• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.3. KandunganBakteri Escherichia coli padaTahu

Kandungan bakteri Escherichia Coli pada tahu yang dijual di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun diharapkan memenuhi standar yaitu 0 dalam 100ml/sampel. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap bakteri Escherichia Coli yang telah dilakukan pada tahu goreng yang dijual di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun sebanyak 2 sampel yang belum memenuhi syarat kesehatan yaitu terdapat pada pedagang 5 dan 6 dengan jumlah 24/100 ml sampel dan 4,0/100 ml sampel, hal ini dapat dikaitkan dengan karakteristik penjual tahu goring yang tidak memenuhi syarat kesehatan antara lain merokok pada saat berjualan, tidak menggunakan pakaian yang bersih dan menggunakan peralatan yang diletakkan di luar bok setelah melakukan penyajian makanan.

Kemudian untuk pedagang 1,2,3 dan 4 karakteristik pedagang tahu goring sudah memenuhi syarat, bias dilihat dari hasil laboratorium dengan hasil <1,8/100 ml sampel tahu goreng, pada saat berjualan pedagang mengenakan pakaian yang bersih, peralatan disimpan kembali dalam keadaan tertutup setelah melakukan penyajian makanan. dari hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tahu goreng yang dijual di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun belum aman untuk dikonsumsi masyarakat.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 6 orang penjual tahu goreng yang berjualan di jalan Avros Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun mulai dari pemilihan bahan baku sampai dengan penyajian makanan tidak ada yang memenuhi syarat sesuai dengan 6 prinsif hygiene sanitasi makanan, kemudian berdasarkan pemeriksaan Escherichia Coli yang dilakukan di Laboratorium Biologi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) terdapat 2 sampel tahu yang positif mengandung Escherichia Coli dengan jumlah 24/100 ml sampel dan 4,0/100 sampel tahu goreng, angka ini diperoleh pada pedagang 5 dan pedagang 6 sedangkan pada pedagang 1,2,3 dan 4 hasilnya negatif yaitu masing-masing <1,8/100 ml sampel tahu goreng.

6.2. Saran

1. Diharapkan para penjual dalam menangani penyajian tahu goreng dengan hygiene sanitasi yang baik, seperti menjaga kebersihan tangan, tidak sambil merokok serta menggunakan sarung tangan dan celemek saat melakukan penyajian makanan

2. Bagi konsumen agar lebih selektif dalam memilih makanan, misalnya membeli makanan yang penjualnya mengenakan pakaian yang bersih, memakai sarung tangan, menyimpan alat bantu seperti penjepit makanan dan gunting setelah melakukan penyajian makanan serta memilih makanan

yang dijual di lokasi yang tidak dilewati kenderaan banyak sehingga terhindar dari pencemaran udara.

3. Bagi BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan Dinas Kesehatan Kota Medan hendaknya mengadakan penyuluhan tentang hygiene sanitasi makanan dan pengawasan terhadap makanan jajanan sehingga makanan jajanan seperti tahu goreng yang dapat memenuhi syarat kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Awang, R, 2003. Kesan Pengawet Dalam Makanan,

http//www.pm.usm.my.Diakses 13 Maret 2014.

Anwar, S, 1997. Sanitasi Makanan Dan Minuman Pada Intitusi Pendidikan Tenaga Sanitasi, Pusat Pendidikan Tenaga Pendidik Tenaga Kesehatan Depkes RI, Jakarta.

BPOM RI, 2003. Pedoman Cara Produksi Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga ( CPPB-IRT ), Jakarta.

Cahyadi, 2008. Analisis Dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan, Edisi 2. Catatan 1, Jakarta.Bumi Aksara.

Chandra, B, 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan, EGC,Jakarta.

Depkes RI, 1997. Prinsip-Prinsip Pengolahan Makanan, Jakarta. , ________, 2000.Prinsip-Prinsip Hygiene Dan Sanitasi Makanan, Jakarta.

________, 2001. Kumpulan Modul Cursus Pengolahan Makanan Bagi Pengusaha Makanan & Minuman, Penerbit Yayasan, Jakarta.

________, 2003. Higiene Dan Sanitasi Pengolahan Pangan, Direktorat Pengawasan Obat Dan Makanan, Jakarta.

________, 2004. Tentang Bakteri Pencemaran Makanan Dan Pengawet Bahan Makanan, Modul, Jakarta.

________, 2009. Undang-Undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Jakarta.

Kemenkes RI No. 1098/Menkes/SK/VII/2003. Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran.

Kemenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003. Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran.

Kusmayadi , 2008. Cara Memilih Dan Mengolah Makanan Untuk Perbaikan Gizi Masyarakat, Jakarta.

Kusnoputranto,H, 1986. Kesehatan lingkungan, FKM UI, Jakarta.

Marsaulina, Irnawati. 2004. Study Tentang Pengetahuan Prilaku dan Kebersihan Penjamah Makanan Pada Tempat Umum Pariwisata di DKI Jakarta (TMII, TIJA,TMR), Fakultas Kesehatan Masyarakat USU, Medan.

Moehyi S. 1992. Analisis Bahaya Pencegahan Keracunan Pangan, Jakarta Bharata.

2001 Penyelenggaraan Makanan Intitusi Dan Jasa Boga, Jakarta,Bharata.

Permenkes No.003 Tahun 2012. Tentang Bahan Tambahan Makanan.

Purawidjaja. 1995. Cara Memilih dan Mengolah Makanan untuk Perbaikan Gizi Masyarakat, Jakarta.

Puspitasari, L, 2001. Analisis Bahaya Pencegahan Keracunan Pangan, DEPDIKNAS, Jakarta.

Rijal, S, 1994. Pembinaan Lokasi Makanan Jajanan, Dirjen P2M & PLP, Depkes RI, Jakarta.

Sianipar, H, 2009, Kajian Cemaran Salmonella SP pada Susu Kedelai yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisonal di Kota Medan. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan Sihite, R, 2000. Sanitation & Hygiene, SIC, Surabaya.

UU RI No.36, 2008. Tentang Kesehatan.

UU RI No.7 Tahun 1996. Tentang Pangan.

Widyati. 2002. Awas! Bahaya Dibalik Lezatnya Makanan, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Yuliatri, N, 2007. Awas! Bahaya Dibalik Lezatnya Makanan, Penerbit Andi, Yogyakarta.

KUISIONER

HYGIENE SANITASI PENJUAL DAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA TAHU GORENG YANG DIJUAL DI KELURAHAN

KAMPUNG BARU KECAMATAN MEDAN MAIMUN TAHUN 2016

I. Data Responden Penjamah Makanan

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis kelamin :

4. Pendidikan terakhir :

5. Lokasi berjualan :

6. Berjualan tahu goreng sejak tahun : 7. Lama berjualan dalam sehari :

II. Wawancara diajukan kepada penjamah makanan

1. Apakah bapak/ibu mencuci tangan sebelum melakukan pengolahan tahu goreng?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah bapak/ibu pada saat mengolah tahu goreng menggunakan alat bantu (penjepit makanan) ?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah bapak/ibu pada saat memakai celemek ? a. Ya

b. Tidak

4. Apakah bapak/ibu pada saat bekerja memakai sepatu dapur ? a. Ya

b. Tidak

5. Apakah bapak/ibu merokok sambil bekerja ? a. Ya

b. Tidak

6. Apakah bapak/ibu menggunakan perhiasan saat bekerja (cincin, gelang serta jam tangan ?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah bapak/ibu sesudah keluar dari kamar mandi mencuci tangan pakai sabun?

a. Ya b. Tidak

8. Apakah bapak/ibu memakai pakaian kerja yang bersih dan sarung tangan saat berjualan ?

a. Ya b. Tidak

9. Apakah bapak/ibu memiliki sertifikat kesehatan ? a. Ya

b. Tidak

Wawancar dengan responden

Wawancar dengan responden

Sampel di dalam lemari pedingin

Sampel berada di dalam auto klaf