BAB II: KAFA’AH DAN KEHARMONISAN KELUARGA
B. Keharmonisan Keluarga
3. Keluarga Harmonis Menurut Undang-Undang dan hukum Islam
baik antara sesama anggota keluarga juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Saling membantu dan gotong royong akan mendorong anak untuk bersifat toleransi jika kelak bersosialisasi dalam masyarakat.
Jadi keluarga harmonis menurut sosiologi adalah mampu memenuhi dasar keluarga, saling tolong menolong dan pengertian serta komunikasi yang baik sangat penting karena mempengaruhi keharmonisan keluarga menurut sosiologi.
3. Keluarga Harmonis Menurut Undang-Undang dan hukum Islam
Dalam UU No.1 Tahun 1974 menjelaskan tentang tujuan dari pernikahan yaitu: Pasal 1 Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa. Pasal 33 bahwa Suami isteri wajib saling saling cinta mencintai, hormat menghormati, setia dan memberi bantuan
lahir batin yang satu kepada yang lain.
Dalam Hukum Islam yang disebut harmonis yaitu dikenal dengan
sebutan sakinah. Seperti dalam Al- Qur’an surat At-taubah ayat 26 yang
diterjemahkan dengan ketenangan, yakni Allah menurunkan ketenangan kepada Rasulnya, berarti rasa tenang datangnya dari Allah SWT (Shihab,2010:152). Dalam kamus Bahasa Indonesia sakinah berarti damai.
34
berdasarkan perkawinan yang sah, dan mengharapkan ridha dari yang maha pencipta yaitu Allah SWT, dan mampu menumbuhkan rasa aman, tentram, damai, dan bahagia dalam mengusahakan terwujudnya kehidupan yang sejahtera di dunia maupun diakhirat nantinya. Mewujudkan keluarga sakinah, kunci suksenya adalah komunikasi hubungan suami istri yang sesuai dengan fungsi dan perannya. Suami sebagai kepala rumah tangga hendaknya mampu menempatkan diri secara bijak sesui dengan tuntunan agama. Keluarga sakinah mawadah warahmah sangat didambakan oleh setiap orang. Karena keluarga sakinah adalah keluarga yang damai, aman, dan penuh kasih sayang. Sedangkanmawadah artinya cinta dan warahmah adalah penuh rahmat.
Jadi keluarga sakinah mawadah warahmah adalah keluarga yang damai,
penuh kasih sayang, dan keberkahan (Siregar, 2016:86-88).
Adapun keluarga bahagia persepektif Islam yaitu sebuah keluarga yang yang berjalan sesuai dengan akidah dan syariat, sehingga tercapai kehidupan yang barokah, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dibawah ini merupakan tanda keluarga bahagia menurut Islam. Dinukilkan dari satu hadits yang diriwayatkan oleh Dailami yang berisi tentang 4 kunci kebagahagiaan keluarga muslim. Adapun hadits tersebut berbunyi demikian:
ًةَحِلاَص ُوُتَجْوَز َنْوُكَت ْنَأ ِءْرَملْا ِةَداَعَس ْنِم ٌعَبْرَأ
َنْوُكَي ْنَأَو َنْيِحِلاًص ُوُئاَطَلُخَو اًراَرْ بَأ ُهُدَلاْوَأَو
( ِهِدَلَ ب ىِف ُوُقْزِر
يمليدلا هاور
)
35
pasangan hidup yang sholihah, anak – anak yang baik / berbakti, pergaulaannya adalah dengan orang – orang yang sholeh dan rizkinya di negerinya sendiri”. (HR Dailami)
a. Istri yang shalehah
Rasulullah SAW., bersabda:
ةَحِلاَّصلا ُةَأْرَمْلا اَهِعاَتَم ُرْ يَخ َو ٌعاَتَم اَيْ نُّدلا
“Dunia adalah harta dan sebaik-baiknya harta adalah wanita” . (H.R. Muslim).
Ini suatu penegasan dari Rasûlullâh SAW., bahwa kehadiran seorang wanita sholehah dalam sebuah keluarga senantiasa membawa kesenangan terhadap suami, anak-anak dan semua keluarga. Ini menunjukkan betapa posisi wanita sangat signifikan atau sangat menentukan baik-buruknya sebuah keluarga
1) Anak yang sholeh
Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu, ia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,
َص ٍدَلَوَو ِوِب ُعَفَ تْنُ ي ٍمْلِعَو ٍةَيِراَج ٍةَقَدَص ْنِم ٍةَث َلََث ْنِم َّلاِإ ُوُلَمَع َعَطَقْ نا ُناَسْنِْلْا َتاَم اَذِإ
ٍٍ ِلا
ُوَل وُعْدَي
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do‟a anak yang sholeh” (HR.
Muslim no. 1631).
Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya
36
anak yang tumbuh menjadi anak sholeh dapat menjadi sebab, yaitu orangtunya masih mendapatkan pahala meskipun orangtunya sudah meninggal dunia.
2) Lingkungan yang Baik
ِوَّللا ُلوُسَر َلاَق : َلاَق ، ِهِّدَج ْنَع ، ِويِبَأ ْنَع ، ٍجيِدَخ نب ِعِفاَر نب ِديِعَس ْنَع
ِقيِرَّطلا َلْبَ ق َقيِفَّرلاَو ، ِراَّدلا َلْبَ ق َراَجْلا اوُسِمَتْلا : َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوَّللا ىَّلَص
“Pilihlah tetangga sebelum menentukan untuk berdomisili di suatu tempat dan pilihlah teman perjalanan sebelum menentukan arah perjalanan” (HR Thabrani dalam al
Mu’jam al Kabir no 4257, dalam al Majmauz Zawaid no
13534, al Haitsami)
Tidak diragukan lagi bahwa lingkungan tetangga yang tidak baik sangat berbengaruh dengan kualitas iman kita di samping menentukan bagaimana model dan bentuk anak keturunan kita.
b. Mencari rezeki di negeri sendiri
)يمليدلا هاور( ِهِدَلَ ب ىِف ُوُقْزِر َنْوُكَي ْنَأَو
“dan carilah rezeki di negeri sendiri”.(HR. Adailami) Meskipun rezeki yang diperoleh banyak, apabila rezeki itu diperoleh di tempat yang jauh dari keluarga, tetap saja akan lebih menyenangkan bila rezeki itu diperoleh di negeri sendiri. Namun bila seseorang harus merantau dalam rangka mengais rezeki, maka bawalah keluarga ke tempat rantau, karena kehadiran suami isteri atau bapak ibu menjadi penting bagi keluarga.
37
ِم ْمُكَل َقَلَخ ْنَأ ِوِتاَيآ ْنِمَو
ْمُكَنْ يَ ب َلَعَجَو اَهْ يَلِإ اوُنُكْسَتِل اًجاَوْزَأ ْمُكِسُفْ نَأ ْن
َنوُرَّكَفَ تَ ي ٍمْوَقِل ٍتاَيلَ َكِلَذ يِف َّنِإ ًةَمْحَرَو ًةَّدَوَم
“Dan di antara tandatanda kekuasaanNya ialah Dia ciptakan -istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S Ar-Rum;21) Tidaklah dipungkiri bahwasannya harapan dari tujuan pernikahan
yaitu terbentuknya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan
barokah. Sebagaimana penjelasan berikut ini:
1) Keluarga sakinah
Sakinah memiliki arti ketenangan, kedamaian, ketentraman dan keamanan. Untuk mencapai hal tersebut keluarga harus bisa menjalani hidupnya sesuai dengan perinsip keimanan, saling menyayangi satu sama lain, menerima kekurangan masing-masing dan saling melengkapi.
2) Keluarga mawaddah
Secara bahasa mawaddah didefinisikan sebagai rasa cinta.
Keluarga yang mawaddah berarti keluarga yang kehidupannya diliputi dengan cinta dan penuh harapan.
3) Keluarga yang rahmah
Rahmah atau kasih sayang dalam keluarga, yaitu bilamana seorang suami memberi kasih sayang kepada istrinya, menghargai tidak membentak- bentak, dan menafkahi secara ikhlas. Begitupun dengan seorang istri, ia juga harus memberi cinta tulus
38
kepada suami dan anak-anaknya. Serta tidak melupakan menjalankan perintah agama dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW., agar kelak rumah tangganya mendapat rahmat dari Allah SWT.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa menurut hukum Islam dan Undang-undang keluarga Harmonis adalah keluarga yang damai, saling membantu dalam memerankan perang masing-masing , dan penuh kasih sayang yang penuh rahmat.