• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: HASIL PENELITIAN

B. Profil Keluarga

1. Keadaan Keluarga

a. Keluarga Bapak Muh Yasin

Keluarga bapak Muh Yasin, beliau menikah pada tahun 1984 saat umur 33 tahun dengan istrinya ibu Siti khatijah yang berusia 25 tahun, beliau menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama sementara istrinya sekolah dasar. bapak Yasin begitu akrab disapa, merupakan seorang petani sementara istrinya berwirausaha dengan membuka warung di rumah, beliau memiliki dua orang anak laki-laki, anak pertama dan kedua memiliki pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas lebih tinggi dibanding penddikan orang tuanya yang lulusan sekolah dasar. Kedua anaknya telah bekerja dan memiliki istri dan anak. Anak keduanya tinggal bersama bapak yasin sementara anak pertamanya tinggal di Kota lain bersama istri dan anaknya, walau tinggal tidak dalam satu kota, anak pertamanya sering mengunjungi orang tuanya tak jarang orang tuanya yang berkunjung ke rumah anak pertamanya.

Dari segi agama, bapak Yasin dan istrinya bukan merupakan orang yang pas-pasan dalam memahami agama Islam. Beliau berdua walau bukan orang yang pernah nyantri, namun mereka tinggal di lingkungan pondok pesantren, sejak muda mereka juga aktif mengikuti kajian keagamaan di Desa. Beliau berdua juga tidak pernah

tertinggal untuk jama’ah sholat lima waktu di masjid karena

48

b. Keluarga bapak Mudasir

Keluarga bapak Mudasir merupakan keluarga yang taat Agama. Beliau menikah pada tahun 1995 di usia 31 tahun dengan ibu Isah yang saat itu berumur 28 tahun saat menikah beliau sudah bekerja di salah satu istansi pemerintahan sementara istrinya ketika sebelum menikah merupakan pedagang dipasar, namun sekarang merupakan ibu rumah tangga. Beliau memiliki dua orang anak yang keduanya adalah perempuan, anak pertamanya sekarang masih menjalani studi di Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Yogyakarta, sementara anak keduanya masih Sekolah Menengah Pertama.

Bapak Mudasir sejak kecil telah dididik dengan landasan Agama yang kuat, beliau juga bersekolah sampai menamatkan pendidikan Sarjana juga di lembaga pendidikan Islam, sementara istrinya memiliki landasan agama juga kuat walaupun beliau bersekolah sampai tamat Sekolah Menengah Pertama di lembaga pendidikan umum bukan keagamaan. Pada anak-anaknya keluarga ini menanamkan nlai Agama sebagai bekal kelak mereka dewasa. Dari

kecil anak pertamanya sudah sekolah madrasah (Sekolah sore) di

dusun samping tempat tinggalnya hingga kelas dua Sekolah Menengah Pertama, sementara anak keduanya dididik tentang agama sendiri dirumah, keluarga ini seimbang dalam hal pendidikan agama dan umum karena anak-anaknya juga bersekolah di Lembaga

49

Pendidikan berkualitas, belaiu berperinsip bahwa dunia dan akhirat itu harus berjalan beriringan. Dalam mendidik anak keluarga ini menitik beratkan kepada contoh dari orang tuanya.

c. Keluarga Bapak H. Suyono

Bapak H. Suyono Beliau menikah 1976 pada usia 27 dan istrinya Hj. Khomsatun pada umur 20 tahun, beliau dan istrinya menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar. Ketika menikah beliau berprofesi sebagai Petani sama dengan Istrinya, namun sekarang istriya berjualan kebutuhan peralatan dapur di pasar, beliau memiliki tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang anak perempuan. Dari segi agama bapak H Suyono dulu merupakan orang yang pas-pasan dalam mengetahui ilmu Agama berbeda dengan istrinya, sejak muda ibu Hj.Khomsatun merupakan orang yang giat mengikuti pengajian dan kajian-kajian agama lainnya, hingga sekarang beliau masih mengamalkan amalan yang di berikan oleh kiyainya. Sementara bapak H. Suyono juga rutin mengikuti pengajian rutinan semenjak menikah.

Semua anaknya telah menamatkan pendidikan setara Sekolah Menengah Atas dan anak ketiganya telah menamatkan pendidikan S1 Teknik di Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan sekarang telah menjadi Pegawai Negeri Sipil di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Anak pertama dan kedua telah memiliki istri dan anak sementara anak ketiganya telah memiliki istri namun belum memiliki

50

anak karena baru beberapa waktu menikah. Keluarga ini menerapkan pendidikan dasar agama yang kuat bagi anak-anaknya sebagai bekal anaknya berumah tangga, dari kecil anaknya sudah belajar ngaji di Taman Pendidikan Al quran di Desa, dan dirumahpun pendidikan agama amatlah kental.

d. Kelurga bapak M

Bapak M menikah pada tahun 1995 di usia 31 tahun dengan ibu E yang berumur 18 tahun. Beliau memiliki pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas sama dengan istrinya. Beliau memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sama dengan istrinya namun sekarang beliau bekerja sebagai buruh serabutan. Dari segi agama keduanya tidak terlalu mendalami agama hanya shalat lima waktu dan ibadah wajib lainnya.

Beliau memiliki dua orang anak perempuan, anak pertamanya telah menikah dan memiliki anak, sementara anak keduanya masih kelas 2 Sekolah Menengah Atas , namun kedua anaknya masih tinggal dengan orang tuanya.

Jika ditilik dari kehidupannya keluarga ini bukan merupakan keluarga yang baik-baik saja. Sering terjadi konflik dan berujung dengan perginya istri dari rumah, begitu berulang. Anak juga menjadi tidak terurus karena ibunya sering pergi dari rumah. Namun beruntungnya bapak M merupakan kepala keluarga yang bertanggung

51

jawab dan sayang dengan keluarganya, tak jarang beliau juga memerankan tanggung jawab seorang ibu ketika istrinya kabur. Beliau sampai sekarang memiliki prinsip bahwa beliau tidak akan menceraikan atau bercerai dengan istrinya walaupun apapun yang terjadi. Beliau beralasan bahwa beliau menginginkan anak-anaknya tetap memiliki orang tua yang utuh.

Bapak M bekerja sendiri untuk mencukupi kebutuhan Rumah tangga termasuk biaya sekolah anak terakhirnya, karena istrinya tidak bekerja, dan pekerjaan rumah yang menyelesaikan adalah anaknya karena istri bapak M sering kabur-kaburan, menurut L tetangga sekitar keluarga ini kerap terlibat cek-cok dan tetangga sekitar pun juga sudah tau akan hal ini, karen sudah menjadi rahasia umum masyarakat dan tidak terjadi hanya sekali dua kali, selain masalah ekonomi dan anak mereka juga sering cek-cok masalah orang ketiga. Namun bapak M memang orang yang termasuk sabar karena dia tidak pernah mengusir atau meminta istrinya pergi dari rumah maupun berniat menceraikannya, seberapa besar kesalahan istrinya. Beliau tetap bebesar hati untuk menerima istrinya pulang kapanpun. Hal tersebut yang membuat anak-anaknya menjadi dewasa dalam artian

terbiasa dengan keadaan “panas” dalam rumahnya (wawancara

52

e. Keluarga Bapak R

Keluarga Bapak R merupakan keluarga yang seimbang ketika menikah. Bapak R menikah tahun 2014 saat umur 24 tahun dengan ibu D saat umur 21. Saat menikah Bapak R merupakan karyawan swasta sama dengan ibu D. Dari segi pendidikan beliau seimbang dengan istrinya yaitu telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas. Dari segi pemahaman agama keduanya bukan orang awan, Ibu D bersekolah dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas di yayasan Islam beliau juga bertempat tinggal di lingkungan muslim yang kuat, begitu juga suaminya. Dengan latar belakang yang sama pula yaitu keluarga biasa-biasa bukan keturunan ningrat ataupun pemuka agama, serta bukan keturunan keluarga berada.

f. Keluarga Bapak MM

Keluarga bapak MM merupakan keluarga yang menikah dengan dasar keseimbangan tingkat kepahaman agama. Beliau menikah pada tahun 1995 saat itu beliau berusia 36 Tahun dengan ibu SM yang berusia 26 Tahun. Bapak MM menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar sementara istrinya hanya sampai kelas 3 Sekolah Dasar, dilihat dari keturunan keluarga keduanya merupakan anak dari keluarga yang ahli Ibadah walaupun bukan Kyai, begitu pula keduanya yang aktif mengikut pengajian di Desanya semenjak muda. Bapak MM bekerja sebagai Petani ketika menikah sementara ibu SM

53

membuka warung dirumah.

Beliau memiliki dua orang Anak, anak pertamanya perempuan sekarang masih menempuh studi Setrata Satu di sebuah Institut Negeri, sementara anak keduanya masih kelas satu Sekolah Menengah Pertama, dari kecil kedua anaknya telah di ajarkan Agama

Islam mulai dari sekolah di Taman Pendidikan Alqur’an saat sore dan

mengaji di salah satu pondok pesantren di sekitar rumahnya ketika malam. Dirumahpun anaknya juga dibiasakan sholat tepat waktu. Dalam hal mendidik anak yaitu dengan cara disiplin waktu.

g. Keluarga Bapak A

Keluarga bapak A merupakan keluarga yang menikah dengan dasar ketidak seimbangan Nasab. Beliau menikah pada tahun 1998 saat itu beliau berusia 25 Tahun dengan ibu Q yang berusia 25 Tahun. Bapak A menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas dari Sekolah Dasar beliau sekolah di sekolahan bukan berbasis Islam sementara Istrinya walaupun dilihat dari keturunan keluarga ibu Q adalah anak Kyai namun beliau juga tidak mengenyam pendidikan di sekolahan berbasis Islam, namun beliau sekolah diniyah, sementara bapak A adalah anak keluarga bukan pemuka Agama/Tokoh Agama. Ketika menikah ibu Q merupakan karyawan swasta sementara bapak A merupakan Pedagang. Beliau memiliki anak sematawayang masih Sekolah Dasar, dari kecil anaknya telah di ajarkan Agama Islam

54

anaknya juga dibiasakan sholat tepat waktu. Dalam hal mendidik anak yaitu dengan cara disiplin waktu.

Dokumen terkait