• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Etika di dalam Berbisnis

Dalam dokumen ETIKA BISNIS DAN PROFESI (Halaman 24-29)

BAB 2 ETIKA DI DALAM BERBISNIS

2.2 Pentingnya Etika di dalam Berbisnis

Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Beberapa opini di masyarakat banyak membicarakan tentang bertolak belakangnya antara bisnis dan etika. Parahnya adalah adanya opini yang mengatakan bahwa jika dalam berbisnis kita ingin untung, maka kadang kita harus

melanggar etika. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.

Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Bertens (2004) menjelaskan bahwa etika memiliki tiga posisi, yaitu sebagai (1) sistem nilai, yakni nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, (2) kode etik, yakni kumpulan asas atau nilai moral, dan (3) filsafat moral, yakni ilmu tentang yang baik atau buruk. Secara normatif, etika bisnis di Indonesia baru mulai diberi tempat khusus semenjak diberlakukannya Undang Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya pasal 33. Satu hal yang relevan dari pasal 33 UUD 45 ini adalah pesan moral dan amanat etis bahwa pembangunan ekonomi negara RI semata-mata demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia yang merupakan subyek atau pemilik negeri ini. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai tata cara hidup yang baik, aturan dan kebiasaan hidup yang baik (Keraf, 2010).

Menurut Hurn (2008), bahwa kajian tentang etika bisnis semakin berkembang, ini terkait dengan semakin peliknya perilaku dan regulasi bisnis di era global.

Sedangkan menurut Matsushita (1988), bahwa bisnis yang baik selalu mempunyai misi tertentu yang luhur dan tidak sekedar mencari keuntungan. Sarosa (2005) Etika Bisnis adalah kunci bagi para entrepreneur yang ingin bertahan hidup atau eksis secara panjang dalam dunia bisnis.

Terjadinya kompetisi yang ketat, serta konsumen yang semakin “rewel” sering menjadi salah satu pemicu utama yang menyebabkan perusahaan mengabaikan

etika di dalam berbisnis, serta membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan. Beretika di dalam menjalankan bisnis tidak dapat langsung memberikan keuntungan secara instan / jangka pendek, akan tetapi beretika di dalam menjalankan bisnis kemungkinan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang/jangka panjang karena pembuktian menjalankan etika bisnis membutuhkan waktu.

Salah satu sarana keberlangsungan hidup suatu perusahaan bergantung kepada bagaimana penerapan etika bisnis yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan etika bisnis yang baik biasanya akan mampu untuk bertahan lebih lama dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki etika bisnis yang buruk. Etika bisnis akan memberikan pelajaran kepada para pelaku bisnis bahwa bisnis yang “berhasil”, tidak hanya bisnis yang menuai keuntungan secara material saja melainkan bisnis yang bergerak dalam koridor etis yang membawa serta tanggung jawab dan memelihara hubungan baik antar manusia yang terlibat di dalamnya. Dengan kita memegang prinsip etika bisnis maka hubungan kita dengan relasi saling menguntungkan dan bertahan lama, bahkan jaringan relasi bisnis kita akan semakin luas karena reputasi kita yang baik karena mengaplikasikan prinsip etika bisnis.

Adapun sisi etika dari bisnis ini, yaitu, bagaimana mengemas urusan bisnis yang tujuannya mencari keuntungan dengan tidak mengganggu hubungan sosial.

Sebab, sebagai sebuah masyarakat yang berbasis religi, maka hubungan sosial adalah implementasi dari nilai-nilai keyakinan masyarakat Indonesia tentang kewajiban menjaga hubungan dengan manusia sesamanya.

Ikatannya pun harus tulus, bukan untuk keperluan bisnis semata-mata. Menegakkan etika bisnis kini benar-benar sudah merupakan kebutuhan, ketika berada diambang perdagangan bebas atau era persaingan maka mutlak dibutuhkan keterbukaan dan transparasi proses bisnis (Abeng,1997). Etika bisnis dari perusahaan dapat bermanfaat sebagai competitive advantage bagi suatu perusahaan dalam mengatasi perubahan dan tantangan bisnis yang begitu besar.Mengingat banyaknya pelanggaran etika di dalam berbisnis, maka perlu suatu penanganan agar pelanggaran etika tersebut tidak terjadi lagi dalam kegiatan bisnis.

Menurut Abeng (1997), adapun upaya yang perlu dilakukan perusahaan dalam rangka membangun bisnis modern dengan landasan etika yang kuat, maka adapun yang harus dilakukan antara lain :

1. Mutlak mengembangkan kultur korporasi sebagi panduan etik dan kepercayaan diri para karyawan, sehingga kultur korporasi sebaiknya bercorak melayani dan memberdayakan. Adapun fokusnya adalah kepuasan konsumen, kecepatan, kelincahan, kualitas plus solusi, serta kerjasama tim, yang semuanya terefleksi pada corporate performance.

2. Mutlak memiliki ukuran tanggung jawab sosial lokal agar perusahaan berakar pada manasyarakat dimanapun ia beroperasi.

3. Mutlak pemimpin bisnis berbesar hati atau berjiwa besar, dalam artian terbuka, fleksibel dan merakyat agar pemikiran-pemikiran strategisnya bertahta d hati, di kepala dan tangan kolega terdekatnya, yaitu para karyawan.

4. Mutlak mentransformasikan sistem manajemen dari shareholder-management ke

stakeholder-managemenet, agar tindakan-tindakan manajemen memiliki sumber pembenaran dari dalam maupun dari luar organisasi usahanya.

Gambar 1. Penerimaan Secara Umum di Tempat Kerja Dalam Penelitian Etika Bisnis Perusahaan Keluarga

Indonesia di Era Digital

Sumber : A. Prisapta 2019

Hasil penelitian dari Yunita Andi Kemalasari dan Erlinda Nusron Yunus yang berjudul "Business Ethics Practices of Indonesian Family Business Corporation in The Digital Era: A Case Study". Dimana penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap praktik etika di sebuah perusahaan keluarga. Adapun hasil penelitian ini adalah dikenalinya pengalaman perilaku etis di pekerjaan dan

dukungan perusahaan dalam pembudayaan perilaku etis di tempat kerja. Selain itu, Riset kali ini juga menunjukkan bahwa mayoritas responden yakin bahwa kejujuran masih dan sering dipraktikan di tempat kerja. Sedangkan separuh lebih responden mengetahui pelanggaran etika terjadi dilakukan oleh perusahaan dan rekanannya.

2.3 Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan

Dalam dokumen ETIKA BISNIS DAN PROFESI (Halaman 24-29)

Dokumen terkait