• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADILAN SOSIAL

Dalam dokumen 2015 3458 ped Pedoman Pencacahan SNK 2015 (Halaman 60-65)

Blok ini bertujuan untuk mengukur implementasi nilai-nilai dalam sila kelima dari Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sila kelima dalam Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangsih yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukan masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Konsekuensinya adalah Pancasila menuntut rakyat Indonesia untuk mempunyai sikap luhur yang menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-

hak orang lain. Adapun butir-butir sila kelima yaitu:

a. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

b. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. d. Menghormati hak orang lain.

e. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

f. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

g. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

h. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

i. Suka bekerja keras.

j. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

k. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Responden diminta untuk menjawab sesuai dengan pengalaman yang pernah dialami maupun menurut persepsi/sikap responden atas pertanyaan yang diajukan. Pencacah diminta untuk tidak mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu maupun menjustifikasi jawaban yang diberikan oleh responden.

R. 1001: Sikap Menghadapi Antrian di Pelayanan Publik

Salah satu hak yang harus diberikan kepada orang lain adalah tidak merugikan orang ketika terjadi antrian di pelayanan publik. Sikap yang termasuk merampas hak orang lain adalah:

a. Memotong antrian, yaitu menyerobot giliran yang seharusnya menjadi milik orang agar diberikan pelayanan lebih dulu sehingga orang lain menjadi tertunda mendapat pelayanan dari petugas,

b. Marah, menggerutu atau protes yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan,

c. Menggunakan jasa pihak ketiga (calo), yaitu menyuruh orang lain untuk mengurus sehingga tidak perlu repot mengantri,

d. Memberikan jasa kepada petugas, yaitu memberikan imbalan kepada petugas agar dimudahkan dalam proses pelayanan.

Semua perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sila ke-5 butir ke- 4, menghormati hak orang lain. Tanyakan kepada responden apakah pernah melakukan tindakan tersebut ketika terjadi antrian di pelayanan publik:

Kode 1, Sering, jika sering melakukan perbuatan tersebut

Kode 2, Jarang, jika pernah atau sesekali melakukan perbuatan tersebut

Kode 3, Tidak pernah, jika tidak pernah melakukan perbuatan tersebut

R. 1002. Pembelian barang yang tidak dibutuhkan dalam setahun terakhir

Gaya hidup boros merupakan gaya hidup yang tidak sesuai dengan pengamalan Pancasila. Perbuatan hidup boros yaitu berlebihan dalam menggunakan uang untuk membeli barang-barang yang tidak benar-benar diperlukan. Gaya hidup ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sila ke-5 butir ke-7, tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tanyakan kepada responden apakah pernah membeli barang-barang yang tidak benar-benar dibutuhkan:

Kode 1, Tidak pernah, jika responden tidak pernah membeli barang-barang yang

tidak benar-benar dibutuhkan,

Kode 2, Kadang-kadang, jika responden pernah/sesekali membeli barang-barang

yang tidak benar-benar dibutuhkan,

Kode 3, Sering, jika responden sering membeli barang-barang yang tidak benar-

benar dibutuhkan,

Kode 4, Selalu, jika responden selalu membeli barang-barang yang tidak

diperlukan setiap kali ada kesempatan. R. 1003. Pembelian barang bajakan

Menghargai orang lain salah satunya dengan menghargai hasil karya yang sudah dihasilkannya. Membeli barang-barang bajakan merupakan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sila ke-5 butir ke-10, suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Rincian ini digunakan untuk mengetahui sikap responden dalam menghargai hasil karya orang lain dengan tidak membeli barang-barang bajakan. Tanyakan kepada responden apakah pernah membeli barang-barang bajakan:

Kode 1, Tidak pernah, jika responden tidak pernah membeli barang-barang

bajakan,

Kode 2, Kadang-kadang, jika responden pernah/sesekali membeli barang-barang

bajakan,

Kode 3, Sering, jika responden sering membeli bajakan,

R. 1004a. Menabung dalam setahun terakhir

Kebiasan menabung, dan gaya hidup berhemat merupakan bentuk pengamalan nilai- nilai Pancasila sila ke-5 butir ke-7, tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Rincian ini digunakan untuk mengetahui apakah responden mempunyai sikap menghindari pemborosan dengan mempunyai kebiasaan menabung. Tanyakan kepada responden apakah menabung dalam setahun terakhir.

R. 1004b. Frekuensi menabung

Kebiasaan menabung menunjukkan sikap responden untuk menghindari pemborosan dalam menggunakan uangnya. Semakin sering frekuensi seseorang dalam menyisihkan uangnya untuk ditabung menunjukkan semakin terhindar dari sikap pemborosan dalam hidupnya. Tanyakan frekuensi menabung yang dilakukan oleh responden:

Kode 1, Jarang (1-2 kali), jika responden menabung sekitar 1-2 kali dalam

setahun

Kode 2, Sering(3-10 kali), jika responden menabung sekitar 3-10 kali dalam

setahun

Kode 3, Sangat sering (lebih dari 10 kali), jika responden menabung lebih dari 10 kali dalam setahun

R. 1005. Mengikuti kegiatan bersama selama setahun terakhir

Masih terjaganya budaya saling kerja sama untuk kepentingan bersama menunjukkan bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan kegotongroyongan masih melekat dalam diri masyarakat Indonesia. Sikap tersebut masih sesuai dengan sila ke-5 butir pertama, mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Rincian ini digunakan untuk mengetahui apakah responden mempunyai sikap tersebut dengan mau menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan bersama untuk kepentingan umum. Tanyakan kepada responden seberapa sering mengikuti kegiatan bersama untuk kepentingan umum:

Kode 1, Selalu, jika responden tidak pernah absen dalam mengikuti setiap ada

kegiatan bersama untuk kepentingan umum

Kode 2, Sering, jika responden pernah/sesekali tidak mengikuti kegiatan bersama

untuk kepentingan umum

Kode 3, Jarang, jika responden jarang mengikuti kegiatan bersama untuk

kepentingan umum

Kode 4, Tidak pernah, jika responden tidak pernah mengikuti kegiatan bersama

R. 1006.Sikap terhadap tetangga yang sedang mengalami kesulitan

Solidaritas seseorang dapat tercermin dari kesediaanya menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan, terutama kesulitan keuangan/ekonomi. Sikap kesediaan memberikan pertolongan ini sudah sesuai dengan pengamalan Pancasila sila ke-5 butir ke-5, suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Rincian ini digunakan untuk mengetahui sikap solidaritas responden terhadap orang lain yang sedang mengalami kesulitan keuangan/ekonomi. Tanyakan bagaimana sikap responden terhadap orang lain yang sedang mengalami kesulitan keuangan/ekonomi:

Kode 1, Memberi pekerjaan, jika responden memberikan bantuan dengan cara

memberikan pekerjaan kepada orang tersebut.

Kode 2, Memberi bantuan/hibah, jika responden memberikan bantuan secara

hibah,

Kode 3, Memberi pinjaman, jika responden memberikan bantuan dengan cara

memberikan pinjaman uang/barang,

Kode 4, Tidak melakukan apapun, jika responden tidak melakukan tindakan

apapun baik karena tidak peduli terhadap orang lain yang mengalami kesulitan keuangan/ekonomi ataupun yang hanya turut prihatin/empati. R.1007. Peran Serta Menjaga Kerukunan Warga

Kerukunan antar warga harus tetap terjaga demi terciptanya kehidupan lebih aman dan tentram. Rincian ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar peran serta responden untuk ikut serta dalam menjaga kerukunan warga di sekitar tempat tinggalnya. Rincian ini juga digunakan sebagai validator (kontrol) terhadap pertanyaan sebelumnya, artinya jawaban responden pada pertanyaan sebelumnya seharusnya mempunyai korelasi (setara) dengan pertanyaan ini. Jika tidak pencacah bisa melakukan penekanan terhadap pertanyaan ini agar responden lebih memahami pertanyaan yang diajukan.

Jawaban rincian ini berkisar antara 0 – 10. Semakin kecil nilainya berarti responden tidak mempunyai peran serta dalam menjaga kerukunan warga. Bacakan pertanyaan sesuai dengan redaksi pada kuesioner kemudian isikan jawaban responden pada kotak yang disediakan. Pertanyaan ini kemungkinan tidak dapat langsung dipahami oleh responden, oleh karena itu pencacah boleh mengajukan pertanyaan tambahan, dengan cara:

a. Menanyakan apakah responden ikut serta dalam menjaga kerukunan warga di sekitar tempat tinggalnya, kemudian tanyakan alasannya. Jika alasan yang diberikan menunjukkan pemahaman responden dengan maksud pertanyaan maka mintalah responden untuk memberikan penilaian.

b. Jika responden menyatakan mempunyai peran serta dalam menjaga kerukunan warga, maka mintalah responden memberikan penilaian salah satu dari angka 5 sampai 10. Sebaliknya jika responden merasa tidak mempunyai peran serta mintalah responden memberikan penilaian salah satu dari angka 0 sampai 5.

c. Jika alasan yang diberikan menunjukkan ketidak pahaman responden maka pencacah perlu melakukan probing lanjutan.

d. Jika telah yakin dengan jawaban responden, isikan angka yang disebutkan pada kotak yang tersedia.

Dalam dokumen 2015 3458 ped Pedoman Pencacahan SNK 2015 (Halaman 60-65)

Dokumen terkait