• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN BUKU CERITA ANAK BERBASIS PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK SD KELAS ATAS

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Yulius Wicaksana Adi Putra NIM : 131134147

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2017

(2)

ii

(3)

iii

(4)

PERSEMBAHAN

Karya sederhana ini saya persembahkan kepada:

TUHAN YANG MAHA ESA Orang Tua Saya

Bapak Drs. Titus Subardi dan Ibu Emerita Dwi Cahyani

yang selalu memberikan doa dan semangat selama saya menempuh studi

Untuk kakak saya yang selalu membantu dan mendukung dalam menjalani studi

Teman dekat dan sahabat saya yang senantiasa mengisi kehidupan saya dengan penuh kegembiraan dan penuh dengan kebahagiaan

Untuk angkatan 2013 yang telah bersama menjalani proses dan berdinamika di kampus

Untuk semuanya , saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan , perhatian, kasih sayang dan bantuan dalam bentuk apapun yang telah diberikan kepada saya

iv

(5)

MOTTO Dunia sangatlah besar,

janganlah melihat dunia ini dengan satu tujuan saja,

tapi sadarlah untuk selalu menengok kekiri dan kekanan untuk selalu menyapa mereka yang berada di sisimu.

Jangan senantiasa bosan dengan apa yang kamu miliki

Tapi berusahalah mempertahankan apa yang kamu miliki, agar kelak kamu tidak merasa menyesal

Jatuh bangun dalam menghadapi masalah bukan hal yang harus kamu tangisi dan kamu sesali, tapi berbanggalah karena kamu masih bisa untuk bangun dan bangkit untuk menyelesaikan

masalah itu

v

(6)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Sayamenyatakandengansesungguhnyabahwaskripsiyangsayatulisinitidakmemuatkaryaatau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karyailmiah.

Yogyakarta, 12 Desember 2017 Peneliti

Yulius Wicaksana Adi Putra

vi

(7)

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas SanataDharma:

Nama : Yulius Wicaksana AdiPutra

NomorMahasiswa : 131134147

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Pendidikan Seks Untuk Anak SD Kelas Atas beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannyadiInternetataumedialainuntukkepentinganakademistanpaperlumeminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagaipeneliti..

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal:12 Desemer 2017 Yang menyatakan

Yulius Wicaksana Adi Putra

vii

(8)

ABSTRAK

PENGEMBANGAN BUKU CERITA ANAK BERBASIS PENDIDIKAN SEKSUNTUK ANAK SD KELAS ATAS

Yulius Wicaksana Adi Putra Universitas Sanata Dharma

2017

Pengetahuan seks tentang menjaga tubuh salah satu hal yang sangat penting bagi anak.

Karena menjaga tubuh yang baik dan benar harus ditanamkan kepada anak, berbagai macam cara menjaga tubuh dengan baik dan benar salah satunya memiliki rasa hormat dan tanggung jawab.

Tujuan penelitian ini adalah pembuatan produk buku cerita anak yang berbasis pendidikan seks yang sesuai dengan bahasa dan kondisi anak.

Penelitian ini menggunakan pengembangan model dari (Sugiono 2010:297), yang memiliki 10 langkah, tapi peneliti sudah memodifakasi menjadi 7 langkah saja yaitu ; 1) potensi masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi produk, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk. Dari ketujuh langkah tersebut kemudian menghasilkan desain produk akhirberupabukuceritaanak.Instrumenyangdigunakanpadapenelitianiniadalahpedomandan

kuisioner. Wawancara dilaksanakan kepada guru kelas atas SD N VI Baturetno, sedangkan kuisioner digunakan untuk validasi produk oleh pakar, guru kelas atas , uji coba dilakukan pada subjek 9 siswa kelas atas SD N VI Baturetno sebagai subjekpenelitian.

Berdasarkanhasilvalidasi,validasiyangdilakukanolehpakarmemilikiskorsebesar4,45, guru kelas atas memiliki skor sebesar 4,27. Subjek uji coba penelitian memiliki skor sebesar 4,3 dengan kategori penilaian “Sangat Baik”. Hal itu dapat dilihat dari aspek (1) desain dan pengorganisasian,(2) kebahasaan dan isi, (3) tujuan dan pendekatan. Dengan begitu, buku cerita yang dikembangnkan bisa dikatakan sudah layak digunakan sebagai buku bacaan tentang pendidikan seks untuk anak SD kelasatas.

Kata Kunci :penelitian dan pengembangan, Buku Cerita Bergambar Berbasis Pendidikan Seks Untuk Anak Sd Kelas Atas.

viii

(9)

Abstract

The Development Of Child’s Story picture Based On Sex Education for Elementary School Class is Over

Yulius Wicaksana Adi Putra Universitas Sanata Dharma.

2017

The sex education is important for the children in order to make sure they understand on how they treat their body well and respectfully. It is clear by having taught the children the sex education; they will have a responsibility on their own body. The aim of the research is to makea storybook, which based on the sex education and having serious consideration on the children language and theircondition.

ThemethodoftheresearchtakestheonewhichdevelopsbySugiono(Sugiono2010:297). There are 10 steps of the methods, but the researcher on this research has modified the steps into seven steps. They are 1) The potential problems 2) Data collecting 3) Product Design 4) The validation of the design 5) Revision of the product 6) test driving the product 7) Final revision. From those steps, the researcher gets the result of the product, which manifests into a book story. The instruments, which are used on the research, are some references and questionnaire. The researcher also carries out some interviews to the homeroom teacher of SD N VI Baturetno and some questionnaires are needed for the validation of the product, which is done by some experts.

The subjects of this research are 9 students of SD N VIBaturetno.

Based on the result of validation, the researcher gets 4.45 of the experts and 4.27 of the homeroom teacher. The subject of the research also gets 4.3, which includes into “very good”

category.Italsocanbeseenfromsomeaspects,theyare1)Designandorganizationofthedesign

2) Language and content, 3) The aims and the approach. To sum up, the researcher can conclude that the storybook can be used as media to teach them about sex for the high elementarystudents.

Keywords: Research and Development, storybook based on the sex education, sex education for elementary students.

ix

(10)

KATA PENGANTAR

Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kesehatan pada peneliti, sehingga skripsi yang berjudul “Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Pendidikan Seks Untuk Siswa Sd Kelas Atas” dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti mendapatkan banyak bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga skripsi dapat terselesaikan dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada:

1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

2. Christiyanti Aprinastuti S.Si., M.Pd selaku Kaprodi Program StudiPGSD.

3. Kintan Limiansih S.Pd., M.Pd.selaku Wakaprodi Program StudiPGSD.

4. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsiini.

5. Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi. selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing dan memberi dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsiini.

6. Para dosen dan Staf PGSD yang telah membantu peneliti denganbaik.

7. Para validator yang telah berkenan membantu validasiproduk.

8. Suwaji, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD N VI Baturetno yang telah memberikan ijin penelitian kepada peneliti untuk melakukan penelitian disekolah.

9. GuruSDNVIBaturetnoyangtelahberkenanmembantupenelitidalammelakukananalisis kebutuhan

10. Seluruh siswa kelas V SD N VI Baturetno yang telah membantu selama penelitian berlangsung.

11. Kedua orang tua saya, Drs. Titus Subardi dan Emerita Dwi Cahyani yang selalu memberi semangat, doa dandukungan.

12. Saudara – saudara yang memberi semangat danmendoakan.

x

(11)

13. Temandekat,sahabat–sahabat,dantemanpayungskripsipengembanganbukuceritaanak berbasis pendidikan seks yang selalu mendukungsaya

14. Teman-teman PGSD angkatan 2013 dan semua yang pernah berdinamika selama masa perkuliahan.

15. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungan.

Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangannya,makapenelitisangatmembutuhkankritikdansarandariberbagaipihak.Akhirnya peneliti mengucapkan selamat membaca semoga bermanfaat bagi pembaca dan kitasemua

Yogyakarta, 12 Desember 2017 Peneliti

Yulius Wicaksana Adi Putra

xi

(12)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMANJUDUL ... i

HALAMANPERSETUJUANPEMBIMBING ... ii

HALAMANPERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMANPENGESAHAN ... iv

HALAMANPERSEMBAHAN... v

HALAMANMOTTO ... vi

PERNYATAANKEASLIANKARYA ... vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUANPUBLIKASIKARYA ... viii

ILMIAH UNTUKKEPENTINGANAKADEMIS ……… ix

ABSTRAK ... x

ABSTRACT ... xi

KATAPENGANTAR ... xii

DAFTARGAMBAR ... xiii

DAFTARISI ... xiv

DAFTARTABEL ... xv

DAFTARLAMPIRAN ... xvi

BABIPENDAHULUAN ……… 1

1.1 LatarBelakang ... 1

1.2 RumusanMasalah ... 4

1.3 TujuanPenelitia ... 4

1.4 ManfaatPenelitian ... 5

1.5 DefinisiOperasional ... 6

1.6 SpesifikasiProduk ... 6

BAB IILANDASANTEORI ... 7

2.1 KajianPustaka ... 7

2.1.1 MediaPembelajaran ... 7

2.1.1.1 PengertianMediaPembelajaran ... 7

2.1.1.2 Tujuan Pemanfaatan MediaPembelajaran ……….. 8

2.1.1.3 Kriteria Dasar PemilihanMediaPembelajaran ... 11 xii

(13)

2.1.2 Karakteristik Yang DitanamkanKepadaSiswa………... 14

2.1.2.1 Pilar-pilar KarakterYangDitanamkan……… 15

2.1.3 Karakteristik Perkembangan Anak SD KelasAtas………... 18

2.1.3.1 TahapPerkembanganAnak………. 18

2.1.4. BukuCerita Bergambar………... 23

2.1.4.1 Pengertian BukuCerita Bergambar………... 23

2.1.4.2 Macam-Macam Dan Karakteristik BukuCerita Bergambar………... 24

2.1.4.3 Fungsi BukuCerita Bergambar………... 26

2.1.4.4 Kriteria BukuCeritaAnak……….. 28

2.1.5 PendidikanSeks………. 30

2.1.5.1 PengertianPendidikanSeks………... 30

2.1.5.2 TahapPerkembanganAnak………... 32

2.1.5.3 Cara Melindungi Anak dariPerilakuKekerasan………... 33

2.1.6 GerakanLiterasisekolah... 36

2.2 Penelitian YangRelevan……… 37

2.2.1 Penelitian tentang BukuCerita ……….. 37

2.2.2 Penelitian tentang Media Buku CeritaAnak………... 38

2.2.3 Penelitian TentangPendidikanSeks………... 39

2.3 KerangkaBerpikir………. 41

2.4 PertanyaanPenelitian... 42

BABIII METODEPENELITIAN……… 43

3.1 JenisPenelitian……….. 43

3.1.1 PotensidanMasalah………. 43

3.1.2 PengumpulanData……… 43

3.1.3 Desain Produk………. 44

3.1.4 ValidasiDesain……… 44

3.1.5 PerbaikanDesain………... 44

3.1.6 Uji CobaProduk……….. 44 xiii

(14)

3.1.7 Revisi Produk……….. 45

3.1.8 UjiCobaPemakaian ... 45

3.1.9 Revisi Produk……….. 45

3.1.10 Pembuatan PeodukMasal ………... 45

3.2 ProsedurPengembangan ... 46

3.2.1 PotensiMasalah………... 48

3.2.2 PengumpulanData ... 48

3.2.3 Desain Produk………... 48

3.2.4 ValidasiDesain ... 48

3.2.5 Revisi Produk ... 49

3.2.6 UjiCobaLapangan ... 49

3.2.7 Revisi Produk ... 49

3.3 SetingPenelitian ... 50

3.3.1 SubjekPenelitian ... 50

3.3.2 ObjekPenelitian ... 50

3.3.3 LokasiPenelitian ... 50

3.3.4 WaktuPenelitian ... 51

3.4 UjiValidasiProduk ... 51

3.4.1 Uji ValidatorOlehPakar ... 51

3.4.2 Uji Validasi Produk melalui UjiCoba Lapangan ... 51

3.5 Teknik PengumpulanData ……….. 52

3.5.1 Wawancara……….. 52

3.5.2 Kuisioner………. 53

3.6 IntrumenPenelitian ……….. 53

3.6.1 IntrumenPengumpulan Data ... 53

3.6.1.1 PedomanWawancara……….. 53

3.6.1.2 Kuisioner……….. 54

3.7 TeknikAnalisisData ... 56

3.7.1 DataKualitatif ... 56

3.7.2 DataKuantitatif ... 56 xiv

(15)

4.1 Analisis Kebutuhan……….. 60

4.2 Deskripsi Produk Awal……… 62

4.2.1 Cover Buku Cerita……… 62

4.2.2 Bagian – Bagian Buku Cerita……….. 62

4.2.2.1 Kata Pengantar………. 63

4.2.2.2 Daftar Isi……….. 63

4.2.2.3 Tentang Buku………. 63

4.2.2.4 Literasi……… 63

4.2.2.5 Isi Buku……….. 63

4.2.2.6 Refleksi……….. 63

4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk……… 64

4.3.1 Data Validasi Pakar dan Revisi Produk……….. 64

4.3.1.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti……….. 66

4.3.2 Data Validasi Guru Kelas Atas dan Revisi Produk……… 72

4.3.2.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti………. 72

4.4 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan Revisi Produk……….. 74

4.5 Kajian Produk Akhir……….. 76

4.5.1 Sampul Buku Cerita Setelah Direvisi……….. 77

4.5.2 Bagian – Bagian Buku Cerita Setelah Direvisi……….. 78

4.6.1 Pembahasan……… 79

BABVPENUTUP ……….... 84

5.1 Kesimpulan……… 84

5.2 Keterbatasan Pengembangan……… 85

5.3 Saran………. 85

DAFTARPUSTAKA ... 86

LAMPIRAN ………. 89

BAB IV HASIL PENELITIANDANPEMBAHASAN ………. 60

xv

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hasil Penelitian yang Relevan 40

……….

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian Pengembangan Sugiono 46

………..

Gambar 3.2 Prosedur pengembangan yang Digunakan Peneliti 47

………

Gambar 4.2 Cover Buku Cerita Hasil Revisi 76

………..

xvi

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Wawancara ……….. 54

Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Uji Validasi untuk Pakar dan Guru ………... 55

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Uji Validasi untuk Siswa ……….. 55

Tabel 3.4 Konversi Data Kuantitatif Ke Data Kualitatif Skala Lima ……….. 57

Tabel 4.1 Hasil Validasi Pakar ………. 64

Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi ……….. 65

Tabel 4.3 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 66

Tabel 4.4 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 67

Tabel 4.5 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 68

Tabel 4.6 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 69

Tabel 4.7 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 70

Tabel 4.8 Hasil Validasi Guru ……….. 71

Tabel 4.9 Komentar Guru Kelas V SD dan Revisi ……….. 71

Tabel 4.10 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 72

Tabel 4.11 Revisi Yang Dilakukan Peneliti ……… 73

Tabel 4.12 Hasil Validasi Subjek Penelitian ………... 75

Tabel 4.13 Komentar Subjek Penelitian dan Revisi ……… 75

Tabel 4.14 Rekapitulasi Skor Hasil Validasi dan Uji Coba Lapangan ………... 78

xvii

(18)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ………... 89

Lampiran 2 Hasil Validasi Pakar Ahli ………... 91

Lampiran 3 Hasil Validasi Guru Kelas V SD ………... 94

Lampiran 4 Hasil Validasi Siswa SD Kelas V ……….. 97

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian ……….. 116

Lampiran 6 Surat Keterangan Penelitian ……….. 117

Lampiran 7 Biodata Penulis ……….. 118

Lampiran 8 Produk Buku Cerita ……… 119

xviii

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMasalah

Pendidikan merupakan sarana yang penting untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan. Pengetahuan dapat meliputi berbagai macam seperti pengetahuan mengenai jasmani dan rohani, sehingga anak-anak dapat mencapai tujuan cita-cita yang akan di inginkannya. Pendidikan, yaitu proses pendidik dengan sengaja dan penuh tanggung jawab memberikan pengaruhnya kepada anak didik, demi kebahagiaan anak didik (Suyanto, 2005;2).

Pembelajaran ilmu pendidikan bagi anak didik sangatlah penting untuk kehidupan mereka.Ilmu pendidikan saat ini telah berkembang pesat.Tidak hanya pendidikan formal, tetapi ada juga pendidikan yang bersifat non formal. Salah satu diantaranya ialah pendidikan untuk anak usia SD yang membahas pendidikan seks. Pendidikan seks sebenarnya sudah diperkenalkan pada anak melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mengenai sistem reproduksi manusia.Pendidikan seks mempunyai arti sempit, seks berarti kelamin. Menurut Wirawansarwono dan Amisiamsidar (1986 ; 7) yang termasuk dalam pengertian kelamin adalah 1) alat kelamin itu sendiri,2) anggota-anggota tubuh dan ciri-ciri lainnya yang membedakan laki- laki dan perempuan , misalnya perbedaan suara, pertumbuhan kumis dan payudara dan lain sebagainya. Maka pendidikan seks adalah pendidikan yang mempelajari tentang alat kelamin dan anggota-anggota tubuh, ciri-ciri yang membedakan tentang laki-laki dan perempuan.

Tanpa pengetahuan, banyak orang akan salah mengambil keputusan dan pilihan, dan apabila pengetahuan yang didapat melalui informasi yang tidak benar atau negatif, banyakorang

(20)

akan salah dalam menjalani hidupnya bahkan akan berperilaku menyimpang dari tugas perkembangannya. Gambaran mengenai banyaknya seks bebas maupun seks di bawah umur diduga antara lain karena mereka kurang memahami perilaku seks yang sehat. Hal ini tentunya berkaitan dengan kurang terbukanya informasi mengenai seks yang benar dan sehat dalam masyarakat, bahkan muncul kecenderungan membiarkan seks dianggap tidak bermoral dan tabu jika dibicarakan secara terbuka Martin (dalam Helmi dan Paramastri 1998).Media informasi yang tersebar dalam masyarakat, baik melalui media masa maupun media elektronika menjadi referensi remaja tentang seks.Untuk mencegah agar anak tidak masuk ke tindakan-tindakan penyimpangan dan mendapatkan tindakan kekerasan seksual, anak perlu mendapatkan informasi tentang pengetahuan pendidikan seks.

Pengetahuan seks tentang menjaga tubuh salah satu hal yang sangat penting bagi anak.

Karena menjaga tubuh yang baik dan benar harus ditanamkan kepada anak, berbagai macam cara menjaga tubuh dengan baik dan benar salah satunya memiliki rasa hormat dan tanggung jawab.

Dengan rasa hormat dan tanggung jawab tadi secara otomatis anak akan menghindari dan membatasi diri dengan orang lain, menjaga bagian-bagian tubuh yang seharusnya tidak dilihatkan kepada orang lain. Berpakaian yang baik dan benar merupakan awal bagaimana anak bisa mengetahui bagian tubuh yang seharusnya ditutupi dan bagian tubuh mana yang harusnya terbuka, anak secara otomatis akan memahami tentang pendidikan seks melalui cara berpakaian yang baik dan benar. Maka dari itu anak akan menghormati bagaimana cara menjaga tubuh dan bagaimana bertanggung jawab dengan cara berpakaian yang baik dan benar. Rasa hormat dan tanggung jawab sangat efektif dan efisien jika ditanamkan kepada anak usia dini.

Pendidikan seks ini perlu diberikan kepada anak, agar anak dapat memahami cara menjaga diri mereka sendiri dari perilaku tindakan kekerasan terhadap anak. Beberapawaktu

(21)

lalu ada peristiwa di Kabupaten Wonogiri, Kecamatan Baturetno mengenai anak korban kekerasan seksual. Peneliti melakukan penelitian di lokasi dimana sekolah tersebut pernah mengalami kasus tindakan kekerasan seksual itu dapat dilihat dari surat kabar “…( SOLOPOS, 6 April 2017). Diduga ada 25 anak yang menjadi korban pencabulan.Siswa kelas VI SD asal Baturetno, Wonogiri, GD, 13, diduga mencabuli teman-teman sesama jenisnya sejak kelas IV.Gd berperilaku menyimpang karena sering menonton video bermuatan pornografidi telepon seluler (ponsel). Salah satu orang tua korban yang menelusuri kasus pencabulan secara mandiri, As, menyebut korban GD mencapai 25 anak, termasuk anaknya. Menurut pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Wonogiri, berdasar data awal korban Gd terdeteksi sembilan anak.Kasus itu diadukan orang tua dari dua korban ke Polsek Baturetno, akhir pekan lalu.Kasus itu mengejutkan pemangku kepentingan di Kabupaten Gaplek. Gd berperilaku menyimpang sejak usia 11 tahun. Gd disebut tidak merasa bersalah karena kemungkinan tidak mengetahui perbuatannya tersebut tidak baik. Orang tua korban asal Baturetno, As, saat ditemui Espos di Wonogiri, Rabu (5/4/2017), berharap ada pihak yang mendampingi anak laki-lakinya untuk memulihkan kondisi psikologis…..” Dari kasus tersebut kekerasan terhadap anak merupakan persoalan yang perlu segera dihentikan dan diputus mata rantainya.Sebab masalah ini terkait langsung dengan nasib bangsa yang akandatang.

Peneliti berpikiran bagaimana pentingnya pendidikan seks harus diberikan sejak dini sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kekerasan seksual, tepatnya kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu peneliti melakukan wawancara pada tanggal 26 September 2017 di SD N VI Baturetno, wawancara dilakukan bersama guru kelas IV dan guru kelas V. Guru kelas IV mengatakan bahwa pendidikan seks untuk anak itu sangatlah penting karena beberapa saatlaludiSDNVImengalamikasusmengenaikekerasanseksual,gurumerasakagetdengan

(22)

adanya kasus tersebut. Wawancara yang ke 2 dilakukan dengan guru kelas V yang mengatakan kekurangan sekali buku yang berbasis pendidikan seks, merasa kebingungan dalam memberikan bacaan yang mengenai pendidikan seks hanya disinggung secara kecil ketika bercanda waktu jam belajar dikelas itu pun juga dilakukan dengan hati-hati, itu terjadi karena sulitnya mencari buku pegangan yang menyangkut tentang pendidkikanseks.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, peneliti melihat bagaimana pentingya pendidikkan seks untuk anak SD kelas atas. Oleh sebab itu , peneliti mencoba untuk membuat buku cerita bergambar . Buku cerita ini akan dikembangkan agar mencakup kebutuhan siswa dan guru dengan judul “Pengembangan Buku Cerita Anak Berbasis Pendidikan Seks Untuk Anak Sd Kelas Atas ”.

1.2 RumusanMasalah

1.2.1 Bagaimana langkah-langkah pengembangan buku cerita anak berbasis pendidikan seks untuk anak SD kelasatas?

1.2.2 Bagaimana kualitas buku cerita anak berbasis pendidikan seks untuk anak SD kelasatas?

1.3 TujuanPenelitian

1.3.1 Untuk memgembangkan buku cerita anak yang berbasis pendidikan seks di SD terutama untuk kelasatas.

1.3.2 Untuk mengetahui kualitas buku cerita anak berbasis pendidikan seks di SD terutama untuk kelasatas.

(23)

1.4 ManfaatPenelitian 1.4.1 BagiGuru

Penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk memiliki wawasan yang lebih luas mengenai materi pendidikan seks usia dini kususnya untuk anak SD kelas atas, sehingga dapat digunakan untuk mengatasi suatu masalah siswa di kemudian hari.

1.4.2 BagiAnak

Penelitian ini dapat membantu siswa untuk lebih terpacu untuk membaca dan mengetahui pendidikan seks untuk kelas bawah, sehingga siswa dapat terbantu jika ada masalah di kemudian hari.

1.4.3 BagiSekolah

Penelitian ini dapat membantu sekolah untuk menyediakan buku-buku mengenai pendidikan seks usia dini, kususnya membantu siswa kelas atas.

1.4.4 Bagi ProdiPGSD

Penelitian ini dapat menambah koleksi pustaka buku-buku di Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma mengenai buku cerita anak yang berbasis pendidikan seks.

1.4.5 BagiPeneliti

Penelitian ini membantu peneliti memiliki pengalaman dalam pentingnya pendidikan seks usia dini kususnya untuk anak SD. Penelitian ini juga membantu peneliti untuk belajar membuat buku cerita anak yang dibutuhkan siswa untuk membantu mengetahui Pendidikanseks.

(24)

1.5 DefinisiOperasional

1.5.1 Buku cerita anak adalah sebuah cerita yang diwujudkan dengan dua dimensi yang berupa gambar yang dibuat oleh seorang penulis yang berupa gagasan dan imajinasi untuk di berikan kepadaanak.

1.5.2 Pendidikan seks anak SD adalah berupa pendidikan yang mengandung unsur seks yang tepat untuk diberikan kepada anakSD

1.5.3 Anak SD adalah anak – anak yang masih polos yang masih belajar di sekolahdasar 1.6. SpesifikasiProduk

1.6.1 Buku cerita ini mengandung komponen kata pengantar, tentang buku, isi cerita ,biodata penulis, tentang penulis,danrefleksi.

1.6.2 Buku cerita bergambar mengandung kegiatan yang sesuai dengan perkembangan bahasa anak yaitu disusun dari hal-hal yang sederhana danmenarik.

1.6.3 Buku cerita bergambar bersifat kontekstual dengan anak, yaitu disusun dengan

menghubungkan dunia sekitar anak, sehingga anak lebih mudah dalam memahamicerita.

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 KajianPustaka 2.1.1 MediaPembelajaran

2.1.1.1 Pengertian MediaPembelajaran

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau suatu hal dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat peserta didik, sehingga proses belajar terjadi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif (Sukiman, 2012: 29). Rosyada (2010:7) mengatakan media pembelajaran dapat dipahami segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efetif. Arsyad (2010: 3) berpendapat bahwa media adalah bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.

Berdasarkan dari pernyataan-pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ialah segala sesuatu yang digunakan dalam proses belajar untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

(26)

2.1.1.2 Tujuan Pemanfaatan MediaPembelajaran

Tujuan pemanfaatan media pembelajaran adalah untuk mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran itu sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya – upaya pengembangan media pembelajaran. Guru dituntut agar mampu menggunakan alat – alat atau media pembelajaran yang disekolah. Di samping mampu menggunakan alat – alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mrngembangkan keterampilan membuat membuat media pembelajaran (Arsyad, 2010: 2). Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994: 6):

a. Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajarmengajar b. Fungsi media dalam rangka mencapai tujuanpendidikan

c. Seluk – beluk prosesbelajar

d. Hubungan antara metode mengajar dan mediapendidikan e. Berbagai jenis alat dan teknik mediapendidikan

f. Usaha inovasi dalam mediapendidikan.

Keterampilan itu dibutuhkan oleh guru apabila sekolah belum memiliki media pembelajaran yang dibutuhkan sehingga guru harus membuat media pembelajaran itu sendiri. Tujuan pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran adalah untuk mengefektifkan dan mengefesiensikan proses pembelajaran itu sendiri (Rosyada, 2010: 2). Media pembelajaran berfungsi untuk tujuan intruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan peserta didik. Baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivutas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi.Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis, dilihat dari segi prinsip – prinsip belajar agar dapat menyiapkan intruksi yangefektif.

(27)

Di samping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan peserta didik. (Sukiman, 2012: 40)

Rifai di dalam Sukiman (2012:43-44) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik seeperti sebagai berikut :

1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajarsiswa.

2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran

3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apa lagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran

4. Peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru saja, tetapi juga mealakukan aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendeminstrasikan danmemerankan

Menurut kemp &Dayton (Azhar Arsyad, 2005:21-22) mereka mengungkapkan beberapa hasil penelitian yang menunjukan dampak yang positif dari penggunaan media pembelajaran sebagi berikut :

1. Penyampaian pelajaran menjadi lebihbaku 2. Pembelajaran bisa lebihmenarik

3. Pembelajaran menjadi lebihinteraktif

4. Lama waktu pembelajaran dapatdipersingkat

(28)

5. Kualitas hasil belajar dapatditingkatkan

6. Peran guru dapat berubah kea rah yang lebihpositif

Berdasarkan beberapa pengertian di atas tujuan pemanfaatan media pembelajaran adalah untuk mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran itu sendiri. Guru harus memiliki beberapa macam seperti 1) Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar, 2) Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, 3) seluk beluk proses belajar, 4) Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan, 5) Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan, 6) Usaha inovasi dalam media pendidikan. Pembelajaran akan lebih efisien dan efektif bila seorang guru melakukan ke-6 hal yang sudah dijelaskan. Adapun manfaat mengenai manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik 1.

Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, 2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik, 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, 4. Peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru saja, tetapi juga melakukanaktivitas.

(29)

2.1.1.3 Kriteria Dasar Dalam Pemilihan MediaPembelajaran

Media pembelajaran sebagai komponen pembelajaran perlu dipilih sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi secara efektif. Sukiman (2012: 47) berpendapat bahwa pemilihan suatu media tertentu oleh seorang guru didasarkan atas perimbangan antara lain:

1. Guru merasa sudah akrab dengan mediaitu.

2. Guru merasa bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinyasendiri.

3. Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, serta menuntunya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi. Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhan dalam mencapai tujuan yang telah iatetapkan.

Arsyad (2005: 72-74) mengatakan bahwa dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip – prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan media:

1) Motivasi: Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak peserta didik sebelum meminta perhatianya untuk mengerjakan tugas dan latihan.

Lagi pula, pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan dengan dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam mediapembelajaran.

2) Perbedaan individual: Peserta didik belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda – beda. Faktor – faktor seperti kemampuan intelegensia, tingkat pendidikan, kepribadian dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui media harus berdasarkan tingkatpemahaman.

(30)

3) Tujuan pembelajaran: Jika peserta didik diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran akan semakin besar. Di samping itu pernyataan mengenai tujuan belajar yang ingin dicapai dapat menolong perancang dan penulis materi pelajaran. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam mediapembelajaran.

4) Organisasi isi: Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau keterampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urut – urutan yang bermakna. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis disusun dan diurut – urutkan secara teratur. Di samping itu, tingkat materi yang akan disajikan ditetapkan berdasarkan kompleksitas dan tingkat kesulitan isi materi. Dengan cara seperti ini dalam pengembangan dan penggunaan media, siswa dapat dibantu untuk secara lebih baik mensintesis dan memadukan pengetahuan yang akandipelajari.

5) Persiapan sebelum belajar: Peserta didik sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran dasar atau memiliki pengalaman yang diperlukan secara memadai dengan sukses. Dengan kata lain, ketika merancang materi pelajaran, perhatian harus ditujukan kepada sifat dan tingkat persiapansiswa.

6) Emosi: pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respons emosional seperti takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan. Oleh karena itu, perhatian khusus harus ditunjukan kepada elemen –

(31)

elemen rancangan media jika hasil yang diinginkan berkaitan dengan pengetahuan dansikap.

7) Partisipasi: Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang peserta didik harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu, belajar memerlukan kegiatan. Partisipasi aktif oleh siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif. Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi di sela–sela penyajian materi pelajaran. Dengan partisipasi kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaranitu.

8) Umpan balik: Hasil belajar dapat meningkat apa bila secara berkala peserta didik di informasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar, pekerjaan yang baik, atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi–sisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar danberkelanjutan

9) Penguatan: apabila peserta didik berhasil belajar, ia didorong untuk terusbelajar.

Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif mempengaruhi perilaku di masa – masa yang akandatang.

10) Latihan dan pengulangan: sesuatu hal baru jarang sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali jalan. Agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetisi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalam ingatan jangkapanjang

(32)

11) Penerapan: hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru.

Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman sempurna belum dapat dikatakan dikuasai.

Siswa mesti telah pernah dibantu untuk mengenali atau menemukan generalisasi (konsep, prinsip, atau kaidah) yang berkaitan dengan tugas. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugasbaru.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan kriteria media pembelajaran itu meliputi hal sebagi berikut 1) guru sudah akrab dengan media pembelajaran yang digunakan, 2) guru merasa media yang digunakan lebih menggambarkan apa yang akan disampaikan, 3) media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, serta menuntunya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi. Dalam criteria media pembelajaran adapula beberapa prinsip yang mewakili mengenai teiri belajar meliputi 1) motivasi, 2) Perbedaan individual, 3) Tujuan pembelajaran, 4) Organisasi isi, 5) Persiapan sebelum belajar, 6) Emosi, 7) Partisipasi, 8) Umpan balik, 9) Penguatan, 10) Latihan dan pengulangan, 11) Penerapan.

2.1.2 Karakteristik yang ditanamkan kepadasiswa

Karakter merupakan nilai yang diwujudkan dalam suatu perilaku anak (Kusuma 2011:11). Pendapat lain mengungkapkan bahwa karakter merupakan suatu cara berpikir yang menjadi suatu ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama yang dilakukan baik dalam suatu keluarga, masyarakat, bangsa atau negara (Kurniawan 2013 : 28). Pendapat ketiga dari Zuchdi (2012:16-17) mengungkapkan bahwa karakter merupakan suatu nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia

(33)

maupun ligkungan yang terwujud dalam suatu pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari berdasarkan norma, hukum, tata karma, budaya dan adat istiadat.

Dari ketiga pendapat di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa karakter merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang mempunyai maupun perbedaan dengan orang lain.

Karakter yang tertanam pada diri seseorang akan tercermin dalam suatu pikiran, perkataan dan perilaku.

2.1.2.1 Pilar-pilar karakter yangditanamkan

Character Counts merupakan suatu pendekatan pendidikan karakter yang dikembangkan oleh Jonsepshon Institute of Ethics pada tahun 1993. Berdasarkan “The Six Pillars of Character”

(Josephson Institude, 2012 :3) , Character Counts mengeluarkan enam jenis karakter yang meliputi (1) Amanah, (2) Rasa Hormat, (3) Tanggung jawab, (4) Keadilan, (5) Kepedulian, (6) Nasionalis.

Dari enam karakter di atas, peneliti memilih dua karakter yang akan ditanamkan kepada siswa mealui buku cerita bergambar tersebut. Dua karakter tersebut meliputi :

a) RasaHormat

Rasa hormat adalah suatu sikap penghargaan, kekaguman atau penghormatan kepada pihak lain. Rasa hormat sangat penting dilakukan pada kehidupan sehari-hari.

Melalui rasa hormat, anak-anak bisa diajarkan cara menghormati pihak lain seperti orang tua, guru dan teman. Selain itu melalui rasa hormat juga diajarkan menaati peraturan, budaya maupun tradisi yang dianut oleh masyarakat. Karakter rasa hormat sendiri meliputi beberapa hal seperti ; a) memperlakukan orang lain dengan hormat yang dapat

(34)

diartikan dapat menghormati orang lain seperti menghormati diri sendiri, b) memiliki rasa toleransi atas berbagai perbedaan yang dapat diartikan dapat terbuka dan menerima perbedaan yang ada di lingkungan sekitar, c) menggunakan bahasa dan perlakuan yang santun yang dapat diartikan dapat menempatkan cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, d) menjaga dan memerhatikan orang lain yang dapat diartikan peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitar, baik keluarga maupun teman, e) tidak mengancam, memukul dan menyakiti siapapun yang dapat diartikan tidak membahayakan dan merugikan keselamatan orang lain yang ada di sekitar, f) menjaga kedamaian dan menghindari rasa marah yang dapat diartikan menjaga kedamain antar sesama, dan g) tidak menghina orang lain karena tidak setuju atau sependapat dengan pandangannya yang berarti dapat menghargai perbedaan yang ada dengan cara tidak egois dengan pendapatsendiri.

Salah satu karakter yang ditanamkan dalam buku cerita adalah rasa hormat. Melalui buku cerita anak tentang pendidikan seks ini anak diajarkan untuk menghormati diri sendiri dan orang lain. Menghormati diri sendiri bisa dengan cara menjaga tubuh dari pihak luar, mandi untuk menghindari tubuh dari kuman-kuman, menyayangi diri kita sendiri. Sedangkan menghormati orang lain bisa dilakukan dengan cara tidak menghina orang lain, tidak memegang bagian terlarang dari orang lain, memperlakukan dan menyayangi orang lain seperti memperlakukan diri sendiri.

b) Tanggungjawab

Tanggung jawab merupakan suatu tugas atau kewajiban dalam melakukan dan melaksanakan tugas dengan penuh kepuasan yang harus dipenuhi oleh seseorang dan memiliki konsekuen terhadap kegagalan seseorang tersebut yang dapat diartikan bahwa

(35)

tanggung jawab berarti dapat dipertanggungjawabkan. Karakter tanggung jawab yang dapat ditanamkan meliputi beberapa hal sebagai berikut; a) melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan atau dengan kata lain menyelesaikan kewajiban, b) selalu menunjukkan ketekunan, kerajinan, dan terus berusaha dengan kata lain menyelesaikan kewajiban yang ada dengan sepenuh hati dan pantang menyerah, c) selalu melakukan yang terbaik untuk dirinya dan orang lain, d) selalu disiplin dan mengontrol diri dalam keadaan apapun / dapat mengelola hati dan pikiran dan tepat dalam menempatkan diri pada berbagai situasi, e) selalu mengkaji, menelaah dan berpikir sebelum bertindak / memikirkan kembali tindakan yang akan diperbuat, f) mempertimbangkan dan memperhitungkan semua konsekuensi dari perbuatan hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Karakter kedua yang ditanamkan dari buku cerita anak tentang pendidikan seks ini adalah tanggung jawab. Melalui tanggung jawab ini diharapkan anak dapat mengerti apa arti dari tanggung jawab itu sendiri, dapat memikirkan berbagai risiko dan konsekuensi dari perbuatan yang telah diperbuat dan dapat mempertanggungjawabkan keselamatan dirinya sendiri dalam konteks menjaga tubuh.

(36)

2.1.3 Karakteristik Perkembangan Anak SD KelasAtas 2.1.3.1 Tahap PerkembanganAnak

Sepanjang jenjang kehidupan manusia ini, semenjak awal kehidupan dari lahir samapai meninggal dunia, manusia selalu mengalami perubahan, baik perubahan fisik dan perubahan kemampuan mental psikologis, perubahan-perubahan tersebut terus berlangsung karena terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada dirinya. Pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan manusia merupakan dua sisi mata uang yang menunjukan gambaran yang berbeda, tetapi merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan , terkadang pengertiannya dianggap rancu.

Secara umum bersifat progresif dan terus- menerus untuk mempermudah pemahaman antara kedua istilah tersebut, perlu disepakati terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan apa pengertian dari perkembangan serta hubungan dari kedua istilah tersebut. Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan psikologis dari proses kematangan secara normal dalam perubahan fisik maupun psikisnya. Seperti bertambah berat badan, bertambah tinggi badan dan lain sebagainya. Sedangkan perkembangan memiliki pengertian proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi-fungsi organ jasmaniah dan bukan pada organ jasmani tersebut sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis (Agustina 2014 :2).

Kehidupan manusia berlangsung dari beragam fase kehidupan, dimulai dari manusia lahir hingga fase tua.Pada tiap fase ini manusia mengalami perubahan yang berlangsung secara berkesinambungan. Menurut Santrock dalam (Agustina, 2014 : 27) periode perkembangan itu terdiri atas tiga periode, yaitu anak (childhood), remaja (adolescence) dan dewasa (adulthood).

Dari ketiga periode ini diklasifikasikan lagi menjadi beberapa periode yaitu : (1) periode anak sebelum kelahiran (prenatal), masa bayi (infacy), masa awal anak-anak (early childhood), masa

(37)

pertengahan dan akhir anak-anak (midle and late childhood) ; (2) periode remaja (adolescence) dan (3) periode dewasa: masa awal remaja (early adulthood), masa pertengahan dewasa (midle adulthood), dan masa akhir dewasa (late adulthood). Dan di setiap periode ini memiliki tugasnya

masing-masing. Tugas di tiap periode ini akan dilewati anak dalam proses yang sama, namun tidak harus dalam umur yang sama pula.

Meskipun antara pertumbuhan dan perkebangan mempunyai perbedaan pengertian, tetapi selalu harus dipahami bahwa antar keduanya merupakan proses yang saling tergantung dan saling mempengarui. Perubahan dan perkembangan bertujuan untuk memungkinkan orang menyesuaikan diri dengan dengan lingkungan dimana dia hidup. Irama dan tempo perkembangan manusia tidak sama antara manusia satu dengan manusa yang lain sering menimbulkan ketidak seimbangan antara pertumbungan dengan perkembangan yang pada gilrannya sering menyebabkan tidak gtercapainnya penyesuaian yang harmonis dengan orang disekitarnya , adapun cirri pertumbungan dan perkembangan , a. dapat diukur serta dinyatakan ke dalam angka (punya nilai yang dapat diukur dalam angka) b. reproduksi secara mitosis, c.perubahan pada ukuran tubuh bersifat irversibel (tidak dapat kembali seperti semula) d. bertambahnya ukuran tubuh (volume, massa dan tinggi), e pertambahan ukuran sel dan pertambahan jumlah sel (Agustina 2014 :4-5).

Menurut Yusuf L.N dalam (Agustina 2014 : 5-6) adapun ciri-ciri dari perkembangan adalah sebagai berikut : Perkembangan adalah perubahan yang progresif dan kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu muai lahir sampai meninggal dunia. Pengertian lainnya yaitu : “perubahan-perubahan yang dialami individu atau organism menuju tingkat kedewasaan yang berlasung secarasistematis,progresif , dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis.

Sistematis adalah perubahan dalam perkembangan bersifat saling berkesinambungan saling

(38)

mempengaruhi antara bagian-bagian organism (fisik dan psikis) dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Sedangkan progresif merupakan perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif(psikis).

Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam (Nurgiyantoro,2005 :50) memaparkan tentang perbedaan intelektual anak kedalam beberapa tahapan. Setiap tahapan memiliki karakteristik yang berbeda dengan tahap-tahap lainnya. Tepatnya ada empat tahapan meliputi sebagai berikut : Tahap sensorimotor, tahap praoperasional, tahap konkret, dan tahap operasional formal.

1) Tahap sensori-motor (the sensorymotor period, 0-2 tahun ). Tahap ini merupakan tahapan pertama dalam perkembangan kognitif pasa anak. Tahap ini disebut sebagai tahap sensori-motor karena perkembangan terjadi berdasarkan informasi dari indera (sense) dan bodi (motor). Karakteristik utama dalam tahap ini adalah bahwa anak belajar lewat kordinasi persepsi dan aktivitas motor serta mengembangkan pemahaman sebab-akibat atau hubungan-hubungan berdasarkan sesuatu yang dapat diraih atau dapat berkontak langsung. Dalam usia 1,5- 2 tahun anak menyukai aktivitas atau permainan yang berkaitan dengan bunyi yang mengandung pengulangan yang ritmis. Anak menyuakai bunyi tersebut yang bersajak dan berirama. Permainan bunyi yang dimaksud dapat berupa nyanyian, kata-kata yang dinyanyikan, atau kata-kata biasa dalam perkataan yang tidak dilagukan.

2) Tahap praoperasional (the preoperational period, 2-7 tahun). Dalam tahapan ini anak akan mulai dapat menjalankan sesuatu yang sudah mencerminkan aktivitas mental dan tidak lagi semata bersifat fisik. Karakteristik dalam tahap iniantaranya

(39)

adalah bahwa (i) anak mulai belajar mengaktualisasikan dirinya lewat bahasa, b ermain, dan menggambar (corat-coret ). (ii) jalan pemikiran anak masih bersifat egosentris, menempatkan dirinya sebagai pusat dunia, yang didasarkan dengan persepsi segera dan pengalaman langsung karena masih kesulitan menempatkan dirinya diantara orang lain. (iii) Anak mempergunakan symbol dengan cara elementer yang pada awalnya lewat gerakan-gerakan tertentu dan kemudian lewat bahasa dalam pembicaraan. (iv) Pada masa ini anak akan mengalami proses asimilasi dimana anal mengasimilasikan sesuatu yang didengar, dilihat, dan dirasakan dengan cara menerima ide-ide tersebut ke dalam suatu skema di dalam kognisinya. (Nurgiyantoro, 2005 : 51 )

3) Tahap operasional konkret (the concret operational, 7-11 tahun). Tahapn ini anak mulai memahami logika secara stabil. Karakteristik anak pada tahap ini antara lain adalah (i) anak dapat membuat klasifikasi sederhana, menglasifikasifikasikan objek berdasarkan sifat-sifat umum, misalnya klasifikasikan warna,klasifikasikan karakter tertentu. (ii) anak dapt membuat urutan sesuatu secara semestinya, mengurutkan abjad, angka, besar-kecil, dan lain-lain. (iii) Anak mulai dapat mengembangkan imajinasinya keemasala lalu dan masa depan , adanya perkemabangan dari pola berfikir yang egosentris menjadi lebih mudah untuk mengidentifikasikan sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. (iv) Anak memulai dapat berfikir mengani pendapat dan memecahkan maslah sederhana, ada kecenderungan memperoleh ide-ide yang dilakukan oleh oaring dewasa, namun belum dapat berfikir tentang sesuatu yang konkret atau masihabstrak

(40)

karena jalan berfikirnya masih terbatas pada situasi yang konkret.

(Nurgiyantoro, 2005 :52)

4) Tahap operasional formal (the formal operational, 11 tau 12tahun ke atas). Pada tahap ini anak sudah mampu berfikir abstrak. Karakteristik penting dalam tahap ini antar lain sebagai berikut (i) anak mampu berfikir secara ilmiah , berfikir teoritis, berargumentasi dan menguji hipotesis yang mengutamakan kemapuan berfikir. (ii) Anak sudah mampu memcahkan masalah secara logis dengan melibatkan berbagia masalah yang terkait. Implikasi terhadap pemilihan buku bacaan bacaan sastra anal adalah (i) buku bacaan cerita yang menampilka masalah yang membawa anak untuk mencari dan menemukan hubungan sebab-akibat serta implikasikan terhadap karakter tokoh, (ii) buku-buku bacaan cerita yangmenampilkan alur cerita ganda, aur cerita yang mengandung plot dan subplot tersebut, serta yang menampilkan konflik dan karakter yang lebih konflik.

(Nurgiyantoro, 2005 : 53)

Berdasarkan atas penjelasan mnegenai pengertian-pengeritian tahap perkembangan anak periode perkembangan anakn yang terdiri atas tiga periode, yaitu (childhood), remaja (andolescne), dan dewasa (adulthood) dan tahap-tahap perkembangan mengenai intelektual anak yang terbagi alam 4 tahapan , yaitu sensormotor, preoperasional, operasional konkret, dan operasional formal.

(41)

2.1.4 Buku CeritaBergambar

2.1.4.1 Pengertian Buku CeritaBergambar

Buku cerita bergambar merupakan sebuah bacaan cerita anak yang terdapat gambar ilustrasi warna-warni yang sangat menarik. Gambar-gambar itu sudah dapat dilihat pada sampul buku , dan hal itu tampaknya memang disengaja dipakai sebagai langkah jitu untuk menarik perhatian anak dan pembaca pada umumnya. Didalam halaman buku juga akan terpasang gambar-gambar bagus yang terdapat disela-sela teks narasi yang ada, dibawah ataupun di bagian halaman samping. Keberadaan gambar-gambar tersebut akan menambah keindahaan pada buku yang akan memperkuat isi cerita. Teks narasi cerita menampilkan secara verbal dan disertai dengan gambar-gambar iliustrasi yang menarik itu yang disebut sebagai buku cerita bergambar.

(Nurgiyantoro,2005 : 152) .

Lukens (2003: 38) mengatakan ilustrasi cerita dan gambar merupakan dua media yang berbeda, tetapi dalam buku cerita keduanya secara bersama membentuk perpaduan. Gambar- gambar itu akan membuat tulisan verbal menjadi lebih keliatan, konkret, dan sekaligus memperkaya makna dari teks cerita. Micthel (2003: 87) mengatakan buku cerita bergambar adalah buku yang menyampaikan cerita bergambar dan teks dan keduanya saling menjalin. Baik gambar maupun teks secara sendiri belum cukup untuk mengungangkap cerita secara lebih mengesankan , dan keduanya saling membutuhkan untuk saling mengisi dan melengkapi.

Dari beberapa definisi-definisi di atas buku cerita bergambar adalah buku cerita yang memiliki berbagai warna yang menari dan mengesankan yang membuat gambar-gambar yang saling mengisi dan melengkapi untuk membentuk sebuah cerita.

(42)

2.1.4.2 Macam-macam dan Karakteristik Buku CeritaBergambar

Bentuk cerita dibagi ke dalam dua bagian, yaitu buku cerita fiksi dan buku cerita nonfiksi.Dalam mengarang cerita untuk anak-anak dapat dengan bentuk buku cerita pendek dan novel.Dalam ilmu sastra ketika bentuk cerita tersebut fiksi. Kata fiksi sendiri berasal dari kat berbahasa inggris fiction yang berarti membentuk, membuat, mengadakan, dan menciptakan (Tarian dalam Hardjana, 2006 : 4). Cerita yang semula belum ada dibuat , dibentuk , diadakan dan kemudian diciptakan menjadiada.

Bentuk mcerita kedua adalah non-fiksi, cerita ini merupakan lawan cerita dari fiksi, cerita nonfiksi merupakan sebuah cerita yang sesuai dengan kenyataan.Tujuan cerita ini adalah untuk menuliskan sebuah sejarah, biografi, cerita perjalanan guna menciptakan kembali cerita tersebut secara actual atau terkini. (Hardjana, 2006:5). Dapat disimpulkan dari kedua pengertian tersebut bahwa cerita fiksi adalah cerita yang sengaja dibuat sedangkan cerita non-fiksi adalah cerita yang sebenarnya terjadi .

Adapun jenis-jenis cerita dan karekteristik menurut McElmeel (2002) sebagai berikut :

1) Fiksi

Buku fiksi adalah buku yang menceritakan cerita khayal, rekaan, atau sesuatu yang tidak terjadi sungguh – sungguh.Kategori yang termasuk dalam fiksi adalah cerita hewan, misteri, humor, dan cerita fantasi yang dibuat sesuai imajinasi penulis.

(43)

2) Historis

Buku historis adalah buku yang mendasarkan diri pada suatu fakta atau kenyataan di masa lalu.Buku ini meliputi kejadian sebenarnya, tempat, atau karakter yang merupakan bagian dari sejarah.

3) Informasi

Buku informasi adalah buku – buku yang memberikan informasi faktual. Buku informasi menyampaikan fakta dan data apa adanya, yang berguna untuk menambah keterampilan, wawasan, dan juga bekal teoritis dalam batas tertentu bagi anak.

4) Biografi

Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang mulai kelahiranya hingga kematianya jika sudah meninggal

5) Ceritarakyat

Cerita rakyat merupakan cerita atau kisah yang asal mulanya bersumber dari masyarakat serta tumbuh dan berkembang dalam masyarakat di masa lampau.

6) Kisahnyata

Kisah nyata berfokus pada peristiwa yang sebenarnya dari sebuah situasi atau peristiwa.

Ada beberapa karakteristik buku cerita bergambar. Menurut Sutherland (dalam Faizah, 2009:252) karakteristik buku cerita adalah sebagai berikut:

1) Buku cerita bersifat ringkas danlangsung.

2) Buku cerita bergambar berisi konsep – konsep yangberseri.

3) Konsep yang ditulis dapat dipahami oleh anak –anak.

(44)

4) Gaya penulisanyasederhana.

5) Terdapat ilustrasi yang melengkapiteks.

2.1.4.3 Fungsi Buku CeritaBergambar

Beberapa fungsi yang dapat ditemukan didalam buku menurut (Mitchell (2003 :8792) Dalam Nurgiyantoro,2005 :159) menunjukan beberapa hal tentang fungsi dan petingnya buku cerita-bergambar bagi anak , adapun sebagai berikut :

1) Buku cerita bergambar dapat membantu anak terhadap pengembangan dan perkembangan emosi mereka. Anak akan merasa terfasilitasi dan terbantu untuk memahami dan menerima dirinya sendiri dan orang lain, serta untuk mengekspresikan berbagai emosinya, seperti rasa takut dan senang, sedih dan bahagia, yang merupakan bagian dari kehidupan. Berbagai sikap dan reaksi emosi anak yang perlu mendapat rangsangan untuk penyaluran agar perkembangan emosi berjalan wajar danterkontrol.

2) Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk belajar tentang dunia, menyadarkan anak tentang keberadaan di dunia di tengah masyarakat dan alam.

Lewat buku cerita-bergambar anak dapat belajar tentang kehidupan bermasyarakat , baik dalam perpektif sejarah masa lalu maupun masa kini, belajar tentang keadaan geografi dan kehidupan alam, flora dan fauna. Semua itu akan membantu anak menambah pengalaman hidup yang penting dalam perkembangandirinya.

3) Buku cerita bergambar dapat membantu anak belajar tentang orang lain, hubungan yang ada terjadi, dan pengembangan perasaan. Lewat buku cerita- bergambar yang menampilkan kehidupan keluarga, para tetangga, kawansebaya,

(45)

pergaulan di sekolah , dan lai-lain yang mengisahkan relasi kehidupan antar manusia dapat member sebuah pelajaran pada anak untuk bersikap dan bertingkah laku, verbal dan nonverbal, yang benar sesuai dengan tuntutan kehidupan social-budayamasyarakat.

4) Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk memperoleh kesenangan. Ini merupakan salah satu hal terpenting dalam pemberian buku bacaan jenis ini, yaitu untuk memberikan kesenangan dan kenikmatan batiniah. Kenikmatan batiniah merupakan salah satu hal yang juga harus terpenuhi dalam kehidupan manusia, dan tidak hanya kebutuhan fisik saja, agar perkembangan kejiwaan dapat berlangsung secara seimbang danharmonis.

5) Bukucerita-bergambardapatmembantuanakuntukmengapresiasikeindahan.

Baik cerita secara verbal maupun gambar-gambar ilustrasi yang mendukungnya masing-masing menawarkan keindahan. Keindahan cerita verbal dapat diperoleh anatar lewat kemenarikan plot dan karakter tokoh, sedang gambar-gambar ilustrasi lewat ketepatan pelukisan objek, komposisi warna, dan berbagai aksi yang menarik. Menawarkan keindahan memang sangat perlu diapresiasi, dihargai dan dinikmati dan kegiatan tersebut juga dapat diperoleh lewat pembelajaran.

Sikap menghargai keindahan itu sendiri pada giliran selanjutnya dapat menunjang pengembangan sikap dan perilaku halus pada dirianak.

6) Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk menstimulasi imajinasi.

Buku cerita dan gambar-gambar memiliki fungsi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya imajinasi anak. Lewat cerita verbal imajinasi sudah

(46)

terkembangkan, tetapi dengan ditambah gambar-gambar ilustrasi yang mendukung cerita akan semakin dikonkretkan dandiperkuat.

Dari berbagai penjelasan di atas mengenai buku cerita bergambar, jenis dan karakteristik buku cerita bergambar, dan fungsi buku cerita bergambar di atas, dapat disimpulkan bahwa buku cerita anak adalah buku cerita yang memiliki berbagai warna yang menarik dan mengesankan yang membuat gambar-gambar yang saling mengisi dan melengkapi untuk membentuk sebuah cerita. jenis-jenis cerita terdiri dari 1. Fiksi, 2.Histori, 3.Informasi, 4.Biografi, 5.Cerita rakyat, dan 6.Kisah nyata.Sedangkan karakteristik cerita adalah 1.Buku cerita bersifat ringkas dan langsung, 2.Buku cerita bergambar berisi konsep – konsep yang berseri, 3.Konsep yang ditulis dapat dipahami oleh anak – anak, 4.Gaya penulisanya sederhana, 5.Terdapat ilustrasi yang melengkapi teks.Fungsi buku cerita bergambar ialah 1.Buku cerita bergambar dapat membantu anak terhadap pengembangan dan perkembangan emosi mereka, 2.Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk belajar tentang dunia, menyadarkan anak tentang keberadaan di dunia di tengah masyarakat dan alam, 3. Buku cerita bergambar dapat membantu anak belajar tentang orang lain, 4. Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk memperoleh kesenanga, 5.Buku cerita-bergambar dapat membantu anak untuk mengapresiasi keindahan. Baik cerita secara verbal maupun gambar-gambar ilustrasi yang mendukungnya masing-masing menawarkan keindahan, 6. Buku cerita dan gambar- gambar memiliki fungsi untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya imajinasi anak.

(47)

2.1.4.4 Kriteria Buku CeritaAnak

Buku cerita anak semakin lama mudah ditemui di toko-toko buku. Peran serta orang tua maupun guru sangat penting dalam mengarahkan buku cerita yang akan dibaca oleh anak. Buku cerita yang baik akan mengajarkan nilai-nilai positif yang dapat diteladani oleh anak. Seperti yang dikatakan Christantiowati (1994) buku cerita anak yang baik adalah buku cerita anak yang (1) dapat memberikan nilai positif untuk pembancanya, (2) Disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, (3) Gaya penulisan tidak heboh, (4) Menggunakan EYD yang baik.

Diungkapkan juga oleh Nurgiyantoro (2005: 210) bahwa buku cerita anak yang baik mempunyai karakteristik seperti (1) materi yang terdapat pada buku mudah dipahami anak, (2) Menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh anak, (3) Mempertimbangkan bahasa sesuai dengan kelas yang akan dituju dan (4) memberikan pengetahuan atau bahasa baru bagi anak. Hal serupa juga diungkapkan Mansoor (1994) bahwa buku cerita anak yang baik memiliki beberapa criteria seperti (1) Isinya mudah untuk dipahami, (2) Menggunakan pemilihan kata yang tepat, (3) Buku memikat pembacanya sehingga pembaca akan membacanya sampai akhir, (4) Rancangan halaman tertata dengan baik, (5) tulisan yang ada dalam cerita tidak membosankan bagi pembacanya dan (6) Judul memberikan kesan pertama yang memikat pembacanya.

Dari ketiga pendapat diatas dapat peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa buku cerita anak yang baik mempunyai criteria (1) memberikan kesan postitif bagi pembacanya, (2) bahasa yang digunakan tidak membosankan dan sesuai dengan usia anak yang dituju dan (3) isi dari buku mudah untukdipahami.

(48)

2.1.5 PendidikanSeks

2.1.5.1 Pengertian PendidikanSeks

Wirawansarwono dan Amisiamsidar (1986 ; 1) Mengetakan bahwa jika membicarakan seks tentang anak-anak tentunya orang tua tanpa maksud tertentu. Maksud yang dibelakang obrolan-obrolan itu tentunya adalah pendidikan. Hanya saja pendidikan yang dilakukan orang tua dirumah tak intens dan ketat seperti di sekolah formal pada umumnya, lebih santai , lebih tidak resmi. Mengobro bebas , terbuka dan hati ke hati yang dilakukan orang tua dengan anak-anaknya setiap waktu itu sangatlah penting.

Andika (2010: 15) mengemukakan pendidikan seks bertujuan untuk mengenalkan anak tentang jenis kelamin dan cara menjaganya, baik dari sisi kesehatan dan kebersihan, keamanan, serta keselamatan. Pengetahuan mengenai seks sangat diperlukan oleh anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.Banyak sekali masalah-masalah yang timbul di kalangan remaja yang berkaitan dengan kekurangtauan mereka mengenai seks.

(Wirawansarwono dan Amisiamsidar (1986 ; 63) mengungkapkan ada 2 aspek seksualitas , seksualitas adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan seks.

Dalam pengertian ini ada dua aspek (segi) dari seksualitas : 1. Sek dalam arti sempit, 2.seks dalam arti luas. Adapun pengertian dari seks dalam arti yang sempit:

1. Seks dalam arti yang sempit

Dalam artinya yangh sempit seks berarti kelamin yang termasuk dalam pengertian kelamin adalah :

1. Alat kelamin itusendiri

(49)

2. Anggota-anggota tubuh dan cirri-ciri badaniah lainnya yang membedakan laki-laki dan perempuan (Misalnya perbedaan suara , pertumbuhan kumis dan payudara dan lain- lainaa).

3. Kelenjar-kelenjar dan hormone-hormon dalam tubuh yang mempengarui bekerjanya alat kelamin.

4. Hubungan kelamin (senggama,percumbuan)

5. Proses pembuahan, kehamilan, dan kelahiran (termasuk pencegahan kehamilan atau lebih dikenal dengan keluarga berencana /KB)

2. Seks dalam arti luas

Segi lain dari seksualitas adalah seks dalam artinya yang luas, yaitu segala hal yang terjadi sebagai akibat (konsekuensi) dari adanya perbedaan jenis kelamin, antara lain :

1. Perbedaan tingkah laku ; lembut , kasar, genit danlain-lain 2. Perbedaan atribut ; pakaian, nama danlain-lain.

3. Perbedaan peran danpekerjaan

4. Hubungan antara pria dan wanita; tata karma pergaulan , percintaan, pacaran, perkawinan danlain-lain.

(50)

2.1.5.2 Tahap-tahap perkembangan tingkah lakuanak

Anak sekolah dasar terlihat tidak berminat terhadap seks, karena cakrawala dunianya bertambah luas sementara eksplorasinya semakin berkurang, dan mereka menjadi lebih pintar dalam menyembunyikan minat-minat seksual mereka. Pada masa ini belum waktunya kita akan berbicara tentang masalah-masalah seks secara spesifik, alangkah baiknya lebih secara umum, tetapi masa ini adalah saat terbaik untuk memberikan pengetahuan dan dorongan agar anak mengembangkan sikapnya. Menurut konsep erikson (1967) dalam (Wuryanti , 2008.64) mengatakan bahwa tugas perkembangan pertama anak usia sekolah adalah menguasai keterampilan dan pengetahuan dasar akademis. Anak merasa bahwa dirinya mampu.Perasaan mampu ini diperolehnya karena dia berhasil menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Karena dunia anak berpusat pada perasaan puas , kita dapat menambahkan pengetahuan tentang seks pada daftar keterampilannya.

Berkat kemampuan dirinya sendiri membuat dirinya berharga. Seorang anak yang berkompeten mengetahui bahwa apa yang sedang terjadi ,oleh karena itu dia tidak akan rentan terhadap pengaruh teman sebayanya dan lebih mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab . anak-anak yang seperti ini menghendaki jawaban-jawaban yang jujur dan benar. Jawaban yang sama-samar akan membuat anak lebih ragu-ragu dan akan membuat pertanyaan-pertanyaan yang lebih banyak dan bukan akan memecahkan masalah. Dia hanya berharap agar kita bersedia mendengarkan apa yang di bicarakannya.

Gambar

Gambar 2.1  Hasil Penelitian yang Relevan  40
Tabel 2.1 Literature Map dan penelitian yang relevan
Gambar 3.1 Langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono
Gambar 3.2  prosedur pengembangan yang digunakan oleh peneliti
+7

Referensi

Dokumen terkait

Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menilai kualitas video penggunaan media pembelajaran Papan Kosakata utuk guru kelas IV SD dengan cara memberi centang (√) pada

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan upaya peningkatan kerja sama dan hasil belajar pada materi pokok macam-macam gaya dalam subtema 1 menggunakan model

5.1.1 Proses pengembangan bahan ajar “alat musik tradisional Indonesia” untuk siswa kelas IV SD Negeri 3 Somopuro yang dikembangkan peneliti sesuai dengan prosedur

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa data variabel kreativitas siswa pada kondisi awal berdasarkan observasi adalah 50,4, sedangkan untuk data hasil kreativitas

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam menjawab soal pemahaman pada materi satuan waktu menggunakan model pembelajaran

3. Untuk mendeskripsikan upaya peningkatan keaktifan belajar dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD K Kotabaru melalui penerapan model pembelajaran

Sesuai dengan masalah yang ada maka peneliti dapat memberikan tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan adanya pengaruh penerapan model Cooperative Integrated Reading

Alasan di atas, maka sangatlah penting bagi guru untuk memahami karakteristik siswa, materi pembelajaran, dan metodologi pembelajaran dalam proses pembelajaran.