Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu, kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen, faktor perbedaan individu konsumen, dan faktor lingkungan konsumen. Konsumen sendiri memiliki sebuah karekteristik diantaranya meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.
Tabel 5 Jumlah dan persentase responden berdasarkan karakteristik konsumen tahun 2014 No Karakteristik Konsumen Kategori Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Usia Dewasa awal (15-31 tahun)
Dewasa pertengahan (32-48 tahun) Dewasa tua (49-66 tahun)
52 33 15 52.0 33.0 15.0 2 Jenis Kelamin Laki-laki
Perempuan
56 44
56.0 44.0 3 Pekerjaan Tidak bekerja
Bekerja 17 83 17.0 83.0 4 Pendidikan Rendah(lulusan SMP)
Sedang (lulusan SMA)
Tinggi (lulusan Perguruan Tinggi/S2) 41 48 11 41.0 48.0 11.0 5 Pendapatan Rendah (≤ Rp 1 500 000.00/bulan)
Sedang (> Rp 1 500 000.00 – Rp 3 000 000.00/bulan) Tinggi (> Rp 3 000 000.00/bulan) 35 31 34 35.0 31.0 34.0 Total 100 100.0
Berdasarkan Tabel, menunjukkan bahwa mayoritas karakteristik konsumen yang mengunjungi toko “Kripik Balado Shirley” seperti usia dewasa awal, jenis kelamin laki-laki, pekerjaan yang berstatus kerja, pendidikan sedang, dan pendapatan rendah.
Usia
Usia adalah lama hidup konsumen pada saat penelitian dilakukan yang dihitung sejak hari kelahiran yang dinyatakan dalam satuan tahun. Usia dikelompokkan dan dibedakan dalam skala ordinal. Pengelompokkan usia menurut Havighurst (1950) dalam Mugniesyah (2009) membagi kategori usia, yaitu dewasa awal berusia 18-29 tahun, dewasa pertengahan berusia 30-50 tahun, dan dewasa tua berusia lebih dari 50 tahun. Namun, pada penelitian ini,
pengelompokkan tersebut dimodifikasi berdasarkan hasil penelitian dan kondisi lapangan. Pengelompokkan dimodifikasi menjadi tiga kategori, yaitu dewasa awal (15-31 tahun), dewasa pertengahan (32-48 tahun), dan dewasa tua (49-66 tahun). Karakteristik responden “Kripik Balado Shirley” berdasarkan usia dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 5.
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa mayoritas responden yang terpilih tergolong dalam kategori usia dewasa awal, yaitu usia 15 sampai 31 tahun dengan jumlah 52 responden dan persentase 52 persen. Disamping itu responden dengan usia yang tergolong kategori dewasa pertengahan berjumlah 33 responden dengan persentase 33 persen dan responden dengan usia kategori dewasa tua berjumlah 15 responden dengan persentase 15 persen.
Responden yang usianya tergolong dalam kategori dewasa awal menjadi mayoritas dalam penelitian ini. Dapat dikatakan bahwa dewasa awal tidak hanya menyukai makanan modern saja, tetapi juga menyukai makan khas Sumatera Barat seperti kripik balado, hal ini terlihat dari hasil responden yang didapatkan. Usia dalam kategori dewasa awal tersebut biasanya responden dengan status pelajar atau mahasiswa dan yang sudah bekerja, namun menurut hasil penelitian, responden yang menjadi konsumen “Kripik Balado Shirley” lebih banyak berstatus yang sudah bekerja, sehingga konsumen tersebut tidak menutup kemungkinan untuk mengajak teman-teman sesama bekerjanya untuk datang membeli dan mengunjungi toko “Kripik Balado Shirley”.
Jenis Kelamin
Jenis kelamin adalah sifat fisik responden seperti yang tercatat dalam kartu identitas yang dimiliki responden, yaitu laki-laki atau perempuan. Jenis kelamin dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan serta diukur dengan skala nominal. Karakteristik responden “Kripik Balado Shirley” berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini dapat dilihat dalam Tabel 5.
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa mayoritas konsumen “Kripik Balado Shirley” adalah laki-laki, yaitu sebanyak 56 responden dengan persentase sebesar 56.0 persen. Adapun konsumen perempuan yang datang sebanyak 44 responden dengan persentase sebesar 44.0 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen laki-laki yang datang ke toko “Kripik
Balado Shirley” memiliki kecenderungan yang lebih banyak dibandingkan dengan konsumen perempuan.
Menurut dari data yang diperoleh, hal tersebut terjadi karena banyaknya laki-laki (parawisatawan) yang sedang dinas atau berlibur ke kota Padang yang mampir ke toko “Kripik Balado Shirley” untuk membeli oleh-oleh yang akan diberikan kepada keluarga dan kerabat dekat sebagai buah tangan.
“Saya kesini karena lagi ditempatkan dinas di kota Padang, dan kebetulan menginap di hotel Inna Muara di sebelah toko “Kripik
Balado Shirley”, dan melihat ada toko pusat oleh-oleh khas Padang, jadi saya kesini untuk membeli oleh-oleh.”(Y, laki-laki 53 tahun)
Pekerjaan
Pekerjan adalah kegiatan yang secara rutin dilakukan oleh responden pada saat penelitian berlangsung. Jenis pekerjaan dibedakan menjadi dua kategori, yaitu tidak bekerja dan bekerja serta diukur dengan skala ordinal.
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa mayoritas konsumen “Kripik Balado Shirley” memiliki pekerjaan, yaitu sebanyak 83 responden dengan persentase 83 persen. Sedangkan konsumen yang tidak memiliki pekerjaan sebanyak 17 responden dengan persentase 17 persen. Hal tersebut berhubungan dengan pembahasan sebelumnya pada bagian karakteristik usia, yaitu dewasa awal. Dewasa awal responden konsumen “Kripik Balado
Shirley” cenderung termasuk dalam kategori yang sedang bekerja. Oleh karena itu, berdasarkan hasil pengolahan data tersebut menunjukkan bahwa konsumen yang memiliki pekerjaan cenderung lebih memiliki ketertarikan dalam membeli
“Kripik Balado Shirley”, dibandingkan konsumen yang tidak memiliki pekerjaan. Hal itu disebabkan karena pembeli sudah memiliki pendapatan sendiri dari hasil bekerjanya.
Pendidikan
Pendidikan adalah jenjang terakhir sekolah formal yang pernah diikuti konsumen sampai pada saat penelitian berlangsung. Pendidikan dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori serta diukur dengan skala ordinal. Kategori pendidikan tersebut diantaranya adalah rendah (lulusan SMP), sedang (lulusan SMA) dan tinggi (lulusan perguruan tinggi/S2).
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa mayoritas konsumen “Kripik Balado Shirley” cenderung termasuk dalam kategori sedang yaitu lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jumlah48 responden dan persentase sebesar 48 persen. Disamping itu, konsumen dengan pendidikan rendah meliputi responden yang telah menempuh pendidikan formal terakhir hingga tingkat SMP sebanyak 41 responden dengan persentase41 persen dan tingkat pendidikan tinggi meliputi responden yang telah menempuh tingkat pendidikan formal hingga tingkat perguruan tinggi sebanyak 11 responden dengan persentase 11 persen. Hal ini dikarenakan bahwa konsumen yang lulusan SMA sudah dapat menentukan pilihannya sendiri mana yang lebih baik atau yang lebih bagus.
Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah rupiah pemasukan atau pendapatan yang diperoleh konsumen dalam sebulan. Tingkat Pendapatan dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori serta diukur dengan skala ordinal. Kategoi rendah meliputi
responden yang memiliki pendapatan sebesar ≤Rp 1 500 000.00/bulan, lalu
kategori sedang meliputi responden yang memiliki pendapatan sebesar>Rp 1 500 000.00 - Rp 3 000 000.00/bulan, sedangkan kategori tinggi meliputi responden yang memiliki pendapatan sebesar >Rp 3 000 000.00/bulan. Karakteristik konsumen “Kripik Balado Shirley” berdasarkan pendapatan dalam penelitian ini dapat dilihat dalam Tabel 5.
Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tinngkat pendapatan yang paling dominan dari konsumen “Kripik Balado Shirley” cenderung termasuk dalam kategori rendah yaitu memiliki pendapatan ≤Rp 1 500 000.00/bulan dengan jumlah sebanyak 35 responden dan persentase sebesar 35 persen. Pada kategori pendapatan tinggi yaitu responden yang memiliki pendapatan sebesar >Rp 3 000 000.00/bulan sebanyak 34 responden dan persentase sebesar 34 persen. Sedangkan pada kategori pendapatan sedang yaitu responden yang memiliki pendapatan sebesar >Rp 1 500 000.00-Rp 3 000 000.00/bulan persentasenya hanya sebesar 31 persen dengan responden sebanyak 31 orang.
“Kripik Balado Shirley” pada dasarnya memang memiliki target pasar untuk segala usia. Hal tersebut terlihat dari harga produk makanan yang di jual di toko
“Kripik Balado Shirley” bervariasi adanya, mulai dari yang harga terjangkau hingga harga yang relatif mahal. Sehingga konsumen membeli produk di toko sesuai dengan uang saku mereka masing-masing.