• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.2. Karakteristik Penderita Kanker Payudara Usia

yaitu usia menarch, riwayat keluarga, dan riwayat menyusui, serta stadium kanker, grading dan subtipe tumor.

27

Tabel 4.2. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Keluhan Utama

Keluhan Utama Frekuensi (n) Persentase (%)

Benjolan 50 43,1

Borok 42 36,2

Sesak napas 15 12,9

Nyeri tulang 1 9

Badan kuning 2 1,7

Benjolan di kontralateral 6 5,2

Total 116 100

Pada Tabel 4.2, keluhan utama yang didapati dari hasil anamnesis pasien dikelompokkan menjadi 6 kategori, yaitu adanya benjolan, borok, sesak napas, nyeri pada tulang, badan kuning, dan adanya benjolan di kontralateral. Mayoritas pasien mengeluhkan adanya benjolan sebanyak 50 orang (43,1%) dan borok sebanyak 42 orang (36,2%).

Tabel 4.3. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Usia Menarch Usia Menarch (tahun) Frekuensi (n) Persentase (%)

<12 28 24,1

≥12 88 75,9

Total 116 100

Pada Tabel 4.3, usia menarch sampel dibagi menjadi dua kategori, yaitu

<12 tahun dan ≥12 tahun. Mayoritas sampel menarch pada kelompok usia ≥12 tahun sebanyak 88 orang (75,9%).

Tabel 4.4. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Riwayat Keluarga Riwayat Keluarga Frekuensi (n) Persentase (%)

Ada 7 6

Tidak 109 94

Total 116 100

Pada Tabel 4.4, berdasarkan ada tidaknya riwayat keluarga yang menderita kanker payudara, sampel dibagi menjadi dua kategori, yaitu ada riwayat dan tidak ada riwayat. Mayoritas sampel tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara yaitu sebanyak 109 orang (94%).

Tabel 4.5. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Riwayat Menyusui

Riwayat Menyusui Frekuensi (n) Persentase (%)

Ya 72 62,1

Tidak 44 37,9

Total 116 100

Pada Tabel 4.5, berdasarkan ada tidaknya riwayat menyusui, sampel dibagi menjadi dua kategori, yaitu ada riwayat menyusui dan tidak. Mayoritas sampel memiliki riwayat menyusui yaitu sebanyak 72 orang (62,1%).

Tabel 4.6. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Stadium Kanker

Stadium Kanker Frekuensi (n) Persentase (%)

II 42 36,2

III 38 32,8

IV 36 31

Total 116 100

Pada Tabel 4.6 menunjukkan stadium kanker pasien kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun. Tidak dijumpai pasien dengan stadium I, dan terlihat bahwa jumlah pasien dengan stadium II, III dan IV tidak jauh berbeda yaitu 42 (36,2%), 38 (32,8%) dan 36 orang (31%), berturut-turut.

Tabel 4.7. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Grading Tumor

Grading Tumor Frekuensi (n) Persentase (%)

I 11 9,5

II 59 50,9

III 46 39,7

Total 100 100

Tabel 4.7 menunjukkan grading tumor pada pasien. Mayoritas sampel memiliki grading tumor II yaitu sebanyak 59 orang (50,9%) dan minoritas memiliki grading tumor I yaitu sebanyak 11 orang (9,5%).

Tabel 4.8. Distribusi Sampel Penelitian berdasarkan Subtipe Tumor

Subtipe Tumor Frekuensi (n) Persentase (%)

Luminal A 23 19,8

Luminal B 34 29,3

HER-2 over expression 14 12,1

TNBC 45 38,8

Total 116 100

Pada Tabel 4.8, berdasarkan subtipe tumor, sampel dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu luminal A, luminal B, HER-2 over expressiondan TNBC.

Mayoritas sampel memiliki subtipe TNBC yaitu sebanyak 45 orang (38,8%), diikuti dengan luminal B sebanyak 34 orang (29,3%).

BAB 5 PEMBAHASAN

Kanker payudara pada wanita remaja dan dewasa muda didefinisikan sebagai keganasan payudara pada rentang umur < 35 tahun (Gabriel, 2010). Definisi ini sangat bervariasi menurut berbagai penelitian yang mendefinisikan bahwa yang tergolong usia muda yaitu usia 35, 40 dan 45 tahun (Villarreal-Garza et al, 2013).

Pada penelitian ini ditemukan bahwa angka kejadian kanker payudara pada usia ≤ 35 tahun sebesar 9,08%. Penelitian sebelumnya menemukan angka kejadian kanker payudara pada usia< 40 tahun sekitar 7% dan pada usia < 35 tahun sekitar 4% (Fredholm et al, 2009). Angka kejadian ini bervariasi salah satunya tergantung dari lokasi dilakukannya penelitian. Misalnya pada penelitian oleh Villarreal-Garzadkk di Amerika Latin pada tahun 2013 yang menemukan bahwa dijumpai proporsi insiden kasus kanker payudara pada usia 0-44 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan di negara-negara maju di Amerika Utara (Villarreal-Garza et al, 2013). Penelitian lainnya juga menyebutkan proporsi pasien kanker payudara usia muda lebih tinggi di Asia dibandingkan dengan di Negara barat. Menurut Annual Report of Korea Central Cancer Registry pada tahun 2011, 13,2% pada wanita usia < 40 tahun, dan 4,7% pada usia < 35 tahun (Lee et Han, 2014). Hal ini mungkin dikaitkan dengan kemajuan dalam skrining kanker payudara (Villarreal-Garza et al, 2013).

Tabel 4.2. menunjukkan keluhan utama pada saat dilakukan anamnesis pasien. Pada penelitian ini mayoritas pasien mengeluhkan adanya benjolan

sebanyak 50 orang (43,1%) dan borok sebanyak 42 orang (36,2%). Sejalan dengan penelitian sebelumnya di Swedia yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan penderita dengan usia 50-69 tahun, penderita dengan usia < 35 tahun memiliki tumor dengan ukuran yang lebih besar, yaitu 49% sampel memiliki tumor berukuran ≥ 21 mm (Fredholm et al, 2009). Begitu pula dengan penelitian oleh Han dkk yang mendapatkan persentase stadium T3-4 pada penderita < 35 tahun dibandingkan dengan penderita ≥ 35 tahun sebesar 10,9% dan 8,9%, berturut-turut (Han et al, 2004).Pada penelitian ini, keluhan lain yang dijumpai merupakan keluhan yang muncul akibat metastasis ke organ lain. Kanker payudara pada wanita muda cenderung lebih agresif secara biologis, dengan triple negative reseptor yang lebih besar, insidensi histopatologi high grade yang lebih tinggi, dan laju proliferasi yang tinggi (Piccart et al., 2006).

Penelitian ini menyebutkan bahwa mayoritas sampel menarch pada kelompok usia ≥12 tahun sebanyak 88 orang (75,9%). Usia menarch yang lebih muda secara konsisten diasosiasikan dengan meningkatnya risiko kanker payudara pada usia baik pre- maupun pascamenupause, walaupun efeknya lebih besar pada kelompok premenopause. Hal ini disebabkan tubuh mendapat paparan yang lebih panjang terhadap hormon endogen. Penundaan menarch setiap satu tahun menurunkan risiko kanker payudara premenopause sebesar 9% dan 4% pada pascamenopause. (Sobri et al, 2017).

Berdasarkan ada tidaknya riwayat keluarga dengan kanker payudara, sampel yang memiliki dan tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara yaitu sebanyak 7 dan 109 orang (6% dan 94%, berturut-turut).

Penelitian oleh Han dkk menemukan bahwa tidak dijumpai adanya perbedaan yang signifikan dalam hal ada tidaknya riwayat keluarga pada keturunan pertama atau kedua antara penderita < 35 tahun dibandingkan dengan penderita ≥ 35 tahun (nilai p = 0,511) (Han et al, 2004). Namun wanita dibawah usia 35 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan untuk kecurigaan sindrom kanker payudara familial dan pemerikaan mutasi germline breast cancer gene (BRCA)1 dan BRCA2, karena pada penelitian case-control sebelumnya didapatkan kecenderungan wanita usia dibawah 35 tahun yang terdeteksi BRCA1/2 sebesar 9,4% dibandingkan dengan populasi (0,2%) (Gabriel et al, 2010).

Penelitian ini menemukan 37,9% sampel dengan riwayat tidak menyusui.

Suatu kumpulan analisis dari hampir 50 studi dari 30 negara melaporkan penurunan risiko sebesar 4% setiap menyusui selama 12 bulan. Dalam Nurse’s Health Study, populasi yang menyusui selama 4 bulan mengalami penurunan risiko tumor basal sebanyak 40% dan tumor luminal sebanyak 20%. Menyusui dapat menjadi faktor protektif terhadap kanker payudara dengan 2 mekanisme biologis yang utama, yaitu menyusui dapat menghasilkan diferensiasi terminal yang lebih lanjut pada epitel payudara, serta menunda siklus ovulasi setelah melahirkan (Sobri et al, 2017).

Pada penelitian ini tidak dijumpai pasien kanker payudara usia ≤ 35 tahun dengan stadium I, dan terlihat bahwa jumlah pasien dengan stadium II, III dan IV tidak jauh berbeda. Penelitian lain juga menemukan mayoritas pasien kanker payudara < 40tahun yang berobat di RSUP Sanglah tahun 2002–2012 didiagnosis dengan kanker stadium III B dan stadium IV (Hartaningsih et Sudarsa, 2013).

Diagnosis kanker payudara pada wanita muda sering kali terlambat, yang berakibat pada presentasi klinis penyakit yang lebih lanjut saat pertama kali terdiagnosis. Keterlambatan ini diakibatkan oleh pasien yang kurang memperhatikan dan waspada terhadap kanker payudara serta dokter yang kurang mencurigai penyakit ini pada wanita muda. Pedoman skrining terkini menganjurkan dilakukannya mammogram pada wanita > 40 atau > 50 tahun (Lee et Han, 2014). Selain itu, mamogram pada wanita muda memiliki sensitivitas yang rendah terhadap kanker payudara karena tingginya kepadatan payudara pada kelompok usia ini (Gabriel et al, 2010; Lee et Han, 2014, Reyna et Lee, 2014).

Diagnosis juga menjadi sulit akibat perubahan fisiologis dan perkembangan parenkim payudara yang terjadi selama masa kehamilan dan menyusui (Lee et Han, 2014).

Penelitian ini menemukan mayoritas sampel memiliki grading tumor II yaitu sebanyak 50,9%, diikuti dengan grading tumor III yaitu sebanyak 39,7%.

Hal ini sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang juga menemukan bahwa penderita kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun memiliki grading tumor yang lebih tinggi dibandingkan dengan usia > 35 tahun (Fredholm et al, 2009; Gabriel et al, 2010; Villarreal-Galza et al, 2013; Lee et Han, 2014). Serupa pula dengan penelitian di RSUP Sanglah, Bali, 46,2% pasien didiagnosis dengan kanker gradeII, disusul dengan gradeIII sebesar 44,8% dangradeI sebesar 9,1%

(Hartaningsih et Sudarsa, 2013).

Berdasarkan subtipe kanker, mayoritas sampel penelitian ini memiliki subtipe TNBC yaitu sebanyak 45 orang (38,8%). Triple negative breast cancer

(TNBC)yaitu kanker payudara dengan ekspresi ER, PR, dan HER2 yang rendah/negatif pada pemeriksaan imunohistokimia (Sobri et al, 2017). Penelitian oleh Boyle menemukan bahwa risiko untuk menderita TNBC pada wanita pre-menopause 3 kali leboh tinggi dibandingkan dengan wanita post-pre-menopause (Boyle, 2012). Faktor risiko TNBC yaitu wanita usia < 40 tahun, premenopause, mutasi gen BRCA (+), ras Afrika-Amerika, obesitas, multiparitas, usia nulipara dan durasi menyusui yang singkat. TNBC memiliki perilaku biologis yang lebih buruk yaitu sangat invasif, bersifat high grade, memiliki indeks mitosis yang tinggi serta cenderung lebih agresif. TNBC sering bermetastasis ke otak dan paru-paru, serta tidak berespon terhadap terapi kanker payudara akibat terapi hormonal dan HER-2 yang menjadi inefektif, yang menyebabkan TNBC memiliki prognosis yang lebih buruk (Betty et al, 2016; Sobri et al, 2017).

BAB 6

SIMPULAN DAN SARAN

6.1. Simpulan

1. Pada penelitian ini didapatkan angka kejadian penderita kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun yang berobat ke RSUP H. Adam Malik Medan sejak 1 Januari 2013 – 31 Desember 2017 sebesar 9,08% dari seluruh kasus kanker payudara.

2. Karakteristik penderita kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun pada penelitian ini mayoritas datang dengan keluhan utama adanya benjolan (43,1%), tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara (94%), menarch pada usia ≥ 12 tahun (75,9%), memiliki riwayat menyusui (62,1%), stadium II (36,2%), grading tumor II (50,9%) dan subtipe kanker TNBC(38,8%).

6.2. Saran

1. Penelitian selanjutnya dapat menyertai perbandingan karakteristik antara pasien kanker payudara pada usia sangat muda ≤ 35 tahun dengan usia >

35 tahun serta mencari nilai signifikansi perbedaannya.

2. Penelitian selanjutnya dapat mencari hubungan antara beberapa karakteristikdengan usia pasien kanker payudara sangat muda ≤ 35 tahun.

37

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012, Breast Cancer Treatment, http://cancer.gov, diakses pada tanggal 7 Maret2013.

Barber, M. D., Thomas, J., Dixon, M., 2008, An Atlas of Investigation and Management Breast Cancer, 35-96, Atlas Medical Publishing, Oxford.

Betty, Laksmi, L.I., Siregar, K.B., 2017. Pre-menopausal Triple-Negative Breast Cancer at HAM Hospital Medan.

Boyle, P., 2012. Triple-negative breast cancer: epidemiological considerations and recommendations. Ann Oncol. DOI:10.1093/annonc/mds187.

Cassiato, D., Territo, M. C., 2009, Manual Clinical of Oncology, 6-8, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia.

Cassidy, J., Bisset, D., Obe, R. A., 2002, Oxford Handbook of Oncology, 302-320, Oxford University Press, Oxford.

David, I. W., 2010, Patogenesis Ca Mammae, 22-34, Referat, Fakultas Kedokteran Sebelas Maret,Surakarta.

Dipiro J., Wells B., Schwinghammer T., Dipiro C., 2009, Pharmacotherapy: A Patophysiological Approach, 8th Ed., 2332-2351, McGraw Hill Company, New York.

Fredholm, H., Eaker, S., Frisell, J., et al, 2009. Breast cancer in young women:

Poor survival despite intensive treatment. PlosOne. 4(11):1-9.

Gabriel, C.A., Domchek, S.M., 2010. Breast Cancer in Young Women. Breast Cancer Research. 12: 2126.

Gnerlich, J.L., Deshpande, A.D., Donna, B.J., Allison, S., White, N., Julie, A.M., 2009. Elevated Breast Cancer Mortality in Women Younger than Age 40 Year Compare with Older Women is Attributed to Poorer Survival in Early-Stage Disease. American College of Surgeon. 208: 341-347.

Han, W., Kim, S.W., Park, I.A., et al, 2004. Young age: an independent risk factor for disease-free survival in women with operable breast cancer.

BMC Cancer. 4: 82.

Hartaningsih, N.M.D.,etSudarsa, I.W., 2013. Kanker Payudara Pada Wanita Usia Muda di Bagian Bedah OnkologiRumah Sakit UmumPusat Sanglah DenpasarTahun 2002–2012. Garuda. 1-14.

Keegan, T.H., DeRouen, M.C., Press, D.J., Kurian, A.W., Clarke, C.A., 2012.

Occurrence of Breast Cancer Subtypes in Adolescent and Young Adult Women. Breast Cancer Research. 14: R55.

Keegan, T.H., DeRouen, M.C., Press, D.J., Kurian, A.W., Clarke, C.A., 2013.

Impact of Breast Cancer Subtypes on 3-Year Survival Among Adolescent and Young Adult Women. Breast Cancer Research. 15:

R95.

Kroman, N., Jensen, M.B., Wohlfahrt, J., et al, 2000. Factors influencing the effect of age on prognosis in breast cancer: population based study.

BMJ. 320:474-477.

Lee, H.B., et Han, W., 2014. Unique Features of Young Age Breast Cancer and Its Management. Journal of Breast Cancer. 17(4): 301-7.

McPherson, K., Steel, C. M., Dixon, J. M., 2000, ABC of Breast Diseases:

Breast Cancer- epidemiology, risk factors, and genetics, BMJ, 321(7261):624-8.

Morrow, M., Burstein, H. J., Harris, J. R, 2015. Malignant Tumors of the Breast.

In: DeVita, V. T., Lawrence, T. S., Rosenberg, S. A., Devita, Hellman

& Rosenberg's Cancer: Principles & Practice of Oncology, 10th Ed., 1117-1156, Lippincott Williams & Wilkins,Baltimore.

NCCN, 2012, NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Breast Cancer, National Comprehensive Cancer Network, Inc., United States of America.

Pane, M., 2002. Aspek Klinis dan Epidemiologis Penyakit KankerPayudara, Jurnal Kedokteran dan Farmasi Medika, 28 (8):17-22.

Partridge, A.H., Aron, G., Gelber, R.D., 2009. Breast Cancer in Young Women.

Disease of the Breast Fourth Edition. 92: 1073-1080.

Piccart, M., Wood, W.C., Hung, C.M, Solin, L.J., Cardoso, F., 2006. Breast Cancer Management and Molecular Medicine: Towards Tailored Approaches. 119-213. Springer. New York.

Reyna, C., et Lee, M.C., 2014. Breast cancer in young women: special considerations in multidisciplinary care. Journal of Multidisciplinary Healthcare. 7: 419-429.

Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan, 2015. Data Kasus Keganasan Payudara 2010-2014. [Unpublished].

Sobri, F.B., Azhar, Y., Wibisana, I.G.N.G., Rachman, A., 2017. Manajemen Terkini Kanker Payudara. Edisi ke-1. Media Aesculapius. Jakarta.

Suyatno, Pasaribu, E.T., 2014. Bedah Onkologi: Diagnosis dan Terapi. Edisi ke-2. Sagung Seto. Jakarta.

The American Cancer Society, 2012, Breast Cancer, http://acs.org diakses pada tanggal 25 September 2012.

Tobias, J., and Hochhauser, D., 2010, Cancer and its Management, 6th Ed., 223- 249, Wiley-Blacwell, London.

Villarreal-Garza, C., Aguila, C., Magallanes-Hoyos, M.C., et al, 2013. Breast Cancer in Young Women in Latin America: An Unmet, Growing

Burden. The Oncologist. 18:1298-1306

Lampiran 1

SUSUNAN PENELITI

Peneliti

Nama Lengkap : dr. Tri Budi Setiawan Nasution

NIM : 127102003

Jabatan Fungsional : PPDS Ilmu Bedah

Fakultas : Kedokteran

Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara

Pembimbing 1

Nama Lengkap : dr. Kamal Basri Siregar,M.Ked(Surg),Sp.B(K)Onk

NIP : 196012131989011001

Jabatan Fungsional : Staf Pengajar Sub Bagian Onkologi FK USU

Fakultas : Kedokteran

Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara Bidang Keahlian : Bedah Onkologi

Pembimbing 2

Nama Lengkap : dr. Suyatno, Sp.B(K) Onk

NIP : 196806081999031010

Jabatan Fungsional : Staf Pengajar Sub Bagian Onkologi FK USU

Fakultas : Kedokteran

Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara Bidang Keahlian : Bedah Onkologi

Lampiran 2

DAFTAR RIWAYAT HIDUP Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : dr. Tri Budi Setiawan Nasution

Umur : 33 tahun

Tempat Tanggal Lahir : Rantau Prapat, 12 Nov 1984 Jenis Kelamin : Laki-Laki

1. Tamatan SD Swasta Panglima Polim Rantau Prapat Tahun 1990 s/d 1996, berijazah

2. Tamatan SMP Negeri 2 RP Tahun 1996 s/d 1999, berijazah 3. Tamatan SMA Negeri 1 RP Tahun 1999 s/d 2002, berijazah

4. Tamatan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Tahun 2002 s/d 2011, berijazah

5. Mulai Program Magister Kedokteran Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun 2012 s/d 2018

6. Mulai Program Pendidikan Dokter Spesialis / PPDS Departemen Ilmu Bedah FK-USU Tahun 2013 s/d 2018

Medan, Oktober 2018

dr. Tri Budi Setiawan Nasution

Lampiran 3

Lampiran 4

napas over

67 31 Badan

100 29 Benjolan Tidak ada tidak IIb 2 B

Lampiran 5

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid <12 28 24.1 24.1 24.1

>=12 88 75.9 75.9 100.0

Total 116 100.0 100.0

Riwayat Menyusui

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Lampiran 6

ANGKA KEJADIAN DAN KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SANGAT MUDA ≤ 35 TAHUN

DI RSUP H. ADAM MALIK

Tri Budi Setiawan Nasution*, Kamal Basri Siregar**, Suyatno**

*Residen Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan

**Konsultan Bedah Onkologi, Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan

ABSTRAK

Latar belakang: Kanker payudara pada wanita remaja dan dewasa muda didefinisikan sebagai keganasan payudara pada rentang umur ≤ 35 tahun dengan jumlah insiden 18,8 per 100.000 wanita. Kanker payudara yang didiagnosis pada usia < 35 tahun memiliki prognosis yang buruk. Hingga saat ini di Indonesia belum banyak penelitian tentang kanker payudara pada wanita usia sangat muda.

Maka dari itu peneliti ingin melihat angka kejadian dan karakteristik kanker payudara pada wanita usia sangat muda < 35 tahun di RSUP H. Adam Malik Medan.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di divisi Bedah Onkologi Departemen Ilmu Bedah FK USU RSUP H. Adam Malik Medan.

Sampel penelitian ini adalah seluruh wanita pasien kanker payudara pada tanggal

1 Januari 2013 – 31 Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Data yang dikumpulkan akan diolah dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dengan bantuan Program SPSS ver. 22

Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 1.277 penderita kanker payudara, dengan jumlah kanker payudara pada usia sangat muda ≤ 35 tahun sebanyak 116 penderita (9,08%.). Karakteristik penderita kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun pada penelitian ini mayoritas datang dengan keluhan utama adanya benjolan (43,1%), tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara (94%), menarch pada usia ≥ 12 tahun (75,9%), memiliki riwayat menyusui (62,1%), stadium II (36,2%), grading tumor II (50,9%) dan subtipe kanker TNBC (38,8%).

Simpulan: Angka kejadian penderita kanker payudara usia sangat muda ≤ 35 tahun yang berobat ke RSUP H. Adam Malik Medan sejak 1 Januari 2013 – 31 Desember 2017 sebesar 9,08%.

Kata kunci: Angka kejadian, Karakteristik, Kanker payudara, Wanita, Usia sangat muda, ≤ 35 tahun

Lampiran 7

INCIDENCE AND CHARACTERISTIC OF BREAST CANCER IN VERY YOUNG WOMEN IN H. ADAM MALIK GENERAL HOSPITAL

Tri Budi Setiawan Nasution*, Kamal Basri Siregar**, Suyatno**

*Resident of Department of Surgery, Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara, Medan

**Consultant of Oncology Surgery, Department of Surgery, Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara, Medan

ABSTRACT

Background: Breast cancer in adolescent and young adult women is defined as malignancy in the age ≤ 35 years old with an incidence of 18.8 of 100,000 women. Breast cancer diagnosed at ≤ 35 years old has a poor prognosis, with 5 years-survival-rate at 16% for stage IV. Until now, in Indonesia there’s still a few research on breast cancer in young women. Therefore researchers want to see the incidence rate of breast cancer in very young women ≤ 35 years old in H. Adam Malik Medan General Hospital.

Methods: This research is a descriptive research conducted in the Division of Oncology Surgery, Department of Surgery, H. Adam Malik Medan General Hospital. The sample of this study was all women with breast cancer on January 1, 2013 - December 31, 2017 who met the inclusion and exclusion criteria. The

data collected will be processed and presented in the distribution table with the analysis of SPSS ver. 22.

Results: In this study, 1,329 breast cancer patients, with very young breast cancer at age ≤ 35 years old were 168 patients (12.64%). Characteristics of very young breast cancer patients ≤ 35 years old majority of them came with lump in her breast (43.1%), no family history of breast cancer (94%), menarche at ≥ 12 years old (75.9%), have history of breastfeeding (62.1%), stage II (36.2%), tumor grade II (50.9%) and TNBC cancer subtype (38.8%).

Conclusion: The incidence of very young breast cancer patients ≤ 35 years old who went to H. Adam Malik Medan General Hospital since January 1, 2013 - December 31, 2017 is 9,08%.

Keywords: Incidence, Breast Cancer, Women, Very young age, ≤ 35 years old, Characteristic.

Dokumen terkait