• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentase Kode Warna Bercak Darah pada jam ke-48

Dalam dokumen Oleh OKTAFIANNA MALAU NIM (Halaman 57-0)

BAB V. PEMBAHASAN

5.16 Persentase Kode Warna Bercak Darah pada jam ke-48

Persentase kode Warna Bercak Darah pada Jam ke-48 disajikan dalam bentuk tabel

Tabel 5.16 Persentase kode warna bercak darah pada jam ke-48

Kode warna Jumlah Persentase

NCS S 8010-R10B 4 13

NCS S 8502-R 26 87

Total 30 100

Berdasarkan tabel 5.16 dari hasil penelitian, didapatkan persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-48 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 13 % (4 sampel) dan NCS S 8502-R sebanyak 87% (26 sampel).

42

Dari hasil penelitian ini didapatkan, bahwa proses perubahan warna dari bercak darah terjadi pada jam ke-1 sampai jam ke- 6, sedangkan pada jam ke-6 sampai jam ke-48, proses perubahan warna bercak darah tidak mengalami perubahan warna lagi. Hal ini dibuktikan dengan kode warna yang muncul pada jam ke-6 sampai jam ke-48 yaitu kode warna NCS S 8502- R sebanyak 87 %.

Proses ini disebabkan, karena oksihemoglobin (HbO2) yang terkandung pada bercak darah dengan kadar hemoglobin di bawah normal lebih sedikit, sehingga proses penguraian ataupun proses oksidasi ini akan berlangsung lebih cepat. Yang awal mulanya dari molekul HbO2 akan berubah menjadi methemoglobin, kemudian methemoglobin akan menggalami proses hemikrom yang mengakibatkan terjadinya proses dekomposisi dan denaturasi dari bercak darah. Selain itu, juga terdapat berbagai faktor-faktor yang lain, yang dapat mempengaruhi proses cepat atau lambatnya proses oksidasi tersebut, seperti keadaan suhu, kelembaban udara serta paparan sinar matahari. 4-10 tetapi dalam hal ini, keadaan-keadaan tersebut tidak menjadi kontrol dalam penelitian ini.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitra Afdani di Pekan Baru pada tahun 2014 dimana dari penelitian tersebut didapatkan, bahwa proses perubahan warna dari bercak darah terjadi pada jam ke-1 sampai jam ke- 6, sedangkan pada jam ke-6 sampai jam ke-48, proses perubahan warna bercak darah tidak mengalami perubahan warna lagi atau mengalami Stagnan. Hal ini dibuktikan dengan kode warna yang muncul pada jam ke-6 sampai jam ke-48 yaitu kode warna NCS S 8502- R sebanyak 85,1 %.

43 BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

6.1 SIMPULAN

Dari hasil penelitian dan pembahasan didapati bahwa :

1. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-1 adalah NCS S 1580-R sebanyak 83%,

2. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-2 adalah NCS S 3560-R sebanyak 73%

3. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-3 adalah NCS S 4550-Y90R sebanyak 100%

4. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-4 adalah NCS S 5040-R10B sebanyak 100%

5. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-5 adalah NCS S 8010-R10B sebanyak 83%

6. Persentase dengan kode warna yang dominan muncul pada jam ke-6 sampai jam ke-48 adalah NCS S 8502-R sebanyak 87%.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa proses perubahan warna dari bercak darah terjadi pada jam 1 sampai jam 6, sedangkan pada jam ke-6 sampai jam ke-48, proses perubahan warna bercak darah tidak mengalami perubahan warna lagi atau mengalami Stagnan. Hal ini dibuktikan dengan kode warna yang muncul pada jam ke-6 sampai jam ke-48 yaitu kode warna NCS S 8502- R sebanyak 87%.

44

6.2 SARAN

1. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan kadar haemoglobin yang normal maupun diatas normal, untuk hasil yang lebih lengkap dan baik.

2. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut pada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perubahan warna bercak darah, untuk hasil yang lebih lengkap dan baik.

45

DAFTAR PUSTAKA

1. Amir A. Sejarah Perkembangan Ilmu Kedokteran Forensik. Dalam: Rangkaian Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi kedua.

Bagian Ilmu Kedokteran FK-USU. Medan: 2005. h.2-5

1. Nandy A. Identification From Trace Substances and Their Other Evidential Values. In : Principles of Forensic Medicine. New Central Book Agency (P) Ltd. Calcutta – India. 1996.P. 110-130.

2. Camps F.E. Identification By Examination of The Blood and Identification by Trace Evidence. In : Gradwohl’s Legal Medicine. A John Wright and Sons Ltd. Publication. Chicago. 1976. P. 147-190.

3. Parikh C.K. Forensic Examination of Biological Fluids, Stains and Other Materials. In : Parikh’s Textbook of Medical Jurisprudence and Toxiology.

Medicolegal Centre. Bombay – India. 1989.P. 606-656.

4. Wahid S. Bukti Fisikal. Dalam : Patologi Forensik. Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. Kuala Lumpur. 1993. H. 307-324.

5. Stuart HJ, Eckert, William G. Interpretation of Bloodstain Evidence at Crime Scenes, 2nd Edition, CRC Press 1999. Kubic T. Petraco N. Bloodstain Pattern Geometry. In : Forensic Science Laboratory Experiment Manual and Workbook. CRC Press. New York. 2003.P.153-160.

6. Hamdani N. Darah. Dalam : Ilmu Kedokteran Kehakiman. Edisi II. PT.

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 1992. H. 89-101.

7. Idries A. M. Pemeriksaan Darah. Dalam : Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi Pertama. Binarupa Aksara. Jakarta. 1992. H. 271- 283.

8. Chadha P.V. Bercak Darah. Catatan Kuliah Ilmu Forensik dan Toksikologi.

Edisi V. Alih Bahasa Johan Hutauruk. Widya Medika. Jakarta. 1995. H.197-204.

9. Lichtman Marshall A, MD, et.all. Examination of The Blood, Williams Hematology, Seventh Edition, McGraw-Hill Medical Publishing Division, New York, 2006, p 11-21.

10. Ganong WF. Cairan Tubuh Bersirkulasi, Fisiologi Kedokteran, Edisi 14, Penerbit Buku Kedokteran ECG, 1995, hal 486-97.

11. Hoffbrand AV, et all. Hemopoiesis, Kapita Selekta Hematologi, Penerbit Buku Kedokteran ECG, hal 1-24.

12. Jhon PG, et.all. Normal Hematologic System, Wintrobe’s Clinical Hematology, Eleventh Edition, Volume 1, Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia, 2003, p 169-249.

13. Bain J Barbara. A Beginner’s Guide to Blood Cells, 2nd Edition, Bllackwell Publishing Ltd, Australia, 2004, p 1-10.

14. Gonzales, Thomas A. Et.all. Examination of Blood, Legal Medicine Pathology and Toxicology, second Edition, Appleton-Century- Crofts, Inc, New York, 1954, p 622-33.

15. Polson JC. Blood Stain, The Essential of Forensic Medicine, Second Edition Revised, Pergamon Press Ltd, Hungary, 1964, p219-28.

46

16. Parikh,C.K, Forensic Examination of Biological Fluids, Stains and Other Material, Parikh’s Textbook of Medical Jurisprudence and Toxicology, Fifth Edition, CBS Publisher & Distributors, New Delhi, India, 1992, p 606-16.

17. Kosasih EN,dr, Hematologi, Pemeriksaan Laboratorium Klinik, Penerbit Alumni, Bandung, 1984, hal 101-63.

18. Murray, Robert K, et.all. Protein : Mioglobin dan Hemoglobin, Biokimia Harper, Edisi 24, Penerbit buku Kedokteran ECG, 2005, hal 57-68.

19. Siegel Sidney, Statistik Nonparametrik, PT. Gramedia Pustaka Umum, 1994.

20. Budianto E. Metodologi Penelitian Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta 2004.

21. Notoatmodjo S, Metodologi Penelitian Kesehatan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta 2005.

22. Fairchild, Mark. "A Color Scientist Looks at Video".

http://www.cis.rit.edu/fairchild/PDFs/PRO29.pdf. Retrieved 2008-05-09.

Color Management: Color Space Conversion, Cambridge in Color Upton, Steve (February 2008). Vista's New Color Management System: WCS.

23. James, Stuart H ; Kish, Paul Erwin; Sutton, T. Paulette (2005). Principles of Bloodstain Pattern Analysis (3rd, illustrated, revised ed.). Taylor and Francis/CRCPressISBN0-8493-2014-3.

http://books.google.ca/books?id=aM6hNdjHRSgC. Retrieved 2009-01-30.

24. Microsoft (1997-04-23). "Microsoft Licenses LinoColorCMM Technology To Improve Color Management Windows".

http://www.microsoft.com/presspass/press/1997/apr97/linopr.mspx.

Retrieved 2008-05-08.

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK PENELITIAN

Saudara-dasudari Yth,

Nama saya dr. Oktafianna Malau saat ini sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Universitas Sumatera Utara.

Saat ini saya sedang melakukan penelitian yang berjudul:

“Penentuan Umur Bercak Darah Pada Manusia Dewasa Dengan Kadar Hemoglobin Dibawah Normal Berdasarkan Kartu Standar Warna Natural Color System (Ncs)”

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

Untuk mengetahui Umur Bercak Darah Pada Manusia Dewasa Dengan Kadar Hemoglobin Dibawah Normal Berdasarkan Kartu Standar Warna Natural Color System (Ncs).

Penelitian ini menggunakan sampel darah. Dimana sampel darah akan diambil oleh tenaga medis pada ujung jari tengah sebanyak 2 tetes. Tidak ada efek samping pada pengambilan darah tersebut.

Penelitian ini tidak berbahaya dan biaya penelitian ini sepenuhnya tidak dibebankan kepada saudara/i.

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, saya berharap saudara/I bersedia ikut sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini dapat mengisi lembar persetujuan turut serta dalam penelitian yang telah disiapkan.

Terimakasih saya ucapkan kepada saudara/I yang telah berpartisipasi di dalam penelitian ini.

Jika selama menjalani penelitian ini terdapat hal-hal yang kuramg jelas maka saudara/I dapat menghubungi dr. Oktafianna Malau, Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Universitas Sumatera Utara, Hp. 081375726222.

Terimakasih

Medan, Desember 2021

dr. Oktafianna Malau

LEMBAR PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN SETELAH MENDAPAT PENJELASAN

Saya yang bertandatangan dibawah ini:

Nama :

Umur : Jenis kelamin : Kadar HB :

Setelah mendengar dan membaca penjelasan tentang penelitian PENENTUAN UMUR BERCAK DARAH PADA MANUSIA DEWASA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DIBAWAH NORMAL BERDASARKAN KARTU STANDAR WARNA NATURAL COLOR SYSTEM (NCS), Saya mengerti apa yang dilakukan, tujuan, serta manfaat dalam penelitian tersebut. Saya juga mengerti akan hak dan kewajiban saya. Sehingga dengan ini saya menyatakan setuju untuk dilakukan penelitian ini.

Persetujuan ini saya buat secara sukarela dan tanpa paksaan. Saya juga setuju semua data yang bersangkutan dengan penelitian ini baik secara lisan maupun secara tulisan.

Medan, Desember 2021

(Nama dan Tanda tangan)

No Hemoglobin (g/dl)

Jam Pengamatan

Jam ke-1 Jam ke-2 Jam ke-3 Jam ke-4 Jam ke-5 Jam ke-6 Jam ke-7 Jam ke-8 Jam ke-9 1 9-9,9

5 (33,3) 2 (6,7) 4(12) 5 (16,7) 7(23,3) 5 (16,7) 2(6,7) 10 (33,3) 1 (3,3) 6(20) 1 (3,3) 6(20) 1 (3,3)5(16,7) 1 (3,3) 6(20)

2 10-10,9

5 (33,3) 1(3,3) 1 (3,3) 4 (12) 5(16,7) 10 (33,3) 1(3,3) 2 (6,7) 1 (3,3) 5(16,7) 1 (3,3) 5(16,7) 1(3,3) 5(16,7) 1(3,3)5(16,7)

3 11-11,9

13 (43,3) 1(3,3) 2(6,7) 8(27) 14(47) 9 30) 1(3,3) 10 (33,3) 1 (3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21) 1(3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21)

4 12-12,9

2 (6,7) 1(3,3) 1(3,3) 5(16,7) 4 (12) 6 (20) 1(3,3) 3(10) 1(3,3) 8(27) 1(3,3) 8(27) 1(3,3) 8(27) 1(3,3) 8(27) Jumlah responden 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100)

No Hemoglobin

(g/dl) Jam Pengamatan

Jam ke-10 Jam ke-11 Jam ke-12 Jam ke-24 Jam ke-48

5 9-9,9

1 (3,3) 6(20) 1 (3,3) 6(20) 1 (3,3) 6(20) 1 (3,3) 6(20) 1 (3,3) 6(20)

6 10-10,9

1 (3,3) 5(16,7) 1 (3,3) 5(16,7) 1 (3,3) 5(16,7) 1 (3,3) 5(16,7) 1 (3,3) 5(16,7)

7 11-11,9

1 (3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21) 1 (3,3) 7 (21)

8 12-12,9

1 (3,3) 8(27) 1 (3,3) 8(27) 1 (3,3) 8(27) 1 (3,3) 8(27) 1 (3,3) 8(27)

Jumlah responden 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100) 30 (100)

DOKUMENTASI

Dalam dokumen Oleh OKTAFIANNA MALAU NIM (Halaman 57-0)