BAB IV METODE PENELITIAN
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Pengambilan sampel penelitian dilakukan di Poliklinik PMTCT Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Sanglah Denpasar, mulai Oktober 2011 hingga Oktober 2013. Pemeriksaan nilai absolut CD4 dan persentase CD4
Gambar 4.1 Rancangan Penelitian
Ibu hamil dengan infeksi
HIV
Absolut CD4
Trimester II Trimester III
Persentase
CD4 Persentase
Absolut CD4 CD4
Analisis Analisis
4.3 Penentuan Sumber Data
4.3.1 Populasi penelitian
Populasi target dari penelitian ini adalah wanita hamil dengan infeksi HIV Trimester II dan III.
4.3.2 Sampel penelitian
Sampel penelitian ini adalah seluruh wanita hamil dengan HIV Trimester II dan III yang datang ke Poliklinik PMTCT bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Sanglah dan telah mendapatkan terapi ARV.
4.3.3 Kriteria inklusi
Kriteria Inklusi dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Wanita hamil terinfeksi HIV Trimester II dan III di RSUP Sanglah.
2. Bersedia untuk Ante Natal Care (ANC) secara rutin di poliklinik PMTCT RSUP Sanglah.
3. Bersedia ikut serta dalam penelitian dan dapat diambil darahnya pada Trimester II dan III kehamilan.
4. Telah mendapatkan ARV minimal 4 minggu.
4.3.4 Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi dari penelitian adalah sebagai berikut : 1. Memiliki BMI <18,5.
2. Menderita luka bakar.
3. Pernah menjalani operasi splenektomi.
4. Gangguan fungsi hati.
5. Infeksi oportunistik.
4.3.5 Perhitungan besar sampel penelitian
Besar sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Lameshow, et al., 1997):
Zα2 (pq) d 2 Keterangan:
n = besar sampel Zα = 1,96 (α = 0,05)
p = 2,7 % (prevalensi HIV/AIDS pada ibu hamil di populasi) q = 97,3 % (1-p)
d = 7,5 % (penyimpangan absolut penelitian)
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus di atas, diperoleh besar sampel penelitian adalah 17,94 sampel, dibulatkan menjadi 18.
Setelah ditambahkan 10 % maka jumlah sampel menjadi 20.
4.3.6 Cara pengambilan sampel
Sampel penelitian ini adalah seluruh wanita hamil dengan HIV Trimester II dan III yang datang ke Poliklinik PMTCT bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Sanglah dari periode Oktober 2011 sampai dengan Oktober 2013.
4.4. Variabel Penelitian
4.4.1. Identifikasi variabel penelitian
Identifikasi variabel penelitian adalah sebagai berikut : n =
CD4.
2. Variabel bebas : kehamilan dengan infeksi HIV.
3. Variabel terkontrol : variasi diurnal, splenektomi, gangguan fungsi hati, luka bakar, malnutrisi, infeksi oportunistik.
4. Variabel pengganggu : stress psikologis.
4.4.2. Definisi operasional variabel
1. Kehamilan dengan infeksi HIV adalah wanita hamil dengan infeksi HIV, yang telah diperiksa sesuai dengan prosedur diagnosis kehamilan dan HIV di RSUP Sanglah.
2. Nilai absolut CD4 adalah jumlah absolut CD4 yang diukur pada Trimester II dan III, dengan menggunakan alat flowcytometer.
3. Persentase CD4 adalah persentase CD4 dari seluruh limfosit fungsional yang diukur pada Trimester II dan III, dengan menggunakan alat flowcytometer.
4. Variasi nilai absolut CD4 dan persen CD4 adalah perbedaan hasil pemeriksaan antara nilai absolut CD4 dan persentase CD4 yang didapat dari dua kali pemeriksaan pada Trimester II dan III
5. Malnutrisi dapat nilai dengan mengukur Body Mass Index (BMI). BMI <
18,5 dapat dikategorikan malnutrisi (Pinson, 2011).
6. Luka bakar adalah segala bentuk cedera/trauma jaringan tubuh yang disebabkan oleh paparan panas. Pada penelitian ini, luka bakar yang dimaksudkan adalah luka bakar grade III atau dengan luas ≥ 25 %.
7. Splenektomi adalah operasi pengangkatan lien (limpa) yang dilakukan baik sebelum atau selama kehamilan yang ditegakkan melalui catatan medis pasien dan anamnesis.
8. Gangguan fungsi hati adalah gangguan dari fungsi hati yang dinilai dengan melihat peningkatan enzim hati yaitu; Aspartat Transaminase (AST) dan Alanin Transaminase (ALT).
9. Infeksi oportunistik adalah infeksi karena lemahnya sistim kekebalan tubuh yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau protozoa yang pada individu normal tidak menyebabkan penyakit. Infeksi oportunistik dalam penelitian ini ditegakkan oleh bagian penyakit dalam.
10. Stress psikologis adalah berbagai stimulus psikis yang berasal dari dalam atau luar yang menyebabkan gangguan psikis, dimana keadaan ini secara alamiah akan dihindari oleh individu tersebut.
4.5 Bahan Penelitian
Bahan dari penelitian ini adalah darah vena cubiti yang diambil dari pasien hamil dengan HIV sebanyak 5 cc, kemudian ditempatkan dalam tabung yang mengandung EDTA.
4.6 Instrumen Penelitian dan Metode pemeriksaan 4.6.1. Instrumen penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Lembar pengesahan
2. Spuit 5 cc.
4. Kapas alkohol.
5. Sarung tangan semisteril.
4.6.2 Metode pemeriksaan
Metode pemeriksaan yang digunakan untuk menghitung nilai absolut CD4 dan persentase CD4 adalah menggunakan alat flowcytometer.
4.7 Prosedur Penelitian
Alur pengumpulan data dan prosedur penelitian ini, dijelaskan dalam gambar dan langkah-langkah berikut :
Langkah-langkah penelitian dijelaskan sebagai berikut :
1. Ibu hamil yang datang ke PMTCT dimasukkan ke dalam populasi penelitian, dan bagi yang bersedia ikut dalam penelitian akan dijadikan sampel. Wanita yang yang datang ke PMTCT diberikan penjelasan tentang penelitian ini, begitu juga dengan keluarganya. Setelah mengerti dan bersedia, penderita diminta menandatangani informed consent.
2. Identitas dan hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium rutin yang dilakukan di PMTCT dicatat.
3. Pengambilan sampel darah :
a) Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada Trimester II dan Trimester III. Untuk pengambilan pertama kali dilakukan minimal 4 minggu setelah pasien mendapatkan ARV.
b) Untuk menghindari pengaruh variasi diurnal, pengambilan sampel darah dilakukan mulai pk. 11.00-12.00 WITA.
c) Penderita berbaring di tempat tidur dalam posisi terlentang.
d) Kenakan sarung tangan semi steril dan lakukan asepsis di daerah lengan bagian dalam pada pelipatan siku (vena cubiti).
e) Siapkan spuit 5 cc dan tabung penampung darah.
f) Minta bantuan asisten untuk melakukan kompresi pada lengan atas agar vena cubiti tampak menonjol.
g) Lakukan pengambilan sampel darah dengan menusukkan jarum spuit dengan arah 450 pada vena cubiti.
h) Aspirasi darah sebanyak 5 cc.
i) Masukkan ke tabung penampung darah yang mengandung EDTA.
4. Sediaan dikirim ke laboratorium Prodia untuk dilakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan nilai absolut CD4 dan persentase CD4 menggunakan teknik flowcytometry.
5. Setelah data dari seluruh sampel pada ke dua pemeriksaan (kunjungan Trimester II dan Trimester III) terkumpul maka data tersebut dapat dianalisis.
Gambar 4.2 Alur Penelitian
4.8 Analisis Data
Data dianalisis dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 17,0 for windows dan disajikan dalam bentuk tabel.
1. Analisis deskriptif untuk karakteristik pasien berdasarkan usia, umur kehamilan, dan BMI.
2. Uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data.
3. Uji komparasi dengan uji t dan uji chi square untuk menilai variasi nilai absolut CD4 dan persentase CD4.
Kriteria eksklusi ANC di poliklinik PMTCT RSUP Sanglah
dan telah mendapat ARV
Kriteria Inklusi
Pemeriksaan CD4 absolut &
persentase CD4 Trimester II Sampel
Pemeriksaan CD4 absolut &
persentase CD4 Trimester III
Perbandingan nilai CD4 absolut dan persentase CD4
BAB V
HASIL PENELITIAN
Penelitian dengan rancangan kohort melibatkan 20 ibu hamil dengan HIV yang melakukan kunjungan ANC di poliklinik PMTCT RSUP Sanglah Denpasar dari bulan Oktober 2011 sampai bulan Oktober 2013. Distribusi karakteristik pasien yang meliputi usia, umur kehamilan Trimester II, Trimester III, dan BMI.
Uji normalitas data dengan menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data absolut CD4 dan persentase CD4 pada Trimester II dan III terdistribusi secara normal (p>0,05).
5.1 Karakteristik Sampel Penelitian
Data karakteristik subjek yang meliputi umur, umur kehamilan Trimester II, Trimester III, dan BMI disajikan pada Tabel 5.1.
Tabel 5.1
Karakteristik Subjek yang Meliputi Umur, Umur Kehamilan Trimester II dan Trimester III, dan BMI
Variabel Nilai
Rerata (SB) Rentangan
Umur (th) 27,50±5,11 18-37
Umur Kehamilan Trimester II (mgg) 23,20±2,29 20-27 Umur Kehamilan Trimester III (mgg) 32,80±1,40 31-35
BMI 20,53±1,30 18,7-22,5
Tabel 5.1 di atas, menunjukkan bahwa rerata umur pasien adalah 27,50±5,11 tahun, umur kehamilan Trimester II adalah 23,20±2,29 minggu, Trimester III adalah 32,80±1,40 minggu, dan BMI pasien adalah 20,53±1,30.
5.2 Perbandingan CD4 Absolut dan Persentase CD4 pada Kehamilan Dengan HIV Trimester II dan III
Sebanyak 20 sampel dengan pemeriksaan CD4 berdasarkan pada nilai absolut CD4 dan nilai persentase CD4 dianalisis. Perbandingan nilai absolut CD4 dan persentase CD4 antara Trimester II dengan Trimester III pada kehamilan dengan HIV dianalisis dengan uji t-paired. Hasil analisis disajikan pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2
Perbandingan Absolut CD4 dan Persentase CD4 pada Kehamilan dengan HIV Trimester II dan III
Variabel Umur Kehamilan
P Trimester II Trimester III
CD4 Absolut 309,80±144,53 355,10±158,35 0,135
CD4 Persentase 20,95±9,63 23,20±10,33 0,105
Tabel 5.2 di atas, menunjukkan bahwa dengan uji t-paired didapatkan nilai p > 0,05 pada ke dua nilai CD4, hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan rerata nilai CD4 baik absolut maupun persentase antara Trimester II dengan Trimester III pada kehamilan dengan HIV.
Untuk mengetahui pengaruh kehamilan perubahan terhadap perubahan nilai CD4 (absolut dan persentase), dipakai uji Chi-Square. Hasil analisis disajikan pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3
Perubahan Nilai Absolut CD4 dan Persentase CD4 pada Kehamilan dengan HIV Trimester II dan III
Perubahan CD4
RR IK 95% p
Menurun Tidak Menurun CD4
Persentase 7 13
1,00 0,43-2,33 1,00
Absolut 7 13
Tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa pengaruh kehamilan terhadap perubahan nilai persentase CD4 dan absolut CD4 Trimester II dan III pada kehamilan dengan HIV tidak berbeda secara bermakna (RR = 1,00, IK 95% = 0,43-2,33, p=1,00).
BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Perbandingan Nilai Absolut CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Hasil perhitungan nilai absolut CD4 Trimester II dan III menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Nilai rata-rata absolut CD4 pada Trimester II adalah 309,80±144,53 dan untuk Trimester III adalah 355,10±158,35 (p= 0,135), perbedaan ini tidak signifikan. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian, dan kehamilan tidak terbukti menyebabkan variasi nilai absolut CD4.
Penelitian Ekouevi, et al., (2007) menunjukkan bahwa, dengan pemeriksaan CD4 absolut maka kriteria wanita yang harus mendapatkan HAART menurut WHO mengalami variasi selama periode pre dan post partum. Selama kehamilan sampel yang memenuhi syarat untuk mendapatkan HAART (CD4 <
200 cell/mm3) sebesar 28,3 % dan menjadi 17,2 % saat 1 bulan postpartum (p <
0.001). Jumlah absolut CD4 dalam penelitian ini mengalami peningkatan saat postpartum. Saat awal studi nilai hitung absolut CD4 rata-rata adalah 355 sel/mm3 dan berubah dalam 1 bulan postpartum menjadi 489 sel/mm3 (p < 0,001). Hal ini tidak terjadi pada persentase CD4, saat pemeriksaan pertama median persentase CD4 adalah 24,8 % dan saat 1 bulan postpartum adalah 25,6 % (p = 1,07).
Ekwempu, et al., (2012) menemukan bahwa kehamilan dapat menyebabkan penurunan nilai absolut CD4 baik pada ibu hamil dengan atau tanpa HIV pada trimester kehamilan yang berbeda.
38
Pada kehamilan, terjadi hemodilusi alamiah yang mengakibatkan peningkatan volume darah sebanyak 40-50 %, juga disertai oleh peningkatan leukosit yang bervariasi. Pola peningkatan volume darah adalah 15 % pada Trimester I, 25 % pada akhir Trimester II, dan meningkat tajam menjadi 40-50 % pada Trimester III dimana puncaknya pada usia 32-34 minggu (Cunningham, et al., 2010b). Hemodilusi tersebut yang diduga mungkin berpengaruh terhadap nilai absolut CD4. Variasi nilai absolut dari berbagai penelitian ini diduga disebabkan karena perubahan fisiologi wanita dari masa prekonsepsi, kehamilan, hingga postpartum. Meskipun ditemukan variasi dari nilai hitung absolut CD4 dari penelitian terdahulu yang diduga disebabkan karena proses hemodilusi dalam kehamilan, tidak menutup kemungkinan bahwa variasi yang terjadi disebabkan karena faktor lain di luar kehamilan yang menyebabkan adanya perbedaan hasil dari berbagai penelitian yang telah dilakukan.
Penelitian ini tidak menemukan pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4. Setelah melakukan kontrol terhadap variabel pengganggu (luka bakar splenektomi, malnutrisi, gangguan fungsi hati, variasi diurnal), sedapat mungkin hanya pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4 saja yang dinilai dalam penelitian ini, meskipun masih ada beberapa variabel pengganggu dalam penelitian ini yang belum dapat disingkirkan. Hasil penelitian ini, sesuai dengan yang didapatkan oleh Birgit, et al., (2005). Dalam studinya yang mempelajari mengenai pengaruh dari kehamilan dan menopause terhadap nilai hitung absolut CD4, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kehamilan tidak memiliki
penelitian ini cenderung meningkat selama Trimester II ke Trimester III (309,80±144,53 vs 355,10±158,35), meskipun secara statistik tidak signifikan.
Tuomala, et al., (1997) menemukan hal yang serupa, terjadi peningkatan nilai absolut CD4 selama kehamilan sebesar 2,76 per minggu, dan terjadi penurunan pada tahun pertama postpartum.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan nilai absolut CD4 absolut merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III, setelah menyingkirkan variabel pengganggu yang diduga dapat menyebabkan variasi nilai hitung absolut CD4.
6.2 Perbandingan Nilai Persentase CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Berdasarkan hasil uji statistik terhadap nilai persentase CD4 Trimester II dan III pada kehamilan dengan HIV menunjukkan hasil yang tidak signifikan yaitu; 20,95±9,63 pada Trimester II dan 23,20±10,33 pada Trimester III (p = 0,105). Hal ini berarti hemodilusi dalam kehamilan dari Trimester II dan III tidak mempengaruhi nilai persentase CD4. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai persentase CD4 Trimester II dan III.
Beberapa penelitian terdahulu menemukan bahwa, dalam keadaan tertentu nilai persentase CD4 merupakan parameter yang lebih baik dalam menentukan status imun penderita HIV. Penyakit fibrosis hati dapat menyebabkan diskordansi dari perhitungan nilai absolut CD4, dalam keadaan ini maka dalam menilai status imun penderita HIV patut dipertimbangkan pemeriksaan persentase CD4
(Claassen, et al., 2012). Begitu juga halnya dalam kehamilan yang dapat menyebabkan variasi nilai hitung absolut CD4 (Ekouevi, et al., 2007). Hulgan, et al., (2005) menemukan bahwa persentase CD4 lebih baik dalam menilai progresifitas infeksi HIV, pada pasien dengan nilai absolut CD4 >350 sel/mm3. Penelitian lain di India menemukan bahwa persentase CD4 lebih baik dalam menilai status imun penderita dengan HIV dan dalam menentukan untuk memulai terapi ARV (Vajpayee, et al., 2005). Pirzada, et al., (2006) menemukan bahwa persentase CD4 merupakan parameter yang lebih baik dibandingkan dengan nilai absolut CD4 dan ratio CD4/CD8 dalam menilai risiko penyakit yang terkait dengan HIV.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai persentase CD4 cenderung konstan dari Trimester II dan III, menunjukkan terjadi peningkatan, namun perubahan tersebut secara statistik tidak bermakna. Persentase CD4 tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III.
6.3 Variasi Nilai Absolut CD4 Dibandingkan dengan Persentase CD4 Ibu Hamil dengan Infeksi HIV pada Trimester II dan III
Hasil penelitian ini menunjukkan variasi dari nilai absolut CD4 dan persentase CD4 tidak mengalami perbedaan yang bermakna pada Trimester II dan III. Jumlah perubahan nilai absolut CD4 dan persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV pada Trimester II dan III secara statistik tidak signifikan. Dalam penelitian ini nilai absolut CD4 dan persentase CD4 memiliki kemampuan yang
sama baiknya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV pada Trimester II dan III.
Hoffman, et al., (2009), dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pemeriksaan CD4 absolut lebih superior dalam menilai status imun penderita dengan HIV, terutama dengan nilai absolut <200 sel/mm3. Studi lain mengemukakan bahwa nilai CD4 absolut lebih baik dalam menilai risiko infeksi oportunistik (Gebo, et al., 2004). Terlepas dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa persentase CD4 memiliki kelebihan dalam menilai status imun penderita HIV, kemungkinan karena kontroversi hasil yang didapat, WHO hingga saat ini tetap menganjurkan pemeriksaan absolut CD4 sebagai prediktor fungsi imun penderita HIV dalam menentukan terapi ARV. World Health Organization beberapa kali melakukan revisi terhadap cut-off point dari nilai absolut CD4 dalam memulai terapi ARV, untuk menyesuaikan dengan perkembangan penelitian dalam bidang HIV. Pada tahun 2006 nilai absolut CD4 yang digunakan untuk memulai terapi ARV adalah < 200 sel/mm3, hal ini kemudian dilakukan revisi pada tahun 2010 menjadi ≤ 350/mm3 dan tahun 2013 kriteria ini menjadi ≤ 500 sel/mm3(WHO, 2006; WHO, 2010; WHO, 2013; WHO 2014). Hal ini kemungkinan untuk menghindari variasi dari nilai hitung CD4 absolut tersebut. Belum ada rekomendasi WHO untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap nilai persentase CD4.
Hasil dari penelitian ini tidak menemukan perbedaan yang bermakna dari nilai absolut CD4 dan persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten
dan hasil yang bervariasi. Hasil ini kemungkinan disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhi nilai absolut CD4 seperti perbedaan BMI, penyakit hati, infeksi, variasi diurnal, luka bakar, splenektomi, infeksi, serum retinol, perubahan musim. Penelitian oleh Gomo, et al., (2004) menunjukkan terjadi penurunan nilai absolut CD4 sebesar 25 sel setiap peningkatan usia kehamilan 1 minggu pada perempuan dengan serum retinol yang rendah, dimana kadar serum retinol merupakan faktor independen yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai absolut CD4. Perubahan musim juga berpengaruh pada nilai hitung absolut CD4, nilai absolut CD4 pada musim hujan menunjukkan nilai yang lebih tinggi (p<0,001) (Gomo, et al., 2004). Kemungkinan masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi fluktuasi nilai absolut CD4 yang belum diketahui. Pada penelitian ini telah dilakukan kontrol terhadap beberapa pengaruh variabel pengganggu, sehingga sedapat mungkin hanya pengaruh kehamilan saja yang dinilai dalam penelitian ini. Pengaruh perbedaan BMI, umur, splenektomi, kelainan fungsi hati, variasi diurnal, luka bakar sedapat mungkin dihilangkan dalam penelitian ini.
Setelah mengendalikan variabel pengganggu, maka diharapkan hanya pengaruh kehamilan, dalam hal ini hemodilusi terhadap nilai absolut CD4 saja yang mempengaruhi hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa, nilai absolut dan persentase CD4 tidak mengalami fluktuasi yang bermakna pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III. Dapat dikatakan nilai absolut dan persentase CD4 merupakan parameter yang dapat dipercaya dalam menilai status imun ibu hamil dengan HIV. Pemeriksaan persentase CD4 kemungkinan diperlukan apabila
nilai absolut CD4. Persentase CD4 kemungkinan memiliki arti klinis tersendiri dalam menilai status imun pasien hamil dengan HIV apabila terdapat faktor lain di luar kehamilan yang diduga dapat mempengaruhi nilai absolut CD4. Dalam penelitian ini, kehamilan tidak terbukti menyebabkan variasi dari nilai absolut CD4. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III tidak diperlukan pemeriksaan persentase CD4 untuk menilai status imun, apabila tidak ditemukan faktor lain selain kehamilan yang dapat menyebabkan variasi dari nilai hitung absolut CD4.
6.4 Kelemahan Penelitian
Hasil yang berbeda kemungkinan didapatkan jika membandingkan antara Trimester I dan III. Salah satu kelemahan dari penelitian ini adalah membandingkan sampel penelitian pada Trimester II dan III, dimana pada Trimester II sudah terjadi hemodilusi. Sulitnya menemukan ibu hamil dengan HIV pada Trimester I kehamilan merupakan kendala utama.
Kelemahan lain dari penelitian ini adalah tidak adanya kontrol ibu hamil tanpa infeksi HIV, sehingga masih ada kemungkinan bahwa ada perbedaan hasil dari pemeriksaan CD4 yang ditemukan pada wanita hamil tanpa infeksi HIV pada Trimester II dan III. Pengaruh kehamilan terhadap nilai absolut CD4 maupun persentase CD4 pada kehamilan normal tidak dapat diketahui dari penelitian ini.
BAB VII
SIMPULAN DAN SARAN
7.1 Simpulan
1. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai absolut CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III.
2. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai persentase CD4 pada kehamilan dengan Trimester II dan III.
3. Variasi nilai absolut CD4 tidak lebih besar dibandingkan dengan variasi persentase CD4 pada kehamilan dengan HIV Trimester II dan III.
7.2 Saran
1. Pada kehamilan dengan HIV pada Trimester II dan III, tidak diperlukan pemeriksaan persentase CD4 apabila tidak dijumpai keadaan yang diduga dapat menyebabkan variasi nilai absolut CD4.
2. Penelitian selanjutnya dengan menggunakan sampel pada Trimester I dan III dan menggunakan kontrol ibu hamil tanpa infeksi HIV kemungkinan dapat memberikan nilai informatif yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
American College of Obstetricians and Gynecologists, 2008. Prenatal and perinatal human immunodeficiency virus testing: Expanded recommendations Committee Opinion No. 418.
Anonim. 2004. Kehamilan dengan infeksi human Immunodefisiensi virus.
Prosedur tetap pelayanan Obstetri dan GInekologi FK UNUD/RSUP Sanglah, Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah/FK UNUD.
Bernard, A. 1984. Leucocyte typing: human leucocyte differentiation antigens detected by monoclonal antibodies: specification, classification, nomenclature: [report on the first international references workshop sponsored by INSERM, WHO and IUIS]. Berlin: Springer. 45–48.
Beyrer, C., Baral, S.D., Walker, D., Wirtz, A.L. 2010. The Expanding Epidemics of HIV Type 1 Among Men Who Have Sex With Men in Low and Middle-Income Countries: Diversity and Consistency. Epidemiology Reviews. 32:137-51.
Birgit, H.B., Van Benthema, Vernazzab, P., Coutinhoa, R.A., Prinsa M. 2005.
Impact of Pregnancy and Menopause on CD4 Cell Counts. J Acquir Immune Defic Syndr * Volume 38, Supplement 1.
Caceres, C.F., Konda, K., Segura, E.R. 2008. Epidemiology of male same-sex behaviour and associated sexual health indicators in low- and middle-income countries: 2003-2007 estimates. Sexually Transmitted Infection. 84 (I): 149-156.
Caihol, J., Jourdain, G., Coeur, S.L., Traisathit, P., Boonrod, K., Prommas, S., Putiyanun, C., Kanjanasing, A., Lallemant, M. 2009. Association of Low CD4 Cell Count and Intrauterine Growth Retardation in Thailand. (JAIDS) Journal of Acquired Immune Deficiency Syndrome. 50(4): 409-413.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2006. Revised recommendations for HIV testing of adults, adolescents, and pregnant women in health-care settings. MMWR. 55(RR-14):1–17.
Cichocki, R.N. 2007. Understanding Absolute CD4 Count and CD4 Percentage, difficult consept made easy. (serial online), [cited 2011, apr 11]. Available from : URL : http://aids.about.com/od/aidsfactsheets/a/cd4percent.htm
Claassen, C.W., Diener-West, M., Mehta, S.H., Thomas, D.L., Kirk, G.D. 2012.
Claassen, C.W., Diener-West, M., Mehta, S.H., Thomas, D.L., Kirk, G.D. 2012.