• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Konsumen Restoran Little Sushiya

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Karakteristik Konsumen, Kesadaran Merek dan Proses Keputusan Pembelian Konsumen Restoran Little Sushiya Pembelian Konsumen Restoran Little Sushiya

5.1.1 Karakteristik Konsumen Restoran Little Sushiya

Berikut rincian karakteristik konsumen restoran Little Sushiya yang meliputi status kewarganegaraan, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, status pernikahan, pekerjaan, dan pendapatan per bulan.

1. Status Kewarganegaraan

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek status kewarganegaraan disajikan pada Tabel 9.

Tabel 9. Status Kewarganegaraan Konsumen

Satus Kewarganeraan Frekuensi (%)

Warga Negara Indonesia 100

Warga Negara Asing 0

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 9, seluruh konsumen yang datang ke restoran Little Sushiya adalah warga negara Indonesia dengan persentase 100%. Hal tersebut menandakan bahwa konsumen dapat menerima baik makanan asing khususnya

69 makanan Jepang. Karena makanan Jepang identik dengan kesehatan, kesegaran, kelezatan dan penampilannya yang sederhana.

2. Jenis Kelamin

Karakteristik konsumen ditinjau dari jenis kelamin disajikan pada Tabel 10.

Tabel 10. Jenis Kelamin Konsumen

Jenis Kelamin Frekuensi (%)

Laki-laki 35

Perempuan 65

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 10, konsumen yang berkunjung ke restoran Little Sushiya didominasi kaum perempuan sebesar 65%. Kemudian diikuti kaum laki-laki sebesar 35%. Hal tersebut menunjukkan kaum perempuan paling suka jalan-jalan dibandingkan kaum laki-laki. Mereka merasa senang apabila bisa mengunjungi tempat-tempat kesukaannya seperti Mall, dimana mereka tidak hanya sekedar berbelanja tapi mereka juga dapat berkumpul dengan keluarga atau teman sambil menyantap makanan di restoran.

3. Usia

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek usia disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11. Usia Konsumen

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

70 Berdasarkan Tabel 11, dari 100 konsumen sebesar 17% berusia antara 16-18 tahun, 47% berusia antara 19-24 tahun, 31% berusia antara 25-35 tahun, 4%

berusia antara 36-50 tahun, dan 1% berusia antara 51-65 tahun. Konsumen berusia antara 19-24 tahun adalah konsumen yang paling banyak berkunjung ke restoran Little Sushiya dan termasuk dalam kategori usia dewasa awal (Sumarwan et al, 2011:194). Pada usia dewasa awal, pola pikir seseorang cenderung lebih matang dibandingkan pola pikir anak usia remaja dalam mengambil suatu tindakan.

Namun, masih dapat dipengaruhi oleh keluarga, teman atau media sosial untuk mencoba hal-hal yang baru.

4. Pendidikan Terakhir

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek pendidikan terakhir disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Pendidikan Terakhir Konsumen

Pendidikan Terkahir Frekuensi (%)

Sekolah Dasar (SD) 0

Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2

Sekolah Menengah Atas (SMA) 34

Diploma I/II 2

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 12, sebagian besar konsumen yang berkunjung ke restoran Little Sushiya ialah lulusan strata satu (S1) sebesar 51%. Setelah itu, diikuti konsumen lulusan sekolah menengah atas (SMA) sebesar 34%, konsumen lulusan diploma tiga (D3) sebesar 6%, konsumen lulusan strata dua (S2) sebesar

71 5%, konsumen lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 2%, dan konsumen lulusan diploma satu atau dua (DI/II) sebesar 2%. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan seseorang. Hal tersebut membuat konsumen mencari informasi yang cukup sebelum melakukan pembelian produk dan juga menyadarkan seseorang untuk membeli produk yang bermanfaat. Sushi adalah makanan Jepang yang diidentik dengan kesehatan sehingga baik bagi tubuh manusia.

Hasil tabulasi silang antara aspek usia dengan aspek pendidikan terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen restoran Little Sushiya sebanyak 26 orang merupakan lulusan strata satu (S1) yang berusia antara 19-24 tahun.

Tabulasi silang antara aspek usia dengan aspek pendidikan terakhir dapat dilihat pada Lampiran 8.

5. Status Pernikahan

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek status pernikahan disajikan pada Tabel 13.

Tabel 13. Status Pernikahan Konsumen

Status Pernikahan Frekuensi (%)

Lajang 82

Menikah 18

Janda 0

Duda 0

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 13, mayoritas konsumen yang berkunjung ke restoran Little Sushiya berstatus lajang sebesar 82%. Lalu diikuti konsumen yang berstatus nikah sebesar 18%. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen yang belum

72 menikah biasanya memiliki aktivitas di luar rumah lebih banyak dibandingkan konsumen yang sudah menikah, seperti berkunjung ke restoran Little Sushiya.

6. Pekerjaan

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek pekerjaan disajikan pada Tabel 14.

Tabel 14. Pekerjaan Konsumen

Pekerjaan Frekuensi (%)

Pelajar 14

Mahasiswa 24

Pegawai Negeri Sipil (PNS) 8

Swasta 39

Wiraswasta 11

TNI/Polri 0

Buruh 2

Pengangguran 2

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 14, pekerjaan sebagian besar konsumen yang berkunjung ke restoran Little Sushiya ialah pegawai swasta sebesar 39%. Lalu diikuti konsumen bekerja sebagai mahasiswa sebesar 24%, konsumen bekerja sebagai pelajar sebesar 14%, konsumen bekerja sebagai wiraswasta sebesar 11%, konsumen bekerja sebagai pegawai negeri sipil sebesar 8%, konsumen bekerja sebagai buruh 2%, dan konsumen tidak memiliki pekerjaan sebesar 2%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumen berkunjung ke restoran Little Sushiya lebih banyak bekerja sebagai pegawai swasta. Karena lokasi restoran Little Sushiya berada di sekitar gedung-gedung perkantoran, sekolah, perumahan, dan ruko.

73 Hasil tabulasi silang antara aspek pendidikan terakhir dengan aspek pekerjaan menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen restoran Little Sushiya sebanyak 29 orang berkerja sebagai pegawai swasta dengan tingkat pendidikan terakhir strata satu (S1). Tabulasi silang antara aspek pendidikan terakhir dengan aspek pekerjaan dapat dilihat pada Lampiran 9.

7. Pendapatan per Bulan

Karakteristik konsumen ditinjau dari aspek pendapatan per bulan disajikan pada Tabel 15.

Tabel 15. Pendapatan Per Bulan Konsumen

Pendapatan Per Bulan Responden Frekuensi (%)

< Rp 2.600.000 39

Rp 2.600.000 - 6.000.000 43

> Rp 6.000.000 18

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Pendapatan seseorang berkaitan dengan latar belakangan pekerjaannya.

Berdasarkan Tabel 15, sebagian besar konsumen yang berkunjung ke restoran memiliki pendapatan antara Rp 2.600.000 hingga Rp 6.000.000 sebesar 43%.

Kemudian diikuti konsumen yang memiliki pendapatan di bawah Rp 2.600.000 sebesar 39% dan konsumen yang memiliki pendapatan di atas Rp 6.000.000 sebesar 18%.

Hasil tabulasi silang antara aspek pekerjaan dengan aspek pendapatan per bulan menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen restoran Little Sushiya sebanyak 28 orang memiliki pendapatan per bulan Rp 2.600.000 – Rp 6.000.000 dengan bekerja sebagai pegawai swasta. Tabulasi silang antara aspek pekerjaan dengan aspek pendapatan per bulan dapat dilihat pada Lampiran 10.

74 5.1.2 Kesadaran Merek

Kesadaran menggambarkan keberadaan merek di benak konsumen.

Kesadaran merek dalam penelitian ini meliputi kesadaran konsumen terhadap restoran sushi dan restoran sushi lain yang paling diingat konsumen serta kesadaran konsumen terhadap keberadaan retoran Little Sushiya sebelum akhirnya memutuskan untuk makan di restoran Little Sushiya.

1. Restoran Sushi yang Paling Diingat Konsumen

Apabila pemasaran yang dilakukan restoran tepat sasaran, maka kepuasan konsumen akan terwujud dan dapat memikat hati konsumen untuk melakukan pembelian ulang bahkan konsumen menjadikan restoran (merek) pertama yang paling diingat konsumen. Berdasarkan Tabel 16, mayoritas konsumen memilih restoran Sushi Tei sebagai restoran sushi yang paling diingat konsumen sebesar 80%. Lalu, diikuti restoran Ichibhan Sushi sebesar 14%, restoran lainnya yang terdiri dari restoran sushi di Bandung, restoran Sushiya, restoran Little Sushiya, dan restoran Zhushioda sebesar 4%, dan restoran Poke Sushi sebesar 2%.

Tabel 16. Restoran Sushi yang Paling Diingat Konsumen

Nama Restoran Frekuensi (%)

Sushi Tei 80

Ichibhan Sushi 14

D'Sushi Bodo 0

Poke Sushi 2

Lainnya* 4

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Hasil tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan Top Brand pada tahun 2018 fase kedua, dimana restoran Sushi Tei menjadi restoran sushi yang paling

75 diingat masyarakat Indonesia dengan nilai index sebesar 38.1% (Top Brand Index, 2018) dan termasuk kategori Top of Mind (puncak pikiran) dalam piramida kesadaran merek.

2. Restoran Sushi Lain yang Paling Diingat Konsumen

Berdasarkan Tabel 17, sebagian besar konsumen yang memilih restoran Ichibhan Sushi sebagai restoran sushi lain yang paling diingat konsumen sebesar 46%. Lalu, diikuti restoran Sushi Tei sebesar 34%, restoran lainnya yang terdiri dari restoran sushi di Bandung, resrtoran Sushi Hiro, restoran Genki Sushi, restoran Haikara Sushi, Restoran Sushiya, restoran Nama Sushi, restoran Sushi Groove, restoran Takarajima, dan restoran Sushi Story sebesar 13%, serta restoran Poke Sushi sebesar 6% dan restoran D’Sushi Bodo, sebesar 1%.

Tabel 17. Restoran Sushi Lain yang Paling Diingat Konsumen

Nama Restoran Frekuensi (%)

Sushi Tei 34

Ichibhan Sushi 46

D'Sushi Bodo 1

Poke Sushi 6

Lainnya** 13

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Hasil tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan Top Brand pada tahun 2018 fase kedua, dimana restoran Ichibhan Sushi menjadi restoran sushi lain paling diingat masyarakat Indonesia dengan nilai index sebesar 27,4% (Top Brand Index, 2018) dan termasuk kategori Brand Recall dalam piramida kesadaran merek.

76 3. Pengetahuan Konsumen Tentang Keberadaan Restoran Little Sushiya

Sebelum Akhirnya Memutuskan untuk Makan di Restoran Little Sushiya Berdasarkan Tabel 18, dari 100 konsumen sebesar 52% tidak mengetahui keberadaan restoran Little Sushiya dan sebesar 48% mengetahui keberadaan restoran Little Sushiya sebelum akhirnya memutuskan untuk makan di restoran Little Sushiya. Hasil tersebut menunjukkan restoran Little Sushiya termasuk kategori Unware of Brand pada piramida kesadaran merek.

Tabel 18. Pengetahuan Konsumen Tentang Keberadaan Restoran Little Sushiya Sebelum Akhirnya Memutuskan untuk Makan di restoran Little Sushiya Mengetahui Keberadaan Restoran Little Sushiya Frekuensi (%)

Ya 48

Tidak 52

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Hal ini sesuai dengan keadaan bahwa restoran Little Sushiya adalah restoran sushi yang relatif baru yakni 2 tahun dan keberadaan restoran Little Sushiya di Mal hanya ada di One Belpark Mall, Jakarta Selatan.

5.1.3 Proses Keputusan Pembelian Konsumen Restoran Little Sushiya Proses keputusan pembelian konsumen dipengaruhi banyak pilihan yang tersedia dan kondisi yang dihadapi sebelum konsumen mendapatkan sebuah produk atau jasa yang diinginkan. Berikut ini proses keputusan pembelian yang dilakukan konsumen restoran Little Sushiya :

A. Pengenalan Kebutuhan

Pengenalan kebutuhan adalah tahap pertama yang dilalui konsumen restoran Little Sushiya dimana konsumen menyadari suatu masalah atau

77 kebutuhan meliputi motivasi konsumen makan di restoran sushi, intensitas konsumen makan di restoran sushi dan jenis sushi yang paling disukai konsumen.

1. Motivasi Konsumen Makan di Restoran Sushi

Pengenalan kebutuhan ditinjau dari aspek motivasi konsumen makan di restoran sushi disajikan pada Tabel 19.

Tabel 19. Motivasi Konsumen Makan di Restoran Sushi

Keterangan Frekuensi (%)

Ingin mencoba masakan sushi 39

Tidak bisa memasak sushi di rumah 14

Tidak ada waktu untuk memasak sushi di rumah 13

Masakan sushi menyehatkan dan mengenyangkan 20

Konsep masakan sushi berbeda dengan masakan Jepang

lainnya 14

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 19, keinginan untuk mencoba masakan sushi menjadi motivasi utama sebagian besar konsumen untuk makan di restoran sushi sebesar 39%. Kemudian, motivasi terbesar kedua konsumen makan di restoran sushi ialah masakan sushi menyehatkan dan mengenyangkan sebesar 20%. Lalu diikuti motivasi terbesar ketiga ialah tidak bisa memasak sushi di rumah dan konsep masakan sushi yang berbeda dengan masakan Jepang lain dengan masing-masing persentase sebesar 14%. Motivasi tidak ada waktu untuk memasak sushi dirumah menjadi motivasi terbesar keempat konsumen untuk makan di restoran sushi sebesar 13%.

2. Intensitas Konsumen Berkunjung ke Restoran Sushi

Pengenalan kebutuhan ditinjau dari aspek intensitas konsumen berkunjung ke restoran sushi disajikan pada Tabel 20.

78 Tabel 20. Intensitas Konsumen Berkunjung ke Restoran Sushi

Keterangan Frekuensi (%)

Sangat tidak sering 15

Tidak sering 41

Cukup sering 32

Sering 10

Sangat sering 2

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 20, dari 100 konsumen sebesar 15% mengaku sangat tidak sering berkunjung ke restoran sushi, sebesar 41% mengaku tidak sering berkunjung ke restoran sushi, sebesar 32% mengaku cukup sering berkunjung ke restoran sushi, sebesar 10% mengaku sering berkunjung ke restoran sushi, dan sisanya sebesar 2% mengaku sangat sering berkunjung ke restoran sushi. Hasil menunjukkan bahwa tidak sering berkunjung ke restoran sushi adalah intensitas kunjungan ke restoran sushi yang paling banyak dipilih konsumen.

3. Jenis Sushi yang Paling Disukai Konsumen

Pengenalan kebutuhan ditinjau dari aspek jenis sushi yang paling disukai konsumen disajikan pada Tabel 21.

Tabel 21. Jenis Sushi yang Paling Disukai Konsumen

Keterangan Frekuensi (%)

Sushi Otentik 16

Sushi Fusion 27

Keduanya 57

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 21, mayoritas konsumen sebesar 57% suka menyantap baik sushi otentik maupun sushi fushion. Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian sushi di retoran Little Sushiya merupakan tindakan yang tepat karena restoran Little sushiya menawarkan kedua jenis sushi tersebut. Kemudian diikuti

79 konsumen sebesar 27% mengaku hanya suka menyantap sushi fusion dan sisanya konsumen sebesar 16% mengaku hanya suka menyatap sushi otentik.

B. Pencarian Informasi

Pada tahap ini konsumen mencari informasi lebih banyak tentang restoran Little Sushiya meliputi lama waktu konsumen mengenali restoran Little Sushiya, sumber informasi konsumen tentang keberadaan restoran Little Sushiya dan pengetahuan konsumen tentang best seller sushi di restoran Little Sushiya.

1. Lama Waktu Konsumen Mengenali Restoran Little Sushiya

Berdasarkan Tabel 22, diketahui bahwa konsumen sebesar 34% mengenali restoran Little Sushi sejak hari ini, 6% mengenali restoran Little Sushi sejak beberapa hari yang lalu, 4% mengenali restoran Little Sushi sejak beberapa minggu yang lalu, 4% mengenali restoran Little Sushi sejak bulan lalu, dan sebesar 52% mengenali restoran Little Sushi sejak beberapa bulan yang lalu. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen yang berkunjung ke restoran Little Sushiya telah mengenali restoran Little Sushiya sejak beberapa bulan yang lalu.

Restoran Little Sushiya telah berada di One Belpark Mall sejak 2 tahun yang lalu dan aktif melakukan promosi restoran melalui berbagai media sosial.

Tabel 22. Lama Waktu Konsumen Mengetahui Keberadaan Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Hari ini 34

Beberapa hari yang lalu 6

Minggu lalu 0

Beberapa minggu yang lalu 4

Bulan lalu 4

Beberapa bulan yang lalu 52

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

80 2. Sumber Informasi Restoran Little Sushiya

Berdasarkan Tabel 23, telah diketahui bahwa teman adalah sumber informasi utama konsumen mengenai restoran Little Sushiya sebesar 54%. Teman adalah orang terdekat konsumen setelah keluarga dalam berbagi informasi, seperti informasi restoran Little Sushiya. Lalu diikuti media elektronik (online) adalah sumber informasi konsumen terbesar kedua mengenai restoran Little Sushiya sebesar 26%. Restoran Little Sushiya menggunakan beberapa media sosial seperti facebook, twitter dan instagram sebagai sarana promosi restoran. Kemudian keluarga adalah sumber informasi konsumen terbesar ketiga sebesar 13% dan media cetak (brosur) adalah sumber informasi terbesar keempat sebesar 7%

mengenai restoran Liitle Sushiya.

Tabel 23. Sumber Informasi Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Teman 54

Keluarga 13

Rekan bisnis 0

Media elektronik (online) 26

Media cetak (brosur) 7

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

3. Pengetahuan Konsumen Tentang Best Seller Sushi di Restoran Little Sushiya Berdasarkan Tabel 24, dari 100 konsumen sebesar 52% mengaku tahu best seller sushi yang ada di restoran Little Sushiya dan sebesar 48% mengaku tidak tahu best seller sushi yang ada di restoran Little Sushiya. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen mengetahui best seller sushi yang ada di restoran Little Sushiya. Pihak restoran khususnya pelayanan selalu menginformasikan best seller sushi kepada konsumen yang datang, divisi

81 markerting communication juga menginformasikan best seller sushi melalui akun media sosial restoran dan informasi best seller sushi juga bisa didapatkan dari standing cube yang terdapat di luar restoran.

Tabel 24. Pengetahuan Konsumen Tentang Best Seller Sushi di Restoran Little

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

C. Evaluasi Alternatif

Pada tahap ini konsumen menggunakan informasi yang telah didapat untuk mengevaluasi restoran, dalam hal ini adalah restoran Little Sushiya, melalui pertimbangan-pertimbangan seperti berikut ini.

1. Pertimbangan Konsumen Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya Evaluasi alternatif ditinjau dari aspek pertimbangan konsumen ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya disajikan pada Tabel 25.

Tabel 25. Pertimbangan Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Cita rasa sushi yang khas dan enak 18

Harga sushi yang terjangkau 38

Banyak pilihan sushi 5

Lokasi yang strategis 21

Pemberian diskon di hari-hari special 1

Dekorasi yang modern, minimalis dan dipenuhi

gambar-gambar sushi 4

Ketersediaan wifi dan colokan listrik 1

Tempat yang nyaman dan tenang 12

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

82 Berdasarkan Tabel 25, dari 100 konsumen sebesar 38% faktor harga sushi yang terjangkau menjadi pilihan utama konsumen sebagai pertimbangan dalam memilih restoran Little Sushiya. Hal tersebut sudah sejalan dengan motto restoran yakni nikmati sushi dengan harga yang terjangkau. Selanjutnya, 21% memilih faktor lokasi restoran yang strategis, sebesar 18% memilih faktor cita rasa sushi yang khas dan enak, sebesar 12% memilih faktor restoran sebagai tempat yang nyaman dan tenang, sebesar 5% memilih faktor banyak pilihan sushi, sebesar 4%

memilih faktor dekorasi restoran, dan sisanya masing-masing 1% memilih faktor pemberian diskon di hari-hari spesial dan ketersediaan wifi dan colokan listrik.

Hasil tabulasi silang antara aspek pertimbangan ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya dengan aspek jenis kelamin menunjukkan bahwa dari 100 konsumen sebanyak 38 konsumen memilih faktor harga sushi yang terjangkau sebagai pertimbangan utama ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya. 38 konsumen terdiri dari 11 orang berjenis kelamin laki-laki dan 27 orang berjenis kelamin perempuan (Lampiran 11).

Hasil tabulasi silang antara aspek pertimbangan ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya dengan aspek pekerjaan menunjukkan bahwa dari 100 konsumen sebanyak 38 konsumen memilih faktor harga sushi yang terjangkau sebagai pertimbangan utama ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya. 38 konsumen terdiri dari 14 mahasiswa, 12 pegawai swasta, 5 pelajar, 3 wiraswasta, 2 pengangguran, 1 PNS, dan 1 Buruh (Lampiran 12)

Hasil tabulasi silang antara aspek pertimbangan ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya dengan aspek pendapatan per bulan

83 menunjukkan bahwa dari 100 konsumen sebanyak 38 konsumen memilih faktor harga sushi yang terjangkau sebagai pertimbangan utama ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya. Dari 38 konsumen sebanyak 19 konsumen berpendapatan per bulan di bawah Rp 2.600.000, sebanyak 15 konsumen berpendapatan per bulan di antara Rp 2.600.000 – Rp 6.000.000, dan sisanya sebanyak 4 konsumen berpendapartan per bulan di antara Rp 6.000.000 (Lampiran 13)

2. Jenis Sushi Pilihan Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Evaluasi alternatif ditinjau dari aspek jenis sushi pilihan konsumen ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya disajikan pada Tabel 26.

Tabel 26. Jenis Sushi Pilihan Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little

Keterangan Frekuensi (%)

Sushi 15

Sushi rolls 50

Sushi special rolls 35

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 26, sebagian konsumen sebesar 50% yang berkunjung ke restoran Little Sushiya memilih sushi rolls. Kemudian diikuti sebesar 35%

memilih sushi spesial rolls dan sebesar 15% memilih sushi ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya.

D. Keputusan Pembelian

Tahap ini merupakan pembelian itu sendiri. Setelah konsumen melakukan pertimbangan dalam memilih restoran Little Sushiya, konsumen memutuskan

84 apakah membeli atau tidak. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor meliputi sumber yang mempengaruhi dalam melakukan pembelian, siapa dan berapa orang yang mendampingi konsumen saat melakukan pembelian, jumlah kunjungan ke restoran Little Sushiya sampai saat ini, dan waktu melakukan pembelian.

1. Sumber yang Mempengaruhi Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keputusan pembelian ditinjau dari aspek sumber yang mempengaruhi konsumen ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya disajikan pada Tabel 27.

Tabel 27. Sumber yang Mempengaruhi Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Saya sendiri 53

Teman 28

Keluarga 14

Rekan bisnis 0

Media elektronik (online) 0

Media cetak (brosur) 5

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 27, sebesar 53% menganggap sumber yang paling berpengaruh ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya adalah diri mereka sendiri berdasarkan pertimbangan yang telah mereka tetapkan pada tahap evaluasi alternatif. Kemudian sumber terbesar kedua yang mempengaruhi konsumen ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya ialah teman sebesar 28%, diikuti keluarga sebesar 14% dan media cetak (brosur) sebesar 5%.

85 2. Pendamping Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little

Sushiya

Keputusan pembelian ditinjau dari aspek pendamping konsumen ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya disajikan pada Tabel 28.

Tabel 28. Pendamping Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Tidak ada 10

Teman 64

Keluarga 26

Rekan bisnis 0

Total 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 28, mayoritas konsumen sebesar 64% didampingi teman ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya. Teman umumnya adalah orang terdekat konsumen setelah keluarga, dimana dapat saling berbagi suka dan duka bersama. Kemudian, sebesar 26% didampingi keluarga dan sisanya sebesar 10% datang sendiri ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya.

3. Jumlah Orang yang Mendampingi Konsumen Ketika Melakukan Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keputusan pembelian ditinjau dari aspek jumlah orang yang mendampingi konsumn ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya disajikan pada Tabel 29.

86 Tabel 29. Jumlah Orang yang Mendampingi Konsumen Ketika Melakukan

Pembelian di Restoran Little Sushiya

Keterangan Frekuensi (%)

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 29, dari 100 konsumen diketahui bahwa sebesar 62%

didampingi satu orang ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya.

Kemudian sebesar 15% didampingi dua orang, sebesar 10% tidak didampingi, sebesar 7% didampingi tiga orang, dan sebesar 6% didampingi lebih dari tiga orang ketika melakukan pembelian di restoran Little Sushiya.

4. Jumlah Kunjungan Konsumen ke Restoran Little Sushiya Hingga Saat ini Keputusan pembelian ditinjau dari aspek jumlah kunjungan konsumen ke restoran Little Sushiya hingga saat ini disajikan pada Tabel 30.

Tabel 30. Jumlah Kunjungan Konsumen ke Restoran Little Sushiya Sampai Saat ini

Keterangan Frekuensi (%)

1 Kali 49

Sumber: Hasil Kuesioner, 2018 (Diolah)

Berdasarkan Tabel 30, sebagian besar konsumen sebesar 49% mengaku baru satu kali melakukan pembelian di restoran Little Sushiya. Selanjutnya, sebesar 18%, 18%, 9% dan 6% masing-masing mengaku telah 2 kali, lebih dari 4 kali, 3 kali, dan 4 kali melakukan pembelian di restoran Little Sushiya.

87 5. Jam Kunjungan Konsumen ke Restoran Little Sushiya di Akhir Pekan

Keputusan pembelian konsumen ditinjau dari aspek jam kunjungan konsumen ke restoran Little Sushiya di akhir pekan disajikan pada Tabel 31.

Tabel 31. Jam Kunjungan Konsumen ke Restoran Little Sushiya di Akhir Pekan

Keterangan Frekuensi (%)

Pagi hari (10.00 - 12.00 WIB) 0

Siang hari (12.01 - 15.00 WIB) 12

Siang hari (12.01 - 15.00 WIB) 12