep Organisasi Siswa Kelas V SDN 01 Tohudan Pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

No Hasil Belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II

1 Nilai Terendah 35 60 65

2 Nilai Tertinggi 80 90 100

3 Nilai rata-rata 56,57 73 78,2

4 Persentase ketuntasan 37,14% 77,14% 91,42%

commit to user

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang mem (KKM) mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Pada prasiklus persentase ketuntasan siswa hanya sebesar 37,14%, kemudian meningkat pada siklus pertama sebesar 77,14%, dan pada siklus kedua sebesar 91,42%. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran PKn konsep organisasi dengan menerapkan model kooperatif tipe Snowball throwing yang dilaksanakan guru berhasil, akan tetapi ada 8,58% atau 3 anak yang belum tuntas, dari temuan pengamatan dan hasil belajar mereka, 3 anak yang belum tuntas tersebut dikarenakan pemahaman mereka terhadap konsep organisasi rendah, dalam pembelajaran mereka tidak aktif, dan jika ada konsep yang belum dipahami mereka tidak mau bertanya kepada guru, solusi yang dilakukan untuk 3 anak tersebut adalah dengan memberikan remediasi/pengulangan konsep dan tes, diharapkan hasil belajar mereka dapat meningkat.

Peningkatan rata-rata nilai Pkn materi orgnisasi melalui penerpan model kooperatif tipe Snowball throwing dapat disajikan dalam grafik berikut:

Gambar 11. Grafik Perkembangan Nilai Hasil Belajar PKn Konsep Organisasi Pada Siswa Kelas V SDN 01 Tohudan Sebelum Tindakan, Siklus I dan

Siklus II.

Hambatan-hambatan yang ditemui setiap siklus berbeda-beda, pada siklus pertama hambatan yang ditemui adalah siswa belum begitu mengerti apa itu

commit to user

pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing, oleh karena itu sebagian besar hanya mengikuti instruksi guru saja dan tidak memahami dan dapat menerima pelajaran dengan baik, selain itu pada siklus pertama ini proses pelemparan bola tidak terkontrol dan terkesan siswa hanya bermain-main saja, dapat dilihat dari hasil dokumen video, bahkan sebagian siswa ada yang belum mendapat soal lemparan dari siswa lain, hal ini berdampak pada kurang masksimalnya hasil tes pada siklus pertama.

Upaya untuk mengatasi hambatan yang ditemui dalam siklus pertama adalah dengan melakukan refleksi dan mencari kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajarannya, kemudian kekurangan-kekurangan pada siklus pertama diperbaiki pada siklus yang kedua, dalam siklus kedua ini guru memberikan arahan kembali kepada siswa tentang tahapan-tahapan pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing secara tepat dan jelas, tentu dengan perlahan dan tidak terlalu cepat. Memberikan perhatian dan bimbingan secara menyeluruh secara individu maupun berkelompok agar pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif, pemberian motivasi secara verbal dan non verbal kepada siswa agar mereka bisa lebih aktif berdiskusi dan mengikuti pembelajaran. Untuk permasalahan tidak terkontrolnya proses pelemparan bola pertanyaan pada siklus pertama, peneliti mencoba untuk mencari jalan keluar pada siklus kedua ini, pada proses pelemparan bola pada siklus pertama semula siswa bebas melempar bola pertanyaan kemana saja, tapi pada siklus kedua ini pelemparan sudah ditentukan, sehingga tidak ada siswa yang tidak menerima bola pertanyaan, dan pembelajaran berjalan dengan kondusif, hal ini berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada siklus kedua.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi siswa kelas V SDN 01 Tohudan adalah dengan memberi pengarahan kembali langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing kepada siswa agar siswa dapat mengerti, selain itu pengawasan dan pendampingan guru juga berperan dalam keberhasilan proses pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Snowballl throwing ini, dengan dilaksanakannya model

commit to user

pembelajaran ini membuktikan dapat menggali potensi siswa untuk aktif dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka.

commit to user

82 BAB V

SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menerapkan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi siswa kelas V SD Negeri 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut; melalui model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi kelas V SD Negeri 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini dapat terlihat dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas yang pada saat pra tindakan sebesar 56,57, pada siklus I meningkat menjadi 73, dan pada siklus II meningkat menjadi 78,2. Sedangkan untuk persentase ketuntasan siswa menurut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70, pada saat pra tindakan siswa yang tuntas sebanyak 13 siswa atau 37,14% dari jumlah keseluruhan 35 siswa. Pada siklus I persentase ketuntasan menunjukkan peningkatan dari siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa atau 77,14%. Pada siklus II persentase ketuntasan kembali menunjukkan peningkatan dari siswa yang tuntas yaitu sebanyak 32 siswa atau 91,42%

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing melibatkan siswa secara aktif dan mengasah keterampilan siswa dalam proses pembelajaran melalui pembuatan soal dan penyelesaiannya oleh siswa itu sendiri. Sehingga pengetahuan yang diperoleh sangat kokoh, mendalam, dan berkembang. Dalam pelaksanaannya siswa bisa saling bekerja sama maupun bekerja mandiri untuk mengembangkan materi menjadi soal sekaligus penyelesaiannya sehingga rasa ingin tahu, keaktifan, dan pemikiran siswa meningkat, hal ini berdampak positif dan hasil belajar siswa juga meningkat.

commit to user

B. Implikasi

Penerapan pembelajaran dan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Snowball throwing dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewaraganegaraan konsep organisasi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, siklus I dilaksanakan tanggal 14 dan 17 Maret 2012, siklus II dilaksanakan pada tanggal 21 dan 24 Maret 2012.

Persentase pemahaman konsep organisasi siswa setelah menggunakan model kooperatif tipe Snowball throwing meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata pada tiap siklus. Dengan adanya peningkatan ini kondisi kelas menjadi lebih kondusif dan pada akhirnya pemahaman konsep organisasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi siswa kelas V SDN 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar meningkat.

1. Implikasi Teoritis

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dapat meningkatkan pemahaman konsep organisasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V, SD Negeri 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar. Hal itu dapat ditinjau dari hal-hal berikut.

Dalam menyajikan materi pelajaran, guru harus dapat memilih model pembelajaran yang tepat agar siswa mampu menguasai konsep-konsep dalam pembelajaran dengan baik. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dapat meningkatkan pemahaman konsep organisasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V karena penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memungkinkan terjadinya interaksi antara guru dan siswa, siswa dengan siswa sehingga proses pembelajaran lebih menarik dan lebih interaktif sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

Di dalam proses pembelajaran, pemberian motivasi pada siswa juga sangat penting, motivasi deiberikan agar siswa dapat bersemangat dalam menjalani proses pembelajaran sehingga siswa mempunyai keinginan untuk

commit to user

berpikir, memusatkan perhatian, dan melaksanakan kegiatan yang menunjang dalam proses pembelajaran. Motivasi dapat ditanamkan pada diri siswa dengan memberikan latihan-latihan soal, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan memberikan penghargaan terhadap keberhasilan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pentingnya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi terbukti dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga terjalin hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru. Selain itu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing juga mampu meningkatkan kreatifitas dan kerja sama kelompok.

Persentase pemahaman konsep organisasi siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing meningkat. Hal itu terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata tiap siklus, dengan adanya peningkatan ini kondisi kelas menjadi lebih kondusif dan pada akhirnya pemahaman konsep organisasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V SDN 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar meningkat.

2. Implikasi Praktis

Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru untuk menentukan model pembelajaran yang tepat guna sehingga dapat menigkatkan kualitas proses dan hasil belajar mengajar.

Berdasarkan temuan dan pembahasan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab IV, maka penelitian ini dapat digunakan dan dikembangkan oleh guru yang menghadapi masalah yang sejenis yang pada umumnya dimiliki oleh sebagian besar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing telah terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi organisasi, oleh karena itu model tersebut dapat digunakan oleh guru dalam mata pelajaran yang lain.

commit to user

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing untuk meningkatkan pemahaman konsep organisasi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas V SD Negeri 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar tahun pelajaran 2011/2012, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan kompetensi peserta didik SD Negeri 01 Tohudan, Colomadu, Karanganyar pada khususnya sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah

a. Hendaknya sekolah menginspirasi guru-guru secara umum melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran di kelas. Karena penelitian tindakan kelas membantu dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

b. Kepala sekolah hendaknya selalu aktif mendorong guru-guru untuk melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif salah satunya menggunakan model kooperatif tipe Snowball throwing.

2. Bagi Guru

a. Diharapkan guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing sebagai alternatif model pembelajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

b. Guru hendaknya melakukan persiapan yang lebih baik dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing, terutama dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan evaluasi, sehingga mudah dipahami siswa.

c. Guru hendaknya menciptakan komunikasi dua arah dengan siswa, karena komunikasi yang baik dapat memudahkan kita sebagai pendidik untuk memberikan materi kepada anak didik kita, selain itu jika terdapat hubungan yang baik antara guru dan siswa dapat menciptakan keharmonisan dan kenyamanan di dalam kelas.

commit to user

3. Bagi Siswa

a. Siswa hendaknya dapat berperan aktif dengan menyampaikan ide atau pemikiran pada proses pembelajaran, sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.

b. Siswa dapat mengaplikasikan hasil belajarnya yaitu meningkatnya pemahaman konsep organisasi siswa ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dokumen PENERAPAN MODEL KOOPERATIF (Halaman 96-0)

Dokumen terkait