BAB 2 ETIKA DI DALAM BERBISNIS
2.4 Beberapa Kasus Pelanggaran Etika
Etika bsnis bisa dibilang sesuatu yang mudah untuk diucapkan, akan tetapi sulit untuk dilaksanakan dalam menjalani kehidupan berbisnis. Setiap individu atau kelompok bisnis yang melaksanakan aktivitas bisnis, tentu tidak bisa lepas dari pelanggaran etika. Kadang kala pelanggaran etika bisnis yang dilakukan dengan sengaja dalam rangka meraih keuntungan, maupun dilakukan dengan tidak sengaja akibat tidak memahami dengan dalam prinsip dari etika bisnis.
Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Contohnya di dalam bidang teknologi informasi, terdapat modus-modus kejahatan antara lain :
Tabel 3.
Modus Kejahatan di Bidang Teknologi Informasi No. Modus Kejahatan Keterangan
1 Hacking dan Cracker Merupakan suatu istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang mempunyai minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Cracker adalah orang yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet.
Contohnya : pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, penyebaran virus, hingga pelumpuhan target sasaran.
2 Illegal Contents Merupkan suatu kejahatan yang dilakukan dengan cara memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar atau tidak etis dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum seperti Penyebaran pornografi
3 Unauthorized Access Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem haringan komputer secara tidak sah, tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan
komputer yang dimasukinya.
Contohnya : Probing dan Port 4 Data Forgery Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet yang mana dokumen-dokumen tersebut biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database
5 Cyber Espionage, Sabotage, dan Extortion
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan memata-matai terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer dari pihak sasaran berupa Sabotage dan Extertion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat suatu gangguan / perusakan / penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang mana tidak terhubung dengan internet.
6 Carding Merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencari nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan
dalam transaksi
perdagangan di internet.
Sumber : Berbagai Sumber, Diolah Penulis
Selain contoh modus kejahatan di bidang Teknologi Informasi, berikut ini dipaparkan Kasus Etika Bisnis Terbaru 2017 – 2020 (Rujukan:
fortune.com/2017/12/31/biggest-corporate-scandals-misconduct-2017-pr/) :
1. Kasus Alphabet dan Facebook
Di tengah spekulasi bahwa berita hoax yang tersebar di media sosial mungkin telah mempengaruhi pemilu AS 2016, Perusahaan raksasa seperti Facebook dan Google memilih mengabaikan kemungkinan itu.
Namun itu berubah pada tahun 2017, dengan Facebook dan Google – yang memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari penempatan iklan – keduanya mengatakan bahwa mereka telah menemukan akun yang terikat dengan pemerintah Rusia.
a. Facebook melaporkan sekitar 3.000 iklan yang terkait dengan Kremlin yang bertujuan untuk membagi negara yang telah dibeli pada platformnya.
b. Google, sementara itu, menemukan puluhan ribu iklan yang dibeli oleh entitas terkait Rusia di YouTube dan Gmail.
c. Twitter juga mengungkapkan bahwa outlet berita yang dibayar oleh pemerintah Rusia, Rusia Today, telah menghabiskan $ 274.000 dalam iklan di platform pada tahun 2016.
Twitter, Facebook, dan Google masih menyelidiki berapa banyak aktivitas Rusia yang ada di platform
mereka. Menambah masalah besar teknologi besar:
Kongres tampaknya mengambil sikap lebih keras terhadap sektor ini, dengan beberapa di Capitol Hill mempertanyakan cara mereka membuat user terus datang kembali .
2. General Data Protection Regulation (GDPR) General Data Protection Regulation atau yang disingkat GDPR adalah regulasi yang mengatur tentang privasi pengguna internet. Aturan ini disahkan pada tahun 2018 lalu. Tanpa kita sadari sebenarnya ketika kita berselancar di internet kita selalu dilacak oleh pemilik website. Pelacak tersebut disebut cookies. Di Eropa hal ini menjadi concern mereka.
Oleh karena itu semua website yang menerima pengunjung dari Eropa harus memberikan notifikasi kepada pengunjung bilamana mereka mau melacak pengunjung mereka. Jikalau webmaster / pengelola aplikasi tidak memberikan notifikasi dan pilihan kepada pengunjung ketika melacak pengunjung, mereka bisa dikenai sanksi yang cukup besar
3. Kasus Perusahaan Uber
Jika sebelumnya Uber digugat dengan undang-undang adalah guncangan kecepatan, maka 2017 perusahaan ini mendapat kasus seperti dengan tuduhan pelecehan s3ksual, kepemimpinan Travis Kalanick yang dipertanyakan, dan penyelidikan kasus-kasus kriminal lainnya.Pada bulan Februari, mantan karyawan Uber
bernama Susan Fowler datang ke publik menuduh budaya pelecehan seksual di Perusahaan ini. Pada bulan Mei, Departemen Kehakiman mengungkapkan penyelidikan kriminal atas dugaan penggunaan perangkat lunak yang dijuluki “Greyball” oleh Uber untuk menghindari regulator di wilayah geografis di mana ia beroperasi secara ilegal.
Tak lama setelah kepemimpinan perusahan berganti, London melarang Uber dari ibukota Inggris , dan pada bulan November, terungkap bahwa Uber telah diretas, menempatkan data dari sekitar 57 juta pengguna dalam bahaya . Tidak seperti dalam kasus United Airlines, pengguna Uber telah memilih alternatif untuk mobil hitam. Karena kesengsaraannya yang sedang berlangsung, Uber telah menyerahkan sebagian dari pangsa pasarnya ke Lyft , sekarang mengendalikan 74%
dari pasar Amerika Serikat (AS) terhadap 84% tahun lalu.
Uber pernah memiliki valuasi sekitar $ 68 miliar.
Perusahaan perbankan Jepang, SoftBank, sementara itu membeli saham di perusahaan ini dengan valuasi $ 48 miliar.
Selain kasus Internasional tentang pelanggaran etika bisnis, juga ada beberapa kasus pelanggaran etika di Indonesia, seperti :
1. Semburan Lumpur Lapindo oleh PT Lapindo Brantas Melubernya lumpur dan gas panas di Kabupaten Sidoarjo yang disebabkan eksploitasi gas PT Lapindo Brantas. Dalam kasus Lapindo, bencana memaksa penduduk kehilangan tempat tinggal,
pekerjaan dan masa depan. Perusahaan pun terkesan lebih mengutamakan penyelamatan aset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.
2. Kasus Obat Anti-Nyamuk HIT
Obat Anti-Nyamuk HIT yang diproduksi PT Megarsari Makmur yang dinyatakan positif menggunakan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap masnusia seperti keracunan, gangguan pernapasan, kanker hati, dan kanker lambung.
Sehingga produk ini ditarik dari pasaran. Merespons atas adanya kasus ini, maka PT Megarsari Makmur bertanggung jawab dengan menyanggupi untuk menarik semua produk HIT yang telah dipasarkan dan mengajukan izin baru untuk memproduksi Obat Nyamuk HIT Aerosol Baru dengan formula bahan yang telah disempurnakan serta bebas dari bahan kimia berbahaya dan beracun (B3).
3. Batavia Air
Beroperasi dengan menggunakan nama Batavia Air, merupakan maskapai penerbangan yang berbasis di Jakarta dan Surabaya, Indonesia. Sampai dengan 31 Januari 2013, maskapai ini dioperasikan penerbangan domestik ke sekitar 42 tujuan dan beberapa di dekatnya tujuan internasional regional, dan Arab Saudi. Basis utamanya adalah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
Batavia Air terdaftar dalam kategori 1 di Indonesia
Otoritas Penerbangan Sipil Peringkat keselamatan penerbangan. Pada tanggal 31 Januari 2013, pukul 12:00 waktu setempat, Batavia Air operasi berhenti setelah Jakarta Regional Central Court diberikan banding kebangkrutan oleh ILFC, lessor pesawat internasional, mengatakan bahwa maskapai berutang US $ 4,68 juta di utang, utang yang Batavia Air gagal membayar setelah serangkaian kesulitan keuangan.
Pertanyaan Untuk Diskusi
1. Sebutkan dan Jelaskan faktor-faktor yang mendorong penerapan etika bisnis !
2. Jelaskan seberapa penting penerapan etika di dalam berbisnis !
3. Jelaskan penerapan etika bisnis pada berbagai fungsi di perusahaan !
4. Jelaskan salah satu kasus pelanggaran etika bisnis, serta apa langkah yang harus dilakukan perusahaan, agar pelanggaran tersebut tidak terulang lagi !