• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.7 TeknikAnalisisData

3.7.2 DataKuantitatif

Data berupa skor dari penilaian oleh pakar dan guru kelas V SD, dan siswa kelas V SD.

Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval.Skala penilaian terhadap buku Cerita yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2) dan sangat kurang baik (1). Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima dengan acuan menurut Widoyoko (2009: 238) sebagai berikut:

Tabel 3.4 Konversi Data Kuantitatif Ke Data Kualitatif Skala Lima

Interval Skor Rerata Skor Kategori

X > Xi + 1,80 Sbi >4,2 Sangat baik

Rerataideal(Xi) : 1 (skor maksimal ideal+skor minimalideal)

2

Simpangan bakuideal(SBi) : 1 (skor maksimal ideal-skor minimalideal)

6

X : Skoraktual

Berdasarkan rumus konversi di atas perolehan data kualitatif dilakukan dengan menerapkan rumus konversi sebagai berikut:

Skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik.

Jawaban :

Kategorisangatbaik = X >X i + 1,80SBi

= X > 3 + (1,80 . 0,67)

= X > 3 + (1,2)

= X > 4,2

Kategoribaik = X i + 0,60SBi < X ≤ X i +1,80SBi

= 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67)

= 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,2)

= 3,40< X ≤ 4,2

Kategoricukupbaik = X i - 0,60SBi < X≤ X i +0,60SBi

= 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67)

= 3 – (0,40) < X≤ 3 + (0,40)

= 2,60< X≤ 3,40

Kategorikurangbaik = X i - 1,80SBi < X≤ X i -0,60SBi

= 3 - (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 - (0,60 . 0,67)

= 3 - (1,2) < X ≤ 3 - (0,40)

= 1,8< X ≤ 2,60

Kategori sangatkurangbaik = 𝑋 ≤ X i –1,80SBi

= X ≤ 3 - (1,80 . 0,67)

= X ≤ 3 - (1,2)

= X ≤ 1,8

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima. Hasil dari penghitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya, kemudian dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 AnalisiKebutuhan

Langkah pertama yang digunakan peneliti dalam melakukan pengembangan buku cerita anak ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini dilakukan berdasarkan apa yang sudah disususun dengan langkah-langkah yang ada di bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan cara melakukan sebuah wawancara. Wawancara tersebut dilakukan di SD Negeri VI Baturetno, Kec. Baturetno,Kab.Wonogiri. sebuah wawancara ini akan digunakan peneliti untuk memastikan kebutuhan sebuah sekolah yang akan di pakai untuk penelitian sehingga dapat menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh siswa.

Hasil dari beberapa wawancara yang dilakukan oleh peneliti pemberian pendidikan seks kepada anak sudah di lakukan , namun mengalami kendala saat menyampaikan di kelas. Guru hanya mrnyinggung dengan candaan-candaan. Karena jika dikatakan secara fulgar bisa menyebabkan salah terima dengan pola pikir anak. Pendidikan seks perlu diberikan kepada anak , karena banyak konten-konten dewasa yang seharusnya belum bisa di terima oleh anak, itu membuat guru dan orang tua waspada.Materi pendidikan tentang seks itu sangatlah sulit itu disebabkan karena buku-buku bacaan tentang materi seks sangatlah terbatas yang cocok bagi anak. Anak-anak harus mendapatkan pendampingan di dalam keluarga , karena itu sangatlah utama. Walaupun sangatlah sulit untuk memberikan pengetahuan tentang seks.

Wawancara dilakukan oleh peneliti di kelas atas, tepatnya di kelas IV dan Kelas V SD N VI Baturetno. Guru kelas V adalah bapak B dan guru kelas IV adalah ibu I. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas VI dan guru kelas V sebagai pihak yang mengalamisecara

langsung keadaan di lapangan. Guru kelas VI dan kelas V juga melakukan pengamatan langsung mengenai kebutuhan buku cerita anak berbasis pendidikan seks untuk anak usia kelas atas.

Berdasarkan wawancara dan survey yang peneliti lakukan di SD N VI baturetno menyimpulkan bahwa guru kelas atas sudah memberikan pendidikan seks kepada siswanya, hal itu sangat penting dilakukan karenak maraknya penyimpangan seksual dan kekerasaan seksual yang banyak di alami oleh anak-anak SD yang membuat guru dan orang tua kawathir. Kesulitan guru adalah ketika akan memberikan sebuah materi tentang pendidikan seks anak yang berada dalam buku bacaan, buku bacaan itu sendiri juga masih terbatas jika membahas mengenai pendidikan seks anak. Guru juga membutuhkan buku pegangan ketika memberikan materi tentang pendidikan seks anak SD, buku yang mereka sangat butuhkan adalah buku cerita bergambar yang menurut guru membuat siswa lebih tertarik dan berminat untuk membaca.

Berdasarkan hasil wawancara untuk melakukan analisis kebutuhan, buku cerita dibutuhkan untuk membantu siswa memahami dan mengerti tentang pendidikan seks. Terutama buku cerita anak anak tersebut dibutuhkan siswa untuk bahan bacaan di sekolah maupun di rumah tanpa pendapingan guru dan orang tua. Dengan demikian guru dan orang tua siswa juga membantu dalam memberikan pendidikan seks dengan menggunakan bukutersebut.

4.2 Deskripsi ProdukAwal

Buku Cerita anak ini bertemakan pendidikan seks yang mengajarkan menjaga tubuh dan cara berpakaian yang baik dan benar. Buku cerita ini dibuat dengan desain yang menarik menggunakan warna-warna yang mencolok. Terbagi menjadi 7 bagian , bagian-bagian tersebut adalah :

4.2.1 Cover BukuCerita

Bagian cover buku terdapat judul buku cerita yang bertuliskan “Ayo Hidup Sehat”.

Gambar yang berada di sampul buku depan terlihat dua anak , yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, yang salah satu anak adalah tokoh dari cisi cerita tersebut. Dengan judul Ayo Hidup Sehat anak dapat membayangkan apa isi dalam buku cerita tersebut. Peneliti membuat gambar tersebut agar anak tertarik dengan buku cerita dan membacanya. Sedangkan cover belakang dibiarkan dengan judul kecil Ayo Hidup Sehat dengan nama pembuat, background yang ditampilkan memang sengaja dengan warna-warna yangmenarik.

4.2.2 Bagian-bagian BukuCerita

4.2.2.1 KataPengantar

Kata pengantar merupakan awal dari buku cerita ayo hidup sehat, kata pengantar tersebut merupakan alasan peneliti untuk membuat buku tersebut. Dari kata pengantar ini dapat mengetahui latar belakang pembuatan buku cerita..Selain itu kata pengantar juga berisi sambutan dan ucapan terimakasih peneliti karena dapat membuat produk bukucerita.

4.2.2.2 DaftarIsi

Daftar isi dibuat lebih sederhana karena ditujukan untuk anak SD, agar lebih mudah mencari dan memahami. Daftar isi berisi daftar atau urutan nomer yang ada pada buku.

4.2.2.3 TentangBuku

Bagian tentang buku ini membahas latar belakang kenapa buku ini dibuat.Dari latar belakang yang ada pembaca dapat mengetahui garis besar dari isi buku.Selain itu pembaca juga dapat mengetahui manfaat dan tujuan untuk siapa buku cerita ini di buat.

4.2.2.4 Literasi

Literasi berisi penjelasan cara menggunakan buku cerita anak ini. Dengan penjelasan yang ada diharapkan dapat digunakan dengan lebihefektif.

4.2.2.5 IsiBuku

Bagian isi cerita mengandung pendidikan seks anak dengan menceritakan tentang bagaimana cara merawat bagian tubuh waktu mandi dan bagaimana cara menggunakan pakaian yang baik dan benar. Isi dari cerita menggunakan gambar ilustrasi yang sangat menarik sesuai dengan isinya.Menggunakan kalimat pendek yang mudah dipahami dan di mengerti oleh anak.

4.2.2.6 Refleksi

Refleksi pada buku ini berisi pertanyaan tentang garis besar isi buku tersebut.Refleksi ini bertujuan untuk memberikan umpan balik dan penguatan sebuah materi untuk anak yang telah membaca dan mempelajarinya.Dari sebauh penguatan tersebut anak dapat menggunakan saran dan kritiknya mengeneani isi buku cerita tersebut.

4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk

Produk awal disusun diberikan kepada pakar ahli untuk di validasi dan diberi nilai.

Validasi tersebut untuk mengetahui seberapa baik kualitas dan kelayakan produk buku cerita anak yang akan dikembangkan oleh si peniliti. Validasi ini menggunakan penyekoran skala lima menurut Widoyoko (2009:238).

4.3.1 Data Validasi Pakar dan RevisiProduk

Pakar ahli yang melakukan validasi buku cerita anak yang berbasis pendidikan sek anak adalah Bapak SH. Produk buku cerita ini divalidasi pada tanggal 22 september 2017. Beberapa aspek yang dinilai sebagai buku suplemen adalah (1) desain dan pengorganisasian, (2)

Kesimpulan 4,45 “Sangat Baik”

Pakar memberikan sebuah komentar berisi saran untuk memperbaiki buku cerita anak pada beberapa aspek.Pakar memberikan beberapa masukan dan saran mengenai produk buku cerita berbasis pendidikan seks anak. Berikut ini adalah beberapa komentar dan saran dari pakar (1) pada halaman 9 font yang digunakan mohon lebih besar agar terlihat jelas sesuai dengan gambar yang berda di ahalaman tersebut, (2) ukuran font pada halaman 11 kurang konsisten

besar kecilnya huruf, (3) pada halaman 18 tentang penulis mohon tata letak huruf dalam paragraph lebih memiliki rata kiri dan kanan yang sama, (4) ada halaman yang tidak sesuai seharusnya halaman 17 tapi malah berisi halaman 18, (5) pada bagian refleksi pertanyaan yang diberikan kurang baku dan sulit untuk dipahami. Produk yang telah di validasi oleh pakar ahli akan direvisi sesuai dengan saran dan komentar, komentar berupa saran revisi akan di jabarkan dalam table sebagi berikut ini :

Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi

No Komentar Pakar Revisi

1 Pada halaman 9 ukuran font kurang besar tidak sesuai dengan gambar yang ada di halaman 9

Mengubah ukuran font agar lebih besar dan jelas sesuai dengan ukuran gambar yang ada di halaman 9

2 Ukuran font pada halaman 11 tidak konsisten dengan halaman- halaman yang lainnya

Mengubah ukuran font pada halaman 11 agar sama dengan halaman yang lainnya

3 Ada halaman yang salah seharusnya halaman 17 disitu ditulis 18

Mengubah no halaman dari halaman 18 menjadi 17

4 Pada tata letak paragraf pada Mengubah paragraf menjadi seimbang bagian tentang penulis kurang rata kiri dan kanan, dan mengubah memiliki rata kiri dan kanan yang halaman menjadi sesuai urutan

sama serta halam masih salah 5 Pertanyaan refleksi kurang baku,

membuat anak kurang memahami

Mengubah pertanyaan di dalam refleksi untuk menjadi kalimat yang

dan sulit mencerna apa maksud pertanyaan itu dan nomor halamansalah

baku dan dapat mudah dimengerti dan dipahami oleh anak, mengubah nomor halaman

4.3.1.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

Tabel: 4.3 Revisi Yang Dilakukan Peneliti No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi 1

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu merubah ukuran font untuk lebih besar sesuai dengan gambar yang berada di halaman 9.Sebelah kiri gambar dan font ukuran yang belum direvisi sedangkan sebelah kanan adalag gambar yang sudah direvisi dengan font dibuat lebih besar agar sesuai dengan gambar yang berda di halaman 9 tersebut.Peneliti mengubah ukuran font agar lebih jelas dan lebih keliatan cocok dengan perpaduan gambar sekolah yang terdapat pada halaman 9 tersebut.

Tabel: 4.4 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

2

Peneliti melakukan revisi dari pakar dengan mengubah ukuran font pada halaman 11.

Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum revisi dengan ukuran font yang belum di ubah dan sebelah kanan gambar yang sudah direvisi oleh peneliti dengan ukuran font diperkecil agar sama seperti halaman yang lainnya.

Tabel: 4.5 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

3

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengubah halaman yang seharusnya halaman 17 tapi tertulis 18.Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum peneliti melakukan revisi, pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah peneliti revisi dengan mengubah halaman semula 18 menjadi 17.

Tabel: 4.6 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

4

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengubah rata kiri dan kanan pada paragraf tentang penulis serta mengganti halaman sesuai dengan urutan.Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum direvisi oleh peneliti, pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.Peneliti mengubah sedikit rata kiri dan kanan dan mengganti halaman sesuai denganurutan.

Tabel: 4.7 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

5

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengganti pertanyaan no 1 agar lebih mudah dipahami anak, sedangkan pertanyaan no3 di ganti dengan pertanyaan yang tidak membuat bingung anak.Halaman yang sebelumnya salah dibenarkan dengan mengurutkan nomor halaman yang sudah ada.Pada gambar yang berda di kiri adalah gambar sebelum direvisi peneliti dan pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi olehpeneliti.

4.3.2 Data Validasi Guru SD Kelas Atas dan RevisiProduk

Guru yang menjadi validator dalam produk penelitian ini adalah bapak KB , Bapak KB mengajar di kelas V di SD N VI Baturetno, Wonogiri. Validasi dilakukan oleh Bapak KB pada tanggal 21 september 2017. Ada beberapa aspek yang diberi komentar dan saran oleh Bapak KB.

Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh guru SD N VI Baturetno, Bapak KB rata-rata

memberikan skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Buku cerita ini dinyatakan dalam kondisi layak untuk digunakan ujicoba lapangan revisi ssesuai saran.

Bapak KB memberikan beberapa saran dan masukan untuk menjadi lebih baik lagi.Berikut ini beberapa saran dari Bapak KB. (1) pada halaman 6 sebaiknya tata letak tulisan disamakan seperti halaman-halaman yang lainnya agar lebih seragam. (2) background warna pada hal 17 sebaknya di buat lebih soft dan warnanya padu. (3) pada halaman 17 foto penulis sebaiknya lebih formal agar terkesan lebihwibawa.

Tabel 4.8 Hasil Validasi Guru

Validator Skor Kategori

KB 4,27 “Sangat Baik”

Kesimpulan 4,27 “Sangat Baik”

Komentar berupa masukan untuk perbaikan dari guru kelas V selaku validator revisinya dapat dijabarkan dalam tabel seperti di bawah ini:

Tabel 4.9 Komentar Guru Kelas V SD dan Revisi

No Komentar Pakar Revisi

1 Pada halaman 6 sebaiknya tata letak font huruf disamakan seperti halaman- halaman yang lainnya agar terlihat lebih seragam.

Mengubah tata letak font huruf untuk disamakan sepertin halaman-halaman yang lainnya.

3 Foto penulis sebaiknya lebih formal agar terkesan lebih wibawa.

Mengubah foto penulis menjadi lebih formal.

4.3.2.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti Tabel: 4.10 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

1

Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu tata letak font yang sebelumnya berada di samping gambar dengan berbentuk oval kemudian peneliti mengubah taat letak font dengan mengganti di bawah dengan bentuk persegi panjang.Gambar sebelah kiri adalah contoh gambar sebelum direvisi dan gambar sebelah kanan adalah contoh gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.

Tabel: 4.11 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

2

Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu warna background yang semula warnanya kurang pas dan cocok, kemudian peneliti melakukan revisi dengan mengubah backgroung menjadi lebih baik dan cocok.Pada gambar sebalh kiri adalah gambar sebelum direvisi oleh peneliti dan gambar pada sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.Kemudian revisi pada foto juga sudah dirubah yang semula dianggap belum pas oleh validator, peneliti mengganti foto menjadi lebih baik dan cukup berwibawa.

4.4 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan RevisiProduk

Produk yang telah divalidas oleh pakar dan guru kelas V SD kemudian direvisi.Setelah direvisi selanjutnya diujicobakan di lapangan.Hasil uji coba lapangan kemudian di validasi lapangan yaitu diuji cobakan ke anak untuk mengetaui penilaian anak mengenai kualitas buku suplemen tersebut.Uji coba dilakukan dengan memberikan produk sebagai bahan bacaan kepada siswa SD kelas V SD N VI Baturetno.Kegiatan validasi lapangan dilakukan oleh peneliti sebanyak satu kali pertemuan.Siswa diminta membaca dan memahami isi buku cerita anak berbasis pendidikan seks yang sudah disiapkan oleh peneliti.Kemudian siswa mengisi kuesioner yang sudah peneliti siapkan.Hasil kuesioner ini yang digunakan sebagai hasil validasi.

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh siswa, produk buku cerita anak berbasis pendidikan seks memperoleh skor rerata 4,3 dengan kategori “Sangat Baik”. Produk yang telah divalidasi oleh siswa kelas V SD N VI Baturetno kemudian direvisi sesuai komentar an saran.

Komentar dan saran dari siswa kelas V SD N VI Baturetno serta revisinya dijabarkan dalam tabel berikutini.

Tabel 4.12 Hasil Validasi Subjek Penelitian

Siswa Skor Kategori

9 4,4 “Sangat Baik

Tabel 4.13 Komentar Subjek Penelitian dan Revisi

No Komentar Siswa Kelas V SD N Ngering 1 Revisi

1 Buku Cerita Ayo Hidup Sehat sudah bagus Tidak ada revisi 2 Sebaiknya gambar lebih besar dan jelas Tidak ada revisi 3 Buku Ayo Hidup Sehat bagus dan menarik untuk

dibaca

Tidak ada revisi

4 Huruf yang ada di buku cerita sangat baik Tidak ada revisi 5 Gambar/foto pada buku cerita bergambar jelas dan

mudah dimengerti

Tidak ada revisi

6 Huruf yang ada pada buku cerita bergambar mudah dipahami

Tidak ada revisi

7 Dapat mempermudah pendidikan seks

siswa dalam mengetahui Tidak ada revisi

8 Buku cerita mudah dibaca siswa Tidak ada revisi 9 Gambar/ foto pada buku cerita lebih baik dari bacaan

komik

Tidak ada revisi

10 Menumbuhkan motivasi dalam membaca siswa Tidak ada revisi 11 Buku cerita bergambar memang sangat menarik,

dapat mempermudah siswa dalam mempelajari pendidikan seks anak SD

Tidak ada revisi

12 Ukuran dan jenis huruf buku cerita mudah dibaca siswa

Tidak ada revisi

Berdasarkan komentar dan saran dari siswa kelas V SD tersebut, peneliti tidak melakukan revisi terhadap buku cerita anak berbasis pendidikan seks karena tidak ada komentar dari siswa yang merasa ada kesalahan pada buku cerita anak berbasis pendidikan seks.

4.5 Kajian ProdukAkhir

Produk akhir yang diperoleh berdasarkan masukan, saran dan komentar dari pakar dan guru kelas V SD, dan sembilan siswa kelas V SD N IV Baturetno.Produk awal yang dihasilkan oleh peneliti direvisi sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih baik dan lebih layak daripada produk awal.Produk akhir yang dihasilkan dikemas dalam bentuk buku cerita anak berbasis pendidikan seks untuk siswa kelas atas.Produk tersebut dicetak menggunakan kertas ivory 260 untuk cover dan kertas ivory 120 untuk isi buku cerita anak dengan ukuran A4.

4.5.1 Sampul Buku Cerita SetelahDirevisi

Sampul buku cerita anak yang berbasis pendidikan seks pada produk akir masih sama dengan gambar laki-laki dan perempuan menggunakan seragam sekolah, serta warna hijau pada background cover depan dean belakang, warna di buat lebih mencolok agar anak tertarik untuk melihat dan membacanya. Judul buku cerita”Ayo Hidup Sehat” masih sama dengan tatak letak di tengah. Pada sampul belakang tidak ada revisi, masih sama dengan memberikan judul serta nama pembuat buku cerita. Background cover identik dengan warna hijau agar terlihat menarik dan cocok dengan cover dibagian depannya.

Gambar 4.2 Cover Buku Cerita Hasil Revisi

4.5.2 Bagian - Bagian Buku Cerita SetelahDirevisi 4.5.2.1 KataPengantar

Pada bagian ini tidak ada revisi yang dilakukan oleh peneliti, kata pengantar ini berisi ucapan terimakasih atas keberhasilan membuat buku cerita.Selain itu juga berisi permintaan maaf atas kekurangan dalam buku cerita serta kesediaan peneliti untuk menerima kritik dan saran yang membangun untuk menjadi lebih baik lagi.Kata pengantar juga berisi ajakan untuk menggunakan buku tersebut.

4.5.2.2 Tentangbuku

Pada bagian ini memiliki revisi pada bagian penulisan yang salah ketik/ typo dan selebihnya itu tidak ada revisi dari peneliti.Tentang buku ini menampilkan tujuan pembuatan buku cerita, kelebihan buku yang ditampilkan dengan ilustrasi yang menarik agar anak termotivasi dan keggunaan buku cerita untuk memberikan pemahaman pendidikan seks pada anak.

4.5.2.3 Isi bukucerita

Pada bagian isi cerita peneliti melakukan beberapa revisi salah satunya mennganti penulisan yang salah ketik, kemudian buku cerita ini mengalami sedikit perubahan seperti halaman 9,11,17, pada halaman 9 mengalami sebuah perubahan yang semula font yang berada di halaman 9 kurang sesuai dengan ukuran gambar pada halaman 9, halaman 11 mengalami perubahan dengan semula ukuran font tidak sesuai dengan halaman-halam yang lainnya, peneliti melakukan perubahan dengan mengganti ukuran font agar mrnjadi konsisten sama seprti halaman yang lain, halaman 17 megalami perubahan semula halamannya salah diubah sesuai urutan yangada.

4.5.2.4 Refleksi

Bagian ini adalah bagian dimana anak menjawab sebuah pertanyaan refleksi mengenai buku cerita anak yang sudah dibaca, anak akan menulis sesuai pa aynga telah didapat dsetelah membaca buku cerita anak “Ayo Hidup Sehat” di dalam refleksi mengalami perubahan sedikit di pertanyaan no 1 yang mengalami kata yang kuarang baku, sehingga peneliti menggangti pertanyaan agar lebih baku dan anak dapat memahami dengan lebih sederhana dan tidak merasa kebingungan.

4.5.2.5 BiodataPenulis

Pada bagian ini peneliti merubah background pada halaman agar terkesan lebih menraik dan lebih terlihat baik.Peneliti juga mengganti foto profil yang semula terlihat kurang baik diganti yang lebih baik dan layak.

Validasi yang sudah dilakukan kemudian peneliti rekap.Rekapitulasi ini merupakan hasil dari validasi pakar, guru kelas V SD, dan delapan subjek penelitian.Berikut ini adalah hasil rekapitulasi.

Tabel 4.14 Rekapitulasi Skor Hasil Validasi dan Uji Coba Lapangan

NO Validator Buku Cerita Anak

Skor Kategori

1 Pakar 4,45 “Sangat Baik”

2 Guru Kelas V SD 4,27 “Baik”

3 9 Siswa Kelas V SD 4,3 “Sangat Baik”

Jumlah 13,02

Rerata (Jumlah total: Responden) 4,34

Kategori “Sangat Baik”

4.6.1 Pembahasan

Latar belakang masalah yang dijelaskan sudah bisa mewakili pembuatan buku cerita bergambar ini, karena adanya kasus tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dengan melakukan tindak sodomi terhadap teman-temannya, dan itu dilakukan di SD yang digunakan penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, buku cerita anak ini sudah layak untuk digunakan. Hal ini terlihat dari pada uji validasi yang telah dilakukan oleh pakar sebesar 4,45 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Validasi yang dilakukan oleh guru SD kelas V

Latar belakang masalah yang dijelaskan sudah bisa mewakili pembuatan buku cerita bergambar ini, karena adanya kasus tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dengan melakukan tindak sodomi terhadap teman-temannya, dan itu dilakukan di SD yang digunakan penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, buku cerita anak ini sudah layak untuk digunakan. Hal ini terlihat dari pada uji validasi yang telah dilakukan oleh pakar sebesar 4,45 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Validasi yang dilakukan oleh guru SD kelas V