BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
KAWASAN PENELITIAN
5.5 Keamanan pada Vitalitas Lingkungan Kawasan
Pada bagian ini akan dibahas bagaimana penilaian dan kondisi ruang luar di kawasan komplek ruko Asia Mega Mas berdasarkan aspek keamanan pada vitalitas lingkungan kawasannya.
5.5.1 Aktifitas perdagangan
Aktifitas perdagangan dilihat dari aktif atau tidaknya ruko serta jam operasional ruko. Ruko pada kawasan berjumlah 421 ruko. Sebanyak 320 ruko (76 %) adalah aktif sedangkan 101 ruko (24 %) tidak aktif (Gambar 5.13). Ruko yang aktif adalah ruko yang difungsikan sebagai pertokoan ataupun rumah tempat tinggal dan ruko yang tidak aktif adalah ruko yang tidak dihuni atau tidak ada kegiatan apapun didalamnya. Responden penghuni terdiri 24 orang pemilik ruko dan 17 orang penghuni ruko yang menyewa.
Gambar 5.13 Ruko aktif dan tidak aktif
Tingginya tingkat isian toko mengindikasikan kegiatan perdagangan di kawasan tersebut tergolong baik (Saputri dkk, 2009). Dari 320 ruko yang aktif sebanyak 194 ruko berfungsi sebagai pertokoan ataupun komersial. Pertokoan dan komersial yang aktif sendiri terbagi menjadi jam operasionalnya. Sebanyak 48 ruko (25 %) buka sampai pukul 5 sore hari dan 146 (75 %) ruko buka sampai pukul 10 malam (Gambar 5.14). Ruko yang buka sampai sore hari umumnya adalah ruko yang beroperasi sebagai kantor swasta, travel, bank, bengkel, rumah ibadah dan laundry.
Ruko yang beroperasi sampai malam hari adalah ruko yang berfungsi sebagai toko, supermarket, restoran, warnet, salon kecantikan atau kesehatan, praktek dokter,
pendidikan dan karaoke. Ruko yang beroperasi sampai malam hari mencoba meraih profit yang lebih karena ramainya pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.
Gambar 5.14 Waktu operasional ruko
Melihat data yang ada, ruko yang aktif didominasi dengan ruko yang beroperasi lebih dari 8 jam. Banyaknya ruko aktif sampai malam hari merupakan tanda bahwa kawasan sangat diminati oleh pengunjung. Aktifitas perdagangan sampai malam hari ini dapat menghidupkan kawasan. Aktifitas perdagangan yang panjang membuat para pengunjung semakin lama berada di kawasan tersebut.
Banyak dari ruko yang tidak buka malam hari berasalan bahwa pelanggan yang sedikit serta lingkungan yang kurang nyaman pada malam hari membuat mereka enggan untuk membuka toko pada malam hari. Sebanyak 28 % (14 orang) mengatakan tutup karena sedikit pelanggan dan 22 % (11 orang) karena lingkungan kurang nyaman (Gambar 5.15). Pelanggan yang sedikit berdampak kepada perbandingan operasional dan omset toko. Semakin lama toko buka maka operasional seperti gaji pegawai, listrik dan air semakin meningkat. Sedangkan penghasilan yang didapat pada malam hari cukup sedikit.
Gambar 5.15 Alasan ruko tutup pada malam hari
Tingginya intensitas kegiatan perdagangan di kawasan tersebut menyebabkan tingginya tingkat isian ruko di kawasan, meskipun dalam hal ini pemilik ruko tidak mendapatkan kenyamanan pada malam hari, namun mereka tetap menikmati kegiatan berdagang di kawasan penelitian terutama pada siang hari. Semakin banyaknya jenis kegiatan perdagangan, maka hal tersebut dapat menyebabkan tingginya tingkat isian dan waktu berlangsungnya kegiatan di kawasan ini. Tingginya tingkat isian dan kegiatan yang berada di kawasan sangat berhubungan dengan vitalitas kawasan.
Kegiatan yang kurang lebih 24 jam akan menghidupkan kawasan.
5.5.2 Penerangan
Kebutuhan akan penerangan yang baik tidak dapat kita abaikan karena penerangan adalah hal yang sangat penting kepada pengguna jalan maupun penghuni bangunan didalamnya untuk memberikan rasa aman. Penerangan jalan yang dibutuhkan oleh pengguna jalan adalah penerangan dengan cahaya yang cukup dan tidak menyilaukan ketika pada malam hari. Penerangan yang ada pada kawasan
penelitian berjumlah 31 titik. Lampu penerangan pada jalan yang baik adalah dengan jarak 10 sampai 15 meter sehingga tidak menghasilkan black spot (Iswanto, 2006).
Titik-titik penerangan berjarak 20 meter dan pada blok bangunan sisi utara tidak dilengkapi oleh lampu jalan. Penerangan yang ada pada kawasan peneletian tidak berfungsi dengan baik karena beberapa titik lampu tidak berfungsi dan pada satu blok jalan tidak terdapat titik penerangan (Gambar 5.16). Hal ini disebabkan karena pada pulau jalan tempat titik penerangan telah berdiri bangunan permanen untuk pedagang kaki lima. Lampu dari lapak pedagang kaki lima yang permanen pada malam hari membuat jalan pada blok tersebut tidaklah gelap namun cahayanya yang berlebih membuat silau mata pengendara yang melintas.
1
4
3 2
Melihat kondisi yang ada di lapangan maka dapat disimpulkan bahwa penerangan pada kawasan penelitian terbilang buruk. Lampu penerangan tidak berfungsi baik dan terlihat gelap di sisi utara kawasan sehingga kurang memberi rasa aman dan pada satu blok jalan yang tidak ada lampu jalan hanya mengandalkan lampu dari lapak pedagang yang iluminasinya berlebihan serta jarak yang terlalu dekat sehingga menyilaukan mata pengguna jalan (Gambar 5.17).
Gambar 5.17 Kondisi penerangan pada kawasan
Lokasi titik penerangan pada kawasan Sumber penerangan dari lapak
pedagang kaki lima
Kondisi lampu penerangan Penerangan yang tidak berfungsi
Penerangan atau lampu jalan adalah fasilitas vital yang dibutuhkan oleh masyarakat guna meningkatkan keamanan lingkungan, lalu lintas, orientasi daerah serta aksesoris pada malam hari (Effendi dan Suryana, 2013). Walaupun secara pengamatan kondisi penerangan pada komplek ruko Asia Mega Mas terbilang buruk tetapi para pengunjung tetap merasa aman berada di kawasan khususnya pada malam hari. Sebanyak 84 % (42 orang) merasa aman atau sangat aman berada di kawasan (Tabel 5.6). Rasa aman pengunjung didapat bukan karena kondisi penerangan yang ada melainkan keramaian yang ada di kawasan. Ramainya orang yang beraktifitas membuat para pengunjung merasa aman.
Tabel 5.6 Rasa aman pengunjung pada malam hari
Frequency Percent
Penerangan pada kawasan tidak berhubungan langsung terhadap vitalitas kawasan. Hal ini terlihat walaupun pada kawasan cukup gelap pada malam hari karena banyak lampu penerangan yang tidak berfungsi tidak membuat pengunjung merasa tidak aman. Para pengunjung tetap merasa aman walaupun sumber penerangan hanya dari lapak pedagang yang ada. Mereka lebih mementingkan tujuan mereka datang ke kawasan tanpa menghiraukan kondisi penerangan pada kawasan.