• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Kapal Kayu

5.1.1 Gambaran Umum

Kapal perikanan merupakan unit penangkapan ikan yang sangat penting dalam mendukung kegiatan operasi penangkapan ikan yang terdapat di perairan Indramayu. Jenis kapal perikanan yang digunakan nelayan di Karangsong Indramayu sebagian besar kapal perikanan yang dibuat dari bahan dasar kayu dengan ukuran yang beragam mulai dari 5 GT hingga kapal yang berukuran 60 GT. Lokasi pembuatan kapal kayu sendiri banyak ditemukan di sekitar Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangsong Indramayu yang jumlahnya lebih dari 10 galangan yang memproduksi kapal kayu.

Proses pembangunan kapal yang terdapat di galangan kapal kayu karangsong secara umum meliputi :

1) Pemasangan lunas;

2) Pemasangan linggi haluan dan linggi buritan; 3) Pemasangan kulit kapal;

4) Pemasangan gading-gading; 5) Pemasangan lantai dek kapal; 6) Pemasangan rumah-rumah; 7) Pemasangan pagar; dan

8) Pendempulan dan pengecatan kasko kapal.

Proses produksi baru dilakukan setelah ada transaksi dan perjanjian yang disepakati oleh pemilik galangan dan pemesan kapal. Pada umumnya pemesan kapal menyerahkan sepenuhnya perencanaan dan desain kapal yang akan dibangun kepada pemilik galangan, tetapi ada juga yang memberi bentuk dan desain kasar yang diinginkan oleh pemesan kapal tersebut.

Kapal yang telah dibangun selanjutnya diserahkan kepada pemesan kapal. Kapal diserahkan dalam bentuk kasko kapal yang telah dicat. Pada umumnya proses penyerahan kapal dilakukan bersamaan dengan peluncuran kapal ke dalam air. Segala urusan mengenai surat-surat kapal diberikan oleh pihak syahbandar

setempat. Kapal kayu yang telah dibangun rencananya akan dioperasikan dalam kegiatan penangkapan menggunakan jaring milenium.

Spesifikasi dari ketiga kapal kayu yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Dimensi utama ketiga kapal kayu

No Ukuran Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3

1 LOA (m) 10 14 19

2 Lpp (m) 8,5 12 17

3 B (m) 2,6 3,6 5

4 D (m) 1 1,5 2,25

5 d (m) 0,4 0,6 0,7

6 CUNO (Cubic Number) (m³) 26 75,6 213,75

7 GT 3,58 10,40 29,39

Sumber: Data Olahan, 2011

5.1.2 Produksi kapal kayu

Komponen biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan kapal kayu meliputi biaya kasko kapal, biaya tenaga kerja dan biaya pembelian mesin. Biaya tersebut sangat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi satu unit kapal. Di bawah ini dijelaskan satu persatu komponen biaya tersebut.

1) Biaya kasko kapal

Biaya kasko kapal dalam pembuatan kapal kayu meliputi komponen biaya material. Biaya material ini dibagi menjadi biaya material utama dan biaya material pendukung. Kayu merupakan material utama dalam pembangunan kapal kayu. Jenis kayu yang digunakan pada pembuatan kapal kayu di Karangsong Indramayu berbeda-beda mulai dari kayu jati, kayu merbau dan kayu pernis. Kayu dengan jenis jati yang umumnya lebih banyak digunakan pengrajin kapal. Jenis kayu yang digunakan pada pembuatan ketiga kapal dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Jenis kayu yang digunakan pada konstruksi kapal kayu

Bagian Konstruksi

Jenis Kayu

Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 Lunas Jati Jati Pernis Gading-gading Jati Jati Pernis Kulit / Lambung Jati Jati Merbau Geladak Jati Jati Jati Bangunan atas Jati Jati Jati

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar kayu yang digunakan pada pembuatan kapal yaitu kayu jati. Pada kapal 1 dan kapal 2 keseluruhan kayu yang digunakan untuk semua bagian konstruksi adalah jenis kayu jati. Sementara itu, untuk kapal 3 jenis kayu yang digunakan berbeda-beda yaitu jati, merbau, dan pernis. Menurut pemilik galangan kapal, pemilihan jenis kayu dilakukan berdasarkan pesanan pemesan kapal dan juga biaya yang diberikan oleh pemilik kapal. Kayu yang digunakan pada pembuatan kapal diperoleh dari wilayah Indramayu dan Surabaya.

Komponen biaya yang dikeluarkan pada pembuatan kapal kayu selain material utama kayu adalah material pendukung. Material pendukung adalah material yang digunakan dalam membantu proses pembangunan kapal kayu. Material pendukung ini meliputi paku, baut, gelam, cat, dempul, poxy, cruing dan cor untuk lunas. Di bawah ini disajikan rincian biaya kasko kapal dari ketiga pembuatan kapal kayu. Rincian biaya lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7. Tabel 3 Rincian biaya kasko kapal kayu

No Keterangan Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 1 Material utama (Rp) 20.000.000 104.000.000 188.000.000 2 Material pendukung (Rp) 1.770.000 20.020.000 39.640.000 Total (Rp) 21.770.000 124.020.000 227.640.000

Sumber: Data Olahan, 2011

Kapal 3 memiliki biaya kasko kapal terbesar yaitu Rp227.640.000,00 jika dibandingkan kapal 1 sebesar Rp21.770.000,00 dan kapal 2 sebesar Rp124.020.000,00. Hal ini terjadi karena ukuran kapal 3 lebih besar dari yang lain sehingga membutuhkan material dan biaya lebih besar.

2) Biaya tenaga kerja

Biaya upah tenaga kerja yang dikeluarkan pada pembuatan kapal tergantung pada kesepakatan pemilik kapal dan pemilik galangan. Biaya tersebut sudah meliputi biaya makan minum dan biaya rokok. Sistem upah yang digunakan di galangan kapal kayu ini yaitu sistem borongan. Upah tenaga kerja yang diberikan tidak dibedakan berdasarkan ketrampilan pekerjanya melainkan diberikan sama setiap pekerjanya. Sistem pemberian upah tenaga kerja pembuatan kapal kayu dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4 Sistem pemberian upah pada kapal kayu

No Keterangan Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 1 Sistem pembayaran upah pekerja Borongan Borongan Borongan 2 Lama Pembangunan Kapal 1 bulan 2 bulan 4 bulan 3 Jumlah tenaga kerja 4 orang 5 orang 8 orang 4 Besar upah (Rp) 10.000.000 25.000.000 80.000.000

Sumber: Data Olahan, 2011 3) Biaya pembelian mesin

Komponen lain yang tidak kalah penting adalah mesin. Mesin yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu mesin utama dan mesin bantu. Mesin utama dan mesin bantu diperoleh dari sekitar Kota Indramayu. Merk mesin yang digunakan pada kapal 1, kapal 2, dan kapal 3 berbeda-beda. Spesifikasi mesin yang digunakan pada ketiga kapal dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5 Spesifikasi mesin dan harga pembelian

No Parameter Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 1 Tenaga mesin

Mesin utama 7 HP 25 HP 16 HP Mesin bantu 24 HP 30 HP

2 Merk mesin

Mesin utama Dongfeng Kubuta Mitsubishi Mesin bantu Dongfeng Dongfeng 3 Bahan bakar Solar Solar Solar 4 Harga mesin 5.000.000 38.000.000 35.000.000 22.000.000 25.000.000

Sumber: Data Olahan, 2011

Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa tenaga mesin yang digunakan kapal 2 dan kapal 3 hampir sama. Pada kapal 2 mesin utama dibeli dengan kondisi tidak baru lagi (second) dengan harga Rp5.000.000,00. Sementara itu, pada kapal 3 kondisi mesin bantu dibeli dengan kondisi tidak baru dengan harga Rp10.000.000,00. Menurut pemilik galangan kapal hal ini dikarenakan harga mesin untuk kondisi tidak baru harganya lebih murah jika dibandingkan dengan mesin yang baru yaitu setengah dari harga mesin baru, namun kondisi mesin ini tidak kalah dengan mesin yang baru. Mesin yang digunakan diperoleh dari daerah sekitar Indramayu dan Cirebon.

Selanjutnya, komponen mesin ini tidak dicantumkan pada perhitungan biaya produksi kapal kayu. Hal ini dikarenakan pembelian mesin tersebut

disesuaikan dengan kemampuan pemilik kapal apakah akan menggunakan mesin baru atau bekas, sehingga pada penelitian ini hanya melihat biaya produksi pembuatan kapal kayu yang meliputi biaya kasko kapal dan tenaga kerja.

Biaya produksi kapal merupakan penjumlahan total biaya-biaya yang digunakan dalam pembangunan satu unit kapal. Biaya tersebut meliputi biaya kasko kapal dan biaya tenaga kerja. Biaya total produksi juga merupakan biaya total yang dikeluarkan oleh pihak galangan pembuat kapal. Besar biaya produksi dijadikan pertimbangan bagi pihak galangan dalam menentukan berapa besar keuntungan yang ingin diperoleh dari penjualan satu unit kapal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Karangsong Indramayu diperoleh total biaya produksi pembuatan kapal. Dibawah ini dapat kita lihat pada Tabel 6 rincian biaya produksi kapal kayu yang menjadi objek penelitian. Rincian biaya lengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7.

Tabel 6 Biaya pembuatan satu unit kapal kayu

No Komponen biaya Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 A Biaya Variabel

1 Biaya kasko kapal

a. Material utama (Rp) 20.000.000 104.000.000 188.000.000 b. Material pendukung (Rp) 1.770.000 20.020.000 39.640.000 2 Biaya tenaga kerja (Rp) 10.000.000 25.000.000 80.000.000

B Biaya Tetap

1 Biaya pemeliharaan alat (Rp) 230.000 230.000 230.000 2 Biaya penyusutan (Rp) 1.207.500 1.207.500 1.207.500 3 Listrik (Rp) 150.000 300.000 600.000 Total biaya pembuatan kapal (Rp) 33.357.500 150.757.500 309.677.500

Total biaya pembuatan kapal per

CUNO (Rp) 1.282.981 1.994.147 1.448.784

Sumber: Data Olahan, 2011

Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa total biaya pembuatan masing-masing kapal kayu adalah kapal 1 sebesar Rp33.357.000,00 kapal 2 sebesar Rp150.757.500,00 dan kapal 3 sebesar Rp309.677.500,00. Biaya total pembuatan terkecil adalah pada kapal 1, sedangkan total biaya pembuatan terbesar adalah kapal 3. Hal ini terjadi karena komponen biaya material utama (kayu) pada kapal 1 lebih kecil dari dua kapal lainnya. Sementara itu, pada kapal 3, total biaya pembuatan paling besar karena ukuran kapal tersebut lebih besar sehingga biaya pembangunannya pun jauh lebih besar. Total biaya pembuatan kapal per CUNO

yang diperoleh ketiga kapal masing-masing yaitu kapal 1 sebesar Rp1.282.981,00 kapal 2 sebesar Rp1.94.147,00 dan kapal 3 sebesar Rp1.448.784,00. Biaya pembuatan kapal per CUNO pada kapal 2 lebih besar daripada kapal 3. Hal ini diduga terjadi karena efisensi penggunaan sumberdaya yang lebih besar dari kapal 2. Di bawah ini dapat dilihat pada Gambar 1 persentase total biaya tiap-tiap komponen yang terkait dalam pembuatan kapal kayu.

Gambar 1 Persentase biaya pembuatan kapal kayu.

Gambar 1 menunjukkan persentase komponen biaya pembuatan kapal kayu yang meliputi biaya material utama, material pendukung dan biaya tenaga kerja dan biaya tetap (biaya pemeliharaan, penyusutan dan listrik). Komponen biaya yang memiliki persentase terbesar dari ketiga diagram yang disajikan yaitu komponen biaya material utama yaitu masing-masing kapal 1 sebesar 60 %, kapal 2 sebesar 69 % dan kapal 3 sebesar 60 %. Hal ini didukung oleh pernyataan hasil penelitian dari Ayuningsari (2007) yang mengatakan bahwa biaya material utama (kayu) memiliki persentase 66 % dari total biaya produksi pembuatan kapal kayu.

5.2 Kapal Fiberglass

Dokumen terkait