• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Karakteristik Informan

Informan dalam penelitian ini adalah petugas Tata Usaha di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan (RSU Sari Mutiara). Peneliti melakukan wawancara dengan 2 (dua) orang informan. Adapun karakteristik dari para informan tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut:

Tabel 4.1 Karakteristik Informan

Sumber Kode Pendidikan Jabatan

Informan I1 S1 Ekonomi Kepala Ruangan

Tata Usaha RSU SM

Informan I2 S1 Ekonomi Pegawai Tata

Usaha RSU SM

Wawancara dilakukan melalui perkenalan dan pendekatan terlebih dahulu, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan pada penelitian yang akan dilakukan melalui wawancara. Selanjutnya meminta waktu dan kesediaannya untuk diwawancara. Wawancara berlangsung secara informal, dimana wawancara dilakukan di ruangan Tata Usaha RSU Sari Mutiara berdasarkan pedoman wawancara, pelaksanaan wawancara dalam suasana dan kondisi yang bersifat alamiah, apa adanya, dan tidak diatur sedemikian rupa untuk tujuan tertentu, begitu juga dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa informal. Dalam melakukan wawancara, peneliti menetapkan Informan Pertama dengan kode (I1) yang menjabat sebagai Kepala Ruangan Tata Usaha RSU Sari Mutiara dan informan kedua dengan kode (I2) yang bertugas sebagai pegawai Tata Usaha RSU SM.

Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman. Dengan pedoman ini, peneliti membaca kembali transkrip wawancara dan memilih data yang relevan dengan judul penelitian sehingga menghasilkan sebuah kategori, yaitu:

4.3.1 Pengelolaan Arsip Dinamis di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

Arsip merupakan sebuah berkas yang nilai gunanya sangat tinggi sehingga harus disusun dan disimpan sesuai dengan sistem yang ada agar mudah untuk ditemukan kembali apabila suatu saat dibutuhkan. Oleh karena itu suatu organisasi harus mempunyai sistem pengelolaan arsip yang baik terutama arsip dinamis yang ada di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara, guna meningkatkan dan melancarkan kegiatan administrasi.

Berdasarkan pengertian arsip dan hasil wawancara yang telah dilakukan, sistem pengelolaan arsip dinamis sangat berhubungan dengan sumber arsip, dari mana sumber arsip dinamis, pengelolaan arsip dinamis, penyimpanan arsip dinamis, temu kembali arsip dinamis dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan arsip dinamis.

4.3.1.1 Sumber Arsip

Arsip memiliki nilai dan arti penting, karena arsip merupakan bahan resmi penyelenggaraan administrasi suatu pemerintahan atau instansi swasta. Arsip merupakan pusat ingatan, sumber informasi, bukti sejarah dan arsip juga merupakan bagian penting dalam seluruh kegiatan administrasi di suatu instansi.

Sebagai sumber informasi arsip memiliki asal dari mana arsip itu tercipta, baik

dari dalam instansi maupun dari luar instansi. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara dengan informan berikut :

I1: “Sumber arsip di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara ini adalah segala jenis surat yang diterima dan dikeluarkan oleh Bagian Tata Usaha seperti surat masuk dari rumah sakit atau isntansi lain, surat ijin penelitian yang disetujui oleh Direktur RSU Sari Mutiara, surat MoU atau hubungan kerjasama dengan instansi lain, Jamsostek, surat penawaran. Sedangkan jenis arsip surat keluar yaitu surat perintah tugas dari RSU Sari Mutiara, surat ijin libur bekerja, Surat Peringatan, Pengalaman Kerja, surat administrasi umum, daftar hadir pegawai, nota tugas, BUMN, dan Pemko”.

I2: “Arsip yang tercipta disini yaitu surat masuk, surat keluar dan surat yang tercipta dari instansi kita. Surat masuk banyak jenisnya seperti surat ijin penelitian, surat dari instansi lain, surat dinas kesehatan, MoU, notulen atau daftar hadir, Nota Tugas, Penawaran, Dinas Ketenagakerjaan, Surat Administrasi Umum, surat dari Dinas Kesehatan, surat permohonan dan yang lainnya”.

Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara sumber arsip yang tercipta yaitu surat masuk dari rumah sakit lain atau instansi lain, surat ijin penelitian, surat MoU, surat perintah tugas, surat ijin tidak bekerja dan surat Dinas Kesehatan, surat peringatan, pengalaman kerja, daftar hadir pegawai, nota tugas, surat administrasi umum.

Berikut ini sebagian contoh arsip yang di ciptakan di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.

Gambar 4.2 Contoh Surat Keluar

Pada gambar 4.2 dapat di jelaskan jenis surat keluar yang berisi tentang persetujuan pencantuman informasi Unit Dialysis RSU Sari Mutiara Medan. Jenis surat ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.

Gambar 4.3 Contoh Surat Tugas

Pada gambar 4.3 jenis surat tugas penentuan panitia perayaan natal tahun 2016 umat kristiani Sumatera Utara. Jenis surat ini ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.

Gambar 4.4 Contoh Surat Permohonan

Pada gambar 4.4 termasuk kedalam surat masuk yang berisi tentnag surat permohonan mengenai penyediaan tim medis pada perayaan natal tahun 2016.

Jenis surat ini ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.

Setiap harinya jumlah arsip dinamis yang dikelola oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara semakin bertambah, seperti yang dinyatakan oleh informan berikut:

I1: “Dalam 1 hari kami bisa menerima surat masuk sampai 20 surat. Sedangkan untuk surat keluar bisa lebih dari 20 surat. Sedangkan dalam 1 tahun kami bisa mengelola arsip surat masuk dan surat keluar hingga 1.700 surat”.

12: “Surat masuk dan surat keluar yang kami kelola pada Bagian Tata Usaha ini sampai 1.700 surat dalam 1 tahun, dikarenakan surat masuk yang sering kami terima dari Rumah Sakit lain, dan kami harus mengeluarkan juga surat balasan bagi yag berkepentingan setiap harinya. Terkadang kami tidak

mengetahui secara pasti berapa jumlah surat masuk dan surat keluar sesuai jenisnya”.

Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, arsip dinamis yang tercipta setiap harinya di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara tidak diketahui secara pasti berapa jumlah arsip berdasarkan jenisnya, karena sumber arsip diperoleh dari setiap kegiatan. Sedangkan dalam 1 tahun arsip dinamis yang dapat dikelola di Bagian Tata Usaha RSU SM mencapai 1.700 arsip.

4.3.1.2 Proses Pengelolaan Arsip Dinamis

Pengelolaan arsip dinamis meliputi penataan, pengorganisasian, penyimpanan, prosedur penyimpanan, alat-alat yang digunakan dalam penyimpanan dan pemeliharaan terhadap arsip dinamis. Apabila arsip sudah tidak digunakan lagi maka arsip tersebut disimpan kedalam gudang. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, pengelolaan arsip dinamis berhubungan erat dengan penyimpanan arsip dinamis aktif, hal ini dapat dilihat dari pernyataan informan berikut:

I1: “Pengelolaan arsip masih manual, tidak menggunakan sistem, semua dilakukan oleh pegawai sendiri, arsip dimasukkan didalam Map file”.

I2: “Pengelolaan arsip dari dulu sampai sekarang kami kelola sendiri dan dimasukkan kedala Map File yang sudah tersedia”.

Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, proses pengelolaan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara masih dilakukan secara manual. Dimana proses manual ini meliputi beberapa langkah, seperti yang dinyatakan oleh informan berikut:

I1: “Pengelolaan arsip masih dilakukan secara manual, arsip yang diterima dari instansi lain langsung kami simpan di dalam Map File dan nomor surat ditulis di buku besar sebagai pengingatnya. Surat tersebut kami beri kode sesuai dengan ketentuan Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara”.

12: “Pengelolaan arsip masih sederhana bisa di tulis tangan datanya dengan format yang sudah seperti lembar disposisi dan sebagian arsip ada dalam bentuk tercetak melalui komputer dan pertinggalnya dicatat nomor surat di buku besar”.

Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, proses pengelolaan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara masih dilakukan secara manual dan sederhana. Arsip yang diterima dicatat nomor surat dan disimpan sesuai kode, sedangkan arsip yang tercipta bisa dalam bentuk tercetak maupun tulis tangan dengan mengisi format yang tersedia.

Gambar 4.5 Lembar Disposisi

Pada gambar 4.5 merupakan jenis lembar disposisi yang ditulis tangan, lembar disposisi tersebut dicantumkan dengan surat yang dikeluarkan oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara Medan.

4.3.1.3 Penyimpanan Arsip Dinamis

Penyimpanan arsip diperlukan untuk memudahkan dalam temu kembali arsip pada saat diperlukan dengan cepat dan tepat. Sehingga perlu dilakukan penentuan sistem penyimpanan yang akan digunakan. Seperti yang dinyatakan informan berikut:

I1: “Untuk penyimpanan arsip masih bersifat manual, arsip yang diterima dan arsip yang tercipta setiap harinya dimasukan kedalam Map File sesuai dengan kode nya lalu kami simpan di lemari”.

12: “Penyimpanan arsip yang kami lakukan disini yaitu disimpan sesuai dengan kodenya, lalu kami masukan ke dalam Map File dan disusun tegak di lemari”.

Seperti gambar dibawah ini, dapat dilihat arsip yang tercipta dan diterima diberi kode, ditulis tanggal, bulan, dan tahunnya di bagian depan map file, disusun lalu disimpan didalam lemari arsip.

Gambar 4.6 Contoh Kode Arsip

Dari gambar 4.6 diatas dapat dijelaskan bahwa kode arsip II.I termasuk kedalam jenis arsip BUMN atau Persero, kode arsip II.5 termasuk jenis arsip surat keluar dan II.1 termasuk jenis arsip Pemko Pemda

Gambar 4.7 Penyusunan Arsip Dinamis

Gambar 4.8 Lemari Penyimpanan Arsip Dinamis

Pada gambar 4.7 dan 4.8 merupakan cara penyusunan arsip dinamis. Arsip yang tercipta disusun secara tengak dan sesuai dengan kodenya dan disusun di lemari penyimpanan arsip yang tersedia.

Arsip sangat penting bagi kelangsungan proses pekerjaan di suatu organisasi, selain penyimpanannya yang harus sesuai dengan sistem yang ada, arsip juga harus dirawat atau dipelihara agar nilai guna yang terkandung di dalamnya tidak hilang dan bentuk tercetak dari arsip tersebut tidak rusak. Seperti yang disebutkan oleh informan yaitu:

I1: “Kami tau arsip sangat penting untuk kegiatan administrasi di RSU Sari Mutiara ini, maka perawatannya yang sebenarnya tidak mudah jika tidak dikelola oleh ahlinya, kita disini semaksimal mungkin melakukan penyimpanan secara rapi dan teratur dan arsip yang sudah lama kami masukkan kedalam gudang arsip, tetapi didalam gudang tersebut bercampur dengan arsip rekam medis dan arsip perawat. Gudang tersebut dibersihkan oleh petugas kebersihan yang bekerja di RSU Sari Mutiara ini”.

I2: “Seperti yang dibilang ibu tadi penyimpanan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara ini disimpan di dalam Map File lalu kami letak dilemari. Dan apabila terjadi penumpukkan akan kami pisahkan arsip Tata Usaha yang sudah 5 tahun terakhir tersebut kami masukkan kedalam gudang”.

Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, untuk proses penyimpanan arsip masih sederhana yang disimpan kedalam Map File lalu di masukkan kedalam lemari arsip.

4.3.1.4 Proses Temu Balik Arsip Dinamis

Kurangnya perhatian terhadap kearsipan tidak hanya dari segi pemeliaraan dan penyimpanan, tetapi juga dari sistem fillingnya, sehingga mengakibatkan arsip sulit ditemukan kembali apabila sewaktu-waktu diperlukan. Penemuan

kembali arsip dengan cepat dan tepat sangat erat hubungannya dengan sistem penataan dan penyimpanan arsip yang digunakan, serta tergantung dari kecekatan petugas arsip. Maka perlu diperhatikan penentuan pemilihan, sistem penataan dan penyimpanan arsip yang sesuai dengan kebutuhan. Temu balik arsip dilakukan karena adanya permintaan-permintaan yang penting dan mendesak terhadap informasinya. Itulah sebabnya berkas yang ada perlu diolah agar setiap permintaan terhadap informasinya dapat ditemu kembalikan secara cepat dan tepat. Berikut penjelasan yang dipaparkan oleh informan:

I1: “Temu kembali arsip disesuaikan dengan tanggal, bulan, tahun dan jenis arsip tersebut agar dapat disesuaikan dengan kode yang ditetapkan oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara. Temu balik arsip masih dilakukan secara manual karena kami belum mempunyai sistem aplikasi untuk temu balik arsip”.

12: “Pihak rumah sakit, instansi, atau pegawai Rumah Sakit yang meminta arsip dari kami, maka terlebih dahulu harus mengetahui tanggal, bulan, tahun dan jenis arsip nya apa. Agar kami tidak kesulitan dalam melakukan pencarian arsip”.

Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, apabila ada yang membutuhkan arsip maka harus mengetahui terebih dahulu tanggal, bulan, tahun dan jenis arsipnya apa. Proses temu kembali arsipnya dapat dijelaskan informan berikut:

I1: “Sistem temu balik arsip surat disini dilakukan apabila ada permintaan dari pihak Rumah Sakit maka akan kami carikan sesuai kode nya, terlebih dahulu

kita lihat dalam buku besar apakah arsip yang diminta masih ada atau tidak.

Kalau ada maka akan kami ambil di dalam lemari arsip”.

12: “Untuk menemukan arsip yang dimintak oleh pihak Rumah sakit, instansi lain, dan pegawai yang membutuhkan maka kami akan mencarikan terlebih dahulu jenis suratnya. Setelah itu dilihat dari tanggal, bulan dan tahun surat tersebut. Apabia sesuai dengan buku besar kami, baru kami cari di tempat penyimpanan arsip”.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa, dalam proses temu balik arsip yang paling penting dibutuhkan bagi pegawai Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara yaitu tanggal, bulan, tahun dan jenis suratnya apa, agar mudah dalam temu baliknya.

4.3.1.5 Kendala Dalam Pengelolaan Arsip Dinamis

Kendala dapat diartikan sebagai faktor penghambat dalam melakukan suatu tindakan atau kegiatan. Begitu juga halnya dalam menjalankan suatu sistem pengelolaan arsip. Dalam menjalankan proses pengelolaan arsip biasanya pengguna sering mengalami hambatan, seperti halnya yang disebutkan informan dalam hasil wawancara berikut :

I1: “Kendala dalam pengelolaan arsip dinamis Bagian Tata Usaha ini pasti ada, terutama dalam proses administrasinya. Terkadang arsip yang kita ciptakan untuk mendapatkan tanda tangan atau persetujuan direktur RSU Sari Mutiara harus kita tunggu”.

12: “Dalam proses adminstrasi surat, terkadang juga membutuhkan waktu untuk mendapatka persetujuan dari Direktur RSU Sari Mutiara”.

Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, dalam pengelolaan arsip terlebih dahulu arsip yang tercipta dan ditrima harus sesuai dengan persetujuan Direktur RSU Sari Mutiara, terkadang dalam persetujuan tersebut Direktur sibuk dan terkdang tidak berada ditempat maka sulit untuk menyelesaikan surat yang ingin mendapat persetujuan. Dalam melakukan penyimpanan arsip juga terdapat kendala seperti yang disampaikan oleh informan yaitu :

I1: “Kendala dalam melakukan pengelolaan arsip ini terletak dalam penyimpanannya. Arsip yang sudah banyak tecipta dan masih dipergunakan terbatasnya lemari yang layak untuk penyimpanan arsip tersebut”.

12: “Arsip dinamis yang masih dipergunakan untuk kepentingan instansi RSU Sari Mutiara kita simpan dilemari penyimpanan arsip. Dalam 1 tahun arsip yang tercipata sampai 1.700 arsip, terkadang untuk penyimpanan selama 5 tahun terakhir kami kekurangan lemari sebagai sarana penyimpanan arsip dinamis tersebut”.

Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, kendala dalam penyimpanan arsip terletak pada lemari penyimpanan. Karna arsip yang tercipta selama 5 tahun terakhir tetap disimpan di dalam ruangan Bagian Tata Usaha, sedangkan lemari arsip yang tersedia 3 lemari sedangkan yang layak di gunakan Cuma 2 lemari arsip. Dalam temu kembali arsip juga terdapat kendala seperti yang dibilang informan:

I1: “Kendala dalam pengelolaan arsip itu pasti ada. Terkadang kami sulit dalam pengelolaannya. Untuk penyimpanan map file yang tersedia terbatas sehingga kami tumpuk secara padat arsip tersebut”.

12: “Seharusnya arsip dikelola oleh bidang arsip. Tetapi kami tidak memiliki pegawai yang berlatar belakang arsip”.

Berdasarkan pernyataa informan bahwa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan arsip haruslah mempunyai perlengkapan poenyimpanan arsip yang cukup agar tersimpan dengan baik. Dan yang menangani arsip tidak berlatar belakang pendidikan kearsipan melainkan Sarjana Ekonomi.

4.4 Rangkuman Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan informan, melalui proses analisis data yang menjaga keabsahan data serta melakukan triangulasi, maka diperoleh kategori pengelolaan arsip nasabah dinamis aktif adalah sebagai berikut.

Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian

Kategori Indikator

4.2.1.1 Sumber Arsip 1. Surat Masuk dari Rumah Sakit atau Instansi Lain

2. Surat ijin penelitian

3. MoU atau perjanjian antar instansi

4. Surat ijin tidak bekerja 5. Surat perintah tugas

2. Kode penyimpanan berdasarkan ketetapan dari pihak RSU Sari Mutiara dan disesuaikan dengan tanggal, bulan, tahun

1. Berdasarkan sistem kronologis 2. Dimasukan kedalam Map File 3. Disimpan dilemari arsip 4.2.1.4 Sistem Temu Balik

Arsip Dinamis

1. Sistem manual

2. Pencarian berdasarkan kode yang ditetapkan pihak RSU Sari

1. Sumber arsip dinamis Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara adalah surat Surat Masuk dari Rumah Sakit atau Instansi Lain, Surat ijin penelitian, MoU atau perjanjian antar instansi, Surat ijin tidak bekerja, Surat perintah tugas, Surat Dinas Kesehatan, Jamsostek, Surat Peringatan, Daftar Hadir Pegawai, Pengalaman Kerja, Surat Administrasi Umum, Nota Tugas, Surat Penawaran.

2. Proses pengelolaan arsip dinamis dilakukan masih secara manual, kode surat berdasarkan ketetapan Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara, nomor dan kode surat dicatat kedalam buku besar, dan sumber arsip berupa tercetak dan tulis tangan.

3. Penyimpanan arsip dinamis berdasarkan sistem kronologis seperti kode surat yang ditetapkan oleh Bagian Tata Usaha dan berdasarkan tanggal, bulan tahun.

Penuimpanan dimasukkan kedalam Map File dan disimpan kedalam lemari arsip.

4. Sistem temu balik arsip dilakukan secara manual, pencarian berdasarkan kode dan kronologis dan sesuai dengan jenis arsipnya.

5. Kendala dalam pengelolaan arsip dinamis di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara yaitu terletak pada Penyimpanan arsip, peralatan penyimpanan arsip, Sumber daya manusia.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara secara langsung, dapat disimpulkan pengelolaan arsip dinamis dalam memudahkan temu kembali arsip khususnya di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan (RSU Sari Mutiara) yaitu pengelolaan arsipnya masih dilakukan secara manual untuk temu kembali arsipnya. Arsip yang tercipta dalam bentuk tercetak dan tulis tangan. Pengelolaan dilakukan belum tersistem kedalam komputer, seperti arsip yang diciptakan harus mendapat persetujuan dari Direktur RSU Sari Mutiara baru bisa diproses lebih lanjut.

Kendala dalam pengelolaan arsip dinamis terdapat pada penyimpanan arsip seperti peralatan arsip tidak mencukupi, petugas arsip yang tidak berlatar belakang kearsipan, temu balik arsip terkadang lama karna orang yang membutuhkan tidak mengetahui jenis dan tanggal arsip, serta gudang arsip Bagian Tata Usaha yang bercampur dengan gudang arsip lain RSU Sari Mutiara lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pengelolaan arsip dinamis dalam memudahkan temu balik arsip di RSU Sari Mutiara adalah:

1. Temu kembali arsipnya masih dilakukan secara manual, maksudnya arsip yang dibutuhkan di periksa di buku besar lalu dicarikan di lemari arsip. Temu kembali arsip belum memiliki aplikasi untuk mempermudah proses temu balik.

2. Pengelolaan arsip masih dilakukan secara manual yaitu dengan cara arsip yang tercipta dan arsip yang diterima diberikan kode sesuai yang ditetapkan lalu dicatat ke buku besar dan disimpan ke dalam map file.

3. Penyimpanan arsip dinamis dan temu balik arsip di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan menggunakan sistem kronologis dan pemberian kode sesuai ketetapan yang ditentukan oleh pihak RSU Sari Mutiara tersebut.

4. Petugas kearsipan sudah memadai dalam pengelolaan arsip dinamis di Bagian Tata Usaha walaupun tidak berlatar belakang pendidikan arsiparis.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dijelaskan maka saran yang diberikan oleh peneliti kepada Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan yaitu:

1. Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara Medan hendaknya memiliki sistem aplikasi untuk temu kembali arsip agar mempermudah pekerjaan dalam proses temu kembali arsip dinamis.

2. Penambahan pegawai yang berlatar belakang pendidikan kearsipan.

3. Tidak mencampurkan gudang penyimpanan arsip khusus arsip Bagian Tata Usaha dengan arsip-arsip lain yang ada di RSU Sari Mutiara.

4. Penambahan peralatan arsip seperti lemari penyimpanan arsip

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta:

rajawali Pers.

Amsyah, Zulkifli. 2003. Manajemen Kearsipan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Barthos, Basir. 2007. Manajemen Kearsipan untuk Lembaga Negara, Swasta, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara.

Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif; komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hamalik, Oemar. 2008.Pengelolaan Sistem Informasi. Bandung: Trigenda.

Karya.

---. 1993. Pengelolaan Sistem Informasi. Bandung: Trigenda Karya.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia:

Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan PeningkatanProduktivitas Pegawai. Jakarta: PT Grasindo.

Hasibuan, Malayu. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 09/KEP/M.PAN/2002 Tentang Jabatan fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Martono, Boedi. 1994. Penataan Berkas dalam Manajemen Kearsipan.

Jakarta:Pustaka Sinar Harapan.

Maulana, M.N. 1996. Administrasi Kearsipan. Jakarta: Bharatara.

Mustari. 2009. Perancangan jadwal Retensi Arsip. Jakarta: Universitas Terbuka.

Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Pedoman Retensi Arsip Sektor Perekonomian Urusan Komunikasi dan Informatika Pasal 1.

Read, Judith and Gin. Mary Lea. 2008. Recods Management. Canada: Nelson Education.

Sedarmayanti. 2003. Tata Kearsipan Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern.Mandar Maju: Bandung.

Subagyo, Joko P. 2006. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

Sugiarto, Agus. 2005. Manajemen Kearsipan Modern. Yogyakarta: Gava Media.

Sugiarto, Agus. 2005. Manajemen Kearsipan Modern. Yogyakarta: Gava Media.

Dokumen terkait