• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rawat Inap

Dalam dokumen Statistik Pemuda Indonesia 2015 (Halaman 97-101)

1 dari 4 pemuda Indonesia merokok

5.5 Rawat Inap

Rawat inap yang dicakup dalam Susenas tidak berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami. Pasalnya, pertanyaan rawat inap ini memiliki referensi waktu setahun terakhir. Jadi, cakupan rawat inap dalam

4,71 6,50 5,59 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00

Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perempuan 6,10 4,96 5,59 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00

Statistik Pemuda Indonesia 2015 61 publikasi ini adalah pemuda yang dalam

setahun terakhir pernah di rawat inap, baik mempunyai keluhan kesehatan selama satu bulan terakhir maupun tidak.

Berdasarkan Gambar 5.10, sebesar 3,18 persen pemuda pernah dirawat inap. Dilihat dari jenis kelamin, persentase pemuda perempuan yang pernah dirawat inap tiga kali lebih besar dibandingkan dengan pemuda laki-laki (4,77 persen berbanding

1,64 persen). Hal ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Bahkan, angka tersebut menjadi hampir empat kali lebih besar untuk daerah perkotaan (pemuda perempuan sebesar 5,26 persen dan pemuda laki-laki sebesar 1,69 persen). Sementara itu, persentase pemuda yang pernah dirawat inap di perkotaan sedikit lebih besar dibandingkan dengan perdesaan (3,46 persen berbanding 2,88 persen).

Gambar 5.10 Persentase Pemuda yang Pernah Dirawat Inap Setahun Terakhir Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2015

Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Menurut tempat rawat inap, sebagian besar pemuda dirawat inap di rumah sakit. Sebesar 37,35 persen pemuda dirawat inap di rumah sakit pemerintah dan sebesar 34,02 persen di rumah sakit swasta. Fasilitas yang lebih lengkap dapat menjadi salah satu alasan untuk memilih rumah sakit dibandingkan dengan puskesmas atau tempat pengobatan lain.

Sementara itu, dilihat dari tipe daerah, terdapat perbedaan pemanfaatan rumah

sakit pemerintah dan swasta diantara pemuda perkotaan dan perdesaan. Pemuda perkotaan lebih banyak yang dirawat di rumah sakit swasta, sedangkan pemuda perdesaan lebih banyak yang dirawat di rumah sakit pemerintah. Selain itu, persentase pemuda yang dirawat inap di puskesmas lebih besar di perdesaan dibandingkan dengan di perkotaan (19,23 persen berbanding 7,79 persen).

1,69 1,58 1,64 5,26 4,21 4,77 3,46 2,88 3,18 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan

Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perempuan

62 Statistik Pemuda Indonesia 2015

Tabel 5.6 Persentase Pemuda Pernah Dirawat Inap Menurut Tempat Rawat Inap, Tipe Daerah, dan Jenis Kelamin, 2015

Tempat Rawat Inap Tipe Daerah Jenis Kelamin Total Perkotaan Perdesaan Laki-laki Perempuan

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Rumah sakit

pemerintah 34,74 40,87 47,51 33,77 37,35

Rumah sakit swasta 40,58 25,14 33,30 34,27 34,02

Praktek dokter/bidan 12,33 9,72 2,05 14,45 11,22 Klinik/Praktek dokter bersama 5,00 5,87 4,81 5,56 5,37 Puskesmas/Pustu 7,79 19,23 12,64 12,66 12,66 Pengobatan tradisional/alternatif 0,45 0,68 1,39 0,25 0,55 Lainnya 0,24 0,57 0,57 0,31 0,38 Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Apabila dilihat menurut jenis kelamin, pola pemilihan tempat rawat inap antara pemuda perempuan dan laki-laki cenderung sama. Hanya saja, persentase pemuda perempuan yang dirawat inap di praktek dokter/bidan angkanya mencapai 7 kali lebih besar dari pemuda laki-laki (14,45 persen berbanding 2,05 persen). Hal ini mungkin terjadi karena pemuda perempuan dirawat inap setelah menjalani proses persalinan

yang umumnya dilakukan di tempat praktek bidan.

Pemuda yang pernah dirawat inap, durasi rawat inapnya berbeda-beda tergantung penyakit yang diderita. Penyakit yang tidak terlalu parah (ringan) akan memakan waktu lebih cepat untuk pulih. Sebaliknya, penyakit yang berat/parah akan memakan waktu yang cenderung lebih lama.

Tabel 5.7 Persentase Pemuda yang Pernah Dirawat Inap Menurut Lama Dirawat dan Jenis Kelamin, 2015

Lama Rawat Inap Laki-laki (L) Perempuan (P) L+P

(1) (2) (3) (4) 1-3 hari 36,92 59,08 53,32 4-7 hari 46,57 35,06 38,05 8-14 hari 9,81 4,40 5,81 15-21 hari 3,47 0,94 1,60 22-30 hari 1,99 0,31 0,75

31 hari atau lebih 1,23 0,20 0,47 Sumber: BPS, Susenas Kor 2015

Dilihat dari lama rawat inap, sebagian besar pemuda yang pernah dirawat inap

tidak melebihi seminggu. Sebagaimana terlihat pada Tabel 5.7, pemuda yang dirawat

http://www.bps.go.id

Statistik Pemuda Indonesia 2015 63 inap selama 1-3 hari sebesar 53,32 persen

sedangkan yang dirawat selama 4-7 hari sebesar 38,05 persen. Hal ini boleh jadi menunjukkan bahwa pemuda yang pernah dirawat inap sebagian besar dikarenakan penyakit yang ringan sehingga waktu yang diperlukan untuk sembuh tidak melebihi seminggu.

Sementara itu, dilihat menurut jenis kelamin, pemuda laki-laki yang pernah dirawat inap cenderung lebih lama dibandingkan dengan pemuda perempuan. Hal ini terlihat dari persentase pemuda laki- laki yang dirawat inap selama 1-3 hari lebih rendah dibandingkan dengan persentase pemuda perempuan. Kemudian pada durasi rawat inap yang lebih lama, persentase pemuda laki-laki lebih besar dibandingkan

dengan pemuda perempuan. Pemuda laki- laki yang dirawat selama 22-30 hari dan 31 hari atau lebih, persentasenya lebih besar dibandingkan persentase pemuda perempuan.

Sama halnya pada berobat jalan, pemuda juga dapat menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki untuk membantu pembiayaan rawat inap. Jaminan kesehatan, baik yang dikeluarkan pemerintah maupun swasta, dapat mengakomodir pengobatan penyakit yang mengharuskan rawat inap. Akan tetapi, sama halnya dengan berobat jalan, persentase pemuda yang menggunakan jaminan kesehatan untuk rawat inap masih relatif kecil.

Gambar 5.11 Persentase Pemuda yang Menggunakan Jaminan Kesehatan untuk Rawat Inap Menurut Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2015

Sumber:BPS, Susenas Kor 2015

Pemuda yang menggunakan jaminan kesehatan untuk rawat inap sebesar 3,17 persen. Angka ini hampir setengah dari persentase pemuda yang menggunakan jaminan kesehatan untuk berobat jalan (lihat Gambar 5.11). Hal ini mungkin dikarenakan

di antara pemuda yang pernah dirawat inap, masih banyak yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Dilihat dari jenis kelamin, persentase pemuda perempuan yang menggunakan 1,69 4,70 3,17 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00

Laki-laki Perempuan Laki-laki + Perempuan

3,44 2,85 3,17 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00

Perkotaan Perdesaan Perkotaan + Perdesaan

64 Statistik Pemuda Indonesia 2015 jaminan kesehatan untuk rawat inap jauh

lebih besar dibandingkan dengan pemuda laki-laki. (4,70 persen berbanding 1,69 persen). Apabila dilihat dari tipe daerah, tampak perbedaan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan jenis kelamin. Pemuda yang tinggal di perkotaan lebih banyak yang menggunakan jaminan kesehatan untuk rawat inap daripada di perdesaan (3,44 persen persen berbanding 2,85 persen).

5.6 Partisipasi Pemuda Perempuan

Dalam dokumen Statistik Pemuda Indonesia 2015 (Halaman 97-101)