9 dari 10 pemuda
7.3 Kebiasaan Membaca
Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Dari ilmu pengetahuan, seseorang bisa mempelajari berbagai hal serta mengembangkan diri. Buku yang menuntun untuk menjelajah berbagai kemungkinan dalam kehidupan ini memandu untuk mengatasi bermacam persoalan, mendorong penemuan, dan membangun peradaban manusia yang lebih maju.
Bangsa yang maju adalah bangsa yang membaca buku. Sebaliknya, kian rendah daya baca masyarakat, kian sulit bangsa itu maju. Penyair kelahiran Amerika Serikat yang kemudian hijrah ke Inggris, TS Eliot (1888- 1965) mengatakan bahwa ”sulit membangun peradaban tanpa budaya tulis dan baca".
Gambar 7.7 Persentase Pemuda yang Membaca dalam Seminggu Terakhir menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2015
Sumber: BPS, Susenas MSBP 2015
Budaya membaca, khususnya di kalangan pemuda tergolong masih rendah. Susenas 2015 menunjukkan bahwa pemuda di Indonesia yang melakukan kegiatan
membaca dalam seminggu terakhir tercatat sebesar 43,57 persen (Gambar 7.7). Minat membaca pemuda yang tinggal di perdesaan masih lebih rendah dibandingkan
54,94 30,94 44,01 43,13 43,57 0 10 20 30 40 50 60
Perkotaan Perdesaan Laki-laki Perempuan Total
104 Statistik Pemuda Indonesia 2015 dengan pemuda di perkotaan. Pemuda di
perdesaan yang membaca persentasenya sebesar 30,94 persen. Sedangkan persentase pemuda di perkotaan yang membaca
sebesar 54,94 persen. Sementara itu, tidak ada perbedaan yang nyata antara pemuda laki-laki dan perempuan dalam hal kegiatan membaca (44,01 persen 43,13 persen).
Tabel 7.3 Persentase Pemuda yang Membaca dalam Seminggu Menurut Tipe Daerah dan Jenis Bacaan, 2015
Tipe Daerah/ Jenis Kelamin
Jenis Bacaan Surat Kabar/Koran
atau Majalah Cetak
Buku Cetak selain Kitab Suci
Artikel/Berita yang Bersumber dari Media Elektronik
(1) (2) (3) (4) Tipe Daerah Perkotaan 20,61 31,73 44,07 Perdesaan 8,12 22,43 17,85 Jenis Kelamin Laki-laki 16,12 25,43 31,99 Perempuan 13,24 29,24 31,31 Total 14,69 27,32 31,65 Sumber: BPS, Susenas MSBP 2015
Dalam melakukan kegiatan membaca, seseorang dapat membaca lebih dari satu jenis bacaan. Sebesar 31,65 persen pemuda membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik. Sedangkan persentase pemuda yang membaca buku cetak selain kitab suci dan surat kabar/koran atau majalah cetak, masing-masing sebesar 27,32 persen dan 14,69 persen (Tabel 7.3). Menurut daerah tempat tinggal, pemuda di perkotaan yang membaca setiap jenis bacaan, persentasenya lebih tinggi dibanding pemuda perdesaan.
Terdapat perbedaan prefrensi antara pemuda laki-laki dan perempuan dalam membaca. Pemuda laki-laki yang membaca surat kabar/koran atau majalah cetak persentasenya lebih tinggi dibanding perempuan (16,12 persen berbanding 13,24
persen). Sedangkan buku cetak selain kitab suci lebih banyak dibaca oleh pemuda perempuan daripada laki-laki (29,24 persen dibanding 25,43 persen). Tidak ada perbedaan yang nyata antara pemuda laki- laki dan perempuan dalam membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik
Perkembangan teknologi informasi pada saat ini secara tidak langsung telah menggeser perilaku pembaca dari konvensional media ke media digital. Masyarakat akhir-akhir ini lebih gemar membaca media online dibandingkan dengan media cetak. Gulung tikarnya beberapa media cetak di tanah air (layarberita.com, 2015), menjadi bukti bahwa media cetak saat ini kurang diminati oleh masyarakat.
Statistik Pemuda Indonesia 2015 105
Tabel 7.4 Persentase Pemuda yang Membaca Surat Kabar/Koran atau Majalah Cetak Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin, dan Frekuensi Membaca dalam Seminggu, 2015
Tipe Daerah/ Jenis Kelamin
Frekuensi Membaca dalam Seminggu
1-2 hari 3-5 hari 6-7 hari Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) Tipe Daerah Perkotaan 51,06 25,59 23,35 100,00 Perdesaan 58,06 23,34 18,60 100,00 Jenis Kelamin Laki-laki 51,47 25,96 22,57 100,00 Perempuan 54,66 23,81 21,54 100,00 Total 52,89 25,00 22,11 100,00 Sumber: BPS, Susenas MSBP 2015
Sebagian besar pemuda yang membaca surat kabar/koran atau majalah dilakukan dengan frekuensi 1-2 hari dalam seminggu (52,89 persen). Sementara itu yang rutin hampir setiap hari membaca hanya sebesar 22,11 persen. Antara pemuda laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang berarti dalam hal frekuensi membaca surat kabar/koran atau majalah.
Berdasarkan tempat tinggal, terlihat adanya perbedaan yang cukup berarti antara pemuda di perkotaandan perdesaan dalam hal frekuensi membaca surat kabar/koran
atau majalah. Persentase pemuda di perkotaan yang hampir setiap hari membaca surat kabar/koran atau majalah (23,35 persen) lebih tinggi dibandingkan pemuda di perdesaan (18,60 persen).
Bagi sebagian orang, membaca buku adalah kegiatan yang membosankan. Banyak yang lebih memilih memanjakan mata dengan menonton siaran televisi atau di depan layar komputer daripada membaca buku. Akan tetapi, tak sedikit pula orang yang masih gemar membaca buku.
Tabel 7.5 Persentase Pemuda yang Membaca Buku Cetak Selain Kitab Suci Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin, dan Jenis Buku yang Dibaca dalam Seminggu, 2015
Tipe Daerah/ Jenis Kelamin
Jenis Buku Cetak yang Dibaca
Jumlah
Buku Pelajaran Buku Lainnya*) Buku Pelajaran dan Lainnya (1) (2) (3) (4) (5) Tipe Daerah Perkotaan 39,70 39,54 20,76 100,00 Perdesaan 41,09 42,60 16,32 100,00 Jenis Kelamin Laki-laki 44,05 36,86 19,09 100,00 Perempuan 36,87 44,15 18,98 100,00 Total 40,24 40,73 19,03 100,00
*) Buku lainnya adalah semua buku selain buku pelajaran. Misalnya buku cerita, pengetahuan, biografi, dsb Sumber: BPS, Susenas MSBP 2015
106 Statistik Pemuda Indonesia 2015 Berdasarkan Tabel 7.5 dapat diketahui
bahwa dari keseluruhan jumlah pemuda yang membaca buku cetak selain kitab suci, sebesar 40,73 persen membaca buku cetak lainnya, sebesar 40,24 persen membaca buku pelajaran, dan sebesar 19,03 persen membaca keduanya (buku pelajaran dan buku lainnya). Apabila dilihat menurut tipe daerah, persentase pemuda di perkotaan yang membaca buku pelajaran dan lainnya (20,76 persen) lebih besar dibanding pemuda di perdesaan (16,32 persen).
Minat membaca buku selain buku pelajaran dikalangan pemuda perempuan lebih tinggi dibanding dengan pemuda laki-laki (44,15 persen berbanding 36,86 persen). Sedangkan untuk jenis buku pelajaran serta buku pelajaran dan lainnya persentase pemuda laki-laki yang membaca lebih besar dibanding pemuda perempuan.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari, media juga semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kehadiran internet telah mengubah sistem
baca dari konvensional (analog) menuju era digital. E-book (buku elektronik), e- magazine (majalah elektronik) dan e- newspaper (surat kabar elektronik) tidak lain adalah sebuah evolusi dari efek kemajuan teknologi. Sebelum adanya e-paper, surat kabar hanyalah berupa media cetak yang dapat dibawa dan dibaca dimanapun, tanpa memerlukan fasilitas elektronik atau yang lain untuk menikmatinya.
Pergeseran budaya membaca dari konvesional menuju digital juga mempengaruhi pengguna media dari kalangan muda. Susenas Modul Sosial Budaya 2015 menggambarkan bahwa sebesar 39,13 persen pemuda membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik dengan frekuensi 6-7 hari dalam seminggu (Tabel 7.6). Sedangkan pemuda yang membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik dengan frekuensi 3-5 hari dan 1-2 hari dalam seminggu persentasenya masing-masing sebesar 29,47 persen dan 31,40 persen.
Tabel 7.6 Persentase Pemuda yang Membaca Artikel/Berita yang Bersumber dari Media Elektronik Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin, dan Frekuensi Membaca dalam Seminggu, 2015
Tipe Daerah/ Jenis Kelamin
Frekuensi Membaca dalam Seminggu
1-2 hari 3-5 hari 6-7 hari Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) Tipe Daerah Perkotaan 28,52 29,00 42,48 100,00 Perdesaan 39,31 30,76 29,93 100,00 Jenis Kelamin Laki-laki 32,04 29,66 38,30 100,00 Perempuan 30,74 29,27 39,99 100,00 Total 31,40 29,47 39,13 100,00 Sumber: BPS, Susenas MSBP 2015
http://www.bps.go.id
Statistik Pemuda Indonesia 2015 107 Tidak ada perbedaan yang nyata antara
pemuda laki-laki dan perempuan dalam hal frekuensi membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik. Hal yang berbeda terlihat apabila diperhatikan menurut daerah tempat tinggal. Persentase pemuda perkotaan yang membaca artikel/berita yang bersumber dari media elektronik dengan frekuensi 6-7 hari dalam seminggu lebih besar dibanding pemuda di perdesaan (42,48 persen berbanding 29,93 persen). Sementara itu, persentase pemuda di perdesaan yang membaca artikel/berita dari media elektronik dengan frekuensi 1-5 hari dalam seminggu lebih besar dibanding pemuda di perkotaan (Tabel 7.6).