METODE PENELITIAN
4.7 Keabsahan Data
Dalam penelitian kualitatif penting sekali dilakukan pengujian keabsahan hasil penelitian. Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal seperti subyektivitas peneliti yang dominan, alat yang diandalkan seperti wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika
dilakukan secara terbuka apalagi tanpa kontrol, serta sumber data kualitatif yang kurang kredibel akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian (Bungin, 2007). Untuk menentukan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik
pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan, yaitu:
4.7.1 Derajat Kepercayaan (Credibility)
Penerapan kriterium derajat kepercayaan (kredibilitas) pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari non-kualitatif. Kritera ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai; kedua, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
Dalam kegiatan penelitian ini maka peneliti menanyakan suatu
permasalahan kepada informan. Untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat maka peneliti mencari informasi ke beberapa informan. Pengumpulan dari
beberapa jawaban informan tersebut kemudian ditarik kesimpulan sehingga jawaban informan menjadi valid.
4.7.2 Keteralihan (Transferability)
Kriteria keteralihan berbeda dengan validitas eksternal dari non-kualitatif. Konsep validitas itu menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama atas dasar penemuan yang diperoleh pada sampel yang secara representatif mewakili populasi itu.
Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan tersebut seorang peneliti hendaknya mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut. Untuk keperluan itu peneliti harus melakukan penelitian kecil untuk memastikan usaha memverifikasi tersebut.
Keteralihan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti memilih informan kunci untuk menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. Pertanyaan tersebut ditanyakan berulang-ulang kepada informan kunci sehingga jawaban informan kunci tersebut menjadi valid dan sesuai dengan di lapangan.
4.7.3 Menghindari bias yang berasal dari efek peneliti
Bias karena peneliti mungkin terjadi untuk pengumpulan data yang tidak terstruktur dan bersifat sangat fleksibel dimana peneliti mungkin hanya
mengamati hal-hal yang menarik perhatiannya saja sehingga kehilangan informasi-informasi penting dan melupakan fakta-fakta lain yang seharusnya dicatat.
a. Peneliti tinggal di lokasi penelitian untuk melihat kondisi dan menyesuaikan diri dengan latar belakang fokus penelitian.
b. Mencari informan yang tepat untuk menggali informasi yang valid. c. Melakukan wawancara dengan informan dengan menciptakan
suasana senyaman mungkin bagi informan sehingga informan tidak mengalami ketakutan dan ketegangan.
d. Peneliti mencatat semua jawaban informan tanpa adanya pengaruh atau tambahan dari opini peneliti.
4.7.4 Menghindari bias yang berasal dari masyarakat terhadap peneliti Pengaruh dari peneliti dalam hal ini yaitu pengaruh pewawancara terhadap orang yang ingin dijadikan sumber informasi. Hal ini bisa terjadi karena adanya kecurigaan dari orang yang diwawancarai, bisa juga karena ketertutupan dari orang yang diwawancarai akhirnya memberikan jawaban-jawaban
yang misleading. Selain berpengaruh terhadap orang yang ingin dijadikan sumber informasi, mungkin peneliti juga akan memberikan pengaruh terhadap situasi disekitarnya, dan keadaan lingkungan.
Cara menghindari bias yang berasal dari masyarakat terhadap peneliti:
a. Memilih informan secara menyebar dan melibatkan orang yang secara langsung terlibat dalam fokus kajian penelitian.
b. Melibatkan masyarakat dalam informan penelitian dengan cara melibatkan orang- orang yang pro dan kontra terhadap suatu permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini.
c. Memberikan pertanyaan kepada seorang informan dan mengajak
informan untuk menceritakan permasalahan yang dikaji berdasarkan info yang informan ketahui.
d. Catatan dari informan pertama dibuat sedetail mungkin. Untuk
memastikan kebenaran informan pertama maka dilakukan pertanyaan serupa kepada informan selanjutnya sehingga informasi yang didapatkan tidak menyesatkan.
Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh peneliti maka semakin banyak informasi yang didapatkan sehingga mendapatkan informasi yang benar dan
valid serta semakin kurang bias yang kemungkinan didapatkan di lapangan. Sebaliknya semakin sedikit waktu untuk melakukan penelitian maka semakin sedikit pula informasi yang didapatkan sehingga bias yang didapatkan semakin besar.
4.7.5 Triangulasi
Triangulasi bertujuan mengecek kebenaran data tertentu dan
membandingkan dengan data yang diperoleh dari sumber lain, pada berbegai langkah penelitian di lapangan, pada waktu yang berlainan dan sering pula dengan menggunakan metode yang berlainan pula.
Bila dikupas sampai ke dasarnya, triangulasi mendukung satu temuan dengan memperlihatkan bahwa ukuran yang tidak tergantung darinya sesuai dengan temuan tersebut, atau paling tidak, tidak bertentangan dengannya. Ukuran-ukuran tersebut tidak sempurna dalam arti bahwa peneliti biasanya menemukan ukuran tersebut di lapangan.
Sebuah sumber baru memaksa peneliti untuk “mereplika” temuan di suatu tempat yang bila ini sahih, temuan tersebut terulang kembali. Akhirnya
pengambilan informasi dapat mengorek dengan sumber berbeda dalam rangka mengumpulkan dan memeriksa kembali temuan-temuan, dengan menggunakan sumber-sumber ganda dalam cara-cara perolehan data.
4.7.6 Memberi bobot pada bukti
Dalam dunia nyata terdapat kejadian-kejadian yang dari dalamnya kita hanya dapat “menangkap” dan mencatat sebagian saja, dalam bentuk catatan lapangan, dan dari catatan ini kan terus disarikan informasi tertentu saja dalam bentuk tulisan yang teratur dan yang disebut “data”. Pada gilirannya akan dilakukan pengurangan, pemilihan, dan transformasi pada saat data tersebut dimasukkan dalam berbagai penyajian.
Pada dasarnya terdapat satu rentangan alasan yang amat besar untuk mengatakan bahwa data tertentu lebih kuat atau lebih lemah dibandingkan yang
lain. Untuk memutuskan data mana yang akan diberi bobot lebih daripada yang lain.
Pertama, data dari beberapa informan memang lebih baik. Mungkin saja informan pandai bicara, bijaksana, dapat memaparkan keadaan yang
sebenarnya, dan mungkin senang diajak berbincang mengenai kejadian-kejadian dan proses-proses atau mungkin informan tersebut berpengetahuan, dekat dengan kejadian, tindakan, proses, atau latar yang sedang diteliti.
Yang kedua, kondisi lingkungan pengumpulan data dapat memperkuat (atau memperlemah) kualitas data tersebut. Disini diperlihatkan sebagian daftarnya:
Tabel 4.1
Perbedaan Kualitas Pengumpulan Data
Data yang lebih kuat Data yang lebih lemah Dikumpulkan kemudian atau setelah
terjadi beberapa kali hubungan.
Dikumpulkan pada awal mula, selama menyusun entri.
Dilihat secara langsung Didengar dari tangan kedua. Mengamati perilaku kegiatan Laporan dari pernyataan.
Pekerja lapangan dipercaya Pekerjaan lapangan tidak dipercaya. Dikumpulkan dalam latar resmi
Dikumpulkan atas inisiatif pekerja lapangan
Tanpa memperdulikan kadar kepercayaan yang dirasakan oleh seorang pekerja lapangan, orang- orang di lapangan hampir selalu mempunyai alasan untuk membuang, memilih atau mendistorsi data dan mengkin memiliki alasan yang kuat untuk menipu pekerja lapangan. Bila seseorang pekerja lapangan telah memiliki pandangan semacam itu terhadap informan tertentu, dan terhadap seperangkat data yang diberikan oleh informan tersebut, dan ia juga telah melakukan sesuatu untuk menyahihkan data dan kepercayaan yang lebih besar dapat diberikan.