KEBERADAAN RUMAH SAKIT JIWA SUMATERA UTARA
2.1 Sejarah Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara
Tahun 1935 didirikan ” Doorgangshuizen Voor Krankzinnigen” (Rumah Sakit Jiwa) di Glugur, sebagai Rumah Sakit Jiwa yang ke-5 dan memiliki kapasitas 26 tempat tidur sampai dengan masa pendudukan Jepang Tahun 1943. Dengan adanya pendudukan tentara sekutu (1943-1947) penderita gangguan jiwa di evakuasi ke Dolok Marangir + 100 Km dari Medan ke arah Pematang Siantar selama + 3 tahun lamanya. Tahun 1950 penderita gangguan jiwa di pindahkan oleh tentara Belanda ke bekas Rumah Sakit Harrison dan Crossfield, serta sebahagian di tampung di Rumah Penjara Pematang Siantar. Tahun 1950-1958 di buka poliklinik Psikiatri yang merupakan Annex Rumah Sakit Jiwa Pematang Siantar terletak di jalan Timor no.19 Medan. Tahun 1958-1981 Rumah Sakit milik Belanda (Zieken Verpleging) letaknya di jalan Timor Medan di manfaatkan sebagai Rumah Sakit Jiwa Medan dan menampung pasien dari Pematang Siantar dengan kapasitas 200 tempat tidur (TT).
Berdasarkan surat MenKes RI Nomor 1987/YanKes/DKJ/78 dan dengan persetujuan Menteri Keuangan tanggal 8 Desember 1978 Nomor: S-849/MK/001/1978 Rumah Sakit Jiwa Medan di Ruislaag dan dipindahkan ke lokasi baru yang terletak di Padang Bulan Km.10 Jl. Bekala Lama, Kampung Mangga Kecamatan Medan Johor dengan luas areal + 38.000 m2 (3,8 Ha) dan luas bangunan 5.709 m2 pada tanggal 5 Penruari 1981. Sesuai dengan adanya alamat baru yaitu Jl. Letjend Djamin Ginting Km. 10/ Jl. Tali Air No. 21 Medan dan di
resmikan oleh Menteri Kesehatan RI (Dr. Suwardjono Suryanigrat) pada tanggal 15 Oktober 1981 memiliki 450 tempat tidur (TT) yang merupakan RS.Jiwa Departemen Kesehatan.
Setelah otonomi tahun 2000-2003, Rumah Sakit Jiwa Medan merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Kemudian sesuai Perda Nomor : 188.34/2641/K/2004 tentang petunjuk pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara, maka RS.Jiwa Pusat medan menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
Sejak Desember 2009 Gubernur Sumatera Utara melalui surat Keputusan Gubsu NO. 445/4496/K/Thn 2009 telah menetapkan RS. Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara sebagai Penyelenggara Pola Keuangan BLUD.
2.2. Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara 2.2.1 Visi.
Menjadikan pelayanan kesehatan jiwa dan fisik yang terbaik secara profesionalisme untuk kepuasan masyarakat.
2.2.2 Misi
a. Melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dan fisik terpadu.
b. Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan gangguan jiwa dan masalah psikososial di masyarakat.
a. Menyediakan dan mengengkan fasilitas pendidikan, pelatihan dan penelitian dalam bidang pelayanan kesehatan jiwa.
b. Meningkatkan upaya profesionalisme dan sumber daya manusia (SDM) melalui ilmu keterampilan dan etika profesi.
2.2.3 Motto H O R A S H : Harmonis O : Objektif R : Rapi A : Aman S : Sigap
Arti dalam moto ini adalah harmonisasi dalam melayani, objektif dalam mengobati, rapi dalam pelayanan yang memberikan keamanan dan kesigapan kepada pasien.
2.3 Lokasi Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara
Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara berdiri atas nama pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang terletak di Jln. Let. Jend. Jamin Ginting S KM. 10/ Jl. Tali Air No.21 Medan. Luas keseluruhan kompleks sekitar + 38.000 m2 (3,8 Ha) dan luas bangunan 5.709 m dengan batas-batas sebagai berikut:
• Sebelah Utara berbatasan dengan jlan raya dan juga rumah penduduk • Sebelah Timur berbatasan dengan perladangan masyarakat.
• Sebelah Selatan berbatasan dengan perumahan penduduk.
• Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai yang berasal dari limbah-limbah masyarakat.
2.4 Komposisi Bangunan, Sarana dan Prasarana
Luas keseluruhan areal Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara adalah + 38.000 m2 (3,8 Ha) dan luas bangunan 5.709 m.
Bangunan depan dengan bangunan yang bertingkat dua untuk tempat para staf Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara. Bagian bangunan atas dari Rumah Sakit Jiwa terdapat kantor terdiri dari ruangan direktur, ruangan wakil direktur administrasi,ruangan bagian tata usaha, ruang bagian keuangan, ruangan bagian pengkajian dan pengembangan, ruangan bagian Sub Bag Umum, ruangan sub bag anggaran, ruangan sub bag program, ruangan sub bag kepegawaian, ruangan sub bag penerimaan dan pengeluaran dan ruangan sub bag pengembangan.
Bagian bawah dari Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara ada terdiri dari ruangan bidang pelayanan medis, ruangan bidang perawatan, ruangan bidang penunjang medis, ruangan sub bidang penunjang medis, ruangan sub bidang pelayanan medis rawat jalan, ruangan rekam medis, dan ruangan sub bidang pelayanan medis rawat inap
Bagian tengah dari bangunan Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara terdapat ruangan untuk pasien Sakit Jiwa yang dibagi menjadi 3 kelas yaitu ruangan kelas 1 terdiri dari 2 ruangan, ruangan kelas 2 terdiri dari 4 ruangan, dan ruangan untuk kelas 3 terdiri dari 8 ruangan.
Posisi bagian belakang dari Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara terdapat bangunan seperti asrama, daput, dan aula Sarana yang dimiliki Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara adalah 1 unit mobil Ambulance yang berguna untuk pasien yang ingin dijemput dari temapat kediamannya, dan membawa pasien yang sedang sakit dan ingin dibawa ke Rumah Sakit Umum.
2.5.Fasilitas Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara 2.5.1 Alat Kedokteran
1. Poli Gigi
Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara memiliki beberapa alat untuk melengkapi pelayanan kepada pasien jiwa. Untuk poli gigi memiliki beberapa alat kesehatan seperti Dental Unit yang berjumlah 2 unit, Scaler Electric terdiri dari 1 set, dan Dental Chair terdiri dari 1 set, dan diagnotic dental intrument set berjumalah 5 set. Sedangkan untuk Instalasi Gawat Darurat tidak memiliki alat kesehatan
Di dalam laboratorium alat Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara memiliki beberapa peralatan untuk mendukung proses penyembuhan pasien Rumah Sakit Jiwa. Adapun alat-alat yang ada di bagian laboratorium di Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara adalah Spectro Fotometer berjumlah 1 buah, walter bath berjumlah 1 buah, drug monitoring berjumlah 1 buah, oven berjumalh 1 buah, elekrolik darah berjumlah 1 buah, alat centrifuger berjumlah 2 buah, deteksi narkoba berjumlah 1 buah, hematologi analier berjumlah 1 unit, urine analisa berjumlah 3 buah, dan otoclave berjumlah 1 buah. Di bagian radiologi terdiri dari alat USG berjumlah 1 set dan Ray (Rontgen) berjumlah 1 set.
Ruangan Brain Mapping memiliki beberapa bagian alat kesehatan. Alat Brain Maping berjumlah 1 set dan Electro Encephalograp/BM berjumlah 1 set. Di dalam ruangan EKG/EFG di Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara terdiri dari alat kesehatan EKG yang berjumlah 1 set dan Transcranial Dopler berjumlah 1 set.
Bagian ruangan ECT Monitor/ECT.Convensional di Rumah Sakit Jiwa propinsi Sumatera Utara memiliki beberapa alat kesehatan berupa Suction Pump
berjumlah 1 buah, E.C.T berjumlah 1 set, alat kesehatan E.C.T Monitor berjumlah 1 set, Audiometer/Navigator Pro berjulah 1 set dan alat kesehatan Electro Shock Therapy berjumlah 1 set.
Ruangan Fisioterapi pada Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara memiliki beberapa alat kesehatan berupa Endomed berjumlah 1 unit, SW 200 berjumlah 1 unit, MWD berjumlah 1 unit, Sonoplos 190 berjumlah 1 buah. Untuk bagian Poli Psikologi di Rumah Sakit Jiwa Sumatera Utara memiliki beberapa alat kesehatan. Alat kesehatan itu berupa MPI Baru berjumlah 1 buah, MPI Lama berjumlah 1 buah, Sleep Scan berjumlah 1 buah.
2.6. Struktur Organisasi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Sruktur Organisasi RS.Jiwa Daerah Provsu sesuai dengan peraturan Daerah Nomor : 9 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Tehknis Daerah Provinsi Sumatera Utara. Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu dipimpin oleh seorang Direktur, dibantu oleh 2 (dua) Wakil Direktur dan terdiri dari 3(tiga) Bagian, dan 3 (tiga) Bidang, sebagaimana tersebut :
a. Direktur
b. Wakil Direktur Administrasi, membawahi : 1. Bagian Tata Usaha
2. Bagian Keuangan
3. Bagian Pengkajian dan Pengembangan c. Wakil Direktur Pelayanan, membawahi :
1. Bidang Pelayanan Medik 2. Bidang Penunjang Medik 3. Bidang Keperawatan
d. Bagian Tata Usaha, terdiri dari : 1. Sub Bagian Umum
2. Sub Bagian Kepegawaian e. Bagian Keuangan, terdiri dari :
1. Sub Bagian Anggaran
2. Sub Bagian Penerimaan dan Pengeluaran
f. Bagian Pengkajian dan Pengembangan, terdiri dari : 1. Sub Bagian Program
2. Sub Bagian Pengembangan
g. Bidang Pelayanan Medik, terdiri dari :
1. Sub. Bidang Rawat Jalan, UGD dan Rekam Medik 2. Sub. Bidang Rawat Inap dan Rehabilitasi
h. Bidang Penunjang Medik, terdiri dari : 1. Seksi Laboratorium, Farmasi dan Gizi 2. Seksi IPRS, Elektromedik dan IPAL
i. Bidang Keperawatan, terdiri dari :
1. Seksi Keperawatan Rawat Jalan dan UGD 2. Seksi Keperawatan Rawat Inap dan Rehabilitasi
2.6.1. Mandat yang Diberikan Kepada Instansi 1. Direktur
a. Tugas :
Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara mempunyai tugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kebijakan daerah yang bersifat spesifik dibidang pelayanan kesehatan jiwa yang mencakup penatausahaan, keuangan, pengkajian dan pengembangan, pelayanan medis, perawatan dan penunjang medis serta tugas pembantuan.
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan fungsi :
• Penyiapan konsep kebijakan standar teknis dalam bidang perencanaan, peningkatan, pengembangan, pelayanan, pencegahan, obat-obatan, pemulihan, rehabilitasi dan pembinaan, kerjasama dan kesehatan jiwa masyarakat di Provinsi Sumatara Utara.
• Perencanaan dan penyelenggaraan pelayanan medis dan non medis, penunjang medis, asuhan keperawatan, rujukan, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sesuai standar yang ditetapkan.
• Penyelenggaraan pelayanan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, pengkajian dan pengembangan sesuai standar yang ditetapkan.
• Penyelenggaraan perumusan kebijakan dalam bidang pembinaan dan perawatan kesehatan jiwa sesuai standar yang ditetapkan.
• Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pelaporan dan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah sesuai standar yang ditetapkan.
• Memberikan masukan yang perlu kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
• Penyelenggaraan penataan, pembinaan dan pengkoordinasian Unit Pelaksana Teknis Badan.
• Pemberian masukan yang perlu kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah sesuai bidang tugas dan fungsinya.
c. Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan dan menetapkan kebijakan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Memberi pengarahan penyusunan program kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menggerakkan pelaksanaan kegiatan/ program Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Memantau pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Mengendalikan pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Melaksanakan pengawasan melekat.
• Membina pegawai/ personil Mengendalikan pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan koordinasi dengan Instansi terkait.
• Menetapkan pengaturan pemakaian obat-obatan.
• Menetapkan kebijakan Mengendalikan pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara di bidang pengkajian dan pengembangan.
• Mengawasi pelaksanaan kegiatan pelayanan medik.
• Mengendalikan pelaksanaan kegiatan pelayanan medik.
• Menandatangani surat-surat keluar dan naskah dinas lainnya.
• Menetapkan/ merekomendasikan hal-hal yang berkaitan dengan mutasi, DP3, penempatan, cuti, sanksi, promosi dan penghargaan pegawai Mengendalikan pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Memerintahkan pembayaran dan menandatangani bukti pengeluaran uang.
• Mengusulkan besaran pola tarif kepada Gubernur Sumatera Utara.
• Mendelegasikan sebagian wewenang di bidang medis, teknis dan administrasi.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) pasal ini, Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara dibantu oleh :
a. Wakil Direktur Pelayanan b. Wakil Direktur Administrasi
2 Wakil Direktur Administrasi a. Tugas :
Wakil Direktur Administrasi mempunyai tugas membantu Direktur dalam melaksanakan tugas otonomi, tugas dekonsentrasi dan menyelenggarakan
koordinasi, pengawasan yang selanjutnya ditetapkan oleh Direktur yang meliputi Bagian Tata Usaha, Bagian Keuangan dan Bagian Pengkajian dan Pengembangan.
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Wakil Direktur Administrasi menyelenggarakan fungsi :
* Penyelenggaraan pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan Direktur.
* Penyelenggaraan pelaksanaan fungsi koordinatif dan pengawasan, penyusunan, penyempurnaan penerapan konsep standar pelaksanaan tugas-tugas.
* Penyelenggaraan perencanaan kebutuhan Rumah Sakit sesuai standar yang ditetapkan.
* Penyelenggaraan peningkatan kapasitas personil, kinerja, disiplin serta system/ prosedur kerja Rumah Sakit Jiwa.
* Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
* Pemberian masukan yang perlu kepada Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
* Pelaporan dan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Direktur sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
c. Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan koordinatif atas seluruh tugas-tugas dan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan pengawasan, pengendalian, penerimaan dan pengeluaran dana, penertiban penggunaan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan program.
• Menyelenggarakan pelaksanaan disiplin pegawai di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
• Menyelenggarakan pelaksanaan pengkajian dan pengembangan seluruh kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan penilaian dan menserasikan rencana kebutuhan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan dan membantu kegiatan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan bimbingan dan melakukan motivasi atas pelaksanaan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Meneliti dan mengevaluasi seluruh laporan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Menyelenggarakan pengelolaan administrasi umum, surat menyurat dan kepegawaian.
• Melaksanakan administrasi kerumah-tanggaan organisasi, hukum dan ketatalaksanaan terhadap seluruh kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Melaksanakan pengkajian dan pengembangan terhadap rencana dan kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
• Melaksanakan fungsi Direktur apabila Direktur berhalangan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
• Melaksanakan tugas lain yang diberikan Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Memberikan masukan yang perlu kepada Direktur sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
• Melaksanakan pelaporan dan pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Direktur sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, 2 dan 3 pada pasal ini, Wakil Direktur Administrasi dibantu oleh :
a. Bagian Tata Usaha b. Bagian Keuangan
c. Bagian Pengkajian dan Pengembangan 3. Wakil Direktur Pelayanan
a. Tugas :
Wakil Direktur pelayanan mempunyai tugas membantu Direktur dalam kegiatan Bidang Pelayanan Medik, Penunjang Medik dan Keperawatan.
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Wakil Direktur Pelayanan menyelenggarakan fungsi :
c. Penyelenggaraan perencanaan, penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan pelayanan medik, penunjang medik dan keperawatan.
d. Pengkoordinasian kebutuhan kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
e. Penyelenggaraan penelitian dan perumusan pengembangan usulan rencana kebutuhan, mekanisme pengendalian dan peningkatan mutu pelayanan,
perawatan dan penunjang medik sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
f. Penyelenggaraan perencanaan kebutuhan tenaga medis, non medis, obat-obatan dan fasilitas pelayanan medis sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
h. Pemberian masukan yang perlu kepada Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
i. Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Direktur sesuai bidang tugas dan fungsinya.
C Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan penyusunan dan penyempurnaan program serta standar pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan dan menserasikan rencana kebutuhan dan kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan pemantauan pelaksanaan kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan bimbingan dan melakukan supervisi atas pelaksanakaan kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional/
• Menyelenggarakan dan menggerakkan pelaksanaan disiplin pegawai pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan penyusunan laporan kegiatan dan evaluasi seluruh kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan koordinasi petugas pelayanan (dokter, perawat dan tenaga lain) untuk kegiatan pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Menyelenggarakan koordinasi kegiatan pelayanan kesehatan jiwa dengan instansi terkait.
• Menyelenggarakan monitoring rapat pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan dan unit pelaksana fungsional.
• Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai tugas dan fungsinya.
• Memberikan masukan yang perlu kepada Direktur sesuai tugas dan fungsinya.
• Menyelenggarakan pelaporan dan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Direktur.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat 1, 2 dan 3 pasal ini, Wakil Direktur Pelayanan dibantu oleh :
a. Bidang Pelayanan Medik b. Bidang Penunjang Medik c. Bidang Keperawatan 4. Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas membantu Wakil Direktur Administrasi dalam menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan administrasi umum dan kepegawaian Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara.
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi :
• Penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan administrasi umum dan kepegawaian.
• Penyelenggaraan administrasi umum dan kepegawaian sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
• Pengkoordinasian, penyusunan rencana pembangunan jangka menengah dan tahunan Rumah Sakit sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
• Pelaksanaan tugas lain yang diberika Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pemberian masukan yang perlu kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pelaporan dan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai standar yang ditetapkan.
c. Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan pengumpulan bahan/ data dan referensi untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi Wakil Direktur Administrasi.
• Menyelenggarakan penatausahaan, kelembagaan dan ketatalaksanaan.
• Menyelenggarakan pengelolaan dan pembinaan naskah dinas, kearsipan pertelekomunikasian dan persandian.
• Menyelenggarakan fasilitas pelayanan umum dan pelayanan minimal.
• Menyelenggarakan pengadaan, pemeliharaan, penataan, pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga, kemotoran dan perlengkapan/ peralatan kantor.
• Menyelenggarakan penyusunan bahan rancangan pendokumentasian peraturan perundang-undangan, pengelolaan keprotokolan dan hubungan masyarakat.
• Menyelenggarakan fasilitas dan pengaturan keamanan lingkungan Rumah Sakit Jiwa.
• Menyelenggarakan pengkoordinasian dan pembinaan jabatan fungsional.
• Menyelenggarakan pengkoordinasian pelaporan, evaluasi, monitoring atas kegiatan Sub-sub Bagian Tata Usaha.
• Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
• Menyelenggarakan koordinasi dengan unit-unit kerja terkait.
• Menyelenggarakan dan mengatur rapat-rapat internal Rumah Sakit.
• Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, 2 dan 3 pada pasal ini Kepala Bagian Tata Usaha dibantu oleh :
a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Kepegawaian
5. Bagian Keuangan a. Tugas :
Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Wakil Direktur Administrasi dalam pengelolaan keuangan dan penyiapan anggaran Rumah Sakit.
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :
• Penyusunan dan penyempurnaan konsep standar, penyelenggaraan urusan keuangan, penatausahaan, pembukuan dan pengelolaan teknis administrasi keuangan.
• Perencanaan, penyusunan, pengelolaan dan penyiapan anggaran Rumah Sakit, pembuatan daftar gaji dan tunjangan Daerah.
• Pelaksanaan tugas lain yang diberika Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pemberian masukan yang perlu kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pelaporan dan pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai standar yang ditetapkan.
c. Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan pengumpulan bahan/ data dan referensi untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi Wakil Direktur Administrasi.
• Menyelenggarakan penyusunan perencanaan/ program kerja Bagian Keuangan sesuai standar yang ditetapkan.
• Menyelenggarakan pengadministrasian dan pembukuan keuangan Rumah Sakit.
• Menyelenggarakan penyusunan daftar gaji dan tunjangan Daerah.
• Menyelenggarakan penilaian perbendaharaan keuangan.
• Menyelenggarakan pengumpulan bahan-bahan dan pembinaan pengelolaan teknis administrasi keuangan.
• Menyelenggarakan pembayaran gaji pegawai dan penghasilan tambahan lainnya.
• Menyelenggarakan verifikasi keuangan.
• Menyelenggarakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan penyiapan bahan pertanggung-jawaban keuangan.
• Menyelenggarakan koordinasi penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan administrasi keuangan.
• Menyelenggarakan pengendalian perjalanan dinas pegawai.
• Menyelenggarakan pelayanan dan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan administrasi keuangan.
• Menyelenggarakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
• Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait.
• Melaksanakan tugas lain seuai dengan bidang tugasnya.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, 2 dan 3 pada pasal ini Kepala Bagian Keuangan dibantu oleh :
d. Sub Bagian Anggaran
6. Bagian Pengkajian Dan Pengembangan a. Tugas :
Bagian Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas membantu Wakil Direktur Administrasi dalam menyelenggarakan penyusunan program dan pengkajian serta pengembangan terhadap seluruh kegiatan Rumah Sakit Jiwa
b. Fungsi :
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, Bagian Pengkajian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi :
• Penyelenggaraan penyusunan dan penyempurnaan konsep standar, program dan laporan.
• Penyelenggaraan perencanaan kebutuhan internal administrasi Rumah Sakit Jiwa, penyempurnaan dan peningkatan pengelolaan serta pengendalian pelaksanaan kegiatan sesuai standar yang ditetapkan.
• Penyelenggaraan pengumpulan, penyusunan, pengkompiliasian seluruh laporan kegiatan di lingkungan Rumah Sakit Jiwa sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
• Penyelenggaraan pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, pelatihan dan pengkajian serta pengembangan di lingkungan Rumah Sakit Jiwa.
• Penyelenggaraan pelaksanaan pelayanan perpustakaan khusus di lingkungan Rumah Sakit Jiwa.
• Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pemberian masukan yang perlu kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai bidang tugas dan fungsinya.
• Pelaporan dan pertanggung-jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Wakil Direktur Administrasi sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
c. Uraian Tugas :
• Menyelenggarakan penyusunan dan penyempurnaan program serta standar pelaksanaan dalam bidang laporan.
• Menyelenggarakan perencanaan kebutuhan internal administrasi Rumah Sakit Jiwa, penyempurnaan dan peningkatan pengelolaan serta pengendalian pelaksanaan kegiatan sesuai standar yang ditetapkan.
• Menyelenggaranakan pengumpulan, penyusunan, pengkompiliasian seluruh laporan kegiatan di lingkungan Rumah Sakit Jiwa.