BAB V HASIL PENELITIAN
5.1 Karakteristik Sampel Penelitian
Data karakteristik subjek yang meliputi umur, umur kehamilan Trimester II, Trimester III, dan BMI disajikan pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1
Karakteristik Subjek yang Meliputi Umur, Umur Kehamilan Trimester II dan Trimester III, dan BMI
Variabel Nilai
Rerata (SB) Rentangan
Umur (th) 27,50±5,11 18-37
Umur Kehamilan Trimester II (mgg) 23,20±2,29 20-27 Umur Kehamilan Trimester III (mgg) 32,80±1,40 31-35
BMI 20,53±1,30 18,7-22,5
Tabel 5.1 di atas, menunjukkan bahwa rerata umur pasien adalah 27,50±5,11 tahun, umur kehamilan Trimester II adalah 23,20±2,29 minggu, Trimester III adalah 32,80±1,40 minggu, dan BMI pasien adalah 20,53±1,30.
5.2 Perbandingan CD4 Absolut dan Persentase CD4 pada Kehamilan Dengan HIV Trimester II dan III
Sebanyak 20 sampel dengan pemeriksaan CD4 berdasarkan pada nilai absolut CD4 dan nilai persentase CD4 dianalisis. Perbandingan nilai absolut CD4 dan persentase CD4 antara Trimester II dengan Trimester III pada kehamilan dengan HIV dianalisis dengan uji t-paired. Hasil analisis disajikan pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2
Perbandingan Absolut CD4 dan Persentase CD4 pada Kehamilan dengan HIV Trimester II dan III
Variabel Umur Kehamilan
P Trimester II Trimester III
CD4 Absolut 309,80±144,53 355,10±158,35 0,135
CD4 Persentase 20,95±9,63 23,20±10,33 0,105
Tabel 5.2 di atas, menunjukkan bahwa dengan uji t-paired didapatkan nilai p > 0,05 pada ke dua nilai CD4, hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan rerata nilai CD4 baik absolut maupun persentase antara Trimester II dengan Trimester III pada kehamilan dengan HIV.
Untuk mengetahui pengaruh kehamilan perubahan terhadap perubahan nilai CD4 (absolut dan persentase), dipakai uji Chi-Square. Hasil analisis disajikan pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3
Perubahan Nilai Absolut CD4 dan Persentase CD4 pada Kehamilan dengan HIV Trimester II dan III
Perubahan CD4
RR IK 95% p
Menurun Tidak Menurun CD4
Persentase 7 13
1,00 0,43-2,33 1,00
Absolut 7 13
Tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa pengaruh kehamilan terhadap perubahan nilai persentase CD4 dan absolut CD4 Trimester II dan III pada kehamilan dengan HIV tidak berbeda secara bermakna (RR = 1,00, IK 95% = 0,43-2,33, p=1,00).
BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Perbandingan Nilai Absolut CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Hasil perhitungan nilai absolut CD4 Trimester II dan III menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Nilai rata-rata absolut CD4 pada Trimester II adalah 309,80±144,53 dan untuk Trimester III adalah 355,10±158,35 (p= 0,135), perbedaan ini tidak signifikan. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian, dan kehamilan tidak terbukti menyebabkan variasi nilai absolut CD4.
Penelitian Ekouevi, et al., (2007) menunjukkan bahwa, dengan pemeriksaan CD4 absolut maka kriteria wanita yang harus mendapatkan HAART menurut WHO mengalami variasi selama periode pre dan post partum. Selama kehamilan sampel yang memenuhi syarat untuk mendapatkan HAART (CD4 <
200 cell/mm3) sebesar 28,3 % dan menjadi 17,2 % saat 1 bulan postpartum (p <
0.001). Jumlah absolut CD4 dalam penelitian ini mengalami peningkatan saat postpartum. Saat awal studi nilai hitung absolut CD4 rata-rata adalah 355 sel/mm3 dan berubah dalam 1 bulan postpartum menjadi 489 sel/mm3 (p < 0,001). Hal ini tidak terjadi pada persentase CD4, saat pemeriksaan pertama median persentase CD4 adalah 24,8 % dan saat 1 bulan postpartum adalah 25,6 % (p = 1,07).
Ekwempu, et al., (2012) menemukan bahwa kehamilan dapat menyebabkan penurunan nilai absolut CD4 baik pada ibu hamil dengan atau tanpa HIV pada trimester kehamilan yang berbeda.
38
Pada kehamilan, terjadi hemodilusi alamiah yang mengakibatkan peningkatan volume darah sebanyak 40-50 %, juga disertai oleh peningkatan leukosit yang bervariasi. Pola peningkatan volume darah adalah 15 % pada Trimester I, 25 % pada akhir Trimester II, dan meningkat tajam menjadi 40-50 % pada Trimester III dimana puncaknya pada usia 32-34 minggu (Cunningham, et al., 2010b). Hemodilusi tersebut yang diduga mungkin berpengaruh terhadap nilai absolut CD4. Variasi nilai absolut dari berbagai penelitian ini diduga disebabkan karena perubahan fisiologi wanita dari masa prekonsepsi, kehamilan, hingga postpartum. Meskipun ditemukan variasi dari nilai hitung absolut CD4 dari penelitian terdahulu yang diduga disebabkan karena proses hemodilusi dalam kehamilan, tidak menutup kemungkinan bahwa variasi yang terjadi disebabkan karena faktor lain di luar kehamilan yang menyebabkan adanya perbedaan hasil dari berbagai penelitian yang telah dilakukan.
Penelitian ini tidak menemukan pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4. Setelah melakukan kontrol terhadap variabel pengganggu (luka bakar splenektomi, malnutrisi, gangguan fungsi hati, variasi diurnal), sedapat mungkin hanya pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4 saja yang dinilai dalam penelitian ini, meskipun masih ada beberapa variabel pengganggu dalam penelitian ini yang belum dapat disingkirkan. Hasil penelitian ini, sesuai dengan yang didapatkan oleh Birgit, et al., (2005). Dalam studinya yang mempelajari mengenai pengaruh dari kehamilan dan menopause terhadap nilai hitung absolut CD4, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kehamilan tidak memiliki
penelitian ini cenderung meningkat selama Trimester II ke Trimester III (309,80±144,53 vs 355,10±158,35), meskipun secara statistik tidak signifikan.
Tuomala, et al., (1997) menemukan hal yang serupa, terjadi peningkatan nilai absolut CD4 selama kehamilan sebesar 2,76 per minggu, dan terjadi penurunan pada tahun pertama postpartum.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan nilai absolut CD4 absolut merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III, setelah menyingkirkan variabel pengganggu yang diduga dapat menyebabkan variasi nilai hitung absolut CD4.
6.2 Perbandingan Nilai Persentase CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Berdasarkan hasil uji statistik terhadap nilai persentase CD4 Trimester II dan III pada kehamilan dengan HIV menunjukkan hasil yang tidak signifikan yaitu; 20,95±9,63 pada Trimester II dan 23,20±10,33 pada Trimester III (p = 0,105). Hal ini berarti hemodilusi dalam kehamilan dari Trimester II dan III tidak mempengaruhi nilai persentase CD4. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai persentase CD4 Trimester II dan III.
Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa, dalam keadaan tertentu nilai persentase CD4 merupakan parameter yang lebih baik dalam menentukan status imun penderita HIV. Penyakit fibrosis hati dapat menyebabkan diskordansi dari perhitungan nilai absolut CD4, dalam keadaan ini maka dalam menilai status imun penderita HIV patut dipertimbangkan pemeriksaan persentase CD4
(Claassen, et al., 2012). Begitu juga halnya dalam kehamilan yang dapat menyebabkan variasi nilai hitung absolut CD4 (Ekouevi, et al., 2007). Hulgan, et al., (2005) menemukan bahwa persentase CD4 lebih baik dalam menilai progresifitas infeksi HIV, pada pasien dengan nilai absolut CD4 >350 sel/mm3. Penelitian lain di India menemukan bahwa persentase CD4 lebih baik dalam menilai status imun penderita dengan HIV dan dalam menentukan untuk memulai terapi ARV (Vajpayee, et al., 2005). Pirzada, et al., (2006) menemukan bahwa persentase CD4 merupakan parameter yang lebih baik dibandingkan dengan nilai absolut CD4 dan ratio CD4/CD8 dalam menilai risiko penyakit yang terkait dengan HIV.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai persentase CD4 cenderung konstan dari Trimester II dan III, menunjukkan terjadi peningkatan, namun perubahan tersebut secara statistik tidak bermakna. Persentase CD4 tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III.
6.3 Variasi Nilai Absolut CD4 Dibandingkan dengan Persentase CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Hasil penelitian ini menunjukkan variasi dari nilai absolut CD4 dan persentase CD4 tidak mengalami perbedaan yang bermakna pada Trimester II dan III. Jumlah perubahan nilai absolut CD4 dan persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV pada Trimester II dan III secara statistik tidak signifikan. Dalam penelitian ini nilai absolut CD4 dan persentase CD4 memiliki kemampuan yang
sama baiknya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III.
Hoffman, et al., (2009), dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pemeriksaan CD4 absolut lebih superior dalam menilai status imun penderita dengan HIV, terutama dengan nilai absolut <200 sel/mm3. Studi lain mengemukakan bahwa nilai CD4 absolut lebih baik dalam menilai risiko infeksi oportunistik (Gebo, et al., 2004). Terlepas dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa persentase CD4 memiliki kelebihan dalam menilai status imun penderita HIV, kemungkinan karena kontroversi hasil yang didapat, WHO hingga saat ini tetap menganjurkan pemeriksaan absolut CD4 sebagai prediktor fungsi imun penderita HIV dalam menentukan terapi ARV. World Health Organization beberapa kali melakukan revisi terhadap cut-off point dari nilai absolut CD4 dalam memulai terapi ARV, untuk menyesuaikan dengan perkembangan penelitian dalam bidang HIV. Pada tahun 2006 nilai absolut CD4 yang digunakan untuk memulai terapi ARV adalah < 200 sel/mm3, hal ini kemudian dilakukan revisi pada tahun 2010 menjadi ≤ 350/mm3 dan tahun 2013 kriteria ini menjadi ≤ 500 sel/mm3(WHO, 2006; WHO, 2010; WHO, 2013; WHO 2014). Hal ini kemungkinan untuk menghindari variasi dari nilai hitung CD4 absolut tersebut. Belum ada rekomendasi WHO untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap nilai persentase CD4.
Hasil dari penelitian ini tidak menemukan perbedaan yang bermakna dari nilai absolut CD4 dan persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten
dan hasil yang bervariasi. Hasil ini kemungkinan disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhi nilai absolut CD4 seperti perbedaan BMI, penyakit hati, infeksi, variasi diurnal, luka bakar, splenektomi, infeksi, serum retinol, perubahan musim. Penelitian oleh Gomo, et al., (2004) menunjukkan terjadi penurunan nilai absolut CD4 sebesar 25 sel setiap peningkatan usia kehamilan 1 minggu pada perempuan dengan serum retinol yang rendah, dimana kadar serum retinol merupakan faktor independen yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai absolut CD4. Perubahan musim juga berpengaruh pada nilai hitung absolut CD4, nilai absolut CD4 pada musim hujan menunjukkan nilai yang lebih tinggi (p<0,001) (Gomo, et al., 2004). Kemungkinan masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi fluktuasi nilai absolut CD4 yang belum diketahui. Pada penelitian ini telah dilakukan kontrol terhadap beberapa pengaruh variabel pengganggu, sehingga sedapat mungkin hanya pengaruh kehamilan saja yang dinilai dalam penelitian ini. Pengaruh perbedaan BMI, umur, splenektomi, kelainan fungsi hati, variasi diurnal, luka bakar sedapat mungkin dihilangkan dalam penelitian ini.
Setelah mengendalikan variabel pengganggu, maka diharapkan hanya pengaruh kehamilan, dalam hal ini hemodilusi terhadap nilai absolut CD4 saja yang mempengaruhi hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa, nilai absolut dan persentase CD4 tidak mengalami fluktuasi yang bermakna pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III. Dapat dikatakan nilai absolut dan persentase CD4 merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV. Pemeriksaan persentase CD4 kemungkinan diperlukan apabila
nilai absolut CD4. Persentase CD4 kemungkinan memiliki arti klinis tersendiri dalam menilai status imun pasien hamil dengan HIV apabila terdapat faktor lain di luar kehamilan yang diduga dapat mempengaruhi nilai absolut CD4. Dalam penelitian ini, kehamilan tidak terbukti menyebabkan variasi dari nilai absolut CD4. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III tidak diperlukan pemeriksaan persentase CD4 untuk menilai status imun, apabila tidak ditemukan faktor lain selain kehamilan yang dapat menyebabkan variasi dari nilai hitung absolut CD4.
6.4 Kelemahan Penelitian
Hasil yang berbeda kemungkinan didapatkan jika membandingkan antara Trimester I dan III. Salah satu kelemahan dari penelitian ini adalah membandingkan sampel penelitian pada Trimester II dan III, dimana pada Trimester II sudah terjadi hemodilusi. Sulitnya menemukan ibu hamil dengan HIV pada Trimester I kehamilan merupakan kendala utama.
Kelemahan lain dari penelitian ini adalah tidak adanya kontrol ibu hamil tanpa infeksi HIV, sehingga masih ada kemungkinan bahwa ada perbedaan hasil dari pemeriksaan CD4 yang ditemukan pada wanita hamil tanpa infeksi HIV pada Trimester II dan III. Pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4 maupun persentase CD4 pada kehamilan normal tidak dapat diketahui dari penelitian ini.
BAB VII
SIMPULAN DAN SARAN
7.1 Simpulan
1. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai absolut CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III.
2. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai persentase CD4 pada kehamilan dengan Trimester II dan III.
3. Variasi nilai absolut CD4 tidak lebih besar dibandingkan dengan variasi persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III.
7.2 Saran
1. Pada kehamilan dengan HIV pada Trimester II dan III, tidak diperlukan pemeriksaan persentase CD4 apabila tidak dijumpai keadaan yang diduga dapat menyebabkan variasi nilai absolut CD4.
2. Penelitian selanjutnya dengan menggunakan sampel pada Trimester I dan III dan menggunakan kontrol ibu hamil tanpa infeksi HIV kemungkinan dapat memberikan nilai informatif yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
American College of Obstetricians and Gynecologists, 2008. Prenatal and perinatal human immunodeficiency virus testing: Expanded recommendations Committee Opinion No. 418.
Anonim. 2004. Kehamilan dengan infeksi human Immunodefisiensi virus.
Prosedur tetap pelayanan Obstetri dan GInekologi FK UNUD/RSUP Sanglah, Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah/FK UNUD.
Bernard, A. 1984. Leucocyte typing: human leucocyte differentiation antigens detected by monoclonal antibodies: specification, classification, nomenclature: [report on the first international references workshop sponsored by INSERM, WHO and IUIS]. Berlin: Springer. 45–48.
Beyrer, C., Baral, S.D., Walker, D., Wirtz, A.L. 2010. The Expanding Epidemics of HIV Type 1 Among Men Who Have Sex With Men in Low and Middle-Income Countries: Diversity and Consistency. Epidemiology Reviews. 32:137-51.
Birgit, H.B., Van Benthema, Vernazzab, P., Coutinhoa, R.A., Prinsa M. 2005.
Impact of Pregnancy and Menopause on CD4 Cell Counts. J Acquir Immune Defic Syndr * Volume 38, Supplement 1.
Caceres, C.F., Konda, K., Segura, E.R. 2008. Epidemiology of male same-sex behaviour and associated sexual health indicators in low- and middle-income countries: 2003-2007 estimates. Sexually Transmitted Infection. 84 (I): 149-156.
Caihol, J., Jourdain, G., Coeur, S.L., Traisathit, P., Boonrod, K., Prommas, S., Putiyanun, C., Kanjanasing, A., Lallemant, M. 2009. Association of Low CD4 Cell Count and Intrauterine Growth Retardation in Thailand. (JAIDS) Journal of Acquired Immune Deficiency Syndrome. 50(4): 409-413.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2006. Revised recommendations for HIV testing of adults, adolescents, and pregnant women in health-care settings. MMWR. 55(RR-14):1–17.
Cichocki, R.N. 2007. Understanding Absolute CD4 Count and CD4 Percentage, difficult consept made easy. (serial online), [cited 2011, apr 11]. Available from : URL : http://aids.about.com/od/aidsfactsheets/a/cd4percent.htm
Claassen, C.W., Diener-West, M., Mehta, S.H., Thomas, D.L., Kirk, G.D. 2012.
Discordance Between CD4+ T-Lymphocyte Counts and Percentages in HIV-Infected Persons With Liver Fibrosis. Clinical Infectious Diseases.
46
;54(12):1806–13.
Cunningham, F.G., Leveno, K.J., Bloom, S.L., Haut, J.C., Rouse, D.J., Spong, C.Y. 2010a. Human Immunodeficiency Virus (HIV) Infection. In: Williams Obstetrics. 23rd. Ed. United States of America: McGraw-Hill. p. 1246-1253.
Cunningham, F.G., Leveno, K.J., Bloom, S.L., Haut, J.C., Rouse, D.J., Spong, C.Y. 2010b. Matenal physiology. In:Williams Obstetrics. 23rd. Ed. United States of America: McGraw-Hill.
Departemen Kesehatan RI. 2003. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Perawatan, Dukungan dan Pengobatan bagi ODHA.. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Ekouevi, D.K., Inwoley, A., Tonwe-Gold, B., Danel, C., Becquet, R., Viho, I., Rouet, F., Dabis, F., Anglaret, X,. Leroy, V. 2007. Variation of CD4 count and percentage during pregnancy and after delivery: implications for HAART initiation in resource-limited settings. AIDS Res Hum Retroviruses.
23(12):1469-74.
Ekwempu, A.I., Ekwempu, C.C., Ikeh, E., Olabode, A., Agaba, E. 2012.
Comparison of CD4 Cell Counts in Pregnant Seropositive and HIV-Seronegative Nigerian Women. Lab Medicine Summer, Volume 43 (5).
Fauci, A.S., Lane, H.C. 2005. Human Immunodeficiency Virus Disease: AIDS and Related Disorders. In: Kasper DL, Braunwald E, Fauci A, editors.
Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th ed. New York: Mcgraw-Hill.
1109-74.
Gebo, K.A.,Gallant, J.E., Keruly, J.C., Moore, R.D. 2004. Absolute CD4 Vs. CD4 Percentage for Predicting the Risk of: Discussion. J Acquir Immune Defic Syndr. 36(5).
Gomo. E., Vennervald, B.J., Ndhlovu, P., Kaestel, P., Nyazema, N., Friis, H. 2004.
Predictors and reference values of CD4 and CD8 T lymphocyte counts in pregnancy: a cross sectional study among HIV negative women in Zimbabwe.
Cent Afr J Med. 50(1-2):10-9.
Gupta, S., Singh, S. 2007. Seroprevalence of HIV in pregnant women in North India: a tertiary care hospital based study. BMC Infectious Diseases. 7:133.
Hoffman, J., Van Griensven, J., Colebunders, R., McKellar, M. 2009. Role of the CD4 Count in HIV Management: Absolute CD4 count versus CD4
Hulgan, T., Raffanti, S., Kheshti, A., Blackwell, R.B., Rebeiro, P.F., Barkanic, G., Ritz, B., Sterling, T.R. 2005. CD4 Lymphocyte Percentage Predicts Disease Progression in HIV-Infected Patients Initiating Highly Active Antiretroviral Therapy with CD4 Lymphocyte Counts 1350 Lymphocytes/mm3. JID. 192.
Irwin, M. 2003. Low CD4 Counts: A Variety of Causes and Their Implications to a Multi-factorial Model of AIDS (serial online), cited [2011, apr 11], available from : URL : http://www.aliveandwell.org/html/viral_load_tcell/low_cd4.html Janeway, C.A., Travers, P., Walport, M. 2001. Immunobiology: The Immune System in Health and Disease. 5th edition. NCBI Bookshelf. A service of the National Library of Medicine, National Institutes of Health. (serial online),
[cited 2011, Apr 11]. Available from: URL:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK27098/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011a. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia. (serial online), [cited 2011 Feb. 23]. Available from: URL:
http://spiritia.or.id/Stats/StatCurr.pdf
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011b. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral Pada Orang Dewasa.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. h 3-8
Koos, B.J., Kahn, D.A. Equils, O. 2010. Maternal physiologic and immunologic adaptation to pregnancy. In: Hacker, N.F., Gambone, J.C., Hobel, C.J., editors. Essenstial of Obstetric and Gynecology 5th ed., 56-70. Saunders Elsevier.
Kourtis, A.P., Bulterys, M., Nesheim, S.R., Lee, F.K. 2001. Understanding the timing of HIV transmission from mother to infant. JAMA. 285:709.
Kourtis, A.P., Jamieson, D.J., de Vincenzi, I., Taylor, A., Thigpen, M.C., Dao, H., Farley, T., Fowler, M.G. 2007. Prevention of human immunodeficiency virus transmission to the infant through breastfeeding: New developments. Am J Obstet Gynecol 197:S113.
Lameshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan.(Pramono Dibyo, pentj)Yogyakarta: Gadjah Mada Press.h. 1-61.
Levy, J.A. 2007. Cell interaction and virus entry. In: HIV and the pathogenesis of AIDS 3rd Ed. Wiley-blackwell. 55-108.
Moir, S., Chun, T.W., Fauci, A.S. 2008. Immunology and Pathogenesis of Human Immunodeficiency Virus infection. In: Holmes KK, Sparling PF, Stamm WE,
et al., editors. Sexually Transmitted Diseases. 4th ed. New York: McGraw-Hill. 341-58.
Pinson, R.D. 2011. Body Mass Index and Malnutrition: interrelated comorbidities.
(serial online), Oktober, [cited 2011, Oct 21]. Available from:
http://www.hcpro.com/content/271737.pdf.
Pirzada, Y., Khuder, S., Donabedian, H. 2006. Predicting AIDS-related events using CD4 percentage or CD4 absolute counts. AIDS Research and Therapy.
3:20.
Reeves, J.D., Doms, R.W. 2002. Human Immunodeficiency Virus type 2. Journal of General Virology. 83: 1253-65.
Ross, B., Hoffmann, C.J. 2009. Pregnancy and perinatal transmission. John Hopkins POC-IT center (serial online), [cited 2011, Mar 21]. Available from : URL:http://www.hopkinsaids.edu/management/antiretroviral_therapy/full_pre gnancy_and_perinatal_transmission.html
Schmitt, W., Gruliow, R. 2010. Disease of the Immune System. In: Kumar, Abbas, Fausto, editors. Robbins and Cotran Pathologic Basic of Diseases. 8th ed. Philadelphia: Saunders Elsevier.
Surya, A., Zoerban, Z., Priyatni, N., Mustikawati, D., Ginting, A., Lingga, J., Sujana, P. 2009. Diagnosis Laboratoris Infeksi HIV Pada Orang Dewasa Dan Remaja. dalam: Surya, A., Ginting, G., Puluningsih, S.P., Wardana, H.W., editor. Panduan Nasional Antiretroviral. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. h. 3-4.
Tuomala, R.E., Kalish, L.A., Zorilla, C., Fox, H., Shearer, W., Landay, A., Vermund, S.H., Landesman, S., Burns, D. 1997. Changes in total, CD4+, and CD8+ lymphocytes during pregnancy and 1 year postpartum in human immunodeficiency virus-infected women. The Women and Infants Transmission Study. Obstet Gynecol. 89(6):967-74.
Vajpayee, M., Kaushik, S., Sreenivas, V., Wig, N., Seth, P. 2005. CDC staging based on absolute CD4 count and CD4 percentage in an HIV-1-infected Indian population: treatment implications. Clin Exp Immunol. 141(3): 485–
490.
World Health Organization (WHO). 2006. Antiretroviral drugs for treating pregnant women and preventing hiv infection in infants: towards universal
pregnant women and preventing hiv infection in infants. Recommendations for a public health approach. p. 35-53.
World Health Organization (WHO). 2013. Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating andpreventing HIV infection. p. 57-59.
World Health Organization (WHO). 2014. Supplement to the 2013 consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection. p. 45-49.
Williamson, M.P., McCormick,T.G., Nance, C.L., Shearer, W.T. 2006.
Epigallocatechin gallate, the main polyphenol in green tea, binds to the T-cell receptor, CD4: potential for HIV-1 therapy. J Allergy Clin Immunol.
118:1369-74.
Worldwide HIV and AIDS statistics. 2012. Global HIV and AIDS estimates, 2011 (serial online), [cited 2013, Mar 21] available from : URL :http://www.avert.org/aids-statistics.htm.
Zhou, T., Xu, L., Dey, B.,Hessel, A.J., Ryk, D.V., Xiang, S.H., Yang, X., Zhang, M.Y., Zwick, M.B., Arthos, J., Burton, D.R., Dimitrov, D.S., Sodroski, J., Wyatt, R., Nabel, G.J, Kwong, P.D. 2007. Structural definition of a conserved neutralization epitope on HIV-1 gp120. Nature. 445 (7129): 732–737.
Lampiran 1
Program Magister Ilmu Biomedik Kekhususan Combined Degree/Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP
Sanglah Denpasar Naskah Penjelasan
Ibu-ibu yang terhormat,
Kehamilan dengan Human Immunodefficiency Virus (HIV) perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini disebabkan karena jumlah kasus HIV yang meningkat dengan tajam selama beberapa tahun terakhir. Kehamilan dengan HIV dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan pertumbuhan janin terhambat yang akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian bayi. Transmisi virus HIV dari ibu ke bayi juga dapat terjadi selama kehamilan dan persalinan.
Infeksi HIV akan melemahkan daya tahan tubuh sehingga sangat rentan terhadap infeksi sehingga ibu dan bayi yang tertular tidak mampu untuk melawan infeksi yang terjadi meskipun ringan sekalipun.
Program Magister Ilmu Biomedik Kekhususan Combined Degree/Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Program Magister Ilmu Biomedik Kekhususan Combined Degree/Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran