• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Karakteristik Bidang Tanah

Karakteristik bidang tanah yang dipaparkan adalah bidang lahan yang dikuasai, status penguasaan terhadap lahan, lama menguasai, status kepemilikan lahan, dan kegunaan lahan seperti tertera pada tabel-tabel berikut ini.

Bidang lahan yang dikuasai

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

< 2 84 84% 30 100%

2-5 12 12% 0 0%

> 5 4 4% 0 0%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan bidang lahan yang dikuasai yang dominan adalah < 2 bidang lahan sebanyak 84 responden (84%). Bidang lahan yang dikuasai 2-5 bidang lahan sebanyak 12 responden (12%) dan bidang lahan yang dikuasai > 5 bidang lahan sebanyak 4 responden (4%). Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan bidang lahan yang dikuasai yang dominan adalah < 2 bidang lahan sebanyak 30 responden atau seluruh responden (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN lebih sejahtera dibanding masyarakat Non PPAN berdasarkan bidang lahan yang dikuasai, hal ini disebabkan masyarakat PPAN ada yang memiliki bidang lahan yang dikuasai 2-5 bidang lahan dan > 5 bidang lahan sedangkan masyarakat responden Non PPAN hanya memiliki bidang lahan yang dikuasai < 2 bidang lahan.

Beberapa masyarakat telah mempunyai kemampuan modal yang kuat setelah mendapatkan program PPAN. Modal tersebut adalah kepemilikan terhadap tanah yang memudahkan mendapatkan akes keperbankan. Selanjutnya mengembangkan usaha dan membeli beberapa lahan. Beberapa lahan yang dibeli adalah lahan masyarakat lain yang tanahnya didapatkan hasil dari PPAN.

Luas lahan yang dikuasai masyarakat responden PPAN dan Non PPAN seperti yang tertera pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Distribusi Luas Lahan yang Dikuasai Responden

Luas Lahan (Ha)

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

< 1 5 5% 29 97%

2-5 77 77% 1 3%

> 5 18 18% 0 0%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan luas lahan yang dikuasai yang dominan adalah 2-5 hektar sebanyak 77 responden (77%). Luas lahan yang dikuasai < 2 hektar sebanyak 5 responden (5%) dan luas lahan yang dikuasai > 5 hektar sebanyak 18 responden (18%). Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan luas lahan yang dikuasai yang dominan adalah < 1 hektar sebanyak 29 responden (97%) sedangkan yang memiliki 2-5 hektar sebanyak 1 responden (3%) . Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN lebih sejahtera dibanding masyarakat Non PPAN berdasarkan luas lahan yang dikuasai, hal ini disebabkan masyarakat PPAN ada yang memiliki luas lahan yang dikuasai 2-5 hektar dan > 5 hektar sedangkan masyarakat responden Non PPAN hampir seluruhnya hanya memiliki luas lahan yang dikuasai < 1 hektar.

Luas lahan yang dimiliki masyarakat responden PPAN pada awalnya rata-rata 4 Ha. Selanjutnya ada yang bertambah dengan membeli lahan baru dan ada yang berkurang karena dijual.

Status penguasaan terhadap lahan masyarakat responden PPAN dan Non PPAN disajikan pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Distribusi Status Penguasaan Lahan Responden

Status Penguasaan Lahan

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Garapan tanpa surat

pemilikan 0 0% 0 0%

Sewa/garapan 4 4% 30 100%

Milik dengan

sertifikat/bukti hak 96 96% 0 0%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan status penguasaan lahan yang dominan adalah milik dengan sertifikat/bukti hak sebanyak 96 responden (96%). Sewa/garapan sebanyak 4 responden (4%), sedangkan garapan tanpa surat pemilikan tidak ada. Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan status penguasaan lahan yang dominan adalah sewa/garapan sebanyak 30 responden atau seluruh responden (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN lebih sejahtera dibanding masyarakat Non PPAN berdasarkan status penguasaan lahan. Masyarakat menerima kepemilikan lahan dari program PPAN.

Namun ada 4 responden yang tidak lagi memiliki kepemilikan lahan karena lahan yang didapatkan dari program PPAN telah habis dijual dengan berbagai alasan.

Lama menguasai lahan masyarakat responden PPAN dan Non PPAN disajikan pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Distribusi Lama Menguasai Lahan Responden

Lama Menguasai Lahan

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Belum lama (< 10 tahun) 2 2% 5 16,7%

Cukup lama (10-20 tahun) 71 71% 18 60,0%

Lama (> 20 tahun) 27 27% 7 23,3%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan lama menguasai lahan yang dominan adalah cukup lama (10-20 tahun) sebanyak 90 responden (90%), lama (> 20 tahun) sebanyak 8 responden (8%), belum lama (< 10 tahun) menguasai lahan sebanyak 2 responden (2%). Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan lama menguasai lahan yang dominan adalah cukup lama (10-20 tahun) sebanyak 18 responden (60%), lama menguasai lahan ( > 20 tahun) sebanyak 7 responden (23,3%) dan belum lama menguasai lahan (< 10 tahun) sebanyak 5 responden (16,7%) Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN lebih lama dalam menguasai lahan.

Status kepemilikan lahan yang belum jelas (belum ada suratnya) masyarakat responden PPAN dan Non PPAN disajikan pada Tabel 4.14

Tabel 4.14. Distribusi Keinginan Status Kepemilikan Lahan Responden Keinginan Status

Kepemilikan Lahan

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Dibiarkan saja 8 8% 9 30%

Dijual 6 6% 6 20%

Didaftarkan Sertifikat 86 86% 15 50%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan keinginan status kepemilikan lahan yang dominan adalah didaftarkan sertifikat sebanyak 86 responden (86%), dibiarkan saja sebanyak 8 responden (8%), sedangkan dijual 6 responden (6%). Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan keinginan status kepemilikan lahan yang dominan adalah didaftarkan sertifikat sebanyak 15 responden (50%), dibiarkan saja sebanyak 9 responden (30%) dan dijual 6 responden (20%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN memiliki pemikiran yang lebih bijaksana dibanding masyarakat Non PPAN karena 86% masyarakat PPAN ingin tanahnya didaftarkan sertifikat sedangkan masyarakat Non PPAN hanya 50% yang ingin didaftarkan sertifikat, hal ini disebabkan masyarakat PPAN merasa perlu untuk mendaftarkan kepemilikan tanahnya sehingga tanah yang dimiliki memiliki status yang jelas dan benar kepemilikannya.

Kepemilikan lahan masyarakat responden PPAN dan Non PPAN tersebut umumnya dipergunakan untuk pertanian seperti yang tertera pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15. Distribusi Pengunaan Lahan Responden

Penguasaan Lahan

Responden PPAN Responden Non PPAN Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

Pertanian 91 91% 30 100%

Perdagangan 5 5% 0 0%

Jasa 4 4% 0 0%

Jumlah 100 100% 30 100%

Sumber : Data Primer diolah, 2012

Distribusi responden masyarakat PPAN berdasarkan penguasaan lahan yang dominan adalah untuk keperluan pertanian sebanyak 91 responden (91%), perdagangan sebanyak 5 responden (5%), dan keperluan jasa sebanyak 4 responden (4%). Distribusi responden masyarakat Non PPAN berdasarkan penggunaan lahan yang dominan adalah pertanian sebanyak 30 responden (100%), perdagangan sebanyak 0 responden (0%) dan jasa sebanyak 0 responden (0%). Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat responden PPAN lebih bervariasi menggunakan tanah yang dimilikinya dibanding masyarakat Non PPAN, hal ini disebabkan masyarakat PPAN memiliki bidang tanah dan luas lahan yang lebih besar dibanding masyarakat Non PPAN.

Gambar 4.7 Beberapa lahan hasil distribusi telah berubah fungsi sebagiannya menjadi usaha lain seperti kerajinan kayu dan hotel