Kuesioner pada penelitian ini diberikan kepada 84 karyawan RSU Sentosa, yaitu pada tenaga medis (dokter), paramedis (perawat dan bidan) dan penunjang medis (bagian farmasi, radiologi, laboratorium, gizi dan rekam medik). Karakteristik responden yang ditinjau dari segi jenis kelamin, usia, tingkat pendididkan, masa kerja dan unit kerja disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5. Karakteristik Karyawan
Karakteristik Jumlah (Orang) Presentase (%)
Jenis Kelamin Laki-laki 24 28,57 Perempuan 60 71,43 Jumlah 84 100,00 Usia 20-30 tahun 59 70,24 31-40 tahun 21 25,00 41-50 tahun 3 3,57 > 50 tahun 1 1,19 Jumlah 84 100,00 Tingkat Pendidikan SMU/sederajat 18 21,43 Diploma 49 58,33 S1 12 14,29 S2 5 5,95 Jumlah 84 100,00 Masa Kerja < 5 tahun 69 82,14 5 - 10 tahun 10 11,90 > 10 tahun 5 5,95 Jumlah 84 100,00 Unit Kerja Medis 17 20,24 Paramedis 45 53,57 Penunjang Medis 22 26,19 Jumlah 84 100,00 4.3.1 Jenis Kelamin
Karakteristik karyawan ditinjau dari jenis kelamin, diperoleh presentase karyawan laki-laki sebanyak 24 orang atau 28,57 persen sedangkan karyawan perempuan sebanyak 60 orang atau 71,43 persen. Perbedaan jumlah presentase antara karyawan laki-laki dan perempuan
pada dasarnya tidak terlalu mempengaruhi efektivitas maupun efisiensi kinerja rumah sakit, karena lebih dipengaruhi oleh kinerja individu berupa kompetensi (kemampuan dan keterampilan) dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa rumah sakit. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Simanjuntak (2005), dimana kinerja perusahaan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu dukungan organisasi, kemampuan manajemen dan kinerja individu.
Faktor kinerja tersebut berupa kompetensi individu yang meliputi kemampuan dan keterampilan kerja, serta motivasi dan etos kerja. Kemampuan individu mencakup kemampuan teknis (pengetahuan karyawan dalam melaksanakan tugas serta pengalaman dan pelatihan yang diperolehnya), konseptual (kemampuan karyawan memahami tugas, fungsi serta tanggung jawabnya) dan hubungan interpersonal
(kemampuan kerjasama, kepemimpinan, motivasi, melakukan
negosiasi/komunikasi) serta sikap ketaatan, kejujuran dan kesetiaan terhadap instansi tempat bekerja.
4.3.2 Usia
Karakteristik responden ditinjau menurut faktor usia dilakukan karena akan menentukan produktivitasnya dalam bekerja, komitmen terhadap organisasi serta kemampuan karyawan itu sendiri dalam hal menyerap pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. Merujuk pada pendapat Sopiah (2008), usia akan menentukan kemampuan seorang untuk bekerja, termasuk bagaimana dia merespon stimulus yang dilancarkan individu/pihak lain.
Usia responden menyebar ke dalam beberapa kelompok umur. Karyawan RSU Sentosa cenderung didominasi usia 20-30 tahun, yaitu sebanyak 59 orang atau 70,24 persen. Kemudian secara berturut-turut diikuti oleh kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 21 orang (25 persen), 3 orang (3,57 persen) untuk kelompok usia 41-50 tahun dan sebanyak 1 orang atau 1,19 persen untuk kelompok usia >50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan masih berada pada batas
usia produktif, dimana menurut UU No. 13 Tahun 2003, tenaga kerja usia produktif berusia 15 tahun – 64 tahun (Hartono, 2010).
4.3.3 Tingkat Pendidikan
Karakteristik selanjutnya adalah tingkat pendidikan responden. Tingkat pendidikan yang dimiliki karyawan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas kerja individu. Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi akan lebih cepat menguasai bidangnya. Bagi karyawan dengan tingkat pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang mudah dan sederhana dapat terselesaikan secara otomatis tanpa berpikir lagi (Strees dan Porter, 1985).
Tingkat pendidikan 49 karyawan RSU Sentosa atau 58,33 persen adalah pendidikan Diploma yaitu perawat dengan pendidikan Diploma III Keperawatan, bidan (Diploma III Kebidanan), karyawan unit radiologi (Diploma III Radiologi), unit gizi (Diploma III Gizi), laboratorium (Diploma III Laboratorium) dan karyawan bagian rekam medis (Diploma III Rekam Medis).
Sementara karyawan dengan pendidikan SMU/sederajat dengan presentase 21,43 persen atau sebanyak 18 karyawan, yaitu pada bagian paramedis dengan strata pendidikan SPK/SPRG, bagian farmasi (SMF/SMK Farmasi), serta karyawan unit gizi sebagai juru masak dengan tingkat pendidikan SMU. Kemudian terdapat karyawan dengan tingkat pendidikan S1 sebesar 14,81 persen dan S2 sebesar 3,70 persen dimana karyawan tersebut merupakan tenaga medis dokter.
Karyawan RSU Sentosa telah memenuhi kualifikasi petugas kesehatan rumah sakit (mengacu pada standar tenaga promosi kesehatan rumah sakit berdasarkan Kep.Menkes N0.1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah) dimana kualifikasi untuk S1 Kesehatan/Kesehatan masyarakat (minimal 1 orang) memiliki kompetensi umum membantu petugas RS lain merancang pemberdayaan dan untuk D3 Kesehatan ditambah minat dan bakat di bidang promosi kesehatan (minimal 2 orang) memiliki kompetensi umum
membantu/fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan, bina suasana dan advokasi (Hartono, 2010).
4.3.4 Masa Kerja
Karakteristik yang turut ditinjau dalam penelitian ini adalah masa kerja karyawan RSU Sentosa. Pemahaman perusahaan atas masa kerja karyawan diperlukan untuk promosi karyawan dan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kematangan kerja karyawan.
Masa kerja karyawan sebagian besar yaitu sebanyak 69 orang (82,14 persen) memiliki masa kerja kurang dari 5 tahun dan 10 orang (11,90 persen) dengan masa bekerja di rumah sakit selama 5 – 10 tahun. Sementara itu, untuk kelompok dengan masa kerja lebih dari 10 tahun (>10 tahun) hanya terdapat 5 orang (5,95 persen), dimana karyawan tersebut memulai karirnya dari jabatan paling rendah dan posisi saat ini lebih dipengaruhi oleh jasa dan prestasi mereka terhadap rumah sakit.
Menurut Morrow dan McElroy dalamSetiawati (2007), masa kerja memegang peranan penting dalam mempengaruhi komitmen karyawan terhadap organisasi yang bersangkutan. Pada rentang masa berkerja 2 -10 tahun, karyawan tersebut berada pada tahap lanjutan dimana karyawan cenderung untuk berusaha semampunya untuk mempertahankan posisi serta segala hal yang telah dimilikinya di dalam perusahaan. Selain itu, rasa memiliki serta rasa kekeluargaan yang telah terbentuk sebelumnya juga akan mempengaruhi para karyawan untuk tetap berkomitmen terhadap pekerjaannya itu.
4.3.5 Unit Kerja
Unit kerja karyawan Rumah Sakit Umum (RSU) Sentosa yang terbagi ke dalam tiga kelompok meliputi unit medis, paramedis dan penunjang medis. Karyawan RSU Sentosa Bekasi Timur didominasi oleh unit kerja paramedis yang mencakup profesi perawat dan bidan dengan presentase sebesar 53,57 persen atau sebanyak 45 karyawan. Hal tersebut karena profesi perawat dan bidan merupakan profesi yang banyak berperan dalam pelayanan kesehatan yang bersinggungan secara
langsung dengan pasien dan dituntut untuk memiliki kemauan dan kemampuan mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya dalam usaha memberikan pelayanan yang berkualitas, yaitu ramah, sopan, serta terampil sehingga dapat mengurangi keluhan pasien. Kemudian untuk unit penunjang medis yang mencakup bagian farmasi, radiologi, laboratorium, gizi dan rekam medik, yaitu sejumlah 22 orang atau 26,19 persen. Sedangkan pada unit medis terdapat 17 orang (20,24 persen) yang merupakan tenaga ahli mencakup para dokter poli umum, dokter gigi, serta dokter spesialis.