VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Karakteristik Responden
Penentuan karakteristik masyarakat sekitar kawasan wisata Perkampungan Budaya Betawi sebagai responden diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner dari 65 orang. Responden tersebut merupakan masyarakat Kelurahan Srengseng Sawah yang berdomisili di sekitar kawasan dan terlibat dalam kegiatan wisata. Karakteristik responden ini dilihat dari beberapa variabel, meliputi jenis kelamin, status pernikahan, usia, lama pendidikan formal, tingkat pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, lama tinggal di lokasi wisata, dan pengetahuan responden mengenai fungsi dan kerusakan Setu Babakan.
6.1.1 Jenis Kelamin
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, diperoleh 32 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Responden yang diwawancarai hampir seimbang antara yang berjenis kelamin laki-laki dan berjenis kelamin perempuan. Hal ini disebabkan karena responden yang terlibat dalam kegiatan wisata di kawasan ini hampir seimbang proporsinya antara perempuan dan laki-laki. Tabel 3 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 3 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1. Laki-laki 32 49
2. Perempuan 33 51
Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014) 6.1.2 Status Pernikahan
Status pernikahan berhubungan dengan jumlah tanggungan seseorang. Seseorang yang sudah menikah kemungkinan besar mempunyai jumlah tanggungan yang lebih banyak, misalnya anak dan istri, dibandingkan dengan seseorang yang belum menikah. Jumlah tanggungan yang lebih banyak pada akhirnya akan mempengaruhi besarnya biaya untuk konsumsi yang harus dikeluarkan. Responden yang berstatus sudah menikah sebanyak 60 orang dan
53 yang belum menikah 5 orang. Tabel 4 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan status pernikahan.
Tabel 4 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan
No Status Pernikahan Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1. Sudah Menikah 60 92
2. Belum Menikah 5 8
Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014) 6.1.3 Usia
Tingkat usia responden tergolong bervariasi dengan distribusi usia antara 25 tahun sampai 68 tahun. Jumlah responden yang berada pada selang diatas 61 tahun memiliki jumlah responden yang paling sedikit yang berjumlah satu orang (2%). Jumlah responden tertinggi berada pada selang 31-36 tahun, yaitu sebanyak 19 orang (29%). Perbandingan distribusi usia responden dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 25-30 tahun 15 23 2 31-36 tahun 19 29 3 37-42 tahun 6 9 4 43-48 tahun 12 18 5 49-54 tahun 9 14 6 55-60 tahun 3 5 7 >61 tahun 1 2 Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Tingkat usia responden mempengaruhi keputusan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan dalam wawancara terutama mengenai kesediaan membayar sebagai upaya pelestarian alam Setu Babakan. Hasil penelitian menunjukkan responden yang ditemui berada pada usia produktif. Semakin tinggi tingkat usia responden diasumsikan pola pikir responden akan semakin dewasa dalam menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi terutama perubahan kualitas lingkungan.
6.1.4 Lama Pendidikan Formal
Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar responden yang ditemui memiliki latar belakang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu masing-masing sebanyak 22 orang (34%). Terdapat 18 responden (28%) berpendidikan SD, 2 responden (3%) berpendidikan diploma, dan responden yang tidak sekolah sebanyak 1 orang (2%). Semakin tinggi tingkat pendidikan respoden, diharapkan semakin besar tingkat kesadaran mereka untuk menjaga keberadaan dan pelestarian alam dan budaya Setu Babakan. Tabel 6 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan lama pendidikan formal.
Tabel 6 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pendidikan Formal
No Pendidikan Terakhir Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Tidak Sekolah 1 2 2 SD/ Sederajat 18 28 3 SMP/ Sederajat 22 34 4 SMA/ Sederajat 22 34 5 Diploma (D3) 2 3 Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014) 6.1.5 Tingkat Pendapatan
Responden umumnya memiliki pendapatan antara Rp 1.370.001,00 – Rp 2.390.000,00 per bulan, yaitu sebanyak 29 orang (45%). Responden yang memiliki pendapatan antara Rp 350.000,00 – Rp 1.370.000,00 sebanyak 20 orang (31%). Responden yang memiliki pendapatan antara Rp 2.390.001,00 – Rp 3.410.000,00 sebanyak 9 orang (14%). Responden yang memiliki pendapatan antara Rp 3.410.001,00 – Rp 4.430.000,00 sebanyak 4 orang (6%). Responden yang memiliki pendapatan antara Rp 4.430.001,00 – Rp 5.450.000,00; Rp 5.450.001,00 – Rp 6.470.000,00; Rp 6.470.001,00 – Rp 7.500.000,00 masing- masing sebanyak 1 orang (2%). Faktor pendapatan merupakan salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan. Ada kecenderungan bahwa semakin besar tingkat pendapatan, semakin besar biaya yang bersedia dikeluarkan untuk program pelestarian alam Setu Babakan. Tabel 7 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan tingkat pendapatan.
55 Tabel 7 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
No Tingkat Pendapatan per bulan Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1. Rp 350.000,00 - Rp 1.370.000,00 20 31 2. Rp 1.370.001,00 - Rp 2.390.000,00 29 45 3. Rp 2.390.001,00 - Rp 3.410.000,00 9 14 4. Rp 3.410.001,00 - Rp 4.430.000,00 4 6 5. Rp 4.430.001,00 - Rp 5.450.000,00 1 2 6. Rp 5.450.001,00 - Rp 6.470.000,00 1 2 7. Rp 6.470.001,00 - Rp 7.500.000,00 1 2 Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014) 6.1.6 Jumlah Tanggungan Keluarga
Sebagian besar responden memiliki jumlah tanggungan sebanyak dua orang tanggungan, yaitu sebanyak 28 orang (43%). Jumlah tanggungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tanggungan yang mencakup keluarga inti (istri dan anak) serta tanggungan bukan keluarga inti di rumah responden. Responden yang memiliki tanggungan satu dan tiga orang, masing-masing sebanyak 11 responden (17%). Responden yang memiliki tanggungan empat orang sebanyak 7 responden (11%), responden yang memiliki tanggungan lima orang sebanyak 4 responden (6%), dan responden yang tidak memiliki tanggungan sebanyak 4 responden (6%). Berikut Tabel 8 yang menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jumlah tanggungan keluarga.
Tabel 8 Data Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan No Jumlah tanggungan
(orang)
Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 0 4 6 2 1 11 17 3 2 28 43 4 3 11 17 5 4 7 11 6 5 4 6 Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Banyaknya jumlah tanggungan responden mempengaruhi besaran biaya yang bersedia dikeluarkan oleh responden untuk program pelestarian alam Setu
Babakan. Umumnya semakin banyak jumlah tanggungan maka semakin kecil biaya yang bersedia mereka keluarkan untuk pelestarian alam. Hal tersebut disebabkan banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari sehingga perhatian terhadap kelestarian alam rendah.
6.1.7 Lama Tinggal di Lokasi Wisata
Responden umumnya merupakan penduduk asli Kelurahan Srengseng Sawah, tetapi tidak sedikit pula pendatang yang memilih Kelurahan Srengseng Sawah sebagai lokasi untuk tinggal. Sebagian pendatang di Kelurahan Srengseng Sawah datang dan tinggal karena adanya kawasan wisata, dimana kawasan wisata tersebut dapat menjadi tempat peluang kerja. Penduduk yang tinggal selama 31-37 tahun sebanyak 13 orang (20%). Persentase lamanya responden yang tinggal di Kelurahan Srengseng Sawah dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Tinggal di Lokasi Wisata No Lama tinggal di lokasi wisata Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Perentase (%)
1 3-9 tahun 11 17 2 10-16 tahun 10 15 3 17-23 tahun 2 3 4 24-30 tahun 11 17 5 31-37 tahun 13 20 6 38-44 tahun 9 14 7 45-51 tahun 7 11 8 ≥52 tahun 2 3 Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
6.1.8 Pengetahuan Responden Mengenai Fungsi dan Kerusakan Setu Babakan
Pengetahuan responden tentang fungsi dan kerusakan Setu Babakan merupakan salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kesediaan membayar dalam upaya pelestarian lingkungan obyek wisata Setu Babakan. Ada kecenderungan bahwa apabila responden mengetahui fungsi dan kerusakan Setu Babakan maka kesediaan responden untuk mengeluarkan sejumlah uang dalam upaya pelestarian lingkungan Setu Babakan lebih tinggi dibanding dengan responden yang tidak mengetahui fungsi dan kerusakan Setu Babakan.
57 Mengetahui fungsi dan kerusakan Setu Babakan yaitu responden mengetahui fungsi Setu Babakan seperti menampung air hujan secara alami, sebagai daerah resapan air, sebagai irigasi, tempat budidaya perikanan, dan tempat rekreasi; serta mengetahui adanya bentuk kerusakan Setu Babakan seperti pencemaran air oleh sampah, pendangkalan, dan kerusakan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 49 responden (75%) masyarakat sekitar obyek wisata mengetahui fungsi dan kerusakan Situ Babakan, sedangkan sisanya sebanyak 16 responden (25%) tidak mengetahui. Berikut Tabel 10 yang menunjukkan karakteristik responden berdasarkan pengetahuan tentang fungsi dan kerusakan Setu Babakan. Tabel 10 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Fungsi dan
Kerusakan Setu Babakan
No Parameter Jumlah Responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Mengetahui 49 75
2 Tidak mengetahui 16 25
Jumlah 65 100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)