BAB XI CATATAN KAKI (FOOTNOTE), INNOTE, DAN
2. Op.cit., singkatan dari opere citato, artinya ‘dalam karangan yang telah disebut dan diselingi dengan sumber
lain’.
3. Loc. Cit, kependekan dari loco citato, artinya ‘di tempat yang telah disebut’. Loc. Cit digunakan jika kita menunjuk ke halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut.
Perhatikan pemakaian ibid., op. Cit., dan loc. Cit., di bawah ini!
1Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
2Ibid., hlm. 15 (berarti dikutip dari buku di atas)
3Ismail Marahimin, Menulis Secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001. hlm. 46.
4Soedjito dan Mansur Hasan, Ketrampilan Menulis Paragraf, Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
5Gorys Keraf, op. cit. Hlm 8 (buku yang telah disebutkan diatas)
6Ismail Marahimin, loc. cit. (buku yang telah disebutkan di atas di halaman yang sama, yakni hlm. 46
7Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit. (menunjuk ke halaman yang sama dengan yang disebut terakhir, yakni hlm. 23).
11.2 Innote atau Catatan Teks
Catatan teks atau innote berhubungan dengan kutipan atau rangkuman. Rangkuman dan pengutipan digunakan untuk mendukung ide atau gagasan yang akan kita sampaikan. Berikut ini merupakan macam-macam innote
1) Innote sebelum kutipan 2) Innote sesudah kutipan
3) Innote dengan dua pengarang/lebih
4) Innote berasal dari dua buku dengan nama & tahun sama.
Contoh:
a) Innote sebelum kutipan
E.Zainal Arifin (2008:12) mengatakan, ”Bahasa Indonesia mempunyai keduduk-an …”.
b) Innote sesudah kutipan “Bahasa Indonesia mempunyai keduduk- an …”,(E.Zainal Arifin, 2008:12)
c) Innote dengan dua pengarang/lebih
“Bahasa Indonesia mempunyai keduduk-an …”,(E.Zaenal Arifin,dkk.,2008:12).
d) Innote berasal dari dua buku dengan nama & tahun sama.
“Bahasa merupakan alat komunikasi …”, (Gorys Keraf,2000a:25). Dalam sumber lain Gorys Keraf (2000b:18) menyatakan bahwa “Bahasa adalah…”.
11.3 Menulis Daftar Pustaka
Semua kutipan dalam karya ilmiah yang digunakan sebagai acuan (referensi), baik dari buku, makalah, maupun artikel di majalah atau surat kabar, harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Daftar rujukan ini dikenal dengan istilah daftar pustaka. Daftar pustaka terletak di bagian akhir karya ilmiah setelah bagian penutup. Penulisan daftar pustaka ini sekaligus sebagai bentuk pertanggung jawaban ilmiah penulis terhadap orang lain yang peryataan atau pendapatnya dikutip atau digunakan sebagai acuan.
Penulisan daftar pustaka tidak dilakukan sembarangan, tetapi ada aturannya, aturan yang dimaksud sebagai berikut:
1) Urutan penulisan daftar pustaka adalah nama penulis buku, tahun terbit, judul buku, tempat terbit, dan nama penerbit. Dalam penulisannya, setiap unsur diakhiri dengan tanda titik, kecuali antara tempat terbit dan nama penerbitnya digunakan tanda titik dua (:).
2) Jika penulis buku hanya satu orang dan namanya terdiri atas dua unsur kata atau lebih, penulis nama harus dibalik. Unsur nama yang belakang diletakkan dibagaian awal .
3) Jika penulis buku terdiri atas dua orang dan setiap orang namanya terdiri atas dua unsur atau lebih, unsur nama yang dibalik adalah nama penulis yang pertama. Nama penulis yang kedua tetap ditulis seperti aslinya.
4) Judul buku dicetak miring atau digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik.
5) Penulisan seluruh isi daftar pustaka disusun secara urut berdasarkan abjad.
Perhatikan Contoh:
Bangun, A.P. 2004. Menangkal Penyakit dengan Jus Buah dan Sayuran. Depok: Agromedia Pustaka.
Damono, Sapardi Joko. 1983. Perahu Kertas. Jakrta: Balai Pustaka.
Eneste, Pamusuk. 1982. Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang. Jakarta: Gramedia.
Pratama, Bagas dan Manurung, T. 2004. Surat Menyurat Bisnis Modern. Bandung: Pustaka Setia.
Santoso, Budi. 2002. Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Malang: UM Press.
Tugiono, Herry. 2002. Bertanam Tomat. Bandung: Pustaka Setia. Latihan!
Susunlah:
Catatan kaki, singkatan catatan kaki, dan daftar pustaka berdasarkan sumber-sumber di bawah ini. Untuk catatan kaki nomor halaman Anda buat sendiri.
Judul buku: Pembuatan dan Pemamfaatan Minyak Kelapa Murni. Ir. Barlina Rindengan, M.S. Dan Dr. Ir. Hengky Novarianto, M.S. Tahun 2005, Penerbit Penebar Swadaya, Depok.
Judul buku: Anggur dalam Pot. Pengarang Eko M. Nurcahyo. Penerbit Penebar Swadaya, Depok. Tahun: 2004
Judul buku: Pengololaan Sampah Rumah Tangga. Penerbit: UM. Press, Malang. Pengarang: Mimien H.I. Al Muhdhar. Tahun 2002.
Judul buku: Panduan Membuat Karya Tulis. Tahun 2001. penerbit: Yrama Widya, Bandung. Pengarang Drs. Otong Setiawan Djuharie, M.Pd. dan Drs. Suherli, M.Pd.
BAB XII
SURAT
12.1 Pengertian Surat (Korespondensi)Surat adalah suatu komunikasi yang digunakan untuk menyanpaikan informasi tertulis oleh suatu pihak ke pihak lain. Surat merupakan lembaran kertas yang ditulis atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukannya dalam organisasi untuk berbagai kepentingan.
Korespondensi = surat menyurat.
Korespoden = pihak yang terlibat atau para pelakunya. Kriteria surat:
Dikemas dalam bentuk yang menarik. Bahasanya mudah dimengerti.
Langsung kepada intinya (tidak bertele-tele).
Komunikasi tetulis dengan media surat sampai saat ini masih sangat dibutuhkan dan belum tergantikan media lain. Surat memiliki keunggulan sebagai bukti otentik yang memiliki kekuatan hukum yang sah karena surat yang asli tentunya memiliki identitas yang jelas,yaitu tanda tangan asli dan atau stempel (identitas resmi lembaga) asli.
12.2 Hal-hal Khusus Yang Dimiliki Oleh Surat
1) Penggunaan kertas (baik, bersih, ukuran ketebalannya, bergaris maupun polos).
2) Penggunaan model atau bentuk. 3) Pemakaian bahasa yang khas.
4) Pencantuman tanda tangan dan stempel organisasi. 12.3 Fungi Surat
1) Sebagai alat untuk menyampaikan pemberitauan, permintaan atau permohonan, buah pikiran / gagasan. 2) Sebagai alat bukti tulis.
4) sebagai bukti historis. 5) sebagai pedoman kerja. 12.3 Jenis-Jenis Surat
a. Jenis surat dilihat dari isi, bentuk, isi, dan bahasanya 1) Surat resmi/Dinas
2) Surat tidak resmi/Pribadi 3) Surat setengah Resmi b. Jenis surat menurut isinya
1) Surat Keluarga/Pribadi 2) Surat Sosial
3) Surat Dinas
4) Surat setengah resmi 5) Surat niaga
c. Jenis surat menurut tujuannya 1) Surat perintah 2) Surat permohonan 3) Surat pemberitahuan 4) Surat penawaran 5) Surat keterangan 6) Surat keputusan
12.4 Fungsi dan Cara Penulisan Bagian-bagian Surat
Dalam keputusan Menpan Nomor 71/1993, bagian-bagian surat diatur, antara lain (Kosasih, 2003:20-21):
Keterangan: 1) kepala surat 2) nomor surat 3) tanggal surat 4) lampiran
5) hal atau perihal 6) alamat surat 7) salam pembuka
Berikut ini akan dijelaskan masing-masing fungsi dan cara penulisan bagian-bagian surat (Kosasih, 2003: 21-42).
1)
LOGO 2) 4) 3) 5) 6) 7) 7) 9) 10) 11) 12) 8) isi 9) salam penutup 10) status/jabatan,
tanda tangan, nama jelas
11) tembusan 12) inisial