• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3 Data Uji Coba dan Revisi Produk

4.3.1 Data Validasi Pakar dan Revisi Produk

4.3.1.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

Tabel: 4.3 Revisi Yang Dilakukan Peneliti No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi 1

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu merubah ukuran font untuk lebih besar sesuai dengan gambar yang berada di halaman 9.Sebelah kiri gambar dan font ukuran yang belum direvisi sedangkan sebelah kanan adalag gambar yang sudah direvisi dengan font dibuat lebih besar agar sesuai dengan gambar yang berda di halaman 9 tersebut.Peneliti mengubah ukuran font agar lebih jelas dan lebih keliatan cocok dengan perpaduan gambar sekolah yang terdapat pada halaman 9 tersebut.

Tabel: 4.4 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

2

Peneliti melakukan revisi dari pakar dengan mengubah ukuran font pada halaman 11.

Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum revisi dengan ukuran font yang belum di ubah dan sebelah kanan gambar yang sudah direvisi oleh peneliti dengan ukuran font diperkecil agar sama seperti halaman yang lainnya.

Tabel: 4.5 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

3

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengubah halaman yang seharusnya halaman 17 tapi tertulis 18.Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum peneliti melakukan revisi, pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah peneliti revisi dengan mengubah halaman semula 18 menjadi 17.

Tabel: 4.6 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

4

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengubah rata kiri dan kanan pada paragraf tentang penulis serta mengganti halaman sesuai dengan urutan.Pada gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum direvisi oleh peneliti, pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.Peneliti mengubah sedikit rata kiri dan kanan dan mengganti halaman sesuai denganurutan.

Tabel: 4.7 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

5

Peneliti melakukan revisi dari pakar, yaitu dengan mengganti pertanyaan no 1 agar lebih mudah dipahami anak, sedangkan pertanyaan no3 di ganti dengan pertanyaan yang tidak membuat bingung anak.Halaman yang sebelumnya salah dibenarkan dengan mengurutkan nomor halaman yang sudah ada.Pada gambar yang berda di kiri adalah gambar sebelum direvisi peneliti dan pada gambar sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi olehpeneliti.

4.3.2 Data Validasi Guru SD Kelas Atas dan RevisiProduk

Guru yang menjadi validator dalam produk penelitian ini adalah bapak KB , Bapak KB mengajar di kelas V di SD N VI Baturetno, Wonogiri. Validasi dilakukan oleh Bapak KB pada tanggal 21 september 2017. Ada beberapa aspek yang diberi komentar dan saran oleh Bapak KB.

Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh guru SD N VI Baturetno, Bapak KB rata-rata

memberikan skor 4,27 dengan kategori “sangat baik”. Buku cerita ini dinyatakan dalam kondisi layak untuk digunakan ujicoba lapangan revisi ssesuai saran.

Bapak KB memberikan beberapa saran dan masukan untuk menjadi lebih baik lagi.Berikut ini beberapa saran dari Bapak KB. (1) pada halaman 6 sebaiknya tata letak tulisan disamakan seperti halaman-halaman yang lainnya agar lebih seragam. (2) background warna pada hal 17 sebaknya di buat lebih soft dan warnanya padu. (3) pada halaman 17 foto penulis sebaiknya lebih formal agar terkesan lebihwibawa.

Tabel 4.8 Hasil Validasi Guru

Validator Skor Kategori

KB 4,27 “Sangat Baik”

Kesimpulan 4,27 “Sangat Baik”

Komentar berupa masukan untuk perbaikan dari guru kelas V selaku validator revisinya dapat dijabarkan dalam tabel seperti di bawah ini:

Tabel 4.9 Komentar Guru Kelas V SD dan Revisi

No Komentar Pakar Revisi

1 Pada halaman 6 sebaiknya tata letak font huruf disamakan seperti halaman- halaman yang lainnya agar terlihat lebih seragam.

Mengubah tata letak font huruf untuk disamakan sepertin halaman-halaman yang lainnya.

3 Foto penulis sebaiknya lebih formal agar terkesan lebih wibawa.

Mengubah foto penulis menjadi lebih formal.

4.3.2.1 Revisi Yang Dilakukan Peneliti Tabel: 4.10 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

1

Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu tata letak font yang sebelumnya berada di samping gambar dengan berbentuk oval kemudian peneliti mengubah taat letak font dengan mengganti di bawah dengan bentuk persegi panjang.Gambar sebelah kiri adalah contoh gambar sebelum direvisi dan gambar sebelah kanan adalah contoh gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.

Tabel: 4.11 Revisi Yang Dilakukan Peneliti

No Sebelum Direvisi Sesudah Direvisi

2

Peneliti melakukan revisi dari guru, yaitu warna background yang semula warnanya kurang pas dan cocok, kemudian peneliti melakukan revisi dengan mengubah backgroung menjadi lebih baik dan cocok.Pada gambar sebalh kiri adalah gambar sebelum direvisi oleh peneliti dan gambar pada sebelah kanan adalah gambar yang sudah direvisi oleh peneliti.Kemudian revisi pada foto juga sudah dirubah yang semula dianggap belum pas oleh validator, peneliti mengganti foto menjadi lebih baik dan cukup berwibawa.

4.4 Data Validasi Uji Coba Lapangan dan RevisiProduk

Produk yang telah divalidas oleh pakar dan guru kelas V SD kemudian direvisi.Setelah direvisi selanjutnya diujicobakan di lapangan.Hasil uji coba lapangan kemudian di validasi lapangan yaitu diuji cobakan ke anak untuk mengetaui penilaian anak mengenai kualitas buku suplemen tersebut.Uji coba dilakukan dengan memberikan produk sebagai bahan bacaan kepada siswa SD kelas V SD N VI Baturetno.Kegiatan validasi lapangan dilakukan oleh peneliti sebanyak satu kali pertemuan.Siswa diminta membaca dan memahami isi buku cerita anak berbasis pendidikan seks yang sudah disiapkan oleh peneliti.Kemudian siswa mengisi kuesioner yang sudah peneliti siapkan.Hasil kuesioner ini yang digunakan sebagai hasil validasi.

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh siswa, produk buku cerita anak berbasis pendidikan seks memperoleh skor rerata 4,3 dengan kategori “Sangat Baik”. Produk yang telah divalidasi oleh siswa kelas V SD N VI Baturetno kemudian direvisi sesuai komentar an saran.

Komentar dan saran dari siswa kelas V SD N VI Baturetno serta revisinya dijabarkan dalam tabel berikutini.

Tabel 4.12 Hasil Validasi Subjek Penelitian

Siswa Skor Kategori

9 4,4 “Sangat Baik

Tabel 4.13 Komentar Subjek Penelitian dan Revisi

No Komentar Siswa Kelas V SD N Ngering 1 Revisi

1 Buku Cerita Ayo Hidup Sehat sudah bagus Tidak ada revisi 2 Sebaiknya gambar lebih besar dan jelas Tidak ada revisi 3 Buku Ayo Hidup Sehat bagus dan menarik untuk

dibaca

Tidak ada revisi

4 Huruf yang ada di buku cerita sangat baik Tidak ada revisi 5 Gambar/foto pada buku cerita bergambar jelas dan

mudah dimengerti

Tidak ada revisi

6 Huruf yang ada pada buku cerita bergambar mudah dipahami

Tidak ada revisi

7 Dapat mempermudah pendidikan seks

siswa dalam mengetahui Tidak ada revisi

8 Buku cerita mudah dibaca siswa Tidak ada revisi 9 Gambar/ foto pada buku cerita lebih baik dari bacaan

komik

Tidak ada revisi

10 Menumbuhkan motivasi dalam membaca siswa Tidak ada revisi 11 Buku cerita bergambar memang sangat menarik,

dapat mempermudah siswa dalam mempelajari pendidikan seks anak SD

Tidak ada revisi

12 Ukuran dan jenis huruf buku cerita mudah dibaca siswa

Tidak ada revisi

Berdasarkan komentar dan saran dari siswa kelas V SD tersebut, peneliti tidak melakukan revisi terhadap buku cerita anak berbasis pendidikan seks karena tidak ada komentar dari siswa yang merasa ada kesalahan pada buku cerita anak berbasis pendidikan seks.

4.5 Kajian ProdukAkhir

Produk akhir yang diperoleh berdasarkan masukan, saran dan komentar dari pakar dan guru kelas V SD, dan sembilan siswa kelas V SD N IV Baturetno.Produk awal yang dihasilkan oleh peneliti direvisi sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih baik dan lebih layak daripada produk awal.Produk akhir yang dihasilkan dikemas dalam bentuk buku cerita anak berbasis pendidikan seks untuk siswa kelas atas.Produk tersebut dicetak menggunakan kertas ivory 260 untuk cover dan kertas ivory 120 untuk isi buku cerita anak dengan ukuran A4.

4.5.1 Sampul Buku Cerita SetelahDirevisi

Sampul buku cerita anak yang berbasis pendidikan seks pada produk akir masih sama dengan gambar laki-laki dan perempuan menggunakan seragam sekolah, serta warna hijau pada background cover depan dean belakang, warna di buat lebih mencolok agar anak tertarik untuk melihat dan membacanya. Judul buku cerita”Ayo Hidup Sehat” masih sama dengan tatak letak di tengah. Pada sampul belakang tidak ada revisi, masih sama dengan memberikan judul serta nama pembuat buku cerita. Background cover identik dengan warna hijau agar terlihat menarik dan cocok dengan cover dibagian depannya.

Gambar 4.2 Cover Buku Cerita Hasil Revisi

4.5.2 Bagian - Bagian Buku Cerita SetelahDirevisi 4.5.2.1 KataPengantar

Pada bagian ini tidak ada revisi yang dilakukan oleh peneliti, kata pengantar ini berisi ucapan terimakasih atas keberhasilan membuat buku cerita.Selain itu juga berisi permintaan maaf atas kekurangan dalam buku cerita serta kesediaan peneliti untuk menerima kritik dan saran yang membangun untuk menjadi lebih baik lagi.Kata pengantar juga berisi ajakan untuk menggunakan buku tersebut.

4.5.2.2 Tentangbuku

Pada bagian ini memiliki revisi pada bagian penulisan yang salah ketik/ typo dan selebihnya itu tidak ada revisi dari peneliti.Tentang buku ini menampilkan tujuan pembuatan buku cerita, kelebihan buku yang ditampilkan dengan ilustrasi yang menarik agar anak termotivasi dan keggunaan buku cerita untuk memberikan pemahaman pendidikan seks pada anak.

4.5.2.3 Isi bukucerita

Pada bagian isi cerita peneliti melakukan beberapa revisi salah satunya mennganti penulisan yang salah ketik, kemudian buku cerita ini mengalami sedikit perubahan seperti halaman 9,11,17, pada halaman 9 mengalami sebuah perubahan yang semula font yang berada di halaman 9 kurang sesuai dengan ukuran gambar pada halaman 9, halaman 11 mengalami perubahan dengan semula ukuran font tidak sesuai dengan halaman-halam yang lainnya, peneliti melakukan perubahan dengan mengganti ukuran font agar mrnjadi konsisten sama seprti halaman yang lain, halaman 17 megalami perubahan semula halamannya salah diubah sesuai urutan yangada.

4.5.2.4 Refleksi

Bagian ini adalah bagian dimana anak menjawab sebuah pertanyaan refleksi mengenai buku cerita anak yang sudah dibaca, anak akan menulis sesuai pa aynga telah didapat dsetelah membaca buku cerita anak “Ayo Hidup Sehat” di dalam refleksi mengalami perubahan sedikit di pertanyaan no 1 yang mengalami kata yang kuarang baku, sehingga peneliti menggangti pertanyaan agar lebih baku dan anak dapat memahami dengan lebih sederhana dan tidak merasa kebingungan.

4.5.2.5 BiodataPenulis

Pada bagian ini peneliti merubah background pada halaman agar terkesan lebih menraik dan lebih terlihat baik.Peneliti juga mengganti foto profil yang semula terlihat kurang baik diganti yang lebih baik dan layak.

Validasi yang sudah dilakukan kemudian peneliti rekap.Rekapitulasi ini merupakan hasil dari validasi pakar, guru kelas V SD, dan delapan subjek penelitian.Berikut ini adalah hasil rekapitulasi.

Tabel 4.14 Rekapitulasi Skor Hasil Validasi dan Uji Coba Lapangan

NO Validator Buku Cerita Anak

Skor Kategori

1 Pakar 4,45 “Sangat Baik”

2 Guru Kelas V SD 4,27 “Baik”

3 9 Siswa Kelas V SD 4,3 “Sangat Baik”

Jumlah 13,02

Rerata (Jumlah total: Responden) 4,34

Kategori “Sangat Baik”

4.6.1 Pembahasan

Latar belakang masalah yang dijelaskan sudah bisa mewakili pembuatan buku cerita bergambar ini, karena adanya kasus tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dengan melakukan tindak sodomi terhadap teman-temannya, dan itu dilakukan di SD yang digunakan penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, buku cerita anak ini sudah layak untuk digunakan. Hal ini terlihat dari pada uji validasi yang telah dilakukan oleh pakar sebesar 4,45 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Validasi yang dilakukan oleh guru SD kelas V sebesar 4,27 yang masuk dalam kategori “SangatBaik”.

Pembuatan buku cerita ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan. Proses ini dilakukan dengan mengikuti langkah dari sugiyono yang sudah dimodifikasi dari 10 langkah menjadi 7 langkah. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan wawancara pada guru kelas V SD N IV Baturetno mengenai pendidikan seks anak. Guru mengalami masalah mengenai cara penyampaian materi pendidikan seks anak karena kurangnya buku pegangan mengenai materi itu. Buku yang dibutuhkan guru adalah buku cerita bergambar yang membuat siswa lebih tertarik untuk membaca, karena dengan menariknya buku cerita bergambar tadi anak dapat membaca tanpa dampingan orang lain. Dengan demikian guru dan orang tua dapat membantu anak untuk memberikan pendidikan seks menggunakan buku cerita bergambar tersebut.

Analisi kebutuhan yang peneliti lakukan seharusnya tidak terbatas pada guru saja, alangkah lebih baik wawancara terhadap anak juga dilakukan. Dengan melakukan wawancara terhadap anak peneliti lebih tau apa yang benar-benar dibutuhkan oleh anak mengenai apa yang ingin diberikan melalui produk buku cerita selanjutnya. Sehingga dapat membuat produk yang lebih tepat sesuai dengan analasisi kebutuhan.

Penelitian yang dilakukan peneliti ini menggunakan langkah-langkah dari sugiono.Modifikasi yang telah dilakukan oleh peneliti membuat semula 10 langkah menjadi 7 langkah penelitiaan.Ketujuh langkah tersebut setidaknya sudah dapat digunakan untuk mengembangkan produk buku cerita anak.Pengembangan langkah tersebut dibuat untuk mempermudah peneliti dalam melakukan tahap pengembangan yang harus dilakukan.Dengan hal ini tahap pengembangan yang dilalui dapat dilihat dengan jelas.

Buku cerita anak yang telah dibuat peneliti pertama kali menentukan judul buku.Judul buku cerita anak itu adalah “Ayo Hidup Sehat”. Judul ini dibuat lebih sederhana dan menarik agar sesuai dengan tema yang menceritakan tentang merawat tubuh dan cara berpakaian yang baik dan benar. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh pakar ahli dan guru, judul buku cerita menggambarkan isi cerita dengan begitu baik. Judul yang digunakan singkat, padat, meraik perhatian , serta ,menggambarkan garis besar isi cerita tersebut (Efendy, Bangsa &

Yunani,2013). Buku cerita bergambar ini memiliki 21 halaman termasuk cover depan dan cover belakang. Pemberian materi pendidikan seks anak ini sudah di konsultasikan kepada pakar ahli bahasa Indonesia dengan bantuan psikolog, yaitu masalah tentang bahasa yang dipilih dan konten dari pendidikan seks sesuai dengan anak SD kelasatas.

Pendiidikan seks harus diberikan kepada anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan , ada beberapa hal yang harus diketahui anak Menurut (Wuryani,2008:1) pendidikan seks terjadi dalam berbagai situasi mulai dari buku-buku yang dibuat oleh pakar sampai pada obrolan- obrolan kecil. Anak akan lebih sensitif dengan pembicaraan yang dilakukan orang dewasa ataupun dari buku-buku yang seharusnya mereka belum mendapatkan pada tahap itu tapi anak sudah penasaran dengan hal yang seharusnya belum mereka ketahui. Pendidikan seks anak menurut (Andika, 2010:15) mengemukakan pendidikan seks bertujuan untuk mengenalkan anak

tentang jenis kelamin dan cara menjaganya, baik dari sisi kesehatan dan kebersihan, keamanan serta keselamatan. Kemudian anak juga harus tau car menghindari dan menjaga dari tindak kekerasaan seksual. Menurut (Wuryani, 2008:164) ada beberapa point penting yang harus anak ketahui yaitu: 1) jika ada orang lain mencoba untuk menyentuh bagian pribadi bagian tubuhmu lebih baik segera mengatak “Jangan” dengan tegas, 2) kamu harus segera melapor kepada guru atau orang tua jika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, 3) jika ada temanmu mengalami tindakakn yang tidak mereka sukai segera melapor kepada orang dewasa. Kemudian hal yang harus ditanamkan kepada anak dan itu sangat penting yaitu mengenai pilar-pilar karakter yang harus anak ketahui, (Menurut Josephson Institude, 2012 :3) ada beberapa pilar yaitu : (1) Amanah, (2) Rasa Hormat, (3) Tanggung jawab, (4) Keadilan, (5) Kepedulian, (6) Nasionalis. Tetapi 2 karakter saja yang cocok ditanamkan kepada anak mengenai pendidikan seks, kedua karakter itu adalah “Rasa hormat dan Tanggung jawab”. Dengan dua karakter tersebut anak dapat memiliki rasa hormat akan dirinya dan rasa hormat kepada orang lain, jika anak dapat menghormati dirinya sendiri begitupun anak juga bisa menghormati orang lain, rasa tanggung jawab sangat penting ditanamkan pada anak dengan diberikan tannggung jawab untuk melakukan kewajiban yang seharusnyadilakukan.

Buku cerita anak sebagai produk penelitian disesuaikan dengan karakteristik yang dituju dan sesuai kebutuhaan anak.Buku cerita anak ini dikembangkan dengan metode yang beragam, metode ini disesuaikan dengan perkembangan bahasa anak. Peneliti melakukan penelitian pada anak kelas atas , artinya sesuai dengan usia dan perkembangannya yaitu usia 7-11 tahun yang menurut piaget (dalam Nurgiyantoro, 2005:52) termasuk ke dalam operasional konkret. Anak mengembangkan kemampuan yang sistematis, itu terjadi ketika mereka melihat obyek dan aktifitas yang konkret saja. Dalam penelitian ini obyeknya adalah buku cerita anak,dengan

demikian peneliti melakukan penyusunan buku cerita dengan mempertimbangkan hal kognitif anak dan melakukan penelitian. Buku ceritan anak yang dibuat peneliti ini bersifat kontekstual yang sesuai dengan lingkungan yang dibutuhkan oleh anak.

Produk desain awal yang sudah dibuat penelitisudah selesai kemudian dilakukan validasi yang dilakukan oleh pakar ahli dan guru kelas V SD. Hasil dari validasi pakar ahli memiliki skor rata-rata 4,45 termasuk kategori “Sangat Baik”, sedangkan hasil validasi yang dilakukan oleh guru memiliki skor rata-rata 4,27 termasuk kategori “Sangat Baik”. Dari validasi tersebut peneliti memperoleh saran untuk tujuan buku cerita menjadi lebih baik dan menarik bagi anak SD kelas atas.Keseluruhan validasi yang dilakukan para ahli dan guru kelas V berkomentar mengenai produk yang telah di desain awal oleh peneliti agar lebih di perbaiki.Dengan demikian validator mengatakan produk yang sudah dibuat oleh peneliti sudah dapat diujikan kepada anak, tetapi perlu adanya revisi terlebih dahulu.

Setelah dilakukan validasi oleh pakar dan guru, peneliti melakukan revisi produk sesuai dengan komentar yang diberikan.Produk yang sudah direvisi di ujicoba kepada anak.Sebelum Pada ujicoba ini anak diminta untuk membaca dan memahami isi dari buku cerita, kemudian anak mengisis kuisioner untuk menilai produk tersebut. Peneliti tidak melakukan observasi terlebih dahulu pada tahap ini mengenai membaca dan memahami isi buku cerita anak, mungkin jika ada penelitian lanjutan peneliti sebaiknya melakukan observasi kepada anak agar peneliti mengetahui kesuliatan apa yang di hadapi oleh anak mengenai pemahaman dari isi buku cerita yang dikembangkan, jadi bila peneliti dapat mengetahui kesulitan anak, peneliti dapat melakukan perbaikan lagi pada produk buku cerita anaktersebut.

Dari hasil penelitian pengembangan menunjukan bahwa buku suplemen ini dapat diterima oleh guru dan anak.Artinya buku cerita ini membantu memfasilitasi dan dapat mendukung GLS (Gerakan Literasi Sekolah) karena dapat di sambut dengan baik oleh anak.Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh pakar dan guru, kemudian diujikan kepada anak sebagai subjek penelitian. Validasi dapat dilihat dari indikataor yang ditetapkan yaitu : 1) desain dan pengorganisasia, 2) kebahsaan dan isi, 3) tujuan danpendekatan.

BAB V

PENUTUP

Bab V berisi tentang kesimpulan dari keseluruhan penelitian, keterbatasan yang terjadi pada penelitian dan saran.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitain dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut.

5.1.1 Pengembangan buku cerita berbasis pendidikan seks menggunakan model pengembangan dari sugiono. 10 tahap dari langkah sugiono dimodifikasi menjadi 7 langkah saja, langkah tersebut meliputi : 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisiproduk.

5.1.2 Kualitas buku cerita anak berbasi pendidikan seks anak memperoleh hasil validasi dari pakar ahli, guru kelas V dan anak kelas V. skor dari pakar ahli 4,45 termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, skor hasil dari Guru kelas V 4,27 termasuk dalam kategori

“Sangat Baik”, dan skor dari anak kelas V 4,3 termasuk dalam kategori “sangat baik”.

Semuaituditinjaudariaspek(1)desaindanpengorganisasian,(2)kebahasaandanisi, (3) tujuan dan pendekatan.

5.2 KeterbatasanPengembangan

Berikut merupakan beberapa hal yang menjadi keterbatasan pada penelitian.

5.2.1 Langkah-langkah dari model pengembangan sugiono hanya sampai tahap 7 saja karena kondisi lapangan yang kurang memungkinkan untuk melakukan penelitian sampai pada tahap yang ke10.

5.2.2 Data yang dibutuhkan dalam analisi kebutuhan kurang lengkap dikarenakan hanya melakukan wawancara pada guru kelas IV dan guru kelasV.

5.2.3 Pelaksaaan penelitian terbatas karena waktu dibatasi oleh pihaksekolah.

5.3 Saran

Berikut merupakan beberapa saran dari peneliti yang mungkin berguna untuk penelitian yang selanjutnya.

5.3.1 Langkah-langkah pengembangan model sugiono diharapkan diselesaikan sampai pada tahap yang ke 10 agar mendapatkan hasil yang lebihmaksimal.

5.3.2 Analisis kebutuahan sebaiknya dilakukan dengan anak agar mendapat data yang lebih lengkap dan lebih tau mengenai kondisi anak yangsebenarnya.

5.3.3 Uji coba lapaangan sebaiknya jangan mendekatai waktu ujian semester karena sekolah akan membatasi waktu penelitian agar anak tidak terganggu dan ketinggalan materi dalambelajar.

DAFTAR PUSTAKA

Andika, Alya. 2010. Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta : PT Suka Buku.

Arifin, Z. 2009. Evaluasi pembelajaran prinsip, teknik, prosedur. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Effendy., Y., Bangsa, G., & Yudani, H. D. (2013). Perancangan Buku Cerita Bergambar Untuk Anak. Surabaya: Universitas Kristen Petra

Hidayatullah. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.

Hamalik, O. (1994). Media Pendidikan.Bandung; Alumni

Jihad, A., Haris, A. (2012).Evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo

Lukens, R. J. (2003). A Critical Hand BookOf Children’s Literature.New York; Longman

McElmeel, S. L. (2002).Character Educatio: A Book guide for teacher, librarians, and parent.

United States; Teacher Ideas Press

United States; Teacher Ideas Press