BAB III. METODE PENELITIAN
H. Indikator Kinerja
I. Prosedur Penelitian
2. Rancangan Siklus Kedua
1) Identifikasi masalah pada siklus I dan penerapan alternatif pemecahan masalah.
2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing.
3) Perbaikan Skenario pembelajaran pada siklus I.
4) Menyusun Lembar Kerja Kelompok.
5) Menyiapkan sumber belajar.
6) Mengembangkan format evaluasi pembelajaran.
7) Mengembangkan format observasi guru dan aktivitas siswa.
commit to user
8) Menetapkan indikator ketercapaian yang dilaksanakan pada proses pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus II juga dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan materi kegiatan yang sama dengan siklus I. Berikut ini merupakan langkah-langkah pelaksanaan tindakan siklus II:
1) Memperbaiki tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disempurnakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.
2) Guru memperbaiki penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dengan metode yang lebih variatif agar siswa tidak merasa bosan.
3) Siswa bertanya jawab mengenai materi sebelumnya.
4) Guru melaksanakan penilaian dan menutup pelajaran dengan memberikan refleksi kepada siswa.
c. Tahap Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan diskusi berlangsung, serta observasi pada hasil evaluasi siswa.
d. Tahap Refleksi
Penelitian yang dilakukan guru pada siklus kedua dalam meningkatkan pemahaman konsep organisasi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing pada siswa kelas V hasilnya adalah nilai persentase ketuntasan siswa pada siklus kedua ini telah mencapai 91,42% sebanyak 32 siswa, sehingga telah memenuhi indikator kinerja 80%, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi ini telah berhasil.
commit to user
51 BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian
Sekolah yang menjadi objek penelitian adalah Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Tohudan yang beralamatkan di Jalan Adisumarmo, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar sekolah ini berdiri pada tahun 1923 dengan Nomor Statistik Sekolah (NSS) 101031312008. Adapun ruangan yang terdapat dalam sekolah ini yaitu; 6 ruang untuk kelas I sampai dengan kelas VI, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS, 3 ruang MCK, 1 Mushola, 1 ruang kegiatan, 1 ruang komputer, lapangan upacara.
Keadaaan lingkungan yang dapat mendukung siswa dalam belajar adalah lingkungan yang luas, sejuk, dan bersih. Hanya saja sekolah ini terletak di tepi jalan raya sehingga kondisi ramai lalu lalang kendaraan, namun meskipun begitu murid murid sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, jadi mereka tidak begitu terganggu dalam aktivitas belajarnya. Keadaan lingkungan belajar di Sekolah Dasar Negeri 01 Tohudan Tohudan Colomadu Karanganyar antara lain:
1. Kondisi gedung atau bangunan yang permanen serta dalam kondisi yang baik.
2. Pemisahan ruang kelas sehingga antara ruang kelas yang satu dengan kelas yang lain tidak saling menganggu dalam kegiatan belajar mengajaranya.
3. Tersedianya kursi dan meja belajar dalam kondisi baik serta dalam jumlah yang cukup.
4. Penataan ruang kelas yang baik, rapi, dan teratur yang meliputi meja, kursi, gambar-gambar dan media belajar lainnya.
5. Penanaman pohon di halaman sekolah untuk menbambah keindahan sekolah dan tercipta suasana yang nyaman dan asri.
commit to user
Demi kelancaran dan menunjang proses pembelajaran, sekolah harus memiliki alat-alat pembelajaran. Alat-alat pembelajaran tersebut terdiri dari sarana dan prasarana serta alat peraga. Sekolah Dasar Negeri 01 Tohudan memiliki alat-alat pelajaran yang cukup memadai sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Didukung juga dengan adanya perpustakaan sekolah yang menyediakan buku-buku pelajaran dan bacaan untuk pengetahuan siswa. Media pembelajaran sudah cukup lengkap dari kelas I sampai dengan kelas VI sudah mempunyai media yang mendukung, namun sayangnya pada saat penelitian ini berlangsung sekolah ini belum memiliki LCD, sehingga pada saat peneliti melaksanakan pembelajaran di sekolah tersebut hanya menggunakan media yang sederhana dan tepat guna.
B. Deskripsi Hasil Pelaksanaan Penelitian 1. Kondisi Awal ( Pra Tindakan) Siswa Kelas V SDN 01 Tohudan
Penelitian diawali dengan observasi terhadap objek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Tohudan yang berjumlah 35 siswa. Setelah itu peneliti menggunakan teknik pengambilan dokumentasi berupa RPP, silabus, dan daftar nilai siswa kelas V pada mata pelajaran PKn untuk mengetahui kondisi awal kualitas pembelajaran PKn. Dalam daftar nilai PKn ditemukan nilai rata-rata kelas yang paling rendah yaitu nilai rata-rata pada konsep organisasi. Sehingga peneliti kemudian mencari tahu penyebab rendahnya nilai konsep organisasi.
Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dimana setiap siklusnya terdiri dua kali pertemuan dengan empat tahapan, yakni: 1) perencanaan; 2) Pelaksanaan; 3) pengamatan atau observasi; 4) refleksi.
Sebelum dialksanakan siklus, dilaksanakan pula tindakan pra siklus untuk mengetahui kondisi awal hasil belajar Pkn konsep organisasi.
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh peneliti pada pembelajaran PKn khusunya konsep organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas V SDN 01 Tohudan masih kurang variatif, antara lain: 1) guru masih menggunakan metode ceramah saja;
commit to user
sehingga hanya tercipta komunikasi satu arah; 2) Peserta didik hanya diminta mencatat dan menghafalkan materi; 3) pembelajaran tidak disertai dengan penggunaan media yang menarik. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara demikian menyebabkan peserta didik menjadi cepat bosan dan kurang antusias dalam pembelajaran, sehingga hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa rendah.
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru, faktor yang mendasari rendahnya hasil belajar PKn siswa adalah mata pelajaran PKn konsep organisasi banyak, kemudian faktor lain adalah guru tidak menggunakan metode lain selain ceramah, guru jarang menggunakan media, sehingga menciptakan kondisi belajar yang kurang kondusif (lampiran 11 pada halaman 154).
Keadaan ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar Pkn konsep organisasi yang hanya sebesar 57,71 (dibawah KKM 70), fakta tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang telah dilaksanakan kurang berhasil dalam menyampaikan materi organisasi.
Kondisi awal atau pra siklus nilai hasil belajar PKn konsep organisasi masih tergolong rendah, karena masih banyak peserdik yang nilainya dibawah kriteria ketuntasan minimal sebesar 70. Berdasarkan data dibawah ini, peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 22 peserta didik atau 62,85% dan yang sudah tuntas adalah 13 peserta didik atau 37,14%. Agar lebih jelas, dapat ditunjukkan pada tabel 2 di bawah ini:
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V Pada Pra Siklus
Tengah (xi) fi.xi Persentase
(%) Keterangan
commit to user
Ketuntasan klasikal = 13: 35 x 100% = 37,14%
Nilai Di bawah KKM = 22: 35 x 100% = 62,85%
Nilai Tertinggi = 80 Nilai Terendah = 35
Berdasarkan tabel 2 di atas supaya lebih jelas dapat disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 5 seperti dibawah ini:
Gambar 5. Grafik Nilai Hasil Belajar PKn Konsep Organisasi Kelas V Pada Pra Siklus
Berdasarkan tabel 2 dan grafik pada gambar 5 data nilai rata-rata kelas mengenai hasil belajar siswa kelas V PKn konsep organisasi pada pra siklus sebanyak 22,85% siswa mendapat nilai diantara 65-72 sebanyak 8 siswa, untuk nilai diantara 35-42 dan 43-50 masing-masing ada 7 siswa atau 20%, kemudian 17,14% siswa mendapat nilai diantara 43-50 ada 6 orang siswa, dan 14,28% siswa yang mendapat nilai diantara 73-80 ada 5 siswa dan yang terakhir 5,71% siswa mendapat nilai diantara 58-64 ada dua siswa.
Dari data yang telah dipaparkan di atas, dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa belum maksimal, hanya 13 anak yang sudah memenuhi KKM, oleh karena itu diperlukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya yakni dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda dan lain dari biasanya, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dapat digunakan untuk merangsang keaktifan siswa dalam
commit to user
pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan konsep organisasi.
2. Pelaksanaan Tindakan Pada Siklus Pertama
Tindakan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas dua jam pelajaran (2 x 35 menit) yang dilaksanakan selama satu minggu yakni tanggal 14 dan 17 Maret 2012.
a. Perencanaan
Kegiatan perencanaan dilaksanakan oleh peneliti dan guru kelas V SDN 01 Tohudan untuk mendiskusikan rencana kegiatan tindakan yang akan dilaksanakan, serta menentukan waktu bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian. Rencana tindakan berdasarkan pada solusi permasalahan yakni dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing. Selanjutnya perencanaan pelaksanaan akan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan yakni pada tanggal 14 dan 17 maret 2012. Adapun deskripsi pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut:
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Peneliti menyusun RPP untuk kelas V mata pelajaran PKn konsep organisasi untuk 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit.
Setiap pertemuan RPP meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dampak pengiring, materi pembelajaran, sumber dan media pembelajaran, serta penilaian (lampiran 7 dan 8 pada halaman 103 dan 113).
2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung
Fasilitas dan sarana pendukung yang dipersiapkan untuk pembelajaran adalah:
a) Ruang kelas didesain menjadi 2-3 meja disatukan menjadi satu dengan kursi berhadap-hadapan, dengan tujuan agar siswa dapat berdiskusi dengan nyaman saat pembelajaran berlangsung, serta memberi ruang tiap meja agar pada saat kegiatan melempar bola berlangsung siswa tidak terganggu dengan kondisi yang sempit dan berdesakan.
commit to user
b) Menyiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran, kali ini media yang digunakan adalah gambar tentang peta konsep organisasi, agar siswa mengerti apa saja yang akan dipelajari nantinya, dan tujuan mempelajarinya.
c) Guru menyiapkan lembar diskusi yang nantinya akan diberikan kepada ketua kelompok, dan didiskusikan bersama teman satu kelompok.
b. Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan peneliti menggunakan model kooperatif tipe Snowball throwing. Peneliti bertindak sebagai guru kelas V SDN 01 Tohudan, sedangkan guru kelas bertindak sebagai observer atau pengamat.
1) Pertemuan I
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2012.
Materi yang pertama diajarkan adalah tentang pengertian organisasi, unsur-unsur organisasi. Adapun langkah-langkah pembelajarannya meliputi:
a) Kegiatan awal
Sebelum memasuki kegiatan awal guru mengadakan pengkondisian kelas agar siswa siap menerima pelajaran. Kemudian guru mengabsen siswa satu persatu. Pada saat memasuki kegiatan awal guru mengawali dengan memberikan pertanyaan seputar materi kepada siswa, apakah ada siswa mengikuti suatu organisasi, kalau iya organisasi apa saja.
b) Kegiatan inti
Kegiatan inti terbagi menjadi tiga, yakni ekplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
(1) Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik dalam mencari informasi yang luas tentang topik/tema konsep yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alamtakambang jadi guru dan siswa belajar dari aneka sumber, dalam pembelajaran kali ini guru mengaitkan
commit to user
sebuah nyanyian tentang organisasi (Hymne Pramuka) dengan konsep organisasi yang akan diajarkan, kemudian guru memberikan sebuah contoh bagan tentang struktur organisasi (Pramuka) kepada siswa, guru meminta siswa untuk menyebutkan siapa saja yang ada dalam stuktur tersebut, dan apa saja tugasnya kemudian guru menyimpulkan kegiatan tersebut.
(2) Elaborasi
Kegiatan inti dimulai dengan membagi siswa menjadi 5 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 7 siswa, setiap kelompok ditunjuk seorang ketua agar memudahkan nanti dalam pengkondisian dan pemberian materi, kemudian siswa berdiskusi dengan kelompoknya setelah selesai berdiskusi mereka membuat pertanyaan di kertas kosong setiap anak satu pertanyaan masing-masing diberi nama, kemudian siswa membentuknya seperti bola dan dilempar dengan aba-aba dari guru, setelah mendapatkan pertanyaan tiap siswa langsung menjawab, guru mengumpulkan semua pertanyaan tersebut kemudian memilih beberapa pertanyaan secara acak untuk didiskusikan didepan kelas benar atau salah jawaban dari teman-temannya, sehingga pembelajaran ini menarik dan terjadi interaksi antara guru dan siswa. Jika dirasa cukup dalam melaksanakan diskusi, guru memberikan soal evaluasi, pada saat evaluasi siswa sudah kembali ke tempat duduk masing-masing.
(3) Konfirmasi
Guru mengajak peserta didik untuk bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan ulang dan menunjuk siswa untuk menyimpulkan apa saja yang telah dipelajari hari ini.
c) Kegiatan akhir
Sebelum menutup pelajaran, guru memberikan kesempatan pada peserdik untuk bertanya, kalau tidak ada pertanyaan maka guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah,
commit to user
kemudian guru menyampaikan konsep yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya.
2. Pertemuan II
Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2012.
Konsep yang akan disampaikan adalah masih pengertian organisasi ditambah dengan manfaat dan tujuan organisasi serta unsur-unsur dalam organisasi. Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a) Kegiatan awal
Sebelum melakukan kegiatan awal, guru mengadakan kegiatan pendahuluan dengan mengadakan absensi siswa, guru mengkondisikan kelas agar siswa siap menerima pembelajaran, guru memancing pertanyaan tentang konsep yang telah diajarkan kemarin agar siswa mengingat dan siap menerima pelajaran, agar lebih menarik guru meminta siswa menyanyikan lagu tentang salah satu
organisasi, contohnya .
b) Kegiatan inti
Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi, serta dengan menggunakan model kooperatf tipe Snowball throwing.
Kegiatan ini mempunyai tiga tahapan yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
(1) Eksplorasi
Guru melibatkan peserta didik untuk mencari informasi yang luas tentang topik/tema konsep yang akan dipelajari dengan
aneka sumber, guru meminta meminta siswa untuk membuat sebuah contoh struktur organisasi kelas V, kemudian guru meminta siswa menyebutkan isi dari strukur organisasi yang telah dibuatnya.
(2) Elaborasi
Kegiatan inti dimulai dengan membagi siswa menjadi 5 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 7 siswa, setiap kelompok
commit to user
ditunjuk seorang ketua agar memudahkan nanti dalam pengkondisian dan pemberian materi, kemudian siswa berdiskusi dengan kelompoknya setelah selesai berdiskusi mereka membuat pertanyaan di kertas kosong setiap anak satu pertanyaan masing-masing diberi nama, kemudian siswa membentuknya seperti bola dan dilempar dengan aba-aba dari guru, setelah mendapatkan pertanyaan tiap siswa langsung menjawab, guru mengumpulkan semua pertanyaan tersebut kemudian memilih beberapa pertanyaan secara acak untuk didiskusikan didepan kelas benar atau salah jawaban dari teman-temannya, sehingga pembelajaran ini menarik dan terjadi interaksi antara guru dan siswa. Jika dirasa cukup dalam melaksanakan diskusi didalam kelas guru memberikan soal evaluasi, pada saat evaluasi siswa sudah kembali ke tempat duduk masing-masing.
(3) Konfirmasi
Guru bersama siswa mengadakan kesimpulan mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan, guru mengevaluasi apa saja kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.
c) Kegiatan akhir
Sebelum menutup pelajaran pada hari ini guru memberikan kesempatan pada peserdik untuk bertanya, kalau tidak ada pertanyaan maka guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah, tidak lupa guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan disampaikan pada pertemuan selanjutnya.
c. Observasi
Peneliti melakukan pengamatan dalam pelaksanaan tindakan, disini peneliti menggunakan observasi partisipatif dimana peneliti terlibat dengan kegiatan objek yang sedang diamati, dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar PKn konsep organisasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing. Peneliti mengadakan pengamatan dengan berkolaborasi dengan guru kelas dan melakukan pemantauan
commit to user
terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar PKn konsep organisasi siswa kelas V SDN 01 Tohudan, data observasi aktivitas siswa dalam siklus I (lampiran 16 pada halaman 184), selama dua kali pertemuan diperoleh hasil observasi sebagai berikut:
1) Kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup baik, namun jika ingin mengadakan pembelajaran guru harus selalu mengkondisikan kelas terlebih dahulu agar siswa siap dalam menerima pembelajaran.
2) Kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran baik, siswa mudah untuk diajak bekerja sama, mudah untuk diberi materi, dan jika berkelompok sebagian besar dari mereka sudah bisa bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
3) Keaktifan siswa dalam berdiskusi cukup baik, dilihat dari cara mereka menerima materi, mengerjakan soal diskusi dan membagi tugas dengan teman kelompoknya.
4) Kemampuan siswa dalam melaksanakan tugas baik, siswa dapat melaksanakan tugas sesuai dengan langkah-langkah yang ada, siswa melaksanakan tugas dengan tertib dan tenang
5) Kemampuan siswa menjawab pertanyaan dalam proses penugasan baik, siswa sudah bisa menjawab pertanyaan dengan tepat, lengkap dan lancar.
6) Keadaan siswa pada saat berdiskusi baik, Siswa bertanggung jawab terhadap kelompoknya, siswa juga mau berbagi pengetahuan dengan kelompoknya dan melibatkan guru pada saat berdiskusi.
7) Kemampuan siswa mengerjakan soal evaluasi baik, siswa mengerjakan soal dengan tenang dan tepat waktu.
8) Dalam observasi yang dilaksanakan peneliti terhadap siswa kelas V SDN 01 Tohudan yang dilaksanakan pada pertemuan I dan II dapat disimpulkan proses pembelajaran pada siklus pertama berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa kekurangan, kekurangan ini akan dijadikan pertimbangan dalam perbaikan pada siklus kedua.
commit to user
Observasi tidak hanya dilakukan pada siswa tapi juga pada peneliti sebagai guru. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan pembelajaran. Observasi ini dilakukan oleh guru kelas V kepada peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran (lampiran 15 pada halaman 172). Dari data observasi guru dalam siklus I selama dua kali pertemuan diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Persiapan guru baik, guru sudah baik dalam mempersiapkan ruang, alat dan media pembelajaran serta memeriksa kesiapan siswa.
2) Kemampuan guru dalam membuka pelajaran baik, guru sudah melaksanakan absensi dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
3) Kemampuan guru dalam penguasaan materi baik, guru sudah menunjukkan penguasaan materi dan mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan.
4) Pendekatan/strategi pembelajaran yang dikaksanakan guru baik, guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan menyesuaikan dengan karakteristik siswa.
5) Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran baik, guru menggunakan media dan sumber yang efektif dan efisien.
6) Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa yang dilaksanakan oleh guru baik, guru sudah dapat menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
7) Penilaian proses dan hasil yang dilaksanakan guru cukup baik, guru sudah memantau kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
8) Penguasaan bahasa cukup baik, guru menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai.
9) Kemampuan menutup guru baik, guru sudah melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
10) Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan oleh guru kelas kepada peneliti, dapat disimpulkan kemampuan guru dalam mengajar pada siklus
commit to user
I ini baik, hal itu dapat dilihat pada indikator yang telah dicapai oleh guru menunjukkan bahwa guru sudah baik dalam pelaksanaan pembelajaran.
d. Refleksi
Berdasarkan data yang diperoleh dengan mengadakan kolaborasi dengan guru kelas, ada beberapa siswa yang belum dapat menyelesaikan tugas dengan baik, karena guru belum menyampaikan informasi tentang pembelajaran yang dilaksanakan, karena pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing ini merupakan hal yang baru bagi anak-anak. Selain itu masih ada beberapa siswa yang belum menunjukkan keaktifan dalam pembelajaran, terutama dalam berdiskusi mereka sibuk sendiri dengan kegiatan lain, beberapa siswa masih ada yang bermain dan berbicara dengan temannya diluar materi pembelajaran. Masih ada beberapa siswa yang belum mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok karena perbedaan jenis kelamin.
Perolehan nilai hasil belajar PKn pada siklus I yaitu siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (70) sebanyak 8 siswa atau 22,85% dengan perolehan nilai terendah 60 dan siswa yang mendapat nilai yang sudah memenuhi KKM (70) sebanyak 27 siswa atau 77,14% dengan nilai tertinggi 90. Sedangkan rata-rata kelas yaitu 73. Dari data tersebut masih ada 8 siswa yang belum mendapat nilai memenuhi KKM (70).
Belum tuntasnya hasil belajar siswa pada siklus pertama ini dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1) Ada sebagian siswa yang tidka berani bertanya bila apabila kesulitan dalam memahami pelajaran; 2) siswa belum berani mengemukakan pendapat; 3) sebagian siswa belum mampu mengerjakan soal dengan tenang; 4) masih ada siswa yang belum melakukan tugas dengan tepat dan ketentuan yang ada. Hal tersebut terjadi karena guru belum maksimal dalam pengelolaan kelas, dengan demikian dapat di rasakan bahwa siklus satu sudah mengalami peningkatan akan tapi belum maksimal dan belum memenuhi indikator kinerja yang telah ditentukan, dan harus diperbaiki lagi pada siklus kedua.
commit to user
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mencari solusi bagaimana mengelola kelas dengan baik. Dalam penerapan model kooperatif tipe Snowball throwing, guru harus lebih bisa mengawasi siswa, terutama dalam pelaksanaan diskusi, dikarenakan guru tidak banyak melakukan ceramah sehingga siswa belajar dari diskusi tersebut, diharapkan anak akan bertanggung jawab serta melaksanakan diskusi dengan baik.
Adapun hasil yang diperoleh dari siklus I dapat dilihat pada tabel 3 dan grafik pada gambar 5 dibawah ini;
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Belajar PKn Konsep Organisasi Siswa Kelas V SDN 01 Tohudan Pada Siklus I
Dari tabel 3 tentang distribusi frekuensi nilai peningkatan hasil belajar PKn konsep organisasi siswa kelas V SDN 01 Tohudan pada siklus pertama melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing, dapat disajikan dengan grafik pada gambar 6 di bawah ini:
No Interval Nilai
Frekuensi (fi)
Nilai
Tengah (xi) fi.xi Persentase
(%) Keterangan
commit to user
Gambar 6. Grafik Nilai Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V Konsep Organisasi SDN 01 Tohudan Pada Siklus I
Untuk mengetahui perkembangan hasil tes pada prasiklus ke siklus I dapat dilihat pada daftar tabel 4 dibawah ini, pada tabel terlihat adanya
Untuk mengetahui perkembangan hasil tes pada prasiklus ke siklus I dapat dilihat pada daftar tabel 4 dibawah ini, pada tabel terlihat adanya