BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Pemeriksaan dan Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menjaga keabsahan data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan beberapa metode triangulasi, yaitu teknik yang dilakukan dengan meminta penjelasan lebih lanjut. Adapun teknik triangulasi yang digunakan adalah:
1. Triangulasi Data
Menggunakan berbagai sumber data seperti hasil wawancara, hasil observasi dan dokumen mengenai arsip di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara.
2. Triangulasi Teori
Penggunaan berbagai teori yang berlinan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memasuki syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori telah dijelaskan pada bab II untuk dipergunakan dan menguji terkumpulnya data tersebut.
3. Triangulasi Data
Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sejarah Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan (RSU Sari Mutiara) beralamat di JL. Kapten Muslim No 79 Medan. Merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan kelas madya plus yang berstatus swasta milik yayasan Sitanggang Purba dalam usaha pelayanan kesehatan yang mencangkup pemeliharaan, penyembuhan, dan pemulihan kesehatan.
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara pada mulanya berasal dari praktek bidan berijazah yang berdiri pada tanggal 23 September 1963 dan kemudian tanggal 11 Januari 1969 berubah menjadi klinik bersalin Sitanggang. Selanjutnya pada tanggal 23 Februari 1974 menjadi Rumah Sakit Bersalin Sitanggang dan baru pada tanggal 31 Maret 1978 statusnya berubah menjadi Rumah Sakit Umum Sitanggang.
Sejak tahun 1985 sampai sekarang Rumah Sakit Umum Sitanggang yang berganti nama sekarang menjadi Rumah Sakit Umum Sari Mutiara telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dalam hal ini, perum Husada Bhakti menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil beserta keluarganya (PHB) di propinsi Sumatera Utara. Dengan pengaturan rayonisasi pasien-pasien peserta Perum Husada Bhakti yang berasal dari kodya Medan.
Kabupaten Deli Serdang dan Binjai ditunjuk menjadi Rayon Rumah Sakit Sari Mutiara selama kurang lebih 8 tahun. Rumah Sakit Sari Mutiara telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada pasien Perum Husada (PHB) yang ternyata penyelenggaraannnya berjalan baik.
Rumah Sakit Umum Sari Mutiara selain berfungsi sebagai pemeliharaan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan juga berfungsi menjadi tempat praktek bagi siswa-siswi medis kesehatan.Tidak hanya berasal dari Akademi Keperawatan juga berasal dari Akademi Kebidanan Sari Mutiara dan Sekolah Kesehetan lainnya di Propinsi Sumatera Utara.
Sehubungan dengan surat pengumuman di. Jen Yan. Kes. Depkes RI tanggal 5 februari 1987 No. 098/Yan.Med/SK/87, Rumah Sakit Umum Sitanggang berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan dan Sekolah Perawat (SPK) Sitanggang berganti nama menjadi Sekolah Perawatan Kesehatan Sari Mutiara yang telah diresmikan oleh Kakanwil pada tanggal 8 Januari 1988.
Sejak tahun 1987 sampai sekarang lebih dari 20 tahun Rumah Sakit Umum Sari Mutiara telah banyak mencapai kemajuan yang cukup berarti dalam bidang kesehatan. Semua itu dapat dicapai berkat bantuan, pengarahan, bimbingan dari Pemerintah Dinas Kesehatan Dat II Kota Medan, Dinas Kesehatan Dati I Propinsi Sumatera Utara dan Kanwil RI Propinsi Sumatera Utara.
4.1.1 Falsafah, Visi, Misi, Tujuan dan Motto Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan
Falsafah : Dalam menjalankan roda usaha pelayanan kesehatan akan selalu mengupayakan mutu terbaik, peduli kepada kebutuhan dan kepentingan pelanggan, musyawarah dalam memecahkan setiap masalah yang berkaitan dengan hubungan kerja, memiliki sikap tumbuh terhadap perubahan.
Visi : Mewujudkan Rumah Sakit yang berlandaskan harapan, motivasi, inisiatif dan standar.
Misi :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang professional, bermutu, memberikan kepuasan pasien dan keluarga serta terjangkau.
2. Mengembangkan pelayanan kesehatan yang bersifat spesialistik dan subspesialistik bermutu, professional, dan etis.
3. mengembangkan jiwa motivasi dalam penyelenggaraan pelayanan yang melibatkan seluruh potensi sumber daya yang ada di Rumah Sakit.
4. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang mencangkup seluruh fungsi dan kegiatan Rumah Sakit.
Tujuan :
1. Terwujudnya peningkatan penyelenggaraan upaya kesehatan paripurna kepada semua golongan masyarakat, terjangkau sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta peraturan yang berlaku.
2. Terciptanya peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bersifat spesialistik dan subspesialistik, bermutu, professional dan etis.
3. Menghasilkan semangat kerja yang tinggi, komitmen dan produktivitas lebih besar, serta memberi peluang inovatif dan meningkatkan peran serta pegawai dalam memajukn organisasi.
4. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat dipertanggung jawabkan.
Motto: Harapan, Motivasi, Inisiatif, Standard.
4.1.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan
Gambar 4.1 Struktur Organisai RSU Sari Mutiara Medan
4.2 Karakteristik Informan
Informan dalam penelitian ini adalah petugas Tata Usaha di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan (RSU Sari Mutiara). Peneliti melakukan wawancara dengan 2 (dua) orang informan. Adapun karakteristik dari para informan tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut:
Tabel 4.1 Karakteristik Informan
Sumber Kode Pendidikan Jabatan
Informan I1 S1 Ekonomi Kepala Ruangan
Tata Usaha RSU SM
Informan I2 S1 Ekonomi Pegawai Tata
Usaha RSU SM
Wawancara dilakukan melalui perkenalan dan pendekatan terlebih dahulu, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan pada penelitian yang akan dilakukan melalui wawancara. Selanjutnya meminta waktu dan kesediaannya untuk diwawancara. Wawancara berlangsung secara informal, dimana wawancara dilakukan di ruangan Tata Usaha RSU Sari Mutiara berdasarkan pedoman wawancara, pelaksanaan wawancara dalam suasana dan kondisi yang bersifat alamiah, apa adanya, dan tidak diatur sedemikian rupa untuk tujuan tertentu, begitu juga dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa informal. Dalam melakukan wawancara, peneliti menetapkan Informan Pertama dengan kode (I1) yang menjabat sebagai Kepala Ruangan Tata Usaha RSU Sari Mutiara dan informan kedua dengan kode (I2) yang bertugas sebagai pegawai Tata Usaha RSU SM.
Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman. Dengan pedoman ini, peneliti membaca kembali transkrip wawancara dan memilih data yang relevan dengan judul penelitian sehingga menghasilkan sebuah kategori, yaitu:
4.3.1 Pengelolaan Arsip Dinamis di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.
Arsip merupakan sebuah berkas yang nilai gunanya sangat tinggi sehingga harus disusun dan disimpan sesuai dengan sistem yang ada agar mudah untuk ditemukan kembali apabila suatu saat dibutuhkan. Oleh karena itu suatu organisasi harus mempunyai sistem pengelolaan arsip yang baik terutama arsip dinamis yang ada di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara, guna meningkatkan dan melancarkan kegiatan administrasi.
Berdasarkan pengertian arsip dan hasil wawancara yang telah dilakukan, sistem pengelolaan arsip dinamis sangat berhubungan dengan sumber arsip, dari mana sumber arsip dinamis, pengelolaan arsip dinamis, penyimpanan arsip dinamis, temu kembali arsip dinamis dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan arsip dinamis.
4.3.1.1 Sumber Arsip
Arsip memiliki nilai dan arti penting, karena arsip merupakan bahan resmi penyelenggaraan administrasi suatu pemerintahan atau instansi swasta. Arsip merupakan pusat ingatan, sumber informasi, bukti sejarah dan arsip juga merupakan bagian penting dalam seluruh kegiatan administrasi di suatu instansi.
Sebagai sumber informasi arsip memiliki asal dari mana arsip itu tercipta, baik
dari dalam instansi maupun dari luar instansi. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara dengan informan berikut :
I1: “Sumber arsip di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara ini adalah segala jenis surat yang diterima dan dikeluarkan oleh Bagian Tata Usaha seperti surat masuk dari rumah sakit atau isntansi lain, surat ijin penelitian yang disetujui oleh Direktur RSU Sari Mutiara, surat MoU atau hubungan kerjasama dengan instansi lain, Jamsostek, surat penawaran. Sedangkan jenis arsip surat keluar yaitu surat perintah tugas dari RSU Sari Mutiara, surat ijin libur bekerja, Surat Peringatan, Pengalaman Kerja, surat administrasi umum, daftar hadir pegawai, nota tugas, BUMN, dan Pemko”.
I2: “Arsip yang tercipta disini yaitu surat masuk, surat keluar dan surat yang tercipta dari instansi kita. Surat masuk banyak jenisnya seperti surat ijin penelitian, surat dari instansi lain, surat dinas kesehatan, MoU, notulen atau daftar hadir, Nota Tugas, Penawaran, Dinas Ketenagakerjaan, Surat Administrasi Umum, surat dari Dinas Kesehatan, surat permohonan dan yang lainnya”.
Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara sumber arsip yang tercipta yaitu surat masuk dari rumah sakit lain atau instansi lain, surat ijin penelitian, surat MoU, surat perintah tugas, surat ijin tidak bekerja dan surat Dinas Kesehatan, surat peringatan, pengalaman kerja, daftar hadir pegawai, nota tugas, surat administrasi umum.
Berikut ini sebagian contoh arsip yang di ciptakan di Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Medan.
Gambar 4.2 Contoh Surat Keluar
Pada gambar 4.2 dapat di jelaskan jenis surat keluar yang berisi tentang persetujuan pencantuman informasi Unit Dialysis RSU Sari Mutiara Medan. Jenis surat ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.
Gambar 4.3 Contoh Surat Tugas
Pada gambar 4.3 jenis surat tugas penentuan panitia perayaan natal tahun 2016 umat kristiani Sumatera Utara. Jenis surat ini ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.
Gambar 4.4 Contoh Surat Permohonan
Pada gambar 4.4 termasuk kedalam surat masuk yang berisi tentnag surat permohonan mengenai penyediaan tim medis pada perayaan natal tahun 2016.
Jenis surat ini ini termasuk kedalam nilai kegunaan administrasi.
Setiap harinya jumlah arsip dinamis yang dikelola oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara semakin bertambah, seperti yang dinyatakan oleh informan berikut:
I1: “Dalam 1 hari kami bisa menerima surat masuk sampai 20 surat. Sedangkan untuk surat keluar bisa lebih dari 20 surat. Sedangkan dalam 1 tahun kami bisa mengelola arsip surat masuk dan surat keluar hingga 1.700 surat”.
12: “Surat masuk dan surat keluar yang kami kelola pada Bagian Tata Usaha ini sampai 1.700 surat dalam 1 tahun, dikarenakan surat masuk yang sering kami terima dari Rumah Sakit lain, dan kami harus mengeluarkan juga surat balasan bagi yag berkepentingan setiap harinya. Terkadang kami tidak
mengetahui secara pasti berapa jumlah surat masuk dan surat keluar sesuai jenisnya”.
Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, arsip dinamis yang tercipta setiap harinya di Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara tidak diketahui secara pasti berapa jumlah arsip berdasarkan jenisnya, karena sumber arsip diperoleh dari setiap kegiatan. Sedangkan dalam 1 tahun arsip dinamis yang dapat dikelola di Bagian Tata Usaha RSU SM mencapai 1.700 arsip.
4.3.1.2 Proses Pengelolaan Arsip Dinamis
Pengelolaan arsip dinamis meliputi penataan, pengorganisasian, penyimpanan, prosedur penyimpanan, alat-alat yang digunakan dalam penyimpanan dan pemeliharaan terhadap arsip dinamis. Apabila arsip sudah tidak digunakan lagi maka arsip tersebut disimpan kedalam gudang. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, pengelolaan arsip dinamis berhubungan erat dengan penyimpanan arsip dinamis aktif, hal ini dapat dilihat dari pernyataan informan berikut:
I1: “Pengelolaan arsip masih manual, tidak menggunakan sistem, semua dilakukan oleh pegawai sendiri, arsip dimasukkan didalam Map file”.
I2: “Pengelolaan arsip dari dulu sampai sekarang kami kelola sendiri dan dimasukkan kedala Map File yang sudah tersedia”.
Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, proses pengelolaan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara masih dilakukan secara manual. Dimana proses manual ini meliputi beberapa langkah, seperti yang dinyatakan oleh informan berikut:
I1: “Pengelolaan arsip masih dilakukan secara manual, arsip yang diterima dari instansi lain langsung kami simpan di dalam Map File dan nomor surat ditulis di buku besar sebagai pengingatnya. Surat tersebut kami beri kode sesuai dengan ketentuan Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara”.
12: “Pengelolaan arsip masih sederhana bisa di tulis tangan datanya dengan format yang sudah seperti lembar disposisi dan sebagian arsip ada dalam bentuk tercetak melalui komputer dan pertinggalnya dicatat nomor surat di buku besar”.
Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, proses pengelolaan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara masih dilakukan secara manual dan sederhana. Arsip yang diterima dicatat nomor surat dan disimpan sesuai kode, sedangkan arsip yang tercipta bisa dalam bentuk tercetak maupun tulis tangan dengan mengisi format yang tersedia.
Gambar 4.5 Lembar Disposisi
Pada gambar 4.5 merupakan jenis lembar disposisi yang ditulis tangan, lembar disposisi tersebut dicantumkan dengan surat yang dikeluarkan oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara Medan.
4.3.1.3 Penyimpanan Arsip Dinamis
Penyimpanan arsip diperlukan untuk memudahkan dalam temu kembali arsip pada saat diperlukan dengan cepat dan tepat. Sehingga perlu dilakukan penentuan sistem penyimpanan yang akan digunakan. Seperti yang dinyatakan informan berikut:
I1: “Untuk penyimpanan arsip masih bersifat manual, arsip yang diterima dan arsip yang tercipta setiap harinya dimasukan kedalam Map File sesuai dengan kode nya lalu kami simpan di lemari”.
12: “Penyimpanan arsip yang kami lakukan disini yaitu disimpan sesuai dengan kodenya, lalu kami masukan ke dalam Map File dan disusun tegak di lemari”.
Seperti gambar dibawah ini, dapat dilihat arsip yang tercipta dan diterima diberi kode, ditulis tanggal, bulan, dan tahunnya di bagian depan map file, disusun lalu disimpan didalam lemari arsip.
Gambar 4.6 Contoh Kode Arsip
Dari gambar 4.6 diatas dapat dijelaskan bahwa kode arsip II.I termasuk kedalam jenis arsip BUMN atau Persero, kode arsip II.5 termasuk jenis arsip surat keluar dan II.1 termasuk jenis arsip Pemko Pemda
Gambar 4.7 Penyusunan Arsip Dinamis
Gambar 4.8 Lemari Penyimpanan Arsip Dinamis
Pada gambar 4.7 dan 4.8 merupakan cara penyusunan arsip dinamis. Arsip yang tercipta disusun secara tengak dan sesuai dengan kodenya dan disusun di lemari penyimpanan arsip yang tersedia.
Arsip sangat penting bagi kelangsungan proses pekerjaan di suatu organisasi, selain penyimpanannya yang harus sesuai dengan sistem yang ada, arsip juga harus dirawat atau dipelihara agar nilai guna yang terkandung di dalamnya tidak hilang dan bentuk tercetak dari arsip tersebut tidak rusak. Seperti yang disebutkan oleh informan yaitu:
I1: “Kami tau arsip sangat penting untuk kegiatan administrasi di RSU Sari Mutiara ini, maka perawatannya yang sebenarnya tidak mudah jika tidak dikelola oleh ahlinya, kita disini semaksimal mungkin melakukan penyimpanan secara rapi dan teratur dan arsip yang sudah lama kami masukkan kedalam gudang arsip, tetapi didalam gudang tersebut bercampur dengan arsip rekam medis dan arsip perawat. Gudang tersebut dibersihkan oleh petugas kebersihan yang bekerja di RSU Sari Mutiara ini”.
I2: “Seperti yang dibilang ibu tadi penyimpanan arsip Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara ini disimpan di dalam Map File lalu kami letak dilemari. Dan apabila terjadi penumpukkan akan kami pisahkan arsip Tata Usaha yang sudah 5 tahun terakhir tersebut kami masukkan kedalam gudang”.
Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, untuk proses penyimpanan arsip masih sederhana yang disimpan kedalam Map File lalu di masukkan kedalam lemari arsip.
4.3.1.4 Proses Temu Balik Arsip Dinamis
Kurangnya perhatian terhadap kearsipan tidak hanya dari segi pemeliaraan dan penyimpanan, tetapi juga dari sistem fillingnya, sehingga mengakibatkan arsip sulit ditemukan kembali apabila sewaktu-waktu diperlukan. Penemuan
kembali arsip dengan cepat dan tepat sangat erat hubungannya dengan sistem penataan dan penyimpanan arsip yang digunakan, serta tergantung dari kecekatan petugas arsip. Maka perlu diperhatikan penentuan pemilihan, sistem penataan dan penyimpanan arsip yang sesuai dengan kebutuhan. Temu balik arsip dilakukan karena adanya permintaan-permintaan yang penting dan mendesak terhadap informasinya. Itulah sebabnya berkas yang ada perlu diolah agar setiap permintaan terhadap informasinya dapat ditemu kembalikan secara cepat dan tepat. Berikut penjelasan yang dipaparkan oleh informan:
I1: “Temu kembali arsip disesuaikan dengan tanggal, bulan, tahun dan jenis arsip tersebut agar dapat disesuaikan dengan kode yang ditetapkan oleh Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara. Temu balik arsip masih dilakukan secara manual karena kami belum mempunyai sistem aplikasi untuk temu balik arsip”.
12: “Pihak rumah sakit, instansi, atau pegawai Rumah Sakit yang meminta arsip dari kami, maka terlebih dahulu harus mengetahui tanggal, bulan, tahun dan jenis arsip nya apa. Agar kami tidak kesulitan dalam melakukan pencarian arsip”.
Berdasarkan pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, apabila ada yang membutuhkan arsip maka harus mengetahui terebih dahulu tanggal, bulan, tahun dan jenis arsipnya apa. Proses temu kembali arsipnya dapat dijelaskan informan berikut:
I1: “Sistem temu balik arsip surat disini dilakukan apabila ada permintaan dari pihak Rumah Sakit maka akan kami carikan sesuai kode nya, terlebih dahulu
kita lihat dalam buku besar apakah arsip yang diminta masih ada atau tidak.
Kalau ada maka akan kami ambil di dalam lemari arsip”.
12: “Untuk menemukan arsip yang dimintak oleh pihak Rumah sakit, instansi lain, dan pegawai yang membutuhkan maka kami akan mencarikan terlebih dahulu jenis suratnya. Setelah itu dilihat dari tanggal, bulan dan tahun surat tersebut. Apabia sesuai dengan buku besar kami, baru kami cari di tempat penyimpanan arsip”.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa, dalam proses temu balik arsip yang paling penting dibutuhkan bagi pegawai Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara yaitu tanggal, bulan, tahun dan jenis suratnya apa, agar mudah dalam temu baliknya.
4.3.1.5 Kendala Dalam Pengelolaan Arsip Dinamis
Kendala dapat diartikan sebagai faktor penghambat dalam melakukan suatu tindakan atau kegiatan. Begitu juga halnya dalam menjalankan suatu sistem pengelolaan arsip. Dalam menjalankan proses pengelolaan arsip biasanya pengguna sering mengalami hambatan, seperti halnya yang disebutkan informan dalam hasil wawancara berikut :
I1: “Kendala dalam pengelolaan arsip dinamis Bagian Tata Usaha ini pasti ada, terutama dalam proses administrasinya. Terkadang arsip yang kita ciptakan untuk mendapatkan tanda tangan atau persetujuan direktur RSU Sari Mutiara harus kita tunggu”.
12: “Dalam proses adminstrasi surat, terkadang juga membutuhkan waktu untuk mendapatka persetujuan dari Direktur RSU Sari Mutiara”.
Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, dalam pengelolaan arsip terlebih dahulu arsip yang tercipta dan ditrima harus sesuai dengan persetujuan Direktur RSU Sari Mutiara, terkadang dalam persetujuan tersebut Direktur sibuk dan terkdang tidak berada ditempat maka sulit untuk menyelesaikan surat yang ingin mendapat persetujuan. Dalam melakukan penyimpanan arsip juga terdapat kendala seperti yang disampaikan oleh informan yaitu :
I1: “Kendala dalam melakukan pengelolaan arsip ini terletak dalam penyimpanannya. Arsip yang sudah banyak tecipta dan masih dipergunakan terbatasnya lemari yang layak untuk penyimpanan arsip tersebut”.
12: “Arsip dinamis yang masih dipergunakan untuk kepentingan instansi RSU Sari Mutiara kita simpan dilemari penyimpanan arsip. Dalam 1 tahun arsip yang tercipata sampai 1.700 arsip, terkadang untuk penyimpanan selama 5 tahun terakhir kami kekurangan lemari sebagai sarana penyimpanan arsip dinamis tersebut”.
Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa, kendala dalam penyimpanan arsip terletak pada lemari penyimpanan. Karna arsip yang tercipta selama 5 tahun terakhir tetap disimpan di dalam ruangan Bagian Tata Usaha, sedangkan lemari arsip yang tersedia 3 lemari sedangkan yang layak di gunakan Cuma 2 lemari arsip. Dalam temu kembali arsip juga terdapat kendala seperti yang dibilang informan:
I1: “Kendala dalam pengelolaan arsip itu pasti ada. Terkadang kami sulit dalam pengelolaannya. Untuk penyimpanan map file yang tersedia terbatas sehingga kami tumpuk secara padat arsip tersebut”.
12: “Seharusnya arsip dikelola oleh bidang arsip. Tetapi kami tidak memiliki pegawai yang berlatar belakang arsip”.
Berdasarkan pernyataa informan bahwa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan arsip haruslah mempunyai perlengkapan poenyimpanan arsip yang cukup agar tersimpan dengan baik. Dan yang menangani arsip tidak berlatar belakang pendidikan kearsipan melainkan Sarjana Ekonomi.
4.4 Rangkuman Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan informan, melalui proses analisis data yang menjaga keabsahan data serta melakukan triangulasi, maka diperoleh kategori pengelolaan arsip nasabah dinamis aktif adalah sebagai berikut.
Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Penelitian
Kategori Indikator
4.2.1.1 Sumber Arsip 1. Surat Masuk dari Rumah Sakit atau Instansi Lain
2. Surat ijin penelitian
3. MoU atau perjanjian antar instansi
4. Surat ijin tidak bekerja 5. Surat perintah tugas
2. Kode penyimpanan berdasarkan ketetapan dari pihak RSU Sari Mutiara dan disesuaikan dengan tanggal, bulan, tahun
1. Berdasarkan sistem kronologis 2. Dimasukan kedalam Map File 3. Disimpan dilemari arsip 4.2.1.4 Sistem Temu Balik
Arsip Dinamis
1. Sistem manual
2. Pencarian berdasarkan kode yang ditetapkan pihak RSU Sari
1. Sumber arsip dinamis Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara adalah surat Surat Masuk dari Rumah Sakit atau Instansi Lain, Surat ijin penelitian, MoU atau perjanjian antar instansi, Surat ijin tidak bekerja, Surat perintah tugas, Surat Dinas Kesehatan, Jamsostek, Surat Peringatan, Daftar Hadir Pegawai, Pengalaman Kerja, Surat Administrasi Umum, Nota Tugas, Surat Penawaran.
2. Proses pengelolaan arsip dinamis dilakukan masih secara manual, kode surat berdasarkan ketetapan Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara, nomor dan kode
2. Proses pengelolaan arsip dinamis dilakukan masih secara manual, kode surat berdasarkan ketetapan Bagian Tata Usaha RSU Sari Mutiara, nomor dan kode