• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Dalam dokumen Buku Pegangan Mahasiswa PKn 2011 (Halaman 161-167)

IDEOLOGI NEGARA

KETAHANAN NASIONAL A Latar Belakang

D. Metode Astagatra

3. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu wilayah negara. Manusia adalah faktor penentu dalam melakukan sesuatu tindakan, dengan kata lain manusia menentukan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan nasional. Dalam arti bahwa

pengusahaan penyelenggaraan negara unyuk kesejahteraan dan keamanan tergantung pada manusia. Masalah yang berkaitan dengan keadaan dan kemampuan penduduk adalah:

a..Jumlah penduduk akan berubah karena kematian (mortalitas), dan kelahiran (fertilitas) dan migrasi.

Komposisi penduduk adalah susunan penduduk menurut umur, jenis kelamin. Agama, suku bangsa, dan tingkat pendidikan dll.

Persebaran penduduk yang mempunyai pengaruh langsung terhadap penyediaan tenaga kerja untuk mengelola kekayaan alam dan juga berpengaruh terhadap tersedianya personal yang mampu mengelola Hankam. Oleh karena itu perlu penyebaran penduduk merata, agar dapat menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan.

Pertumbuhan penduduk yang cepat bila tidak disertai dengan pertumbuhan lapangan kerja yang memandai akan menimbulkan pengangguran. Pengangguran yang diakibatkan krisis moneter menimbulkan dampak sosial ekonomi dan keamanan. Pertumbuhan penduduki yang tidak disertai kualitas sumber daya manusia akan berakibat ketimpangan pertumbuhan sosial ekonomi dan akhirnya akan melemahkan Ketahanan Nasional. Oleh karena itu diperlukan campur tangan pemerintah untuk meningkatkan keseimbangan pertumbuhan penduduk, penyebaran penduduk, pertumbuhan ekonomi, yang seimbang, dan muaranya dapat meningkatkan ketahanan nasional.

F.. Aspek Pancagatra 1. Ideologi

Pengertian ideologi diartikan sebagai prinsip pengarahan (guiding principles) yang dijadikan dasar atau pemberi arah dan tujuan yang hendak dicapai didalam melangsungkan dan mengembangkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara. Ideologi adalah ilum tentang pengetahuan dasar atau dapat disamakan dengan cita-cita. Dengan lain perkataan bahwa ideologi merupakan suatu konsep yang mendalam mengenai kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diperjuangkan dalam suatu kehidupan nyata (Endang Zaelani Sukaya, 2000: 105).

Sesuai dengan kompleksitas kehidupan manusia maka ideologi menjabarkan diri ke dalam sistem nilai. Sistem nilai adalah serangkaian nilai yang terseusun secara sistematis dan merupakan kebulatan ajaran atau doktrin.

Faktor yang mempengaruhi ketahanan di bidang ideologi adalah nilai dan sistem nilai. Ideologi yang baik harus mampu menampung aspirasi manusia baik secara pribadi dan makhluk sosial sesuai dengan kodratnya. Agar dapat mencapai ketahanan nasional di bidang ideologi diperlukan penghayatan dan pengamalan ideologi secara sungguh- sungguh.

Ketahanan Nasional di bidang ideologi bangsa Indonesia ditujukan untuk mengatasi ancaman yang membahayakan kelangsungan kehidupan Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa Indonesia. Meskipun Pancasila telah diakui sebagai ideologi negara tetapi belum memberi jaminan Ketahanan nasional di bidang ideologi. Agar bangsa Indonesia memiliki ketahanan di bidang ideologi maka nilai-nilai Pancasila harus dijadikan sebagai pandangan hidup, dan diperlukan pengamalan Pancasila secara obyektif dan sobyektif. Artinya nilai-nilai Pancasila harus dilaksanakan di dalam UUD dan peraturan di bawahnya, serta dalam segala aspek penyelenggara negara. Sedang pelaksanaan Pancasila secara sobyektif adalah aktualisasi ideologi negara dalam kehidupan warga negara , serta kehidupan warga negara secara perorangan. Hal ini terwujud dalam sikap, perilaku, kepribadian setiap warganegara perseorangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Semakin tinggi kesadaran suatu bangsa untuk melaksanakan dan mengaktualisasikan ideologi, baik aktualisasi obyekti dan sobyektif, maka makin tinggi ketahanan ideologi sautu bangsa. Dalam strategi pembinaan ideologi ada beberapa prinsip antara lain:

♦ Ideologi harus diaktualisasikan baik bidang kenegaraan dan oleh setiap warga negara.

♦ Ideologi sebagai perekat pemersatu harus senantiasa ditanamkan kepada seluruh warga negara.

Ideologi harus dijadikan panglima, atau politik, ekonomi, budaya dan Hankam harus bersumber dan mengacu pada ideologi bangsa dan bukan sebaliknya (Abdulkadir Besar, l998).

♦ Akatualisasi ideologi dikembangkan ke arah keterbukaan dan kedinamisan ideologi yang senantiasa mampu mengantisipasi perkembangan jaman dan dinamika masyarakat.

♦ Ideologi Pancasila mengakui keanekargaman dalam hidup berbangsa dan bernegara. Ideologi dijadikan untuk mempersatukan, dan menyejahterakan bangsa.

♦ Kalangan elit eksekutif, yudikatif, legeslatif harus mewujudkan cita-cita untuk memperbaik nasib bangsa denggan malaksanakan GBHN. Elit politik harus mengedepankan kepentingan bangsa, dan konsekwen membrantas koropsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

♦ Mensosialisasikan Ideologi Pancasila sebagai ideiolgi humanis, religius, demokratis, nasionalistis dan berkeadilan. Proses sosialisasi nilai Pancasila secara obyektif, ilmiah bukan doktiner, dengan metode sesuai dengan perkembangan jaman.

♦ Menumbuhkan sikap positif terhadap warga negara agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara dengan meningkatkan motivasi untuk mewujudkan cita- cita bangsa. Perlunya perbaikan ekonomi masyarakat untuk mengakhiri krisis multidimensional ((Endang Zaelani Sukaya, 200: 109).

2.Politik a. Pengertian

Politik dalam hal ini diartikan sebagai asas, haluan, dan kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan, oleh karena itu masalah politik sering dihubungkan dengan masalah kekuasaan dalam suatu negara yang berbeda di tangan pemerintah. Kehidupan politik dapat dibagi ke dalam dua sektor:

♦ Sektor masyarakat yang berfungsi memberikan masukan (input), terwujud dalam pernyataan keinginan dan tuntutan kebutuhan masyarakat.

♦ Sektor pemerintahan berfungsi sebagai keluaran (out-put) yang berupa kebijaksanaan yang melahirkan peraturan perundang-undangan yang merupakan keputusan politik. Sistem politik menentukan bagaimana kehidupan politik dilaksanakan sebagai pencerminan interaksi antara masukan dan keluaran. Keseimbangan dan keserasian antara masukan dan keluaran tersebut selalu berubah secara dinamis sesuai dengan tingkat stabilitas nasional. Upaya bangsa Indonesia untuk mengkatkan ketahanan di bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan keserasian antara masukan dan

keluaran berdasarkan Pancasila yang merupakan pencerminan dari demokrasi Pancasila, dimana dalam penyelenggaraannya di atur sebagai beikut:

l). Kebebasan individu tidak bersifat mutlak tetapi harus dilaksanakan secara bertnggungjawab, dan kebebasan harus melekat pada tanggungjawab terhadap kepentingan bersama.

2). Tidak akan terjadi “dominasi mayoritas” sebab tidak selarah dengan semangat kekluargaan yang mengutamakan musyawarah untuk memperoleh mufakat.

b. Ketahanan Aspek Politik Dalam Negeri

Dalam rangka mewujudkan ketahanan politik, diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat, dinamis, mampu memelihara stabilitas politik berdasarkan Pancasila, UUD l945 yang menyangkut:

l). Sistem pemerintahan berdasarkan Hukum, tidak berdasarkan kekauasan bersifat absolut, dan kedaulatan ditangan rakyat, dilakukan sepenuhnya oleh MPR

2). Dalam mekanisme politik dimungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun perbedaan tersebut tidak menyangkut nilai dasar, sehingga tidak antagonis yang menjurus kepada konflik.

3).Kepemimpinan nasional diharapkan mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila.

4). Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, antar kelompok dan golongan dalam mewujudkan tujuan nasional.

c. Ketahanan Aspek Politik Luar Negeri

l). Hubungan politik luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan, dan meningkatkan citra positif Indonesia dan memantabkan persatuan dan kesatuan.

2). Politik luar negeri dikembangkan berdasarkan skala prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara berkembang, negara maju sesuai dengan kemampuan dan kepentingan nasional. Kerjasama antar negara ASEAN dalam bidang ekonomi, sosial budaya, Iptek dan kerjasama dengan negara Non Blok. 3). Citra positif bangsa Indonesia perlu ditingkatkan melalui promosi, diplomasi dan lobi internasional, pertukaran pemuda dan kegiatan olahraga.

4). Perjuanggan bangsa Indonesia di dunia untuk meningkatkan kepentingan nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain, dan hakWNI di luar negeri perlu ditingkatkan (Sumarsono, 2000: 116).

C. Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam mengelola faktor-faktor produksi (sumber daya alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan menejemen) dan distribusi barang serta jasa untuk kesejahteraan rakyat. Upaya meningkatkan ketahanan ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi dan keloancaran barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Ketahanan di bidang ekonomi sangat erat sekali dengan ketahanan nasional suatu bangsa.

Tekat bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan nasional yang termuat dalam Pembukaan UUD l945 , dituangkan dalam pembangunan nasional. Oleh karena pembangunan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu bersamaan, maka diperlukan pembangunan yang menitikberatkan di bidang ekonomi dengan tidak mengabaikan bidang-bidang lainnya. Dalam pembangunan ekonomi menitik beratkan peningkatan pendapatan nasional, namun harus menjamin pemerataan dan keadilan. Hal ini berarti harus mencegah semakin lebarnya jurang pemisah antara sikya dan simiskin. Dampak pelaksanaan pembangunan ekonomi diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perluasan lapangan kerja.

Dalam usaha mewujudkan Ketahanan Ekonomi bangsa diperlukan stabilatas ekonomi yang sehat dan dinamis, dan mampu menciptakan kemandirian dengan daya saing tinggi, serta muaranya untuk kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Pembaangunan diharapkan memantabkan ketahanan ekonomi, melalui iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan Iptek, tersediranya barang dan jasa, dan meningkatkan daya saing dalam lingkup perekonomian global.

Agar dapat terciptanya ketahanan ekonomi yang diinginkan perlu upaya pembinaan terhadap berbagai hal yang menunjang antara lain:

l. Sistem ekonomi diarahkan untuk kemakmuran rakyat melalui ekonomi kerakyatan untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa.

2. Ekonomi kerakyatan harus menghidari; a) sistem free fight liberalism yang menguntungkan pelaku ekonomi kuat, b) sistem etatisme, negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mematikan potensi daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sekotor negara. C) Tidak dibenarkan adanya pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang bertentangan dengan cita-cita keadilan.

3. Struktur ekonomi dimantabkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam

Dalam dokumen Buku Pegangan Mahasiswa PKn 2011 (Halaman 161-167)