BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.4. Karakteristik Umum Kelompok Sasaran
5.4.3 Karakteristik Psikomotorik Kelompok Sasaran
Aspek psikomotorik dalam tujuan pendidikan lingkungan hidup berkenaan dengan bagaimana kelompok sasaran mempraktikkan keterampilannya untuk mengidentifikasi dan menginvestigasi lingkungan beserta permasalahannya, serta berkontribusi dalam pemecahan masalah lingkungan (Braus dan Wood 2008). Hasil pengambilan data karakteristik kelompok sasaran dengan metode kuesioner semi terbuka mendapatkan persentase jumlah responden yang menjawab pertanyaan dalam kriteria jawaban tertentu (Tabel 11).
Tabel 11. Persentase kriteria jawaban pertanyaan aspek psikomotorik yang telah dijawab responden
No. Kriteria Jawaban Jumlah
(n = 43) %
1. Bagaimana cara Ibu membimbing anak dalam memperlakukan lingkungan?
a. Memberi pengarahan, mengawasinya, dan memberikan peringatan jika ia tidak memperlakukan lingkungan dengan benar b. Sekedar memberi tahu secara umum
c. Membiarkannya saja (tidak membimbingnya) d. Merasa tidak perlu melakukan itu
35 7 0 1 81,4 16,3 0 2,3 2. Bagaimana cara Ibu menangani limbah buangan air
besar rumah tangga?
a. Membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah
b. Mengarahkan pembuangan limbah ke sungai c. Mengarahkan pembuangan limbah ke
saluran-saluran air (got) terdekat
32 5 6 74,4 11,6 14 3. Bagaimana cara Ibu menangani limbah buangan air
kecil rumah tangga?
a. Membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah
b. Mengarahkan pembuangan limbah ke sungai c.Mengarahkan pembuangan limbah ke
saluran-saluran air (got) terdekat
9 7 27 20,9 16,3 62,8 4. Bagaimana cara Ibu menangani sampah?
a. Diolah menjadi pupuk organik
b. Dibuang ke tempat sampah (ditangani petugas sampah)
c. Ditumpuk saja di lubang tanah d. Ditumpuk di pinggir jalan e. Dibakar f. Dibuang ke sungai 3 36 0 0 4 0 7 83,7 0 0 9,3 0 5. Apakah Ibu terampil dalam membuat pupuk organik
(kompos)? a. Ya, terampil b. Cukup terampil
c. Mungkin bisa kalau diajari
8 7 28 18,6 16,3 65,1
6. Apakah Ibu terampil dalam membuat kerajinan tangan dari limbah?
a. Ya, terampil b. Cukup terampil
c. Mungkin bisa kalau diajari
4 2 37 9,3 4,7 86 Berkenaan dengan pertanyaan mengenai bagaimana cara mereka membimbing anak dalam memperlakukan lingkungan, diketahui bahwa sebagian besar responden memilih memberikannya pengarahan, mengawasinya, dan memberikannya peringatan jika ia tidak memperlakukan lingkungan dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah memiliki kesadaran dalam mendidik anak mereka agar dapat memperlakukan lingkungan dengan baik.
Sebagian besar responden memilih membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah dalam menjawab pertanyaan mengenai cara mereka menangani limbah buangan air besar rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah memiliki sistem pembuangan limbah air besar yang memadai di tempat tinggal mereka sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar mereka. Hanya sebagian kecil responden yang memilih membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah dalam menjawab pertanyaan mengenai cara mereka menangani limbah buangan air kecil rumah tangga. Hal ini menunjukkan tingkat pencemaran yang cukup tinggi di saluran-saluran air karena sebagian besar responden membuang limbah air kecilnya ke saluran-saluran air terdekat. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tempat penampungan limbah bawah tanah mereka. Program pendidikan konservasi akan mengarahkan mereka untuk lebih memerhatikan cara membuang limbah pembuangan air kecil mereka agar tidak berpengaruh burk bagi lingkungan.
Sebagian besar responden memilih membuang sampah mereka ke tempat sampah agar dapat ditangani oleh petugas sampah dalam menjawab pertanyaan mengenai bagaimana cara mereka menangani sampah. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat, sistem penanganan sampah bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar jalan-jalan umum memang memadai karena tersedia tong-tong sampah dan lokasinya mudah diakses oleh petugas kebersihan. Namun, sistem penanganan sampah bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran kali dan gang-gang tidak memadai karena lokasinya yang sulit diakses
oleh petugas kebersihan. Oleh karena itu, melalui program pendidikan konservasi, diharapkan para kelompok sasaran dapat menularkan prinsip-prinsip konervasi kepada masyarakat yang tinggal di pinggiran kali dan gang-gang sempit.
Berkenaan dengan pertanyaan mengenai apakah mereka terampil dalam membuat pupuk organik (kompos), diketahui bahwa hampir sebagian besar responden tidak terampil melakukannya dan bersedia belajar agar bisa terampil. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua PKK, Sekretaris PKK, dan Sekretaris Kelurahan, pelatihan untuk pembuatan pupuk organik sudah pernah dilakukan tetapi jumlah peserta pelatihan memang tidak banyak. Program pendidikan konservasi akan memberikan kepada mereka pelatihan ulang agar para anggota yang belum terampil bisa mempelajari keterampilan ini dan para anggota yang sudah terampil bisa mengulang pembelajarannya sekaligus ikut membantu para anggota lainnya agar lebih mudah mempelajari keterampilan ini.
Berkenaan dengan pertanyaan mengenai apakah mereka terampil dalam membuat kerajinan tangan dari limbah, diketahui bahwa sebagian besar responden tidak terampil melakukannya dan bersedia belajar agar bisa terampil. Sama halnya dengan pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari limbah pun sudah pernah dilakukan tetapi pesertanya sedikit. Program pendidikan konservasi juga akan mengulang pelatihan ini agar seluruh anggota dapat mempelajarinya dan para anggota yang sudah cukup terampil dapat membantu anggota-anggota yang alin agar lebih mudah mempelajari keterampilan ini.
Hasil analisis jawaban aspek psikomotorik dengan jawaban yang diharapkan menunjukkan bahwa persentase responden yang memberikan jawaban mendekati jawaban yang diharapkan berkisar antara 9,3% sampai dengan 81,4% dengan rataan sebanyak 49,2% (Tabel 12). Menurut Arikunto (1996), apabila persentase jumlah responden yang memberikan jawaban yang mendekati jawaban yang diharapkan kurang dari 55% dari seluruh responden, maka tergolong dalam kategori ”kurang”. Oleh karena itu, bobot materi program pendidikan konservasi akan ditekankan juga aspek psikomotorik dengan materi meliputi pelatihan keterampilan membuat pupuk organik dan kerajinan tangan dari limbah, serta penekanan betapa pentingnya cara pembuangan limbah air kecil di bawah tanah.
Tabel 12. Hasil analisis jawaban aspek psikomotorik responden terhadap jawaban yang diharapkan
No. Aspek Karakteristik Psikomotorik Jumlah yang Mendekati Jawaban yang
Diharapkan (n = 43)
%
1. Bagaimana cara Ibu membimbing anak dalam memperlakukan lingkungan? Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Memberi pengarahan,
mengawasinya, dan memberikan peringatan jika ia tidak memperlakukan lingkungan dengan benar
35 81,4
2. Bagaimana cara Ibu menangani limbah buangan air besar rumah tangga? Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah
32 74,4
3. Bagaimana cara Ibu menangani limbah buangan air kecil rumah tangga? Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Membuat tempat pembuangan limbah di bawah tanah
9 20,9
4. Bagaimana cara Ibu menangani sampah? Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Diolah menjadi pupuk organic dan dibuang ke tempat sampah (ditangani petugas sampah).
39 90,7
5. Apakah Ibu terampil dalam membuat pupuk organik (kompos)?
Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Ya, terampil
8 18,6
6. Apakah Ibu terampil dalam membuat kerajinan tangan dari limbah?
Jawaban yang diharapkan adalah pilihan jawaban: Ya, terampil
4 9,3
Rataan Persentase Aspek Karakteristik Psikomotorik
49,2