• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kalimat Majemuk

Dalam dokumen BAHASA INDONESIA DAN PENULISAN ILMIAH (Halaman 73-79)

BAB IV JENIS KATA

5.3 Struktur Kalimat

5.3.2 Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua pola atau lebih. Kalimat majemuk dapat juga dikatakan

sebagai kalimat luas. Artinya, perluasan itu membentuk atau menambah pola baru atau gabungan dari kalimat tunggal. Penggabungan tersebut dapat setara, tidak setara atau campuran sehingga menghasilkan kalimat majemuk setara koordinatif, kalimat majemuk bertingkat subordinatif, dan kalimat majemuk campuran koordinatif-subordinatif.

a. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk berupa penggabungan dua kalimat tunggal yang masing-masing mempuyai kedudukan yang sama.

Penggabungan tersebut ditandai dengan kata penghubung. Kalimat majemuk setara berdasarkan kata penghubung yang digunakan mempuyai empat jenis, antara lain: a) kalimat majemuk setara penjumlahan yang ditandai dengan kata penghubung dan, sedang atau serta; b) kalimat majemuk setara pertentangan yang ditandai dengan kata penghubung tetapi, namun, sedangkan, atau melainkan; c) kalimat majemuk setara perurutan yang ditandai dengan kata penghubung lalu dan kemudian; dan d) kalimat majemuk setara pemilihan yang ditandai dengan kata penghubung atau.

Contoh:

Saya membaca. Mereka menulis.

 Saya membaca dan mereka menulis Direktur tenang.

Karyawan duduk teratur. Nasabah tertib.

 Direktur tenang dan karyawan duduk teratur serta nasabah tertib.

 Direktur tenang, karyawan duduk teratur, dan nasabah tertib.

Adiknya tinggi. Kakaknya pendek.

 Adiknya tinggi, tetapi kakanya pendek.  Adiknya tinggi, sedangkan kakaknya pendek.  Adiknya tinggi, namun kakaknya pendek.

Ucapan serah terima jabatan pengurus koperasi sudah selesai.

Bapak Ustadz membacakan doa selamat.

 Upacara serah terima jabatan pengurus koperasi sudah selesai, lalu Bapak Ustadz membacakan doa selamat.

 Mula-mula upacara serah terima jabatan pengurus koperasi, kemudian pembacaan doa selamat.

Para pemilik televisi membayar iuran televisinya di kantor pos terdekat.

Para petugas menagihnya ke rumah pemi;lik televisi.  Para pemilik televisi membayar iuran televisinya di

kantor pos terdekat, atau para petugas menagihnya ke rumah pemilik televisi langsung.

Kalimat majemuk setara, apabila unsur-unsurnya ada yang sama, maka unsur-unsur itu dapat dipakai satu saja atau dirapatkan sehingga akan menghasilkan kalimat majemuk setara rapatan.

Contoh:

Kami mengambil data. Kami menganalisis data.

 Kami mengambil dan menganalisis data, kemudian menyusun laporan.

Kalimat majemuk tidak setara atau bertingkat adalah kalimat majemuk yang mempuyai kedudukan berbeda. Artinya, salah satu kalimatnya mempuyai kedudukan yang lebih tinggi dan bebas, sementara kalimat yang lainnya mempuyai kedudukan yang lebih rendah dan tidak bebas. Kalimat yang mempuyai kedudukan lebih tinggi dan bebas disebut induk kalimat yang biasanya inti kalimat, sedangkan kalimat yang mempuyai kedudukan lebih rendah dan tidak bebas disebut anak kalimat karena tidak mungkin ada tanpa adanya induk kalimat. Biasanya anak kalimat ditandai dengan pertaliannya dari sudut pandang waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dsb, yang merupakan aspek gagasan yang lain dari induk kalimat dan ditandai oleh kata penghubung. Kata penghubung yang menandai anak kalimat antara lain walaupun, meskipun, sungguhpun, karena, apabila, jika, kalau, sebab, agar, supaya, ketika, sehingga, dan sebagainya.

Contoh:

 Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. Mereka dapat mengacaukan data-data komputer  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat

modern, mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.

 Mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer itu walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.

 Engkau ingin meneliti dampak terjadinya gempa bumi. Saya akan membawamu ke daerah Banda Aceh.

 Apabila engkau ingin meneliti dampak terjadinya gempa bumi, saya akan membawamu ke daerah Banda Aceh.

 Saya akan membawamu ke daerah Banda Aceh apabila engkau ingin meneliti dampak terjadinya gempa bumi.

Pada dua contoh di atas (kalimat 2a dan 2b) induk kalimatnya adalah Saya akan membawamu ke Banda Aceh. Dan anak kalimatnya adalah Apabila engkau ingin meneliti dampak terjadinya gempa bumi. Dengan demikian, perlu diperhatikan ciri dari induk kalimat dan anak kalimat, antara lain 1. Induk kalimat dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang utuh; 2. Anak kalimat didahului oleh kata penghubung sehingga tidak dapat berdiri sendiri; 3. Apabila anak kalimat di awal kalimat, setelah anak kalimat harus diberi tanda koma (,); dan 4. Apabila anak kalimat berada setelah induk kalimat tidak perlu diberi tanda koma (,).

Seperti juga kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, apabila ada unsur-unsurnya yang sama, perlu dirapatkan sehingga menjadi kalimat majemuk bertingkat rapatan.

Contoh:

 Kami sedang mengambil data. Kami sudah menganalisis data. Kami ingin menyusun laporan.

 Karena sudah mengambil dan menganalisis data, kami ingin menyusun laporan.

 Kami ingin menyusun laporan karena sudah mengambil dan menganalisis data.

Jika unsurnya tidak sama atau yang sama itu berbeda jabatannya, tidak dapat dirapatkan karena akan terjadi penalaran makna yang salah.

Contoh:

Ia menyetujui usul itu.

 Karena tidak melanggar hukum, ia menyetujui usul itu. (salah)

 Karena usul itu tidak melanggar hukum, ia menyetujui usul itu.

Kalimat nomor d)1. Dinyatakan salah karena seolah-olah yang melanggar hukum adalah ia padahal yang melanggar hukum adalah usul itu. Agar kalimat tersebut benar, tidak perlu dirapatkan seperti contoh kalimat nomor d)2.

c. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang terjadi akibat adanya penggabungan kalimat majemuk bertingkat dengan kalimat majemuk setara. Artinya, kalimat ini sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat sehingga strukturnya terdiri atas dua induk kalimat dan satu anak kalimat, atau dua anak kalimat dan satu induk kalimat.

Contoh:

(1) Hari sudah malam. Kami berhenti bekerja. Kami langsung pulang.

 Kami berhenti bekerja dan langsung pulang / karena hari sudah malam.

Induk kalimat (setara:dua) Anak kalimat (satu)

 Hari sudah malam, / oleh karena itu kami berhenti bekerja dan langsung pulang.

Dalam dokumen BAHASA INDONESIA DAN PENULISAN ILMIAH (Halaman 73-79)