• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

C. Karakteristik Bullying

Menurut Wikipedia, berdasarkan hasil penelitian, para pelaku bullying

mempunyai kepribadian penggertak yang otoriter, digabungkan dengan kebutuhan yang kuat untuk mengendalikan atau mendominasi….Lebih lanjut menunjukkan bahwa kecemburuan dan dendam termasuk dalam motif bullying, ada juga bukti yang menunjukkan bahwa bullies menderita dari defisit dalam harga diri (karena hal ini akan sulit untuk penggertak). Namun, bullying juga dapat digunakan sebagai alat untuk menyembunyikan rasa malu atau kegelisahan atau untuk meningkatkan percaya diri: dengan merendahkan orang lain, bullies ini merasa mempunyai kuasa yang lebih…. Para peneliti telah mengidentifikasi faktor-faktor risiko lainnya, seperti kecepatan untuk marah dan menggunakan kekerasan, kecanduan berperilaku agresif, menyalahkan tindakan orang lain (bermusuhan), menjaga image diri (ja’im), dan keinginan untuk bertindak kaku/keras terhadap orang lain (www.wikipedia.org)

Menurut Andrew Mellor, Manajer Jaringan Kerja Anti-Bullying dari University of Edinburgh, Inggris, telah menengarai sebagian orang yang secara konsisten melakukan bullying. Orang-orang semacam itu biasanya agresif, impulsif dan kurang memiliki empati (Mellor Andrew, op. cit. M. Fauzi, www.hupelita.com) Menurut Ponny Retno Astuti, pelaku umumnya temperamental. Mereka melakukan bullying terhadap orang lain sebagai pelampiasan kekesalan dan kekecewaannya. Ada kalanya karena mereka merasa tidak punya teman, sehingga ia menciptakan situasi bullyingsupaya memiliki “pengikut” dan kelompok sendiri. Bisa jadi mereka takut menjadi korban bullying, sehingga lebih dulu mengambil

commit to user

inisiatif sebagai pelaku bullying untuk keamanan dirinya. Pelaku bullying

kemungkinan besar juga sekedar mengulangi apa yang pernah ia lihat dan alami sendiri. Ia menganiaya anak lain karena mungkin ia sendiri dianiaya orang tuanya di rumah. Ia juga mungkin pernah ditindas dan dianiaya anak lain yang lebih kuat darinya di masa lalu (Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2008:15).

Ciri perilaku bullying antara lain :

a. Hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial siswa di sekolah b. Menempatkan diri di tempat tertentu di sekolah/sekitarnya

c. Merupakan tokoh populer di sekolah

d. Gerak-geriknya seringkali dapat ditandai : sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, menyepelekan/melecehkan.

Itulah sebabnya bullying menjadi suatu siklus kekerasan yang terus berlanjut turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya (Ponny Retno Astuti, 2008:55).

2. Karakteristik korban bullying

Berdasarkan penelitian UNICEF, korban bullying mempunyai karakteristik sebagai berikut :

a. Menghargai dirinya sendiri sebagai rata-rata atau bahkan rendah, b. Impulsif, berkepribadian kepala panas (mudah panik, tidak tenang), c. Kurang berempati,

d. Kesulitan menyesuaikan diri dengan peraturan, e. Mendukung tindak kekerasan (www.unicef.org).

Menurut penelitian Yayasan SEJIWA, dalam bukunya Bullying!, beberapa ciri yang bisa dijadikan korban bullying antara lain :

commit to user

- Berfisik kecil, lemah

- Berpenampilan lain dari biasa - Sulit bergaul

- Siswa yang rendah kepercayaan dirinya

- Anak yang canggung (sering salah bicara/bertindak,berpakaian) - Anak yang memiliki aksen berbeda

- Anak yang dianggap menyebalkan dan menantang bully

- Cantik/ganteng, tidak cantik/tidak ganteng - Anak orang tak punya/anak orang kaya - Kurang pandai

- Anak yang gagap

- Anak yang dianggap sering argumentatif terhadap bully

(Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2008:17)

Menurut Ponny Retno Astuti, ciri perilaku korban antara lain : - Pemalu/pendiam/penyendiri

- Bodoh/dungu

- Mendadak menjadi penyendiri/pendiam

- Sering tidak masuk sekolah oleh alasan yang tidak jelas

- Berperilaku aneh atau tidak biasa (takut/marah tanpa sebab, mencorat-coret) (Ponny Retno Astuti, 2008:21)

3. Karakteristik Bullying di Sekolah

Seperti hasil penelitian para ahli, antara lain oleh Rigby, bullying yang banyak dilakukan di sekolah umumnya mempunyai tiga karakteristik yang terintegrasi, sebagai berikut :

commit to user

a. Ada perilaku agresi yang menyenangkan pelaku untuk menyakiti korbannya. b. Tindakan itu dilakukan secara tidak seimbang sehingga menimbulkan

perasaan tertekan korban.

c. Perilaku itu dilakukan secara berulang atau terus-menerus. (Rigby, K., 1996, op.cit., Ponny Retno Astuti, 2008:8)

4. Karakteristik Sekolah yang mudah terdapat kasus bullying

Karakteristik Sekolah yang mudah terdapat kasus bullying pada umumnya berada dalam situasi sebagai berikut :

a. Sekolah dengan ciri perilaku diskriminatif di kalangan guru dan siswa. b. Kurangnya pengawasan dan bimbingan etika dari para guru dan satpam. c. Sekolah dengan kesenjangan besar antara siswa kaya dan miskin. d. Adanya kedisiplinan yang sangat kaku atau yang terlalu lemah. e. Bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten. (Ponny Retno Astuti, 2008:8)

D. Bentuk Perilaku Bullying 1. Fisik

Adalah jenis bullying yang kasat mata. Siapa pun bisa melihatnya karena terjadi sentuhan fisik antara pelaku bullying dan korbannya. Contoh-contoh bullying fisik antara lain :

- Menampar - Menimpuk - Menginjak kaki - Menjegal

commit to user

- Meludahi - Memalak

- Melempari dengan barang

- Menghukum dengan berlari keliling lapangan - Menampar

- Menggigit

- Menghukum dengan cara push-up

(Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2008:8) - Menarik rambut - Memukul - Menendang - Mengunci - Memlintir - Menonjok - Mendorong - Mencakar - Meludahi - Mengancam

- Merusak kepemilikan (property) korban - Penggunaan senjata

- Mengintimidasi korban di ruangan/dengan mengitari - Perbuatan kriminal

(Ponny Retno Astuti, 2008:22) 2. Non fisik

commit to user

a. Verbal

Ini jenis bullying yang juga bisa terdeteksi karena tertangkap indra pendenga-ran kita. Contoh-contoh bullying verbal :

- Memaki - Menghina - Menjuluki - Meneriaki

- Mempermalukan di depan umum - Menuduh

- Menyoraki - Menebar gosip - Memfitnah - Menolak

(Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2008:3-4) - Panggilan telepon yang meledek

- Pemerasan - Mengancam - Menghasut

- Berkata jorok pada korban - Berkata menekan

- Menyebarluaskan kejelekan orang (Ponny Retno Astuti, 2008:22)

b. Non Verbal

Terbagi menjadi 2, yaitu : 1) Tidak Langsung

commit to user

- Memanipulasi pertemanan - Mengasingkan

- Tidak mengikutsertakan - Mengirim pesan menghasut - Curang

(Ponny Retno Astuti, 2008:22) 2) Langsung (Mental/psikologis)

Ini jenis bullying yang paling berbahaya karena tidak tertangkap mata atau telinga kita, jika kita tidak cukup awas mendeteksinya. Praktik bullying ini terjadi diam-diam dan di luar radar pemantauan kita. Contoh-contohnya : - Gerakan (tangan, kaki, atau anggota badan lain) kasar / mengancam - Menatap - Muka mengancam - Menggeram - Hentakan mengancam - Menakuti - Memandang sinis

-Memandang penuh ancaman - Memandang yang merendahkan - Memelototi

- Mencibir

- Mempermalukan di depan umum - Mendiamkan

- Mengucilkan

commit to user

(Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2008:4-5)

3. Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual di sekolah bisa terjadi dalam bentuk fisik maupun non-fisik. a. Yang berupa fisik antara lain :

Jamahan terhadap bagian tubuh tertentu, imbalan pemberian nilai pada murid perempuan manakala rela berbuat sesuatu, pemerkosaan, dan lain-lain.

b. Sedangkan yang berupa non-fisik antara lain :

Di lingkungan sekolah sangat berpotensi terjadi julukan terhadap bentuk tubuh seseorang, ejekan, tempat duduk murid (perempuan) dimana meja depannya tidak bertutup sering mengundang perbuatan negatif.

(http://pedulihakanak.wordpress.com)

Dokumen terkait