• Tidak ada hasil yang ditemukan

Katabolisme Hemoglobin

Dalam dokumen Oleh OKTAFIANNA MALAU NIM (Halaman 32-0)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Hemoglobin

2.6.4 Katabolisme Hemoglobin

Bila eritrosit tua dirusak di dalam system retikuloendotel, maka bagian globin molekul hemoglobin dipecah dan hem diubah ke biliverdin. Pada manusia, kebanyakan biliverdin diubah ke bilirubin dan diekskresikan ke dalam empedu.

Besi dari hem digunakan kembali untuk sintesis hemoglobin; jika darah hilang dari badan dan defisiensi besi tidak dikoreksi, maka timbul anemia defisiensi besi.22 2.6.5 Pemberi Warna Merah Pada Darah

Protein heme berfungsi dalam pengikatan dan pengangkutan O2, serta fotosintesis. Gugus prostetik heme merupakan senyawa tetrapirol siklik, yang jejaring ekstensifnya terdiri atas ikatan rangkap terkonjugasi, yang menyerap cahaya pada ujung bawah spektrum visibel sehingga membuatnya berwarna merah gelap. Senyawa tetrapirol terdiri atas 4 molekul pirol yang dihubungkan dalam cincin planar oleh 4 jembatan metilen-α. Substituen β menentukan bentuk sebagai heme atau senyawa lain. Terdapat 1 atom besi fero (Fe2+) pada pusat cincin planar, yang bila teroksidasi, akan menghancurkan aktivitas biologik.22

Bercak darah merupakan elemen barang bukti yang penting di tempat kejadian perkara (TKP) merupakan barang bukti yang sangat penting.Selain dipergunakan untuk pemeriksaan DNA dan melakukan rekonstruksi kejadian, bercak darah di TKP dapat dipergunakan untuk memperkiraan umur bercak darah yang bermanfaat untuk membuat rentang waktu (time frame)kejadian terjadinya suatu peristiwa pidana.

Pada bercak darah dengan kadar hemoglobin di bawah normal, akan cepat

17

mengalami proses oksidasi, karena oksigen yang terlarut pada hemoglobin lebih sedikit, kemudian didukung oleh berbagai faktor seperti keadaan suhu yang tinggi, kelembaban yang rendah dan paparan sinar matahari akan mempengaruhi cepatnya proses oksidasi. Bila dilihat secara kasat mata, proses perubahan warna ini akan mengalami percepatan dari awal mulanya berwarna merah, menjadi merah kecoklatan, kemudian berwarna coklat gelap, dan sampai akhirnya warna bercak darah tersebut berwarna kehitaman. Maka dari itu, bercak darah yang ditemukan di TKP memiliki kegunaan pada proses penyidikan terutama dalam memperkirakan waktu kejadian tindak kejahatan.4, 10

Bercak darah yang paling sering ditemukan di TKP adalah di lantai. Hal ini disebabkan tetesan darah yang jatuh ke lantai mengikuti arah dari gaya gravitasi bumi. Dalam mengamati bercak darah ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya warna dari lantai. Warna dari lantai memiliki pengaruh bagi pancaran warna bercak darah. Apabila lantai yang berwarna gelap maka pancaran warna bercak darah menjadi sedikit gelap dari warna aslinya, hal sebaliknya juga terjadi pada lantai yang memiliki warna yang terang. Selain itu jumlah dan volume tetesan darah memiliki pengaruh pada warna bercak darah, dikarenakan semakin banyaknya jumlah dan volume tetesan tersebut pada suatu objek, maka tingkat ketebalan permukaan akan semakin tebal menjadikan warna pada bercak darah lebih pekat dibandingkan jumlah dan volume tetesan yang sedikit.

Maka dari itu, dalam mendeskripsikan warna bercak darah, penyidik serta ahli forensik harus mempertimbangkan keadaan-keadaan tersebut, agar warna dari bercak darah yang ditemukan di TKP bisa diinterpretasi dengan baik.7,10

18 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian.

Penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan faktorial time-series design yang mengamati dan menilai perubahan warna bercak darah pada manusia dewasa dengan kadar hemoglobin normal berdasarkan kartu standar warna Natural Color System (NCS)

3.2.1 Tempat Dan Waktu Penelitian.

3.2.2 Tempat penelitian

Dilakukan di lingkungan Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.

3.2.3 Waktu penelitian

Dilakukan dalam periode waktu 10 September 2021-31 Desember 2021.

Tabel 3.1. Waktu Penelitia

KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN

September 2021

Oktober 2021 November 2021 Desember 2021

M

19

3.3 Biaya Penelitian

Tabel 3.2. Biaya Penelitian

No Jenis Pengeluaran Biaya yang diusulkan (Rp)

1 Pembuatan Proposal 1.000.000

2 Alat dan Bahan 2.500.000

3 Seminar Proposal Penelitian 2.500.000

4 ATK 7.000.000

5 Transportasi 2.000.000

6 Seminar Hasil Penelitian 2.000.000

7 Pembuatan Tesis 3 000.000

Jumlah Rp. 20.000.000

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1 Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati yang telah melakukan Medical Chek Up dan bersedia dijadikan objek penelitian.

3.4.2 Sampel

Sampel penelitian adalah semua mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati dengan kadar haemoglobin dibawah normal dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

3.4.2.1 Besar Sampel

Semua mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati dengan kadar hemoglobin dibawah normal.

3.5 Tehnik Pengambilan Sampel

Sampel penelitian yang diperoleh dari data mahasiswa P3D FK

20

Universitas Malahayati menggunakan metode total sampling.

3.6 Kriteria Penelitian

3.6.1 Kriteria inklusi.

1. Semua mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati yang bersedia ikut serta dalam penelitian.

2. Semua mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati yang berjenis

kelamin laki-laki dengan Hb < 13 gr/dl dan yang berjenis kelamin wanita dengan Hb < 12 gr/dl.

3.6.2 Kriteria eksklusi.

1. Mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati yang tidak bersedia ikut serta dalam penelitian.

2. Mahasiswa P3D FK Universitas Malahayati yang berjenis kelamin laki-laki dengan Hemoglobin normal

3. Memiliki riwayat penyakit kelainan darah, penyakit-penyakit keganasan dan penyakit-penyakit infeksi lain.

4. Sedang mengkonsumsi obat-obat yang mempengaruhi proses pembentukan sel-sel darah, obat yang mempengaruhi proses pembekuan darah, obat-obat yang merubah viskositas darah dan obat-obat-obat-obat yang menyebabkan kerusakan sel-sel darah.

3.7 Variabel Penelitian

1. Variabel bebas: laki-laki Hb < 13 gr/dl, perempuan Hb < 12 gr/dl 2. Variabel tergantung: warna bercak darah

21

3.8 Kerangka Konsep

Berdasarkan tujuan penelitian diatas maka kerangka konsep dalam penelitian ini adalah:

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian 3.9 Defenisi Operasional

1. Bercak darah manusia dengan kadar hemoglobin darah dibawah normal adalah dua tetes darah yang diambil dari ujung jari tengah, kemudian diteteskan diatas keramik berwarna putih ukuran 40x40 cm.

2. Waktu yang ditentukan untuk pengamatan adalah jam 1, jam 2, jam ke-3, jam ke-4, jam ke-5, jam ke-6, jam ke-7, jam ke-8, jam ke-10, jam ke-12, jam ke-24, jam ke-48

3. Perubahan warna adalah perubahan pada bercak darah yang diamati sesuai dengan jam yang telah ditentukan, kemudian dibandingkan dengan kartu warna dan diberi kode sesuai dengan kode yang tertera pada kartu warna.

4. Umur bercak darah manusia adalah waktu yang dihitung sejak darah diteteskan hingga terjadi perubahan warna. yang dinilai dalam satuan jam.

Merupakan skala numerik ratio.

5. kadar hemoglobin darah dibawah normal adalah < 13-17 gr/dl, dan < 12-14 Waktu

Warna

Umur bercak darah Bercak Darah

22

gr/dl yang tertera pada lembar hasil medical checkup.

6. Alat pembanding warna yang digunakan adalah kartu warna Natural Color System (NCS) yang dikeluarkan oleh Scandinavian Colour Institute (SCI) of Stockholm, Sweden. Kartu ini pertama sekali di terbitkan oleh A.S. Forsius dalam bukunya yang berjudul Physica pada tahun 1611. Kartu ini kemudian disempurnakan oleh seorang ahli Fisiologis Jerman yang bernama Ewald Hering. Kartu warna ini berlaku secara internasional, dengan menggunakan kode-kode tertentu untuk tiap warna. Skala yang dipakai adalah kategorikal nominal.

3.10 Alat dan Bahan Penelitian 3.10.1 Alat

1. Lembaran hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh subjek penelitian.

2. Jam 3. Lancet

4. Keramik warna putih ukuran 30 x 30 cm.

5. Alat pengukur suhu ruangan.

6. Kartu warna Natural Colour System (NCS) 3.10.2 Bahan

Dua tetes darah subjek penelitian.

3.11 Cara Kerja

1. Pengumpulan data subjek penelitian dilakukan meliputi : nama, umur, jenis kelamin, alamat.

2. Pengecekan terhadap hasil pemeriksaan kesehatan subjek penelitian secara

23

menyeluruh yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

3. Mengambil darah subjek penelitian dari ujung jari tengah dengan cara menusuk kulit dengan lancet dari ujung jari tengah sebanyak dua tetes dengan cara menusuk kulit dengan lancet, meneteskan diatas keramik dan membandingkan perubahan warna yang terjadi pada jam ke-1, jam ke-2, jam 3, jam 4, jam 5, jam 6, jam 7, jam 8, jam 10, jam ke-12, jam ke-24, jam ke-48, dengan menggunakan alat penelitian.

4. Suhu ruangan selama melakukan pengamatan 25˚C

5. Menentukan warna yang terjadi sesuai dengan waktu (jam) yang telah ditentukan berdasarkan persentase jumlah warna yang paling banyak muncul.

3.12 Pengolahan dan Analisa data

1. Editing

Memeriksa ketepatan dan kelengkapan semua data yang diperoleh. Data yang belum lengkap atau ada kesalahan dilengkapi dengan mewawancarai ulang subjek penelitian.

2. Coding

Data yang telah terkumpul dikoreksi ketepatan dan kelengkapannya kemudian diberi kode secara manual sebelum diolah dengan computer.

3. Entri

Memasukkan data yang telah dibersihkan kedalam program computer.

4. Cleaning Data

Memeriksa semua data yang telah dimasukkan kedalam program computer agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasukan data.

24

5. Saving

Menyimpan data untuk siap dianalisis.

6. Analisis Data

Data dianalisis dan disajikan dalam tabel persentase frekwensi.

3.13 Ethical Clearance

Penelitian ini akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara Medan dengan PERSETUJUAN PELAKSANAAN PENELITIAN KESEHATAN No 1197/KEP/USU/2021.

25 BAB IV

HASIL

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung merupakan salah satu Fakultas Kedokteran pada Universitas swasta di provinsi Bandar Lampung yang berdiri sejak tahun 1994 terletak di jalan Pramuka no 27 Bandar Lampung. Mahasiswa P3D P3D FK Universitas Malahayati merupakan mahasiswa yang sudah mendapat gelar Sarjana Kedokteran dan melakukan praktek kepaniteran klinik selama 2 tahun salah satunya di Rumah sakit dikota Medan yang di kordinator oleh ketua Koordniator Perwakilan Medan.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Distribusi frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok jenis kelamin Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak tanggal 23 Oktober 2021 sampai dengan 23 Desember 2021 diperoleh hasil dengan rincian sebagai berikut:

didapatkan kelompok jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 sampel dan jenis kelamin perempuan sebanyak 19 sampel.

Gambar 4.2.1 Diagram distribusi frekuensi mahasiswa P3D kelompok jenis kelamin

11 19

0 20 40 60 80 100

Laki-laki Perempuan

Jenis Kelamin Sampel

Laki-laki Perempuan

26

4.2.2 Distribusi frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar HB Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin didapatkan kelompok hemoglobin 9-9,9 sebanyak 2 sampel, kelompok hemoglobin 10-10,9 sebanyak 5 sampel, kelompok hemoglobin 11-11,9 sebanyak 11, sedangkan kelompok hemoglobin 12-12,9 sebanyak 12 sampel.

Gambar 4.2.2 Diagram distribusi frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar HB

4.2.3 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-1

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-1 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-1 adalah NCS S 1580-R sebanyak 25 Sampel dan NCS S 2570-1580-R sebanyak 5 Sampel.

Ganbar 4.2.3 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-1

2 5

NCS S 1580-R NCS S 2570-R

JUmlah

Kode warna

Jam ke 1

27

4.2.4 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-2

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-2 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-2 adalah NCS S 3560-R sebanyak 22 sampel dan NCS S 2570-3560-R sebanyak 8 sampel.

Ganbar 4.2.4 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke -2

4.2.5 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-3

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Berak Darah pada Jam ke-3 Didapatkan kode warna yang muncul pada jam ke-3 adalah NCS S 4550-Y90R sebanyak 30 sampel.

Ganbar 4.2.5 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke -3

8

NCS S 2570-R NCS S 3560-R

Jumlah

28

4.2.6 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-4

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-4 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-4 adalah NCS S 4550-Y90R sebanyak 30 sampel.

Ganbar 4.2.6 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke -4

4.2.7 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-5

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-5 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-5 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 25 sampel dan NCS S 5040-8010-R10B sebanyak 5 sampel.

Ganbar 4.2.7 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke -5

30

29

4.2.8 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-6

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-6 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-6 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.8 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-6

4.2.9 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-7

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-7 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-7 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.9 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke -7

26

30

4.2.10 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-8

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-8 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-8 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.10 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke- 8

4.2.11 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-9

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-9 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-9 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.11 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke- 9

26

31

4.2.12 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-10

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-10 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-10 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.12 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke 10

4.2.13 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-11 Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-11 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-11 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.13 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-11

26

32

4.2.14 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-12

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-12 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-12 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.14 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam 12

4.2.15 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-24 Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-24 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-24 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Ganbar 4.2.15 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-24

26

33

4.2.16 Distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-48

Distribusi Frekuensi kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-48 Didapatkan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-48 adalah NCS S 8502- R10 sebanyak 26 sampel dan NCS S 8010-R10B sebanyak 4 sampel.

Gambar 4.2.16 Diagram distribusi frekuensi kode warna bercak darah pada jam ke-48

4

26

0 5 10 15 20 25 30

NCS S 8010-R10B

NCS S 8502-R10

Jumlah

Kode warna

Jam ke-48

34 BAB V PEMBAHASAN

5.1 Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok jenis kelamin Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok jenis kelamin disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki 11

Perempuan 19

Total 30

Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok jenis kelamin didapatkan kelompok jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 sampel (36,6%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 19 sampel (63,4%).

5.2 Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin

Kadar Hemoglobin Jumlah Persentase

9-9,9 2 6,6

10-10,9 5 16,7

11-11,9 11 36,7

12-12,9 12 40

Total 30 100

Distribusi Frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin didapatkan kelompok Hb 9-9,9 sebanyak 2 sampel (6,6%), kelompok Hb 10-10,9 sebanyak 5 sampel (16,7%), kelompok Hb 11-11,9 sebanyak 11 (36,7%), sedangkan kelompok Hb 12-12,9 sebanyak 12 sampel (40%).

35

Berdasarkan tabel 5.2, dari hasil penelitian didapatkan persentase frekuensi mahasiswa P3D pada kelompok kadar hemoglobin didapatkan kelompok Hb 9-9,9 sebanyak 6,6% (2 sampel), kelompok Hb 10-10,9 sebanyak 16,7% (5 sampel), kelompok Hb 11-11,9 sebanyak 36,7% (11 sampel), sedangkan kelompok Hb 12-12,9 sebanyak 40% (12 sampel)

5.3 Persentase Kode Warna Bercak Darah Pada Jam Ke-1

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-1 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.3 Persentase kode warna bercak darah pada Jam ke-1

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 1580-R 25 83

NCS S 2570-R 5 17

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.3, dari hasil penelitian didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-1 adalah NCS S 1580-R sebanyak 83% (25 sampel dan NCS S 2570-R sebanyak 17% (5 sampel)

5.4 Persentase Kode Warna Bercak Darah Pada Jam Ke-2

Persentase kodewarna bercak darah pada jam ke-2 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.4 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-2

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 2570-R 8 27

NCS S 3560-R 22 73

Total 30 100

36

Berdasarkan tabel 5.4 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-2 adalah NCS S 3560-R sebanyak 73% (22 sampel) dan NCS S 2570-R sebanyak 27% (8 sampel).

5.5 Persentase Kode Warna Bercak Darah Pada Jam Ke-3

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-3 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.5 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-3

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 3560-R 30 100

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.5 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang muncul pada jam ke-3 adalah NCS S 3560-R sebanyak 100% (30 sampel).

5.6 Persentase Kode Warna Bercak Darah Pada Jam Ke-4

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-4 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.6 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-4

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 4550-Y90R 30 100

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.6 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-4 adalah NCS S 4550-Y90R sebanyak 100% (30 sampel)

37

5.7 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-5

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-5 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.7 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-5

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 5040-R 10 5 17

NCS S 8010-R10B 25 83

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.7 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-5 adalah NCS S 5040-R 10 sebanyak 17% (5 sampel) dan NCS S 8010-R sebanyak 83% (25 sampel).

5.8 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-6

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-6 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.8 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-6

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.8 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-6 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13% (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

38

5.9 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-7

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-7 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.9 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-7

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.9 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-7 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel)

5.10 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-8

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-8 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.10 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-8

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 10

Berdasarkan tabel 5.10 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-8 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

39

5.11 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-9

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-9 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.11 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-9

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.11 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-9 adalah NCS S 8010-R sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

5.12 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-10

Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-10 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.12 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-10

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.12 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-10 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

40

5.13 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-11

Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-11 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.13 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-11

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.13 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-11 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

5.14 Persentase kode warna Warna Bercak Darah pada Jam ke-12

Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-12 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.14 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-12

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.14 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-12 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

41

5.15 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-24

Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-24 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.15 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-24

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.15 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-24 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

5.16 Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-48

Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-48 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.16 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-48

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.16 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-48 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

42

Dari hasil penelitian ini didapatkan, bahwa proses perubahan warna dari bercak darah terjadi pada jam ke-1 sampai jam ke- 6, sedangkan pada jam ke-6 sampai jam ke-48, proses perubahan warna bercak darah tidak mengalami perubahan warna lagi. Hal ini dibuktikan dengan kode warna yang muncul pada jam

Dari hasil penelitian ini didapatkan, bahwa proses perubahan warna dari bercak darah terjadi pada jam ke-1 sampai jam ke- 6, sedangkan pada jam ke-6 sampai jam ke-48, proses perubahan warna bercak darah tidak mengalami perubahan warna lagi. Hal ini dibuktikan dengan kode warna yang muncul pada jam

Dalam dokumen Oleh OKTAFIANNA MALAU NIM (Halaman 32-0)